Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Thursday, 22 October 2015

Pengertian Beban Definisi Menurut Para Ahli Pengakuan Penggunaan dalam Akuntansi

Pengertian beban dalam kehidupan sehari-hari adalah suatu pengorbanan yang dilakukan untuk suatu barang dan jasa, atau dengan kata lain yakni suatu pengorbanan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beban dapat pula diartikan sebagai beban yang secara langsung atau tidak langsung telah dimanfaatkan di dalam usaha, guna mendapatkan suatu penghasilan atau laba.


Definisi Beban menurut Para Ahli

Menurut Ikatan Akuntan Indonesi, Standar Akuntansi Keuangan  2007, Hal. 13, beban didefinisikan sebagai berikut :

“Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aset atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal.”

Selain dari yang di atas, pengertian beban (Sice, Earl K, James D. Sice,  k. Fred Skousen, 2004, 230)dapat juga dinyatakan sebagai berikut :

“Beban didefinisikan sebagai arus keluar atau penggunaan lain dari aktiva atau timbulnya kewajiban (atau kombinasi keduanya) dari penyerahan atau produksi suatu barang, pemberian jasa, atau pelaksanaan aktivitas lain yang merupakan usaha terbesar atau usaha utama yang sedang dilakukan entitas tersebut.”

Definisi beban mencakup baik kerugian maupun beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa. Beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa meliputi, misalnya beban penjualan, gaji dan penyusutan. Beban tersebut biasanya berbentuk arus keluar atau berkurangnya aset seperti kas (dan setara kas), persedian dan aktiva tetap.

Pengakuan Beban

Pengakuan beban yang terjadi pada PT. Asuransi sama halnya dengan pengakuan pendapatan yaitu kapan beban tersebut dikeluarkan, beberapa jumlahnya dan bagaimana hubungan beban yang dikeluarkan tersebut dalam kegiatan operasi perusahaan.

PT. Asuransi pengakuan bebannya menggunakan metode accural basis, yaitu ditetapkan berdasarkan kontrak efektif sesuai dengan masa manfaatnya. Konsep accural basis beban tidak jauh berbeda dengan konsep accural pada pendapatan. Beban diakui pada periode dimana pada saat terjadinya pengeluaran untuk kepentingan perusahaan. Dalam konsep accural basis dibutuhkan pengawasan beban yang memiliki sistem atau prosedur yang harus diperhatikan  oleh  perusahaan  seperti  semua  beban  yang dikeluarkan  yang ada hubungannya dengan aktivitas perusahaan yang sedang dikerjakan yang ada otorisasinya dari bagian keuangan. Beban yang dikeluarkan untuk setiap bagian harus diperhatikan sepenuhnya dan semua pengeluaran harus melalui otorisasi bagian keuangan.

Untuk menentukan laba, tidak hanya kriteria penetapan pendapatan yang harus ditetapkan, tetapi prinsip-prinsip untuk penetapan beban harus ditentukan dengan jelas, yaitu kapan beban yang berkaitan langsung dan beban yang tidak berkaitan langsung dengan pendapatan diakui. Penetapan beban dilakukan PT. Asuransi adalah pada saat terjadi yaitu, apabila pengeluaran kas terjadi bersamaan dengan saat diakuinya beban, yang berarti terjadi pembayaran tunai untuk membebani kegiatan perusahaan tersebut.

Pengertian Beban

Penggunaan Beban

Dalam melaksanakan kegiatan usaha maka setiap perusahaan tentunya akan mengeluarkan beban untuk menyelesaikan kegiatan operasional perusahaan. Setiap beban dan besarnya beban yang dikeluarkan tergantung pada besarnya kegiatan dan ruang lingkup usaha perusahaan.

Jenis-jenis beban yang digunakan untuk menunjang berlangsungnya kegiatan perusahaan memiliki sifat eksploitas dan sifat overhead. Artinya beban ini sebagian ada yang langsung mengurangi pendapatan dan ada juga yang secara tidak langsung mengurangi pendapatan. Adapun yang dimaksud dengan penggunaan beban yaitu segala pengeluaran baik secara langsung yang berhubungan dengan penyelesaian suatu pekerjaan.

Adapun jenis penggunaan beban pada PT. Asuransi adalah sebagai berikut:

1. Beban Administrasi dan Umum
Beban administrasi dan umum adalah beban yang terjadi dalam hubungannya dengan kegiatan administrasi dan umum yang disusun atau dibuat dalam kebijakan perusahaan. Beban administrasi terdiri dari:
  • Beban gaji adalah tanggungan gaji yang diberikan kepada seluruh karyawan tetap yang besarnya sesuai dengan jabatan atau posisi karyawan. Beban gaji yang dikeluarkan meliputi: gaji, insentif dan bonus, serta premi lembur.
  • Beban Pembelian Alat-alat kantor adalah beban yang digunakan dalam hal melengkapi fasilitas yang dibutuhkan perusahaan dalam kegiatannya. Beban yang dikeluarkan seperti: pembelian computer, meja, kursi, alat-alat tulis kantor dan lain-lain.
  • Beban Penyusutan Aktiva Tetap
  • Beban Reparasi dan Pemeliharaan meliputi reparasi dan pemeliharan  bangunan kantor.
  • Beban Air, Listrik dan Telepon.
  • Biaya transport
  • Biaya sewa kantor
  • Biaya sewa kendaraan


2. Beban Pemasaran
Beban pemasaran adalah segala beban yang berhubungan dengan kegiatan pemasaran yang dikeluarkan dalam rangka untuk pemasaran asuransi.

Beban pemasaran ini terdiri dari:
  • Beban Perjalanan Dinas
    Beban perjalanan dinas merupakan beban perjalanan yang dikeluarkan oleh perusahaan terhadap perjalanan yang bertujuan untuk kepentingan perusahaan, misalnya perjalanan keluar negeri untuk mencari relasi kerja dengan perusahaan asuransi lain, perjalanan ke kantor pusat atau perjalanan lain yang berkepentingan bagi perusahaan.
  • Beban Iklan
    Beban iklan merupakan kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran jasa asuransi misalnya reklame lewat selebaran, spanduk, atau billboard.


3. Beban Klaim
Beban klaim merupakam beban yang berhubungan dengan kegiatan pencarian nasabah yang meliputi klaim yang telah disetujui, klaim dalam proses penyelesaian dan klaim yang terjadi namun belum dilaporkan. Dalam hal ini adanya perubahan dalam jumlah estimasi kewajiban klaim tersebut yang akan dilaporkan, sebagai akibat proses penelaah lebih lanjut dan perbedaan antara jumlah estimasi klaim dengan kalim yang dibayarkan, diakui sebagai penambah atau pengurang beban dalam laporan laba-rugi dalam periode tertentu.

Selain beban diatas PT. Asuransi membagi beban menjadi 2 jenis yaitu:
1. Beban Opersional
Beban opersional adalah merupakan beban yang berhubungan  dengan kegiatan operasional perusahaan yang meliputi: 

a. Pembayaran Komisi
Merupakan pembayaran yang bersifat sementara waktu, pembayarannya ditentukan pada saat terjadinya transaksi kegiatan asuransi. Komisi ini meliputi:
  • komisi broker
  • komisi captive/non captive


b. Pembayaran Hutang Klaim
Merupakan pembayaran yang bersifat terus-menerus, pembayaran ditentukan berdasarkan tanggal jatuh tempo atau sebelum jatuh tempo waktu yang ditentukan. Hutang klaim meliputi:
  • captive
  • non captive
  • bank

c. Beban Penggabungan Saham dengan Pihak Lain
d. Beban Pembelian Aktiva Baru



Warren, Carl S James M, Reeve and Philip E. Fees Skousen, 2005, Accounting, Edisi Ke-21, Cetakan Pertama, Diterjemahkan Oleh Palupi Wariati,  Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Ikatan Akuntan Indonesia. Standar Akuntansi Keuangan No. 23. Salemba Empat: Jakarta. 2007

Pengertian Beban Definisi Menurut Para Ahli Pengakuan Penggunaan dalam Akuntansi Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment