Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 17 October 2015

Bentuk Pembiayaan Modal Ventura dan Konsep Kelembagaan dan Mekanisme Modal Ventura

Bentuk-bentuk Pembiayaan Modal Ventura Untuk dapat melakukan pembiayaan modal ventura kepada perusahaan pasangan usaha, terdapat beberapa bentuk/pola pembiayaan yang dapat dipergunakan oleh perusahaan modal ventura. Adapun bentuk-bentuk/pola pembiayaan modal ventura yang dimaksud adalah : Budi Rachmat, Op.Cit, hlm. 35-44.


1. Pola Pembiayaan Langsung
Pola pembiayaan ini dapat dilakukan oleh perusahaan modal ventura dengan cara memberikan pembiayaan langsung kepada perusahaan pasangan usaha yang sudah/akan berbentuk badan hukum. Apabila konsep ini dilakukan, maka perusahaan modal ventura harus berperan aktif langsung ke perusahaan pasangan usaha dan biasanya akan menempatkan wakilnya sebagai anggota direksi maupun komisaris.

Pola pembiayaan ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu mendirikan perusahaan baru dengan pemegang saham perusahaan modal ventura dan penemu/penggagas ide atau perusahaan modal ventura ikut menjadi pemegang saham perusahaan pasangan usaha yang sudah ada dengan mengambil porsi modal yang masih dalam portepel. Komposisi jumlah modal yang disetor oleh masing-masing pihak biasanya sudah ditentukan pada awal kontrak modal ventura dilakukan, dapat saja perusahaan modal ventura sebagai mayoritas ataupun sebaliknya.

Konsep pembiayaan langsung harus didukung dengan jumlah sumber daya manusia yang cukup banyak dan handal, tanpa hal ini, konsep ini banyak akan gagal. Untuk itu, perusahaan modal ventura biasanya akan melakukan kerja sama dengan jasa profesional dan lembaga/institusi tertentu untuk melakukan pengawasan.
Pembiayaan Modal Ventura

  • Pola kerja sama ini adalah pola pembiayaan langsung dari PMV/D terhadap satu perusahaan atau individu
  • Calon perusahaan pasangan usaha dapat berbentuk CV, Firma, UD, usaha perseorangan ataupun sebuah perseroan terbatas
  • PMV/D berkerja sama dengan pihak ketiga untuk membantu memberikan jasanya (audit, pelatihan, hukum)


2. Pola Pembiayaan Langsung dengan Franchise
Pola pembiayaan langsung dengan franchise hampir sama dengan pola pembiayaan langsung, yang membedakannya adalah aktivitas pengawasan, pengontrolan yang diemban oleh perusahaan modal ventura ataupun jasa profesional dapat dialihkan kepada franchise. Dalam pola ini, perusahaan modal ventura terkesan lebih bersifat sebagai penyedia dana/modal kepada perusahaan pasangan usaha.

Sistem franchise akan sangat membantu perusahaan modal  ventura, terutama dalam membantu perusahaan pasangan usaha di dalam melakukan hal-hal seperti:
  • Standar operasional
  • Bantuan teknis dan manajemen
  • Pengawasan mutu
  • Pelatihan


Untuk itu, biasanya franchisor akan mendapatkan fee dari perusahaan modal ventura dan tetap mendapatkan royalty dari perusahaan pasangan usaha.

  • Pola kerja sama ini adalah pola pembiayaan langsung dari PMV/D terhadap franchise dari suatu produk/jasa
  • Franchise memperoleh bantuan teknis dan manajemen dari franchisor, dan untuk franchisor itu memperoleh fee
  • PMV/D bekerja sama dengan pihak ketiga untuk membantu memberikan jasanya (audit, pelatihan, hukum)


3. Pola Inti-Plasma
Pola inti-plasma hamper sama dengan pola pembiayaan langsung dengan franchise, yang membedakannya adalah jika memakai pola franchise, franchisor hanya melakukan bantuan teknis kepada satu satuan usaha saja. Sedangkan dengan pola inti-plasma, perusahaan inti akan membina beberapa perusahaan plasma dalam satu wadah usaha, dimana usaha setiap perusahaan plasma harus mendukung usaha perusahaan inti. Dengan cara ini, diharapkan terjadi kesinambungan yang saling menguntungkan anatara inti dan plasma.

Pola inti-plasma sangan cocok dengan usaha yang bergerak di bidang perkebunan, penggemukan sapi, pertanian, transportasi ataupun warung sembilan bahan pokok.

  • Pola kerja sama ini adalah pola pembiayaan kepada plasma yang melibatkan perusahaan inti
  • Kerja sama antara PMV/D dengan inti untuk membantu dan membina secara bersama-sama kemajuan plasma, keterlibatan PMV/D adalah dari segi kualitas, manajemen, produksi, dll
  • Bantuan dana tersebut diberikan kepada plasma :
    • Untuk membiayai proyek utama yang mendukung usaha inti, missal : pembiayaan usaha kelapa sawit untuk para petani
    • Untuk menciptakan usaha baru yang terkait aktivitas usaha inti (suprastruktur), misal : penggemukan sapi, pengadaan warung 10 bahan pokok, transportasi, dll


4. Pola Payung
Pola pembiayaan ini adalah suatu bentuk pembiayaan yang diberikan kepada suatu perusahaan yang kepemilikannya dipunyai oleh beberapa pemilik, dimana masing-masing pemilik mempunyai usaha yang saling menunjang satu sama lainnya sehingga nilai lebih yang didapat menjadi lebih baik.

Perusahaan yang didirikan ini berfungsi sebagai trading house bagi perusahaan para pemiliknya dan biasanya dikelola oleh tenaga profesional yang tidak mempunyai hubungan dengan pemilik perusahaan, sehingga independensi dapat terjaga dengan baik.

  • Pola kerja sama ini adalah pola pembiayaan kepada para pengusaha atau petani sejenis dengan membentuk perusahaan paying (kelompok)
  • Perusahaan paying tersebut dimiliki oleh para pengusaha/petani sejenis bersama PMV/D dan/atau pengusaha yang sudah memiliki jaringan
  • Perusahaan paying tersebut dikelola oleh para profesional yang bukan bagian dari pemilik. Dengan demikian, pengelolaan usaha tersebut lepas dari kepentingan-kepentingan individu para pengusaha/petani
  • Perusahaan payung tersebut dapat berfungsi sebagai trading house, pemroses lanjutan untuk mendapatkan nilai tambah produk, membeli bahan baku agar bahan-bahan yang diperoleh seragam, pengemasan, memberikan bantuan teknik, manajemen, dll
  • Manfaat terbesar yang dapat diperoleh dari para pengusaha/petani tersebut adalah menigkatnya daya saing mereka terhadap para pembeli, pesaing,  supplier,  serta memberi nilai tambah atas produk yang dihasilkannya


5. Pola Kemitraan
Pola pembiayaan modal ventura dengan cara kemitraan harus melibatkan suatu perusahaan besar, yang akan membeli produk barang dan jasa yang dihasilkan dari perusahaan-perusahaan mitra binaan modal ventura. Pola kerja sama didahului dengan kerja sama antara perusahaan besar dengan perusahaan modal ventura, selanjutnya perusahaan modal ventura melakukan pembiayaan kepada perusahaan pasangan usaha ataupun sebaliknya.

Adapun tujuan dari pola kemitraan ini dimaksudkan untuk membantu dan membina secara bersama-sama demi kemajuan pemasok/supplier yang pada gilirannya akan memberikan nilai  tambah bagi pengusaha besar. Di lain sisi, bagi para pemasok/supplier, jalinan kerja sama ini akan memberikan jaminan pasaran barang dan jasa yang dihasilkannya dan terjadi hubungan timbal balik yang saling menguntungkan.

Pola kemitraan ini sangat cocok untuk industri besar yang membutuhkan barang-barang komplemen untuk kepentingan produk yang dihasilkan, contohnya industri mobil membutuhkan mur, industri tekstil membutuhkan kancing, yang mana barang-barang komplemen tersebut tidak dihasilkan oleh pengusaha besar.

  • Pola kerja sama ini adalah pola pembiayaan kepada para pemasok atau supplier yang melibatkan pengusaha besar
  • Kerja sama antara PMV/D dengan pengusaha besar dimaksudkan untuk membantu dan membina secara bersama- sama demi kemajuan para pemasok/supplier yang pada gilirannya akan memberikan nilai tambah bagi pengusaha besar itu sendiri
  • Dalam kerja sama yang dibina, diharapkan pengusaha besar bertindak sebagai penjamin pasar, manajemen mutu dari produksi yang dihasilkan oleh para pemasok/supplier


Konsep Kelembagaan dan Mekanisme Modal Ventura

Karakteristik yang sangat menonjol dalam usaha modal ventura berkaitan dengan resiko. Besarnya resiko yang mungkin dihadapi dalam bisnis modal ventura ini menyebabkan tingginya expected return yang diharapkan oleh venture capitalist. Oleh karena itu, modal ventura lebih cenderung membiayai usaha  yang menjanjikan keuntungan yang lebih besar, seperti usaha-usaha baru di bidang pengembangan teknologi. Bahkan, perusahaan moal ventura bersedia untuk membiayai gagasan-gagasan yang diperkirakan akan dapat dikembangkan  menjadi suatu realita usaha yang memberikan keuntungan yang berlipat.Dahlan Siamat, Manajemen Lembaga Keuangan Edisi Kelima, (Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2005, selanjutnya disingkat Dahlan Siamat II), hlm. 569.

Konsep  modal  ventura,  pada  dasarnya,  tidak  dapat  disamakan  dengan penyertaan modal biasa dan tidak semua penyertaan modal pada perusahaan lain dapat digolongkan sebagai pembiayaan modal ventura. Bank yang melakukan kredit macetnya pada perusahaan lain dengan mengkonversinya menjadi penyertaan saham, bukanlah modal ventura. Demikian pulan, pemilikan modal saham suatu perusahaan melalui pasar modal jelas tidak dapat digolongkan  sebagai bisnis modal ventura. Begitu juga, invesatsi di bidang property atau  pabrik. Namun suatu bank yang membiayai suatu perusahaan dapat menggunakan konsep modal ventura.Ibid

Kelembagaan modal ventura di Indonesia saat ini masih belum  sepenuhnya menggunakan konsep modal ventura murni sebgaimana yang dilakukan oleh perusahaan modal ventura di luar negeri. Struktur kelembagaan modal ventura yang ada saat ini adalah tidak dipisahkannya badan hukum venture capital fund di satu pihak dengan management venture capital di pihak lainnya. Atau dengan kata lain, pengelolaan pool of funds masih bersatu dengan  perusahaan manajemen. Ketentuan perundangan modal ventura memang tidak mengenal   adanya   pemisahan   kedua   jenis   struktur   tersebut.   Hal   ini cukup menyulitkan dalam upaya memobilisasi dan untuk pengembangan usaha ini. Sumber dana perusahaan modal ventura di Indonesia praktis hanya berasal dari modal yang disetor oleh para pemegang saham perusahaan yang bersangkutan. Ibid, hlm. 589.

Mekanisme modal ventura, pada prinsipnya, merupakan suatu proses yang menggambarkan arus investasi, yang dimulai dari masuknya pemodal dengan membentuk suatu pool of funds, proses pembiayaan pada perusahaan pasangan usaha, sampai proses penarikan kembali penyertaan tersebut (divestasi). Sebagaimana telah dijelaskan di atas, pada hakikatnya, modal ventura adalah kumpulan dana (pool of funds) yang berasal dari investor, dan dikelola seacara profesional untuk diinvestasikan  kepada perusahaan  yang  membutuhkan  modal.

Oleh karena itu, dalam mekanisme modal ventura, paling sedikit ada 3 unsur yang terlibat secara langsung, yaitu : Ibid
  1. Pemilik modal yang menginginkan keuntungan yang tinggi dari modal yang dimilikinya. Modal dari berbagai sumber atau investor tersebut dhimpun dalam suatu wadah atau lembaga khusus yang dibentuk  untuk itu; atau disebut venture capital funds.
  2. Profesional yang mempunyai keahlian dalam mengelola investasi dan mencari jenis investasi prensial. Profesional ini dapat berupa lembaga yang disebut perusahaan manajemen atau management venture capital fund company.
  3. Perusahaan yang membutuhkan modal untuk pengembangan  usahanya. Perusahaan yang dibiayai ini disebut investee company atau perusahaan pasangan usaha.


Mekanisme modal ventura yang diterapkan di beberapa negara dapat dibedakan dalam dua bentuk. Pertama, pembentukan modal ventura yang langsung dikelola oleh manajemen perusahaan modal ventura itu sendiri. Mekanisme modal ventura ini disebut modal ventura konvensional atau single tier approach. Kedua, pembentukan modal ventura yang pengelolaannya   diserahkan kepada perusahaan manajemen investasi, yang memang memiliki keahlian di bidang modal ventura. Pendekatan ini disebut two tier approach. Ibid, hlm. 569-570.

Pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan investasi modal ventura dalam mekanisme modal ventura konvensional dilakukan sepenuhnya oleh perusahaan modal ventura itu sendiri sebagai badan hukum, atau dengan kata lain, suatu perusahaan modal ventura dapat sebagai venture capital fund dan dalam waktu yang sama menjadi management venture capital company. Oleh karena itu, kebijakan dan analisis investasi, pelaksanaan monitoring, keterlibatan pada manajemen perusahaan pasangan usaha, serta pelaksanaan dalam proses divestasi, dilakukan oleh perusahaan modal ventura yang bersangkutan. Sedangkan pada mekanisme modal ventura dengan pendekatan venture capital fund company berbeda dengan metode yang pertama. Pelaksanaan semua kebijakan dan strategi investasi mulai dari analisis, monitoring, sampai pada proses divestasi dan review merupakan tugas dan tanggung jawab perusahaan manajemen investasi. Semua tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya tersebut didasarkan pada kesepakatan yang telah diatur dalam perjanjian kontrak manajemen. Atas tanggung jawabnya tersebut, perusahaan manajemen mendapatkan contract fee atau management fee dan success fee. Ibid, hlm. 570.

Di Indonesia, mekanisme modal ventura dengan konsep pemisahan  antara venture capital fund dengan management venture capital company tidak dikenal dalam aturan perundang-undangan modal ventura. Pada prinsipnya, perusahaan modal ventura yang telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan, dapat mengelola atau dikelola oleh perusahaan modal ventura lainnya.Ibid


Bentuk Pembiayaan Modal Ventura dan Konsep Kelembagaan dan Mekanisme Modal Ventura Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment