Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Thursday, 22 October 2015

Pengertian Harga Jual Produk Konsep Dasar Dalam Penentuan Harga dan Strategi Gross Margin (Marjin Kotor)

Pengertian Harga Jual adalah Setiap produk yang berhasil, menawarkan beberapa manfaat dan kekuatan untuk memuaskan keinginan konsumen. Pilihan masing-masing individu menentukan besarnya nilai barang dan jasa tertentu bagi konsumen. Namun untuk memenuhi kebutuhannya, setiap konsumen dihadapkan pada keterbatasan dalam hal dana. Oleh karena itu, harga yang merupakan nilai tukar sebuah barang atau jasa menjadi faktor utama yang menentukan keputusan konsumen untuk membeli. Harga jual adalah sejumlah kompensasi (uang ataupun barang) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi barang atau jasa. Perusahaan selalu menetapkan harga produknya dengan harapan produk tersebut laku    terjual dan dapat memberikan laba yang maksimal.


Perusahaan biasanya berupaya menentukan harga yang akan memaksimalisasi nilai perusahaan. Harga yang ditentukan untuk sebuah produk akan mempengaruhi pendapatan perusahaan dan pada akhirnya, keuntungannya. Mengingat bahwa pendapatan dari penjualan sebuah produk akan sama dengan harga dikalikan dengan kuantitas penjualan. Meskipun harga yang lebih rendah akan mengurangi pendapatan per unit yang diterima, biasanya akan menghasilkan kuantitas penjualan yang lebih tinggi. Harga yang lebih tinggi akan meningkatkan pendapatan per unit yang diterima namun akan menghasilkan kuantitas unit penjualan yang lebih rendah.

Harga jual produk maupun jasa dapat ditentukan dengan beberapa metode, antara lain:
a. Penentuan harga jual normal
Ada dua unsur yang diperhitungkan dalam penentuan harga jual normal, yakni taksiran biaya penuh dan laba yang diharapkan. Dalam penentuan harga jual normal, harga ditentukan dengan menambah biaya penuh masa yang akan datang dengan suatu persentase tambahan di atas jumlah biaya (mark up). Perhitungannya adalah sebagai berikut:

Harga jual = taksiran biaya penuh + laba yang diharapkan

b. Penentuan harga jual dalam cost type contract
Merupakan penentuan harga jual berdasarkan kontrak pembuatan produk atau jasa di mana pembeli menyetujui harga yang didasarkan pada total biaya yang sesungguhnya dikeluarkan produsen ditambah dengan  laba yang dihitung sebesar persentase tertentu dari seluruh biaya tersebut.

c. Penentuan harga jual pesanan khusus
Pesanan khusus adalah pesanan yang diterima perusahaan di luar pesanan regular perusahaan. Pemesan biasanya memesan dalam jumlah besar sehingga harga yang diminta berada di bawah harga jual normal, yaitu di bawah biaya penuh yang dikeluarkan perusahaan dalam proses produksi, namun di atas biaya variabel. Dalam keadaan ini perusahaan mendapatkan laba kontribusi sebab seluruh biaya tetap akan dibebankan pada perhitungan pesanan regular perusahaan.

d. Penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah
Pada metode ini harga jual produk didasarkan pada biaya penuh masa  yang akan datang ditambah laba yang diharapkan. Produk dan jasa yang mendapat pengaruh atas Peraturan Pemerintah adalah produk dan  jasa yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat luas,  antara lain bahan bakar, minyak, beras, telepon, listrik, dan sebagainya.

Konsep-Konsep Dasar Dalam Penentuan Harga

Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi keputusan perusahaan dalam menetapkan harga. Biaya, permintaan pasar, situasi persaingan, jangkauan waktu, dan strategi merupakan hal-hal yang harus dipertimbangkan, dan semuanya penting. Berikut ini adalah beberapa konsep dasar ekonomi yang mempengaruhi harga:
a. Permintaan pelanggan
Secara umum, para pelanggan menginginkan barang-barang dan jasa yang berkualitas tinggi dengan harga yang rendah. Hal ini dapat dibuktikan dengan kurva permintaan tradisional yang menunjukkan relasi yang berlawanan antara harga dan kuantitas. Pada tingkat harga yang lebih rendah pelanggan akan membeli lebih banyak barang. Selain itu, permintaan pelanggan juga dipengaruhi oleh pendapatan pelanggan, kualitas produk yang dijual, ketersediaan barang pengganti, permintaan untuk barang-barang pelengkap, baik untuk memenuhi kebutuhan maupun untuk kemewahan, dan lain sebagainya.

b. Elastisitas harga permintaan
Suatu faktor penting yang menentukan di mana perubahan harga akan menghasilkan perubahan kuantitas, atau suatu tingkat penentuan di    mana jumlah barang yang diminta berubah sesuai dengan perubahan harga disebut sebagai elastisitas harga permintaan. Elastisitas harga permintaan dapat bervariasi dari yang elastis sampai tidak elastis. Ketika permintaan tidak elastis, suatu perubahan harga memiliki pengaruh yang relatif kecil terhadap jumlah permintaan. Hal yang sebaliknya terjadi pada permintaan elastis.

c. Struktur pasar
Struktur pasar mempengaruhi tingkat kebebasan perusahaan untuk mengubah harga. Perusahaan-perusahaan harus awas terhadap struktur pasar di mana mereka beroperasi, agar mereka memahami pilihan-pilihan harga mereka.


Strategi Penentuan Harga

Perusahaan menentukan harga produk mereka dengan pertimbangan biaya produksi, suplai persediaan, dan harga persaingan.
a. Penentuan harga berdasarkan biaya produksi
Dalam strategi ini, perusahaan menentukan harga untuk sebuah produk dengan mengestimasi biaya per unit untuk memproduksi produk tersebut dan menambahkan suatu kenaikan. Jika metode ini digunakan, perusahaan juga harus mencatat semua biaya produksi yang melengkapi produksi sebuah produk. Penentuan harga berdasarkan biaya berupaya untuk memastikan bahwa biaya produksi dapat tertutupi.

b. Penentuan harga berdasarkan suplai persediaan
Pada umumnya perusahaan cenderung menurunkan harga jika mereka harus mengurangi persediaan.

c. Penentuan harga berdasarkan harga pesaing
Perusahaan umumnya akan mempertimbangkan harga pesaing ketika menentukan harga produk mereka. Selain itu, perusahaan juga dapat menggunakan berbagai strategi penentuan harga untuk bersaing melawan produk-produk lain, antara lain:

1) Penentuan harga penetrasi
Jika sebuah perusahaan ingin memastikan bahwa ia dapat menjual produknya, maka perusahaan tersebut akan menentukan harga yang lebih rendah dibanding produk-produk pesaing agar dapat menembus pasar. Keberhasilan dari penentuan harga penetrasi ini tergantung pada seberapa besar tanggapan konsumen terhadap penurunan harga. Permintaan akan produk dengan harga elastis akan sangat responsif terhadap perubahan harga. Namun perusahaan tidak perlu menggunakan strategi ini jika produk mereka tidak elastis terhadap harga, karena kebanyakan konsumen tidak akan beralih ke produk pesaing untuk mengambil keuntungan dari harga yang lebih rendah.

2) Penentuan harga defensif
Jika perusahaan menyadari bahwa harga sebuah produk kompetitif telah diturunkan, maka perusahaan akan menggunakan strategi penentuan harga defensif, yakni tindakan menurunkan harga produk untuk mempertahankan pangsa pasarnya.

3) Penentuan harga prestise
Perusahan akan menggunakan strategi ini jika produk mereka dimaksudkan untuk meraih kesan lini yang terbaik.


Gross Margin (Marjin Kotor)

Gross margin is ratio of gross profit to sales revenue. The gross margin is not an exact estimate of the company’s pricing strategy, but it does give a good indication of financial health. (www.investopedia.com)

Menurut Martin Fridson dan Fernando Alfarez (2002 : 282) gross margin, which is particularly important in analyzing retailers, measures management’s skill in buying and selling at advantages prices.

Marjin kotor berbeda dengan laba kotor. Laba kotor merupakan hasil pengurangan dari total penjualan dengan harga pokok penjualan, sedangkan marjin kotor merupakan rasio dari laba kotor dan penjualan.

Adapun elemen-elemen yang menentukan besarnya laba kotor adalah:
  1. Elemen pendapatan penjualan, elemen ini ditentukan oleh besarnya:
    • Harga jual satuan
    • Kuantitas atau volume penjualan
  2. Elemen harga pokok penjualan, elemen ini ditentukan oleh besarnya:
    • Harga pokok penjualan setiap produk
    • Kuantitas atau volume penjualan


Perhitungan laba kotor disajikan seperti contoh berikut:

Pendapatan Penjualan
Penjualan   Bersih                 Rp   25.000.000
Dikurangi: Retur Penjualan dan  Pengurangan Harga 1.000.000
Diskon   Penjualan                                800.000
Pendapatan Penjualan Bersih         Rp 23.200.000

Pengertian Harga Jual Produk


Marjin kotor digunakan untuk mengukur perbandingan antara laba kotor dengan tingkat penjualan bersih, di mana laba kotor diperoleh dengan cara mengurangkan antara penjualan bersih dengan harga pokok penjualan. Semakin besar rasio ini, semakin baik keadaan perusahaan, karena dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi dan ini menunjukkan bahwa harga pokok penjualan relatif lebih rendah bila dibanding dengan penjualan. Sebaliknya, semakin kecil rasio marjin kotornya, maka semakin kurang baik pula operasional perusahaan.

Marjin kotor merupakan variabel yang sangat penting dalam memahami kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba. Adalah sangat penting untuk mengetahui faktor apa saja yang mengendalikan rasio ini.

Rasio marjin kotor dipengaruhi oleh penjualan dan harga pokok penjualan ataupun biaya produksi. Rasio yang rendah bisa disebabkan oleh penjualan turun lebih besar dari turunnya biaya-biaya, dan sebaliknya. Atau lebih jelasnya, apabila rasio ini bertambah tinggi antara satu periode dengan periode selanjutnya, berarti hal ini mengindikasikan perusahaan berhasil menekan biaya produksi seefisien mungkin. Sebaliknya, semakin rendah angka rasio marjin kotor, maka hal ini menunjukkan bertambahnya biaya produksi.

Analisis marjin kotor sering digunakan dalam perencanaan keuangan atau penganggaran, namun teknik ini juga bisa digunakan dalam analisis laporan keuangan. Analisis menggunakan data penjualan, harga pokok penjualan, dan laba kotor. Dengan menggunakan ketiga data tersebut, kita dapat menghitung marjin kotor dengan rumus:

Penjualan bersih – Harga pokok penjualan
Marjin   kotor = ------------------------------------------------ x 100%
  Penjualan bersih

Untuk lebih memahami rumus tersebut, kita dapat memperhatikan contoh berikut. Misalkan pendapatan penjualan PT.Y sebesar Rp25.000.000, harga pokok penjualannya Rp10.000.000, sehingga laba kotornya adalah Rp15.000.000. maka berdasarkan rumus di atas dapat dihitung marjin kotornya adalah sebesar 60%.

Rasio ini memberitahukan laba dari perusahaan yang berhubungan dengan penjualan setelah dikurangi biaya untuk memproduksi barang yang dijual. Rasio tersebut merupakan pengukur efisiensi operasi perusahaan, serta merupakan indikasi dari cara produk ditetapkan harganya.


Hubungan dan Pengaruh Harga Jual Terhadap Gross Margin

Marjin kotor mencerminkan harga, volume, dan biaya yang terjadi pada suatu periode perolehan marjin tersebut. Pada perusahaan manufaktur, perubahan pada  marjin  kotornya  mencerminkan perubahan  terhadap  harga  jual     produk perusahaan, tingkat biaya pabrikasi atau perubahan volume penjualan produk tersebut.

Pada perusahaan dagang atau jasa, perubahan terhadap marjin kotor mencerminkan perubahan terhadap harga jual produk atau jasa tersebut, besarnya jumlah yang dibayarkan untuk membeli produk dari pemasok dan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan jasa.

Dalam organisasi perdagangan/ jasa, marjin kotor dapat dipengaruhi oleh kombinasi perubahan dalam:
  1. Harga jual yang dibebankan untuk produk/ jasa yang diberikan
  2. Harga beli yang dibayarkan untuk barang yang dibeli dari luar
  3. Biaya jasa yang diberikan oleh sumber internal dan eksternal
  4. Setiap perubahan volume dalam bauran produk/ jasa perusahaan


Dari uraian tersebut di atas, maka dapat disimpulkan secara teoritis bahwa harga jual mempunyai pengaruh yang positif terhadap marjin kotor produk. Hal  ini dibuktikan dengan kondisi di mana setiap kenaikan maupun penurunan marjin kotor perusahaan dipengaruhi oleh keputusan manajemen perusahaan untuk menaikkan ataupun menurunkan harga jual produk perusahaan tersebut.


Daftar Pustaka Makalah Harga Jual Produk

Fridson, Martin, Fernando Alvarez, 2002 Financial Statement Analysis: a practitioner’s guide, Edisi ke-3, John Wiley & Sons Inc.

Pengertian Harga Jual Produk Konsep Dasar Dalam Penentuan Harga dan Strategi Gross Margin (Marjin Kotor) Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment