Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Friday, 27 May 2016

Pengertian Agen Perubahan Kualifikasi Peranan Sebagai Penyuluhan Menurut Para Ahli

Pengertian Agen Perubahan adalah - Menurut Rogers dan Shoemaker (1971), agen perubahan adalah petugas profesional yang mempengaruhi putusan inovasi para anggota masyarakat menurut arah yang diinginkan oleh lembaga perubahan. Jadi semua orang yang bekerja untuk mempelopori, merencanakan, dan melaksanakan perubahan social adalah termasuk agen-agen perubahan.


Definisi Agen Perubahan Menurut Para Ahli

Dalam rumusan Havelock (1973), agen perubahan adalah orang yang membantu terlaksananya perubahan sosial atau suatu inovasi yang berencana. (Nasution, 1990:37)

Agen perubahan (Agent of Change) memimpin masyarakat dalam mengubah sistem sosial. Dalam melaksanakannya, agen perubahan langsung tersangkut dalam tekanan- tekanan untuk mengadakan perubahan. Bahkan mungkin menyiapkan pula perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. Cara-cara mempengaruhi masyarakat dengan sistem yang teratur dan direncanakan terlebih dahulu dinamakan rekayasa sosial (social engineering) atau sering pula dinamakan perencanaan sosial (social planning).(Soekanto, 1992:273)

Kualifikasi Agen Perubahan

Menurut Duncan dan Zaltman, agen-agen perubahan harus memiliki tiga kualifikasi dasar, yaitu:
  1. Kualifikasi teknis, yakni kompetensi teknis dalam tugas spesifik dari proyek perubahan yang bersangkutan. Misalnya pengetahuan dan wawasan tentang pemanasan global bagi seorang penyuluh lingkungan.
  2. Kemampuan administratif, yaitu persyaratan administratif yang paling dasar dan elementer, yakni kemauan untuk mengalokasikan waktu untuk persoalan- persoalan yang relatif detail. Maksudnya, para agen perubahan merupakan ornag- orang yang menyediakan waktu dan tenaga mereka untuk secara sepenuh hati mengurus masyarakat yang dibinanya.
  3. Hubungan antar-pribadi. Suatu sifat agen perubahan yang paling penting adalah empati, yaitu kemampuan untuk menempatkan diri pada kedudukan orang lain, berbagi pandangan dan perasaan dengan mereka sehingga hal-hal tersebut seakan- akan dialami sendiri.


Seorang agen perubahan yang berhasil, menurut Havelock memiliki sejumlah karakteristik seperti:
  1. Agen perubahan harus memiliki nilai-nilai dan sikap mental (attitudes) sebagai berikut:
    • Pertimbangan (concern) utamanya mengenai manfaat dari inovasi bagi pengguna akhir (end user).
    • Pertimbangan utama mengenai manfaat inovasi yang disebarkannya bagi masyarakat secara keseluruhan.
    • Respek terhadap nilai-nilai yang dianut dengan teguh oleh pihak lain.
    • Kepercayaan bahwa perubahan harus menghasilkan sesuatu yang terbaik bagi yang terbanyak (mayoritas).
    • Percaya bahwa masyarakat yang diubah mempunyai suatu kebutuhan, dan juga hak untuk memahami mengapa perubahan dilakukan (rationale) dan hak untuk berpartisipasi dalam memilih di antara alternative cara dan tujuan perubahan itu sendiri.
    • Rasa yang kuat mengenai identitasnya sendiri dan dayanya untuk menolong orang lain.
    • Pertimbangan (concern) yang kuat untuk membantu tanpa menyakiti perasaan, untuk membantu dengan resiko yang minimal untuk jangka pendek dan jangka panjang bagi ketenangan masyarakat, baik sebagai keseluruhan, maupun individu tertentu dalam masyarakat yang bersangkutan.
    • Respek terhadap institusi-institusi yang ada sebagai pencerminan concern yang sah terhadap batas ruang kehidupan orang, keamanan, dan pengembangan identitas di balik diri masing-masing.
  2. Agen perubahan harus mengetahui hal-hal berikut ini:
    • Bahwa individu-individu, kelompok, dan masyarakat merupakan sistem-sistem terbuka yang saling berhubungan (open interrelating systems).
    • Bagaimana peranannya yang lain cocok dengan konteks sosial yang lebih luas dari perubahan.
    • Konsepsi-konsepsi alternatif mengenai peranannya sekarang dan peranannya yang potensial di masa mendatang.
    • Bagaimana orang lain memandang peranannya.
    • Lingkup kebutuhan manusia, hubungan-hubungannya dan peringkat prioritas yang mungkin dalam berbagai tahap pada lingkaran kehidupan.
    • Keseluruhan sumber-sumber (resources) dan cara untuk akses ke sana.
    • Mengapa orang dan sistem-sistem dapat berubah dan menolak perubahan.
    • Pengetahuan, sikap mental, dan keterampilan yang dibutuhkan oleh seorang agen perubahan dan seorang pengguna sumber-sumber yang efektif.
  3. Agen perubahan harus memiliki keterampilan berikut ini:
    • Bagaimana mengembangkan dan memelihara hubungan proyek perubahan dengan orang lain.
    • Bagaimana membawa orang ke suatu konsepsi mengenai kebutuhan dan prioritas mereka dalam hubungan dengan kebutuhan dan prioritas orang lain.
    • Bagaimana mengatasi kesalahpahaman dan konflik.
    • Bagaimana membina jembatan nilai.
    • Bagaimana menyampaikan kepada orang lain perasaan berdaya untuk melaksanakan pembangunan.
    • Bagaimana membina tim kerja sama (collaborative teams) untuk perubahan.
    • Bagaimana mengorganisir dan melaksanakan proyek-proyek perubahan yang berhasil.
    • Bagaimana menyampaikan kepada orang lain mengenai pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan yang dimilikinya.
    • Bagaimana menyadarkan masyarakat akan potensi yang tersedia dari sumber- sumber (resources) mereka sendiri.
    • Bagaimana mengembangkan keterbukaan masyarakat untuk menggunakan sumber-sumber, baik yang internal maupun yang eksternal.



Agen perubahan akan lebih efektif jika mereka:
  • Merangsang berlangsungnya proses-proses pemecahan masalah di kalangan klien.
  • Cukup pngetahuan mengenai proses penelitian dan pengembangan yang menghasilkan solusi, sehingga mereka dapat membantu mendorong proses  ini agar berfungsi lebih konsisten dengan kebutuhan klien.
  • Mampu membina komunikasi dan kolaborasi yang mungkin di antara sistem- sistem klien dan di antara lembaga-lembaga perubahan.
  • Mampu menghubungkan klien tertentu dengan suatu jumlah lembaga-lembaga perubahan yang optimal, dan menghubungkan lembaga-lembaga perubahan tertentu dengan suatu jumlah klien yang optimal.
  • Bersedia mendengarkan ide-ide baru dengan telinga yang reseptif, tapi kritis konstruktif.
  • Mampu mengintrodusir sifat keluwesan ke dalam hubungan antara klien dengan lembaga perubahan.(Nasution, 1990:38)


Peranan Agen Perubahan

Menurut Rogers dan Shoemaker, agen-agen perubahan berfungsi sebagai mata rantai komunikasi antara dua (atau lebih) sistem sosial. Yaitu menghubungkan antara suatu sistem sosial yang mempelopori perubahan dengan sistem sosial masyarakat yang dibinanya dalam usaha perubahan tersebut. Hal itu tercermin dalam peranan utama seorang agen perubahan, yaitu:
  1. Sebagai katalisator, menggerakkan masyarakat untuk mau melakukan perubahan.
  2. Sebagai pemberi pemecahan persoalan
  3. Sebagai pembantu proses perubahan; membantu dalam proses pemecahan masalah dan penyebaran inovasi, serta memberi petunjuk  mengenai  bagaimana
    • mengenali dan merumuskan kebutuhan
    • mendiagnosa permasalahan dan menentukan tujuan
    • mendapatkan sumber-sumber yang relevan
    • memilih atau menciptakan pemecahan masalah
    • menyesuaikan dan merencanakan pentahapan pemecahan masalah
  4. Sebagai penghubung (linker) dengan sumber-sumber yang diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi.


Di samping itu, menurut O’Gorman, inti dari peranan agen perubahan dalam proses pembangunan masyarakat adalah:
  1. Mengidentifikasi tujuan
  2. Melakukan identifikasi dan pemanfaatan dari:
    • sumber-sumber
    • kepemimpinan
    • organisasi
  3. Menetapkan prioritas, rencana dan pelaksanaan, serta evaluasi yang dilakukan menurut urutan yang teratur agar alternatif yang telah dipilih dapat membawa hasil yang diharapkan.
Pengertian Agen Perubahan

Peran agen perubahan tersebut kemudian dapat dikelompokkan menjadi peran yang laten dan yang manifes. Peranan yang manifes adalah yang kelihatan “di permukaan” dalam hubungan antara agen perubahan dengan masyarakatnya, dan  merupakan peran yang dengan sadar dipersiapkan sebelumnya. Peran     yang manifes ini kelak merupakan bukti yang nyata baik bagi si agen maupun masyarakat. Sedangkan peran yang laten merupakan peran yang timbul dari “arus bawah” yang memberi petunjuk bagi si agen dalam mengambil tindakan-tindakan yang dilakukannya. (Nasution, 1996:115-119)

Penyuluh sebagai Agen Perubahan

Sebagai komponen dari peristiwa komunikasi yang berlangsung pada saat melakukan penyuluhan, seorang penyuluh adalah sumber atau komunikator.

Kemampuan berkomunikasi seorang penyuluh akan menjadi semakin penting manakala dikaitkan dengan fungsinya sebagai agen perubahan. Penyuluh datang ke tengah suatu masyarakat membawa sejumlah ide dan gagasan. Umumnya ide dan gagasan tersebut mengandung hal-hal yang baru bagi masyarakat yang di datanginya. Tujuan penyebarluasan ide dan gagasan itu adalah untuk melakukan perubahan kehidupan masyarakat dari apa yang ada kini menuju keadaan yang lebih baik lagi. Usaha perubahan tersebut termasuk ke dalam apa yang dikenal sebagai perubahan sosial (social change). Oleh karena itulah para penyuluh, yakni orang-orang yang mempelopori perubahan sosial disebut sebagai agen perubahan (agent of change).

Dalam penyuluhan, syarat yang menentukan berhasil atau tidaknya komunikasi yang dilakukan penyuluh, yaitu: faktor dipercaya atau tidaknya seorang penyuluh di mata khalayaknya. Keadaan dipercaya oleh khalayak itulah yang dimaksud dengan kredibilitas (credibility). Arti kredibilitas di sini adalah: Keahlian (expertise), yakni kemampuan memahami permasalahan yang dikemukakan,     secara benar; dan Kejujuran, yakni motivasi untuk mengkomunikasikan masalah yang disampaikan, tanpa dipengaruhi oleh sesuatu keberpihakan (bias).

Menurut Rogers dan Shoemaker (1971), kredibilitas merupakan tingkat di mana suatu sumber atau saluran komunikasi dipersepsikan oleh khalayaknya sebagai seseorang yang terpercaya (trustworthy) dan berkompeten.

Bagi seorang penyuluh, kompetensi (kemampuan yang benar-benar dikuasai) dalam berkomunikasi tidak diragukan lagi merupakan sesuatu yang mutlak dibutuhkan. Tanpa kemampuan berkomunikasi yang memadai, kemungkinan sulit bagi seorang penyuluh untuk dapat sukses dalam tugasnya menyampaikan informasi dan mengajak anggota masyarakat berubah dalam hal  pengetahuan, sikap dan perilaku.

Ada beberapa masalah komunikasi yang menonjol dalam suatu kegiatan penyuluhan yang harus diperhatikan oleh penyuluh, di antaranya adalah:
  1. Kompetensi komunikasi yang seharusnya dimiliki oleh seorang penyuluh
  2. Sifat atau semangat kepemimpinan sebagai seorang agen perubahan pada diri seorang penyuluh
  3. Teknik ataupun metoda komunikasi yang efektif bagi kegiatan penyuluhan itu sendiri.


Dari beberapa pengalaman, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa masalah kompetensi komunikasi seorang penyuluh di bidang apa pun, amat ditentukan  oleh faktor kredibilitas seorang penyuluh di mata khalayak. Untuk dapat diterima sebagai seorang komunikator yang dipercaya, pertama-tama seorang penyuluh harus sudah memenuhi sejumlah prasyarat tertentu yang pada pokoknya kelak menentukan berhasil tidaknya ia dalam melaksanakan tugas-tugas penyuluhan itu sendiri.

Yang dimaksud dengan kompetensi komunikasi di sini, adalah sejumlah kemampuan dasar dalam berkomunikasi yang harus dimiliki oleh seorang penyuluh agar kegiatannya nanti di tengah-tengah masyarakat dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.

Di antara kemampuan-kemampuan berkomunikasi yang dipersyaratkan bagi seorang penyuluh adalah:
  1. Dapat menjangkau khalayak yang hendak disuluhnya
  2. Menguasai bahasa yang dimengerti oleh khalayak yang akan disuluh
  3. Berpenampilan yang dapat diterima (accepted) oleh khalayak.


Yang dimaksud dengan dapat menjangkau khalayak adalah bahwa seorang penyuluh secara fisik mempunyai akses untuk berhadapan dengan khalayak yang akan disuluhnya. Termasuk dalam faktor aksesibilitas ini adalah bahwa penyuluh mempunyai kesempatan atau jalan untuk tampil di hadapan khalayak yang hendak disuluhnya.


Daftar Pustaka Makalah Agen Perubahan

Nasution, Zulkarimein. 1990. Prinsip-Prinsip Komunikasi untuk Penyuluhan. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Soekanto, Soerjono. 1992. Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Nasution, Zulkarimein . 1996. Komunikasi Pembangunan, Pengenalan Teori dan Penerapannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.


Pengertian Agen Perubahan Kualifikasi Peranan Sebagai Penyuluhan Menurut Para Ahli Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment