Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Tuesday, 20 October 2015

Pembentukan ASEAN Tujuan Latar Belakang Pendirian dan Struktur Kelembagaan

Latar Belakang Pembentukan ASEAN - Negara-negara di Asia Tenggara mengenal organisasi regional pada terbentuknya SEATO (Southeast Asia Treaty Organization). Organisasi ini sebenarnya merupakan upaya Amerika untuk membendung pengaruh komunis di kawasan Asia sehingga lebih merupakan prakarsa dari luar kawasan Asia Tenggara. Sedangkan organisasi yang dibentuk sepenuhnya oleh negara-negara Asia Tenggara untuk pertama kalinya adalah The Association of Southeast Asia (ASA) pada 1961 yang beranggotakan Malaysia, Philipina dan Thailand. Tujuan ASA adalah memajukan pertumbuhan ekonomi dan budaya melalui saling kerja sama dan bantu membantu di antara negara-negara anggotanya.ASA tidak berkembang karena masih adanya pertikaian internal pada sesama negara- negara Asia Tenggara, terutama mengenai status Sabah, dan tidak masuknya Indonesia pada organisasi ini. (Huala Adolf, op.cit. hal 125) Namun organisasi ini tidak bertahan lama karena pecahnya konflik antara Philipina dan Malaysia atas status daerah sabah yang diklaim sebagai bagian dari Philipina.  Bambang Cipto, Hubungan Internasional di Asia Tenggara : Teropong Terhadap Dinamika, Realitas, dan Masa Depan, 2007, Pustaka Belajar, Yogyakarta, hal. 12 Selain itu dikarenakan tidak cukup banyaknya negara yang tergabung dan terwakili dalam organisasi regional tersebut. Huala Adolf, loc.cit


Kawasan Asia Tenggara yang saling berdekatan hingga menjadi jalur lalu lintas  internasional, membuat  kawasan  ini  menjadi  strategis.  Demi terjaganya stabilitas pada masing-masing negara di kawasan ini maka dianggap perlu untuk mengadakan jalinan kerja sama yang baik dan terus-menerus.

Terdapat kekhawatiran negara-negara di Asia Tenggara terhadap  ancaman eksternal dan internal di kawasan ini pada tahun 1960-an. Bambang Cipto, op.cit, hal. 123

Ancaman internal tersebut diantaranya ialah menyebarnya paham komunis di Asia dan konflik yang terjadi antar sesama negara Asia Tenggara. Segi eksternal, dikarenakan kawasan yang strategis, Asia Tenggara rawan menjadi ajang persaingan kepentingan- kepentingan yang datang dari luar.

Selain itu juga persamaan kedudukan di dalam keanggotaan merupakan salah satu prinsip dalam kerja sama ini, tanpa mengurangi kedaulatan masing- masing anggota. Hal ini dikarenakan, mulai abad ke-16 bangsa-bangsa barat mulai berdatangan dan berebut  pengaruh dikawasan  ini, satu demi satu   negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara menjadi daerah jajahan mereka, kecuali Muangthai (sekarang disebut Thailand). http://www.psychologymania.com/2013/08/latar-belakang-terbentuknya-asean.html?m=1, diakses pada tanggal 23 Februari 2014

Melalui Deklarasi Bangkok 1967 yang ditandatangani pada tanggal 8 Agustus 1967, ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) didirikan oleh lima negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia (Adam Malik), Malaysia (Tun Abdul Razak), Thailand (Thanat Khoman), Filipina (Narsisco Ramos), dan Singapura (Rajaratman).

Deklarasi Bangkok merupakan instrumen terpenting bagi ASEAN, karena dalam Preamble Deklarasi menegaskan keinginan negara-negara anggota untuk mendirikan suatu federasi yang kokoh untuk tindakan bersama guna    memajukan kerja sama regional, memperkuat stabilitas ekonomi dan sosial dan untuk memelihara keamanan dari campur tangan pihak luar. Huala Adolf, op.cit, hal. 124

Tahun-tahun pertama ASEAN didirikan belum ada suatu kegiatan aktif yang dilakukan, namun hal itu sebenarnya merupakan suatu periode pemantapan saling pengertian dan menghilangkan saling curiga antar anggotanya guna memantapkan kerja sama yang sedang ditumbuhkan.Sekretariat Nasional ASEAN, ASEAN Selayang Pandang, Departemen Luar Negeri RI, 1991, Jakarta, hal. 2 Pada  tahap-tahap permulaan itu, ASEAN berhasil menjadikan dirinya sebagai suatu forum tempat negara anggota dapat belajar memahami satu sama lain, berbicara bersama-sama dan menentukan masalah bersama secara sendiri-sendiri dan secara berkelompok. M. Sabir, ASEAN: Harapan dan Kenyataan, 1992, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, hal.59
       
Hingga pada Februari 1976 diadakan pertemuan tingkat tinggi para penguasa ASEAN yang berlangsung di Bali yang menghasilkan 3 (tiga) kesepakatan penting, yakni Huala Adolf, op.cit, hal. 126-129:

a. The Treaty of Amity and Cooperation in South-East Asia

The Treaty Of Amity and Cooperation in South-East Asia (TAC) (perjanjian persahabatan dan kerjasama) ditandatangani di Bali pada 24 Februari 1976. Perjanjian ini menegaskan kembali aspirasi dan tujuan pendirian ASEAN, yakni perdamaian, persahabatan dan kerjasama. Ketentuan penting yang dihasilkan dalam TAC adalah kesepakatan dari  the high contracting parties (negara-negara anggota ASEAN) mengenai pengakuan terhadap prinsip fundamental kerjasama antar negara anggota ASEAN. Prinsip fundamental tersebut adalah:
  1. Saling menghormati kemerdekaan, kedaulatan, prinsip persamaan, integritas wilayah dan identitas nasional semua negara (anggota ASEAN);
  2. Hak setiap negara untuk mengurus bangsanya tanpa campur tangan, subversi atau tekanan;
  3. Prinsip non-interfensi di dalam urusan dalam negeri negara  anggota lain;
  4. Penolakan atas setiap penggunaan atau ancaman kekerasan;
  5. Prinsip kerja sama efektif di antara negara anggota;
  6. Penyelesaian sengketa secara damai.


b. Declaration of ASEAN Concord
The Declaration of ASEAN Concord (Deklarasi Kesepakatan ASEAN) yang ditandatangani di Bali pada tanggal 24 Februari 1976 (Deklarasi 1976) memuat ketentuan yang lebih detil mengenai tujuan- tujuan dalam Deklarasi ASEAN 1967. Deklarasi 1976 ini juga mengesahkan suatu program aksi sebagai kerangka kerjasama ASEAN. Perkembangan terakhir, Declaration of ASEAN Concord kembali dilaksanakan sebanyak dua kali, yaitu ASEAN Concord atau Bali Concord

IIBali Concord II mengacu pada penerapan kesempatan dalam bidang membangun dan mengembangkan integrasi regional yang saling menguntungkan satu sama lain (antar negara anggota) dan bertekad untuk menjamin terciptanya stabilitas dan keamanan Asia Tenggara itu sendiri dari segala macam pengaruh dan campur tangan asing. (Lebih lanjut dapat dilihat di http://www.seniberpikir.com/asean-perbedaan-bali-concord-ii-dan-iii/, diakses pada tanggal 23 Februari 2014)  pada 7 Oktober 2003 dan ASEAN Concord atau Bali Concord IIIBali Concord III lebih mempertegas dan memperluas bagaimana ASEAN yang merupakan salah satu organisasi internasional yang sukses menerapkan partisipasi dan kontribusi yang dimiliki terhadap dunia global. (Ibid) pada KTT ASEAN ke-19 di Bali, 17 November 2011.

Tujuan yang hendak dicapai antara lain mengharmonisasikan pandangan para negara anggota. Apabila memungkinkan, Deklarasi juga mengupayakan suatu tindakan aksi bersama dalam menghadapi masalah- masalah di bidang politik.

Contoh hasil kerja sama di bidang politik dan keamanan  yang sudah terjadi di Asia Tenggara antara lain, penyelenggaraan kerja sama untuk menjaga stabilitas keamanan kawasan wilayah Asia Tenggara, pelepasan tuntutan kepemilikan atas wilayah Sabah oleh Filipina kepada Malaysia,   dan   penandatanganan   kesepakatan   tentang   Asia  Tenggara sebagai kawasan bebas nuklir.  http://pengertianadalahdefinisi.blogspot.com/2014/kerjasams-negara-negara-asia-tenggara.html?m=1, diakses pada tanggal 23 Februari 2014

Deklarasi mensyaratkan dilakukannya suatu kajian guna membuka kemungkinan kerja sama di bidang hukum, termasuk kemungkinan ditandatanganinya kerja sama ekstradisi ASEAN.

Dalam kerja sama ekonomi, Deklarasi membuka kemungkinan kerja sama di bidang komoditi, khususnya di bidang makanan dan energi serta   kerja   sama   di   bidang   proyek-proyek   industri   ASEAN,     dan menekankan pentingnya upaya bersama guna mencapai pengaturan preferensi perdagangan dan upaya untuk meningkatkan akses ke pasar di luar ASEAN. Deklarasi juga menegaskan perlunya suatu pendekatan bersama untuk menghadapi masalah komoditi internasional dan masalah ekonomi dunia lainnya.

Mengenai proyek industri bersama, telah dilaksanakan beberapa proyek, antara lain pendirian pabrik pupuk urea di Indonesia (Provinsi NAD) dan di Malaysia, pendirian pabrik tembaga di Filipina, proyek abu soda di Thailand dan proyek vaksin di Singapura. Ibid

Bidang  sosial,  Deklarasi  mengharapkan  suatu  tindakan bersama untuk mengakselerasi pembangunan kelompok-kelompok  masyarakat yang berpendapatan rendah dan penduduk kurang maju. Bidang sosial ini juga mensyaratkan kerja sama lebih intensif dalam menangani masalah penyalahgunaan narkotika dan lalu lintas di bidang obat-obatan terlarang.

Kerja sama ASEAN di bidang sosial juga diiringi dengan perkembangan kebudayaan. Committee On Social Development (COSD) adalah badan yang menaungi kerja sama ASEAN di bidang sosial dan budaya. Beberapa programnya, antara lain program peningkatan  kesehatan, pertukaran budaya dan seni termasuk festival film ASEAN, penandatanganan  kesepakatan  bersama  di   bidang   pariwisata   ASEAN Tourism  Agreement  (ATA)  dan  penyelenggaraan  pesta  olahraga  SEA-

Games. Ibid
Bidang keamanan regional, Deklarasi menyetujui kelanjutan kerjasama bukan atas dasar kerja sama ASEAN antara negara anggota ASEAN sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan bersama. Deklarasi tidak dengan tegas menyatakan digunakannya ketentuan “kerja sama bukan atas dasar kerja sama ASEAN (cooperation on a non-ASEAN basis). Alasan yang dapat diterima adalah karena memang sejak awal ASEAN bukan organisasi regional yang bergerak di bidang kerja sama keamanan atau militer.

c. Agreement of Establishment of the Permanent Secretariat
The Agreement of Establishment of The Permanent Secretariat (Perjanjian Pembentukan Sekretariat Tetap ASEAN) ditandatangani pada tanggal 24 Februari 1976 di Bali. Perjanjian ini mendirikan suatu Sekretaris Jenderal (Secretary General) ASEAN yang tugasnya mengkoordinasikan fungsi-fungsi sekretaris-jenderal nasional ASEAN (yang didirikan oleh Deklarasi ASEAN 1967).

Perjanjian ini juga menetapkan tiga biro di bawah sekretariat tetap, yakni di bidang ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sosial dan budaya.  Menindaklanjuti  perjanjian  ini,  seseorang Secretary     General ditunjuk pada bulan Juni 1976 dan Sekretariat ASEAN didirikan oleh perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 17 Desember 1969.

Suatu dana untuk ASEAN ditetapkan oleh suatu perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 17 Desember 1969. Dana ini terdiri dari satu jumlah yang disepakati oleh setiap negara anggota. Dana ini digunakan untuk membiayai, antara lain, proyek-proyek ASEAN yang disetujui.

Pembentukan ASEAN

Tujuan Pembentukan ASEAN

Deklarasi Bangkok, 8 Agustus 1967 menyatakan bahwa: http://www.asean.org/news/item/the-asean-declaration-bangkok-declaration diakses pada tanggal 23 Februari 2014
...the aims and purpose of the Association shall be:
  1. To accelerate the economic growth, social progress and cultural development in the region through joint endeavours in the spirit of  equality and partnership in order to strengthen the foundation for a prosperous and peaceful community of South-East Asian Nations;
  2. To promote regional peace and stability through abiding respect of the region and adherence to the principle of the United Nations Charter;
  3. To promote active collaboration and mutual assistance on matters of common interest in the economic, social, cultural, technical, scientific and administrative fields;
  4. To provide assistance to each other in the form of training and research facilities in the educational, professional, technical and administrative spheres;
  5. To collaborate more effectively for the greater utilization of their agriculture and industries, the expension of their trade, including the study of the problems of international and communications facilities and the rising of the living standards of their peoples;
  6. To promote South-East Asian studies;
  7. To maintain close and beneficial cooperation with existing international and regional organizations with similiar aims and purpose, and explore  all avenues for even closer cooperation among themselves.


Maksud dan tujuan pembentukan ASEAN sesuai yang dicantumkan dalam Deklarasi Bangkok, adalah: Sekretariat Nasional ASEAN, op.cit, hal. 1
  1. Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial serta pengembangan kebudayaan di kawasan ini melalui usaha bersama dalam semangat kesamaan dan persahabatan untuk memperkokoh landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa Asia Tenggara yang sejahtera dan damai;
  2. Untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan tertib hukum di dalam hubungan antara negara- negara di kawasan ini serta mematuhi prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB);
  3. Untuk meningkatkan kerja sama yang aktif dan saling membantu dalam masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama di bidang-bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan dan administrasi;
  4. Untuk saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana pelatihan dan penelitian dalam bidang-bidang pendidikan, profesi, teknik, dan administrasi;
  5. Untuk bekerja sama dengan lebih efektif guna peningkatan pemanfaatan pertanian dan industri mereka, perluasan perdagangan dan pengkajian masalah-masalah komoditi internasional, perbaikan sarana-sarana pengangkutan dan komunikasi serta peningkatan taraf hidup rakyat-rakyat mereka;
  6. Untuk memajukan pengakajian mengenai Asia Tenggara;
  7. Untuk memelihara kerja sama yang erat dan berguna dengan organisasi- organisasi internasional dan regional dengan tujuan serupa yang ada dan untuk menjajaki segala kemungkinan untuk saling bekerja sama secara  erat di antara mereka sendiri.


Piagam ASEAN (ASEAN Charter) yang terbentuk pada tahun 2007 kembali merumuskan tujuan ASEAN secara detil yang sejalan dengan konsep tujuan masyarakat ekonomi ASEAN, yaitu: (i) menciptakan ASEAN  sebagai pasar tunggal dan kesatuan basis produksi, dan (ii)mengurangi kemiskinan dan kesenjangan pembangunan di  antara negara anggota melalui  bantuan dan     kerja sama yang saling menguntungkan. ASEAN Charter: Chapter 1, Article 1 – to create a single market and production base which is stable, prosperous, highly competitive and economically integrated with effective facilitation for trade and investment in which there is free flow of goods, services, and investment; facilitated movement of bussiness persons, professionals, talents and labor, and free of capital, and to alleviate poverty and narrow the development gap whitin ASEAN through mutual  assistance and cooperation. (paragraf 5 dan 6)

Struktur Kelembagaan ASEAN

ASEAN adalah suatu organisasi regional yang khas. Instrumen hukum yang mendasari berdirinya ASEAN yakni Deklarasi Bangkok tidak memuat struktur organisasi ASEAN secara seksama. Huala Adolf, op.cit, hal. 131Karena itu, bentuk organisasi ASEAN akan terus dikembangkan sesuai dengan tuntutan perkembangan dunia. Otoritas/kekuasaan tertinggi di dalam ASEAN adalah pertemuan Kepala Pemerintahan, yang bersidang bilamana diperlukan untuk memberikan pengarahan pada ASEAN. Sekretariat Nasional ASEAN, op.cit, hal.3

Berdasarkan perkembangannya, struktur kelembagaan ASEAN terdiri dari:
  1. Summit Meeting, badan pembuat keputusan tertinggi adalah Pertemuan Para Kepala Negara dan Pemerintahan negara anggota ASEAN (The Meeting of the ASEAN Heads of State and Government atau biasa disebut ASEAN SUMMITS).Huala Adolf, loc.cit Summit Meeting atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bali pada tahun 1976 merupakan titik puncak sejarah ASEAN, karena untuk pertama kalinya para kepala negara ASEAN bersedia ikut hadir dalam konferensi ASEAN, sedang sebelumnya KTT paling tinggi hanya dihadiri oleh para Menteri Luar Negeri, selain itu dalam KTT    Bali diambil keputusan-keputusan pokok yang berjangkauan jauh yang tidak hanya membawa perubahan mendasar dalam kelembagaan ASEAN, tetapi juga memberi arah yang lebih terpadu dalam operasinya M. Sabir, op.cit, hal. 65;
  2. Ministeral Meeting, sidang para Menteri Luar Negeri sebagai badan utama pengambil keputusan yang bersidang sekali setahun dan bergiliran antar anggota, diadakan atas permintaan salah satu anggota. Pertemuan ini  terdiri dari 3 macam, yaitu Huala Adolf, op.cit, hal. 131-132;
    • Pertama, the Annual Ministerial Meetings  (AMM). Pertemuan  ini adalah tempat para menteri luar negeri mengkoordinasikan berbagai kebijakan unit-unit kerja ASEAN. AMM bertugas memformulasikan kebijakan meninjau semua keputusan dan menyetujui kebijakan dan rencana program berbagai committees atau badan-badan ASEAN;
    • Kedua, the ASEAN Economic Ministers (AEM), yakni suatu badan kelengkapan kerja sama ekonomi. Badan ini dibentuk pada tahun 1976. Badan ini biasanya bersidang setiap 6 bulan atau setiap saat yang dipandang perlu. Badan yang kemudian menangani semua aspek kerja sama ASEAN adalah the Senior Economic Officials Meeting (SEOM);
    • Ketiga, the ASEAN Ministerial Meetings lainnya. Badan ini bertugas membuat rencana kerja sama di bidang para menteri yang bersangkutan. Berbagai committees dibentuk untuk membantu di dalam persiapan, memberikan fasilitas untuk berbagai pertemuan dan melaksanakan kebijakannya.
  3. ASEAN Standing Committee (ASC), yaitu Panitia Tetap yang bertugas mengadakan koordinasi dan meninjau kegiatan-kegiatan ASEAN. Badan ini berkedudukan secara bergiliran, dengan dibantu oleh para duta besar ASEAN yang ditunjuk untuk negeri itu;
  4. The  Scretary  General  ASEAN,  yang  ditunjuk  berdasarkan keahliannya.Sekjen ASEAN bertugas selama 5 tahun, ia bertugas melaksanakan, menasehati, mengkoordinasikan, dan melaksanakan inisiatif ASEAN. Para anggota staf Sekretariat ASEAN ditunjuk berdasarkan prinsip rekruitmen terbuka dan atas dasar persaingan di wilayah (region) ASEAN Huala Adolf, loc.cit;
  5. The ASEAN Secretariat (Sekretariat ASEAN). Badan ini dibentuk pada waktu pertemuan tinggi tingkat Bali berlangsung pada tahun 1976. Badan ini bertindak sebagai organ administratif pusat ASEAN, dan mengkoordinasikan organ-organ ASEAN guna lebih mengefektifkan pelaksanaan proyek-proyek ASEAN Huala Adolf, loc.cit;
  6. The ASEAN National Secretariats (sekretariat nasional ASEAN).     Badan ini terdapat di setiap negara anggota ASEAN. Badan-badan ini bertugas mengkoordinasikan berbagai hal di negara masing-masing. Ia juga bertugas menegosiasikan dan mempersiapkan agenda untuk Standing Committee dan the Ministerial Meeting. Badan ini terdapat di dalam Kementerian Luar Negeri masing-masing negara anggota Huala Adolf, op.cit, hal. 133;
  7. Berbagai ASEAN Committees di berbagai negara ketiga yang terdiri    dari para  kepala  pimpinan  missi  diplomatik  di  berbagai  ibukota       negara.


Committees dibentuk guna memfasilitasi hubungan lebih erat dan meningkatkan dialog dengan negara tuan rumah. Tugas ini sebenarnya untuk meningkatkan hubungan eksternal ASEAN dengan negara ketiga. Committees seperti ini dibentuk misalnya di Brussels (the ASEAN- Brussels Committee), Jenewa (khusus untuk menangani perundingan tarif dan perdagangan, yakni the ASEAN-Geneva Committee), London (the ASEAN-London Committee), Paris, Washington DC, Tokyo, Canberra, Ottawa,   Wellington,   Seoul,   New   Delhi,   New   York,   Beijing     dan Islamabad. Huala Adolf, loc.cit

Setelah terbentuknya Piagam ASEAN, maka susunan struktur kelembagaan ASEAN menjadi Bank Indonesia, Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015: Memperkuat Strategi ASEAN di Tengah Kompetisi Global, 2008, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta:
  1. Badan pengambilan keputusan tertinggi di ASEAN adalah ASEAN  Summit Meeting (Konferensi Tingkat Tinggi/KTT), yakni forum yang terdiri dari Kepala Negara/Pemerintahan negara anggota. KTT ASEAN diselenggarakan satu tahun sekali di negara yang menjadi Ketua ASEAN. Masa jabatan Ketua ASEAN berlaku satu tahun dan dirotasi berdasarkan urutan alfabet
  2. KTT ASEAN dibantu oleh ASEAN Coordinating Council yang terdiri  dari Menteri Luar Negeri ASEAN, yang melakukan pertemuan paling sedikit 2 tahun sekali. Badan ini akan mengkoordinasikan kebijakan, efisiensi, dan kerja sama dalam mencapai Masyarakat ASEAN
  3. Dewan Komunitas ASEAN (ASEAN Community Councils) yang terdiri dari tiga pilar komunitas ASEAN, yaitu (i) Dewan Komunitas Politik- Keamanan ASEAN (ASEAN Political-Security Community Council), (ii) Dewan  Komunitas  Ekonomi  (ASEAN  Economic Community  Council), (iii) Dewan Komunitas Sosial-Budaya (ASEAN Socio-Cultural Community Council)
  4. ASEAN Sectoral Ministerial Bodies merupakan badan di bawah koordinasi ASEAN Community Councils sesesuai dengan masing-masing pilar dalam Masyarakat ASEAN. Badan ini akan melakukan kerja sama di masing-masing sektor dan mengimplementasikan keputusan-keputusan KTT ASEAN
  5. Committee of Permanent Representatives to ASEAN, merupakan komite wakil tetap ASEAN yang terdiri dari wakil tetap negara ASEAN pada tingkat duta besar dan berkedudukan di Jakarta
  6. Sekretariat Jenderal ASEAN yang dibantu oleh 4 (empat) orang wakil Sekretaris Jenderal dan Sekretariat ASEAN
  7. ASEAN National Secretariats, yang dipimpin oleh pejabat senior untuk melakukan koordinasi internal di masing-masing negara ASEAN


Daftar Pustaka Makalah Latar Belakang Pembentukan ASEAN

Pembentukan ASEAN Tujuan Latar Belakang Pendirian dan Struktur Kelembagaan Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment