Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Friday, 27 May 2016

Pengertian Bancassurance Definisi Manfaat dan Bentuk Latar Belakang Timbulnya Bancassurance

Pengertian Bancassurance adalah - muncul pertama kali di Inggris pada tahun 1965 dengan mendirikan Barclays Life. Meskipun pada awalnya menemui kendala namun hal tersebut sangat penting untuk perkembangan sejarah bancassurance. Di Perancis awal 1970-an, sebuah perusahaan asuransi Jiwa dan Kerugian yang bernama ACM (Assurances du Credit Mutuel) Vie et IARD resmi beroperasi dan merupakan pemula dalam sejarah perasuransian di negara ini. Idenya bermula dari perlindungan terhadap kredit/pinjaman dan melindungi pihak yang mengajukan kredit tersebut. Perkembangannya sangat pesat, dimana informasi tahun 2005 jalur distribusi bancassurance sudah memimpin perolehan premi baru di pasar asuransi beberapa negara di Eropa. Yenny Sigalingging, Sejarah Bancassurance, http://www.sejarah-bancassurance.html, diakses tanggal 12 Februari 2011.

Di Asia bancassurance mulai menarik perhatian pada tahun 1990-an mulai dari Malaysia dan India. Selanjutnya di Korea setelah ada izin resmi dari pemerintah Korea pada tahun 2003. Pada tahun 2004 Fortis menandatangani kontrak di Thailand dengan Muang Thai Group untuk penjualan Asuransi Jiwa dan Kerugian. Tahun 2005 Fortis sudah bermitra dengan 28 negara (termasuk enam negara di Asia) untuk penjualan produk bancassurance.Ibid.

Sedangkan, keberadaan bancassurance sebagai praktek ekonomi yang diperankan oleh bank dan perusahaan asuransi sesungguhnya  belum lama  ada   di Indonesia. Praktek bancassurance mulai diperkenalkan pada pertengahan tahun 1990-an oleh Bank Lippo dengan Lippo Life yang dikenal dengan produk Warisan. Produk Warisan dinilai sukses, kemudian diikuti produk-produk lain, seperti Tabungan Pendidikan Bank Niaga-Cigna, dan juga berbagai produk asuransi kesehatan, seperti dilakukan Bank Danamon dan bank-bank besar lainnya. Hendry Risjawan , Bancassurance, Layanan Satu Atap yang Menggiurkan,http://www. wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=1624 diakses tanggal 7 Februari 2011.

Istilah bancassurance sesungguhnya telah disebutkan di dalam Peraturan Bank Indonesia, yang menyatakan bahwa, ”Laporan terkait aktivitas tertentu meliputi antara lain laporan pelaksanaan keagenan dan/atau laporan pelaksanaan kegiatan bancassurance”.Penjelasan Pasal 11 ayat (2) Peraturan Bank Indonesia No. 11/25/PBI/2009 Tentang Perubahan  Atas  Peraturan  Bank  Indonesia  No.  5/8/PBI/2003  Tentang  Penerapan  Manajemen Risiko Bagi Bank Umum. Dalam pengaturan tersebut bank  wajib menyampaikan kepada Bank Indonesia laporan lain yang terkait  dengan penerapan manajemen risiko dan/atau terkait dengan penerbitan produk atau pelaksanaan aktivitas tertentu secara berkala atau sewaktu-waktu apabila diperlukan. Pasal 26 ayat (2) Peraturan Bank Indonesia No. 11/25/PBI/2009 Tentang Perubahan Atasa Peraturan Bank  Indonesia No. 5/8/PBI/2003  Tentang Penerapan  Manajemen Risiko   Bagi Bank Umum. Meskipun demikian, pengertian bancassurance tidak dimuat sama sekali. Oleh karena itu sangat diperlukan pemahaman tentang pengertian bancassurance untuk selanjutnya memahami seluk-beluk praktek bancassurance.

Istilah yang dipergunakan untuk menyatakan bancassurance di negara asalnya adalah “Bank Insurance Model (BIM)” yang menggambarkan kemitraan/kerjasama  yang  saling  menguntungkan  antara  bank dan  perusahaan asuransi dalam memasarkan produk asuransi.Yenny Sigalingging, Sejarah Bancassurance, http://www.sejarah-bancassurance.html, diakses tanggal 12 Februari 2011. Secara etimologi, Bancassurance berasal dari bahasa Inggris yaitu berasal dari kata bank dan insurance. Bank dapat diartikan sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya dalam bentuk kredit dan atau bentuk- bentuk   lainnya   dalam   rangka   meningkatkan   taraf   hidup   rakyat banyak.Pasal  1  angka  (2)  Undang-Undang  No.  10  Tahun  1998  Tentang  Perubahan Atas Undang-Undang No. 7 tahun 1992 Tentang Perbankan.

Sedangkan pengertian “insurance”, atau asuransi adalah Perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima uang premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk pembayaran  yang  didasarkan  atas  meninggal  atau  hidupnya   seseorang yang dipertanggungkan.Pasal 1 angka (1) Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian.
Maka dari pengertian yang dinyatakan di atas mengenai bank dan asuransi, dapat disimpulkan bahwa bancassurance adalah merupakan aktivitas hukum yang timbul dari perjanjian antara perusahaan asuransi dengan pihak bank dimana bank sepakat bertindak sebagai agen penjualan produk-produk asuransi di dalam wilayah jangkauan pasar yang dimiliki oleh bank tersebut.Ricardo Simanjuntak, Op. Cit. Bandingkan dengan Stephen B Juwono, Pengembangan Bancassurance, http://batavise.co.id/node/119033, diakses tanggal 12 Februari 2011.

Sejak dikeluarkannya Surat Edaran Bank Indonesia No. 12/35/DPNP tanggal 23 Desember 2010 Perihal Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Aktivitas Kerjasama Permasaran dengan Perusahaan Asuransi (Bancassurance)     terdapat     pengaturan     yang     jelas     mengenai   praktek bancassurance. Berdasarkan surat edaran tersebut, definisi bancassurance adalah aktivitas   kerjasama   antara   bank   dengan  perusahaan  asuransi   dalam  rangka memasarkan  produk asuransi melalui  bank.Ketentuan Umum Surat Edaran Bank Indonesia No. 12/35/DPNP tanggal  23  Desember 2010 Perihal Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Aktivitas Kerjasama Permasaran dengan Perusahaan Asuransi (Bancassurance).

Dari  pengertian  tersebut  dapat dipahami bahwa bancassurance merupakan aktivitas yang melibatkan pihak bank dan perusahaan asuransi (insurance company) dalam menjual produk-produk asuransi.

Perusahaan asuransi adalah jenis perusahaan yang menjalankan usaha asuransi sedangkan yang dimaksud dengan usaha asuransi adalah usaha jasa keuangan yang dengan menghimpun dana masyarakat melalui pengumpulan  premi asuransi memberikan perlindungan kepada anggota masyarakat pemakai jasa asuransi terhadap kemungkinan hidup atau meninggalnya seseorang.Abdulkadir Muhammad, 2002, Hukum Asuransi Indonesia, PT Citra Aditya Bakti, Bandung, hal. 6.

Terdapat berbagai produk bancassurance seperti produk kredit pemilikan rumah yang disertai dengan asuransi kebakaran bagi rumah dan asuransi jiwa bagi nasabah peminjam/debitur, atau kendaraan bermotor yang disertai dengan asuransi kerugian, kredit kepada pegawai/pensiunan yang disertai dengan asuransi jiwa terhadap nasabah peminjam/debitur, bundled product dan lain sebagainya. Namun produk-produk asuransi yang digunakan pada aktivitas bancassurance pada umumnya merupakan asuransi jiwa. Bahkan di Asia, 72 % produk  bancassurance adalah  asuransi jiwa. http://mornje.wordpress.com/2009/03/12/bancassurance/ diakses tanggal 13   Februari 2011.

Asuransi  jiwa  adalah adalah perjanjian antara  2   (dua) pihak atau lebih dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi, untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang diasuransikan. Abdulkadir Muhammad, Op. Cit., hal. 194. Asuransi jiwa adalah asuransi yang bertujuan menanggung orang terhadap kerugian finansial tak terduga yang disebabkan karena meninggalnya terlalu cepat atau hidupnya terlalu lama.H. Abbas Salim, Op. Cit., hal. 25.  Di sini terlukis bahwa dalam asuransi jiwa risiko yang dihadapi ialah: Ibid.

  • risiko kematian;
  • hidup seseorang terlalu lama.
  
Sesungguhnya praktek bancassurance idenya bermula dari perlindungan terhadap kredit/pinjaman   dan melindungi pihak yang mengajukan kredit tersebut.Yenny Sigalingging, Sejarah Bancassurance, http://www.sejarah-bancassurance.html, diakses tanggal 12 Februari 2011.

Jadi,  praktek  bancassurance  diawali  dengan  ide  untuk melindungi bank dari risiko memberikan kredit/pinjaman kepada debitur/nasabah peminjam, serta melindungi pihak yang mengajukan kredit (debitur/nasabah peminjam). Hal ini dilakukan mengingat risiko yang timbul sebagai akibat pemberian kredit oleh bank maupun pemakaian kredit oleh debitur/nasabah peminjam sangatlah besar. Bahkan bagi kebanyakan bank, porsi kerugian yang ditimbulkan oleh credit risk ini merupakan unsur risiko kerugian terbesar karena margin yang diterima bank dalam   kegiatan  lending  relatif kecil.Masyhud Ali, Op. Cit., hal, 27.   Perusahaan  yang mengkhususkan diri dalam  mengambil  alih  risiko  atas  fisik  barang  jaminan  atau  agunan     adalah perusahaan  asuransi.Hermansyah, Op. Cit., hal. 9.

Dengan  demikian  dapat  dinyatakan  bahwa  pengalihan risiko yang dilakukan bank dan debitur dalam melakukan kredit kepada  perusahaan asuransi merupakan latar belakang timbulnya bancassurance untuk pertama kalinya.

Bancassurance mengalami perkembangan yang sangat pesat. Bahkan, bancassurance tidak hanya menjadi pelengkap semata tetapi merupakan bagian dari strategi bank dalam menghimpun nasabah (customer based) dan  meningkatkan pendapatan non bunga (fee based income).Hendry Risjawan, Hati-Hati Memilih Produk Bancassurance, diakses tanggal 12 Februari 2011. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan perkembangan bancassurance begitu pesat, antara lain:http://mournje.wordpress.com/2009/03/12/    bancassurance/    diakses    tanggal   12 Februari 2011.

  1. tren penurunan NII sebagai dampak turunnya suku bunga dan depresi global, diyakini sebagai faktor utama yang menyebabkan perbankan gencar mencari alternatif pendapatan di luar bunga (fee based income);
  2. bahwa upaya kerjasama dengan lembaga asuransi yang memiliki reputasi internasional, akan meningkatkan brand image bank (lokal) yang terlibat dan dengan adanya diversifikasi produk akan membuat bank tersebut  menjadi lebih bonafide di mata nasabahnya;
  3. bagi perusahaan asuransi sendiri, bancassurance menjadi suatu cara untuk meningkatkan kemampuan penetrasi pasar dengan memanfaatkan data base nasabah dan jaringan kantor bank. hal ini menjadi penyebab mengapa umumnya lembaga asuransi yang gencar melakukan kerjasama ini adalah asuransi asing yang belum memiliki jaringan pada pasar lokal dengan memilih bank lokal yang mempunyai jaringan kantor yang luas;
  4. bagi nasabah, bancassurance memiliki nilai tambah tersendiri. Kemudahan dalam pelayanan sebagai suatu one stop finance service dan tawaran premi yang umumnya lebih ringan menjadi nilai tambah tersendiri bagi nasabah.

Demikian pula di Indonesia, praktek bancassurance timbul dan berkembang dengan baik. Terdapat dua alasan utama yang mendorong bisnis bancassurance dapat berkembang, antara lain:Emy Trimahanani, http://www.vibiznews.com/news/banking_insurance/2009/07/02 ,/ penghargaan-insurance-company-terbaik-2009/30, diakses tanggal 7 Februari 2011.

1. Tuntutan kebutuhan nasabah yang semakin berkembang saat ini
Tuntutan kebutuhan nasabah sekarang ini semakin tinggi. Orang-orang kaya sangat demanding, hampir setiap bank memiliki layanan khusus bagi  para nasabah ’berduit’ yang disebut dengan layanan Priority Banking dimana mereka akan mendapatkan prioritas layanan dibandingkan nasabah umum lainnya. Kebanyakan nasabah sekarang sudah semakin pintar, dan mereka menginginkan agar bank menyediakan produk yang dapat memberikan return yang tinggi atas investasi dana yang mereka tempatkan. Produk deposito atau produk tradisional lainnya sudah tidak menarik lagi bagi mereka. Itulah sebabnya saat ini berkembang produk yang lebih ‘sophisticated’ seperti structured product, hybrid time deposit dengan options yang dianggap memberikan hasil investasi yang lebih menarik.

Bisnis bancassurance juga terfokus pada kegiatan yang merupakan suatu upaya memenuhi kebutuhan finansial nasabah yang semakin kompleks. Melalui produk bancassurance, nasabah akan mendapatkan manfaat antara lain adanya rekomendasi atau advise yang diberikan oleh financial adviser di cabang-cabang bank.

Pengertian Bancassurance

2. Posisi bank sebagai lembaga keuangan yang strategis
Bank memiliki distribution channel yang luas melalui cabang bank biasa atau priority banking, maupun electronic channel yang sudah semakin canggih. Sehingga bank dianggap sangat strategis untuk memasarkan produk asuransi. Demikan juga dengan adanya financial adviser atau financial planner akan membantu nasabah dalam mengelola keuangan mereka secara lebih bijaksana dan menguntungkan.

Bank akan mencari mitra perusahaan asuransi yang bisa memberi  value. Begitu juga dengan perusahaan asuransi, mereka akan mencari bank mana yang punya data base yang banyak dan cabang yang luas. Karena, kekuatan bancassurance adalah channel distribution. Makin banyak jumlah cabang akan makin banyak kesempatan untuk mendapatkan bisnis atau revenue. Bank perlu menggandeng asuransi karena bank tidak ahli dalam masalah asuransi. Tetapi, bank punya kemampuan untuk melakukan interaksi face to face dengan nasabah. Bank juga punya nama besar yang kuat. Ini merupakan suatu sinergi yang saling melengkapi antara dua belah pihak.

Dari uraian di atas dapat dinyatakan bahwa keberadaan bancassurance timbul dan berkembang didorong atas keadaan sosiologis masyarakat khususnya nasabah yang menginginkan produk-produk yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan produk-produk bank konvensional dan adanya kebutuhan satu sama lain antara perusahaan asuransi dan bank dalam meningkatkan kualitas produk mereka dalam rangka meningkatkan pendapatan yang diharapkan.

Manfaat Bancassurance

Manfaat bancassurance sebagai suatu produk hasil kerjasama antara bank dan asuransi adalah memberikan keuntungan yang dapat diperoleh baik oleh bank, asuransi, maupun bagi nasabah. Berikut ini beberapa keuntungan yang dapat diperoleh baik oleh bank, perusahaan asuransi, maupun nasabah atas produk bancassurance tersebut.
1. Keuntungan bagi BankM. Irsyad, Jurnal Bisnis dan Ekonomi, September 2001.

  • Memperkuat produk dan meningkatkan pangsa pasar;
  • Meningkatkan pendapatan;
  • Produk bancassurance sebagai salah satu strategi mengurangi ketidakpastian sumber pendanaan;
  • Meningkatkan efisiensi;
  • Meningkatkan loyalitas nasabah;
  • Memaksimalkan potensi penjualan dan costumer data based yang ada di bank;
  • Meningkatkan brand image bank (lokal).


2. Keuntungan bagi Perusahaan AsuransiM. Irsyad, Jurnal Bisnis dan Ekonomi, September 2001.
Seperti juga halnya bank, maka perusahaan asuransi juga dapat menikmati keuntungan dalam menjual produk bancassurance ini yang antara lain sebagai berikut :

a. Peningkatan penjualan dan pangsa pasar
Dalam usaha perasuransian, hal yang paling penting adalah pemasaran dari produk asuransi tersebut. Produk asuransi merupakan barang-barang yang tidak berwujud. Maka diperlukan strategi untuk memasarkan produk asuransi.

Dewasa ini saluran distribusi perusahaan asuransi terdiri dari dua cara yaitu: Herman Darmawi, 2000, Manajemen Asuransi, Bumi Aksara, Jakarta, hal. 195.

  1. Sistem penjualan langsung
  2. Sistem penjualan tidak langsung

Keterbatasan kedua saluran distribusi mendorong perusahaan asuransi melakukan suatu langkah secara kreatif dan inovatif untuk menyiasati pengembangan potensi pasar asuransi yang diyakini begitu besar, dengan melakukan upaya mengawinkan potensi perusahaan asuransi dengan pelaku pasar keuangan bank yakni bancassurance yang diyakini memiliki potensi pasar yang sangat kuat bagi produk asuransi.

Dengan bekerjasama dengan bank, asuransi telah dapat menikmati pasar baru mereka terhadap nasabah bank yang memberikan tambahan fasilitas asuransi. Dengan kerjasama ini maka telah meningkat jumlah nasabah asuransi sehingga akan dapat meningkatkan pendapatan premi. Meskipun polis yang dijual dalam kerjasama dengan bank ini biasanya relatif rendah nilainya, namun asuransi dapat mendorong nasabah bank meningkatkan nilai polisnya dengan cara memberikan  pelayanan  yang baik sehingga nasabah tertarik untuk meningkatkan nilai polisnya. Seperti yang dilansir dalam majalah Investor edisi khusus XI/193, Juli 2009  bahwa PT Asuransi Jiwa Mega Life termasuk perusahaan fenomenal  dalam tiga tahun terakhir ini. Kunci utama keberhasilan Mega Life adalah dengan  menerapkan  konsep   bancassurance  sebagai  pendorong   utama bisnis. Pada tahun 2008, perolehan premi selama setahun sebesar Rp. 4,2 triliun.Oemin Handajanto dalam Investor Edisi Khusus, XI/193, Juli 2009.

b. Meningkatkan kualitas produk
Dengan produk bancassurance perusahaan asuransi telah meningkatkan kualitas produk berupa fitur yang mempermudah nasabah dalam pembayaran premi. Kemudahan ini dapat dinikmati  nasabah asuransi terhadap perusahaan asuransi yang bekerjasama dengan bank dalam bentuk pembayaran premi dilakukan melalui setoran di bank atau dengan cara mendebet rekening di bank nasabah. Jadi dalam hal ini asuransi dapat memanfaatkan jaringan kantor bank yang menyebar luas dan fasilitas pendukungnya berupa jaringan teknologi yang memudahkan dalam transaksi sehingga produk asuransi ini lebih menarik di hadapan nasabah.

Selain adanya kemudahan bagi nasabah dalam pembayaran premi melalui setoran atau pendebetan rekening di bank, asuransi juga dapat menghindari adanya setoran premi dari nasabah yang tidak langsung  masuk ke rekening perusahaan karena masih dibawa agen. Pembayaran yang dilakukan kepada agen ini tidak jarang menimbulkan manipulasi oleh agen yang bersangkutan dengan memanfaatkan dana dari premi nasabah untuk kepentingan pribadinya.

c. Memanfaatkan data base nasabah
Selain keuntungan yang telah disebutkan di atas, asuransi  juga dapat memanfaatkan data base yang dimiliki bank mitra usahanya untuk keperluan pemasaran. Dengan informasi yang didapat dari data base bank mitra kerjasamanya asuransi dapat lebih terfokus dalam menjalankan kegiatan pemasaran produknya kepada calon nasabah.

d. Perusahaan Asuransi memperoleh keuntungan dari image dan kepercayaan nasabahnya terhadap bank tersebutYenny Sigalingging, Sejarah Bancassurance, http://www.sejarah-bancassurance.html, diakses tanggal 12 Februari 2011.
Bancassurance adalah satu bentuk pengembangan  saluran distribusi produk asuransi melalui lembaga perbankan masa kini.  Bagi bank itu sendiri, bancassurance adalah konsep baru untuk membangun hubungan bisnis yang lebih baik dan terproteksi dengan para nasabah. Walau begitu, sebenarnya kesediaan lembaga perbankan berperan menjadi “tameng” terhadap pandangan skeptis bisnis asuransi dalam menangani pemrosesan  klaim  atau  jenis  pelayanan  asuransi  lainnya  masih    perlu dipertanyakan.Hargo Utomo, Membangun Kesadaran Berasuransi,  http://www.mmugm.ac.id/index.php/indexmanagementthough/505-membangun-kesadaran-berasuransi?format=pdf, diakses tang- gal 13 Februari 2011.

Dengan adanya kerjasama bank dan perusahaan asuransi yakni melalui bancassurance, hal tersebut akan meningkatkan kepercayaan nasabah kepada perusahaan asuransi dalam menjalankan pertanggungan risiko yang mungkin saja dialami nasabah dalam melalukan aktivitasnya di dunia perbankan.

Selain manfaat yang telah disebutkan di atas tentunya masih ada beberapa keuntungan yang dapat dimanfaatkan asuransi dalam pengembangan usahanya khususnya dalam menarik nasabah baru misalnya dari karyawan bank mitra kerjasamanya.

3. Keuntungan bagi NasabahIbid. 
Bancassurance selain memberikan keuntungan kepada bank dan asuransi sebagai perusahaan yang menjalin kerjasama, diharapkan juga dapat memberikan nilai tambah yang dapat dinikmati oleh nasabahnya. Beberapa keuntungan bagi nasabah bancassurance antara lain berupa:

a. Kemudahan dalam bertransaksi
Bagi nasabah yang menghendaki menjadi nasabah bank dan sekaligus juga ingin jasa asuransi maka mereka dapat melakukannya dengan sekali bertransaksi tetapi kedua kebutuhannya terpenuhi. Jadi dalam hal ini bancaasurance telah memenuhi prisnsip one stop shoping sehingga nasabah tidak perlu harus datang di bank dan asuransi.

b. Meningkatkan minat berasuransi
Bagi kalangan masyarakat tertentu, khususnya yang berpenghasilan menengah ke bawah belanja asuransi di Indonesia masih belum dianggap sebagai suatu kebutuhan.  Untuk masyarakat yang demikian ini perlu    adanya usaha-usaha yang persuasif sehingga mereka mau menjadi nasabah asuransi. Produk bancassurance berupa tabungan dengan fitur tambahan asuransi merupakan bentuk pembelajaran yang diberikan bank dan asuransi kepada masyarakat untuk membeli produk asuransi.

Di samping itu, terdapat keuntungan lain yang dapat  diperoleh  nasabah dari produk bancassurance antara lain: http://www.vibiznews.com/news/banking_insurance/2009/07/02/penghargaan-insuran ce-company-terbaik-2009/30, diakses tanggal 12 Februari 2011.

  1. Dapat digunakan untuk berbagai tujuan investasi, misalnya untuk dana pendidikan, tabungan atau dana hari tua. Produk ini dapat memenuhi kebutuhan untuk menabung, perencanaan keuangan, proteksi sekaligus untuk investasi;
  2. Pilihan dana investasi yang beragam, sesuai dengan besarnya toleransi terhadap risiko dan potensi keuntungan yang sesuai dengan keinginan nasabah;
  3. Jumlah perlindungan jiwa dapat dipilih sesuai kebutuhan, dan dapat ditambahkan sesuai kebutuhan;
  4. Kebebasan untuk melakukan penambahan maupun penarikan dana sewaktu-waktu dan perlindungan asuransi nasabah tetap berjalan.
  5. Pertumbuhan dana investasi dapat dipantau setiap hari.

Bentuk-Bentuk Bancassurance

Pada umumnya bentuk kemitraan atau kerjasama antara bank dan perusahaan asuransi dalam praktek ada beberapa bentuk yaitu:Trisnawati  Taswin,  bancassurance menjadi  mitra  atau  pemasok,  Infobank No.285, Februari 2003.

a. Penggabungan Pemasaran
Penggabungan pemasaran ini dapat berbentuk exclusive atau non exclusive. Exclusive berarti kedua belah pihak tidak dapat memasuki penggabungan pemasaran  yang  serupa  dengan  pihak  lain. Sedangkan  non  exclusive    berarti sebaliknya. Kelebihan dari bentuk kemitraan ini adalah tidak memerlukan modal yang besar, karena merupakan penggabungan dari produk dan layanan dari bank dan perusahaan asuransi dengan dukungan jaringan distribusi yang luas dan lebih dekat dengan konsumen.

Sistem bancassurance seperti ini harus diperkuat dengan suatu sistem perjanjian keagenan antara bank dan asuransi yang disebut dengan kontrak agensi. Kontrak agensi ini berbeda halnya dengan kontrak asuransi atau yang biasa  disebut dengan polis. Karena polis adalah perjanjian atau kontrak antara penanggung dan tertanggung mengenai segala macam yang diperjanjikan dalam pertanggungan. Polis berfungsi sebagai alat bukti tertulis yang menyatakan bahwa telah terjadi perjanjian asuransi antara tertanggung dan penanggung.Abdulkadir Muhammad, Op. Cit., hal. 59. Sedangkan kontrak agensi ini adalah perjanjian antara bank dan perusahaan asuransi yang isinya merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak mengenai saluran distribusi produk asuransi melalui bank yang di dalamnya tercantum mengenai hak dan kewajiban bank maupun pihak perusahaan asuransi.

b. Membentuk perusahaan distribusi joint venture
Dalam bentuk ini perusahaan asuransi dan bank sepakat untuk membentuk suatu perusahaan baru. Karyawan perusahaan ini merupakan gabungan antara karyawan  dari  bank  dan  asuransi  serta mempunyai  direksi  yang  terpisah dari direksi bank atau direksi perusahaan asuransi. Produk dan layanan dapat diciptakan bersama oleh bank dan asuransi di luar  manajemen perusahaan ini. Pada perusahaan distribusi joint venture ini ada kewajiban dari masing-masing pihak untuk menyetor sejumlah modal tertentu. Hal ini akan menimbulkan komitmen jangka panjang dari masing-masing pihak. Selain itu, dapat menciptakan center of excellent, karena masing-masing pihak akan menyumbangkan keahlian dan kemampuan inti mereka pada perusahaan ini.

c. Akuisisi Istilah akuisisi berasal dari bahasa Inggris, “acquisition” yang dalam bahasa Inggris sering disebut dengan istilah “take over” yang berarti pengambilalihan suatu kepentingan pengendalian perusahaan oleh suatu perusahaan lain. (Friedman, Jack, 1987, hal. 10).
Pada bentuk ini satu pihak mengakuisisi seratus persen saham pihak lain yaitu bank atau perusahaan asuransi. Keuntungan dari akuisisi adalah pengaturan dari satu pihak saja yang paling berkepentingan atas perusahaan ini, sehingga adanya komitmen atas suksesnya perusahaan ini secara jangka panjang. Kelemahannya adalah membutuhkan modal yang cukup besar, selain itu adanya potensi terjadi ketidaksesuaian persepsi, visi dan misi pada tingkatan pelaksanaan atau operasional.

Di dalam bentuk apapun kerjasama antara perusahaan asuransi dan perbankan ini akan menjadi selaras dan serasi apabila bank dan perusahaan asuransi menjadi mitra yang sejajar yang saling mengisi satu sama lainnya. Maka ketika akan menjalin kerjasama ini bank dan perusahaan asuransi harus membangun kemitraan yang panjang dengan memperhatikan hal-hal berikut:Ibid.

  1. Adanya keselarasan visi;
  2. Kondisi dan stabilitas financial yang kuat di kedua belah pihak;
  3. Kesamaan pandangan mengenai pemasaran produk kepada nasabahnya menyangkut aspek segmentasi dari program yang dijalankan;
  4. Kultur perusahaan yang tidak bertentangan;
  5. Standard kualitas kerja yang tidak jauh berbeda;
  6. Adanya komitmen dari masing-masing pihak untuk melakukan kerjasama yang berkesinambungan;
  7. Adanya kemauan untuk melakukan penyesuaian terutama dalam mengakomodasi bersama perubahan lingkup bisnis maupun peraturan  yang ada;
  8. Adanya sumber daya yang potensial dan dapat saling mendukung di kedua belah pihak dalam menghasilkan maupun memasarkan produk dan layanan kepada pasar yang disepakati bersama.

Surat Edaran Bank Indonesia No. 12/35/DPNP tanggal 23 Desember 2010 Perihal Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Aktivitas Kerjasama Permasaran dengan Perusahaan Asuransi  (Bancassurance) menjelaskan lebih rinci bahwa aktivitas kerjasama pemasaran yang dilakukan bank dan perusahaan asuransi (bancassurance) diklasifikasikan dalam 3 (tiga) model bisnis sebagai berikut:

a. Referensi
Referensi merupakan suatu aktivitas kerjasama pemasaran produk  asuransi, dengan bank berperan hanya mereferensikan atau merekomendasikan suatu produk asuransi kepada nasabah. Peranan Bank hanya melakukan  pemasaran yang terbatas sebagai perantara dalam meneruskan informasi produk asuransi dari perusahaan asuransi yang menjadi mitra bank kepada nasabah atau menyediakan akses kepada perusahaan asuransi untuk menawarkan produk asuransi kepada nasabah. Aktivitas ini dapat dibedakan sebagai berikut:

1. Referensi dalam rangka produk bank
Bank mereferensikan atau merekomendasikan produk  asuransi yang menjadi persyaratan untuk memperoleh suatu produk perbankan kepada nasabah. Persyaratan keberadaan produk asuransi tersebut dimaksudkan untuk kepentingan dan perlindungan kepada bank atas risiko terkait dengan produk yang diterbitkan atau jasa yang dilaksanakan oleh bank kepada nasabah. Dalam hal ini, pada hakikatnya produk asuransi juga untuk melindungi debitur sebagai pihak tertanggung meskipun dalam polis dicantumkan banker’s clause karena bank sebagai penerima manfaat. Tujuan aktivitas bancassurance ini sama halnya dengan alasan yang melatarbelakangi timbulnya bancassurance pertama kalinya.

Contoh produk  bank  yang  mempersyaratkan keberadaan asuransi adalah:

  • Kredit pemilikan rumah yang disertai kewajiban asuransi kebakaran terhadap rumah atau bangunan yang dibiayai oleh bank serta asuransi jiwa terhadap nasabah peminjam (debitur).
  • Kredit kendaraan bermotor yang disertai kewajiban asuransi kerugian terhadap kendaraan bermotor yang dibiayai oleh bank.
  • Kredit kepada pegawai/pensiunan yang disertai kewajiban asuransi jiwa terhadap nasabah peminjam (debitur).

2. Referensi tidak dalam rangka produk bank
Jika dalam referensi dalam rangka produk bank, produk asuransi melekat    pada    produk   perbankan dan    menjadi    persyaratan untuk mendapatkan produk perbankan maka referensi tidak dalam rangka produk bank, bank mereferensikan produk asuransi secara terpisah dengan produk bank. Aktivitas kerjasama pemasaran ini dapat dilakukan melalui:

  • Bank meneruskan brosur, leaflet, dan/atau hal-hal sejenis yang memuat penawaran, informasi, dan/atau penjelasan dari perusahaan asuransi mitra bank atas suatu produk asuransi kepada nasabah bank, baik  secara tatap muka maupun melalui surat dan media elektronik, termasuk menggunakan website bank. Dalam hal nasabah memerlukan informasi lebih lanjut atau bermaksud membeli produk asuransi yang direferensikan melalui pemasaran tersebut, maka bank harus mengarahkan nasabah ke perusahaan asuransi mitra bank yang bersangkutan.
  • Bank menyediakan ruangan di dalam lingkungan kantor bank yang dapat digunakan oleh perusahaan asuransi mitra bank dalam rangka pemasaran produk asuransi (in-branch sales) kepada nasabah.
  • Bank menyediakan data nasabah yang dapat digunakan  oleh perusahaan asuransi mitra bank dalam rangka pemasaran produk asuransi. Namun dalam hal ini demi perlindungan data nasabah dan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bank Indonesia No. 7/6/PBI/2005 tentang  Transparansi  Informasi  Produk  Bank  dan  Penggunaan Data Pribadi Nasabah, bank harus meminta persetujuan para nasabah bank tersebut secara tertulis.Pasal 9 ayat (1) Peraturan Bank Indonesia No. 7/6/PBI/2005 Tentang Transparansi Informasi Produk Bank dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah.

b. Kerjasama Distribusi
Kerjasama distribusi merupakan suatu aktivitas kerjasama pemasaran produk asuransi, dengan bank berperan memasarkan produk asuransi dengan cara memberikan penjelasan mengenai produk asuransi tersebut secara langsung kepada nasabah. Terdapat perbedaan dengan model bancassurance referensi tidak dalam rangka produk bank yakni peran bank tidak hanya sebagai perantara dalam meneruskan informasi produk asuransi dari perusahaan asuransi mitra bank kepada nasabah, tetapi bank juga memberikan penjelasan secara langsung yang terkait dengan produk asuransi seperti karakteristik, manfaat, dan risiko dari produk yang dipasarkan dan meneruskan minat atau permintaan pembelian produk asuransi dari nasabah kepada perusahaan asuransi mitra bank.

c. Integrasi Produk
Integrasi produk merupakan suatu aktivitas kerjasama pemasaran produk asuransi, dengan bank berperan memasarkan produk asuransi kepada nasabah dengan cara melakukan modifikasi dan/atau menggabungkan produk asuransi dengan produk bank. Aktivitas  kerjasama pemasaran ini dilakukan oleh bank dengan cara menawarkan atau    menjual   bundled    product   kepada    nasabah.    Bundled product merupakan produk hasil modifikasi dan/atau gabungan produk asuransi dengan produk bank. Dengan demikian, peran bank tidak hanya meneruskan dan memberikan penjelasan yang terkait dengan produk asuransi kepada nasabah, tetapi juga menindaklanjuti aplikasi nasabah atas bundled product, termasuk yang terkait dengan produk asuransi kepada perusahaan asuransi mitra Bank.

Terhadap bundled product yang dipasarkan tetap harus dapat dipisahkan atas bagian produk yang menjadi risiko bank dan bagian  produk yang menjadi risiko perusahaan asuransi mitra bank sehingga risiko masing-masing dapat diidentifikasi, diukur, dipantau, dan dikendalikan. Di samping itu, terhadap tanggung jawabnya, bank hanya bertanggung jawab sebatas risiko dari produk bank.


Daftar Pustaka Makalah Bancassurance

Pengertian Bancassurance Definisi Manfaat dan Bentuk Latar Belakang Timbulnya Bancassurance Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment