Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Friday, 27 May 2016

Pengertian Iklan Layanan Masyarakat Fungsi Definisi Menurut Para Ahli

Pengertian Iklan adalah sarana komunikasi penting yang tidak bisa dihindarkan dalam negara yang menganut sistem ekonomi yang berorientasi pasar. Tugas iklan menyampaikan informasi tentang produk atau jasa sekaligus menawarkan kepada konsumen. Melalui iklan, produsen dapat menyampaikan manfaat tentang produk yang ditawarkannya, melalui iklan pula konsumen dapat mengetahui manfaat barang atau jasa yang ditawarkan sekaligus tahu kapan dan dimana mereka bisa memperolehnya.

Definisi Iklan

Wright memberikan definisi iklan seperti yang dikutip oleh Alo Liliweri, “iklan merupakan proses komunikasi yang mempunyai kekuatan yang sangat penting, alat pemasaran yang membantu menjual barang, memberikan  pelayanan, serta gagasan atau ide-ide melalui saluran tertentu dalam bentuk informasi yang persuasif” (Liliweri, 1992:20)

William Sprigel (dalam Susanto, 1976:20) memberi pedoman tentang peiklanan bahwa periklanan adalah “any paid form of non-personal presentation of good or ideas to a group” (Setiap bentuk yang dibayar dari penyampaian non- personal dari pada barang atau jasa kepada kelompok).

Berdasarkan defenisi-defenisi diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan utama iklan adalah memberitahukan (to inform), membujuk ( to persuade), dan mengingatkan (to remind).

Unsur Iklan

Ada empat unsur penting yang membedakan iklan dengan bentuk komunikasi lain, yaitu:
  1. Gagasan, barang, dan jasa. Iklan identik dengan promosi barang dan jasa, namun tidak menutup kemungkinan jika iklan merupakan perwujudan dari sebuah gagasan ataupun ide seperti yang terjadi dalam iklan layanan masyarakat yang mengangkat masalah sosial.
  2. Khalayak/non personal, khalayak yang diterpa iklan bersifat heterogen dan berbeda karakteristik satu dengan lainnya.
  3. Sponsor, lembaga yang membiayai iklan merupakan lembaga yang dapat mempertanggung jawabkan apa yang ditawarkannya kepada calon konsumen sehingga membuat iklan berbeda dengan bentuk propaganda.
  4. Pembayaran, iklan yang ditampilkan dimedia dipungut pembayarannya kepada lembaga yang memasangkan iklan tersebut.


Empat unsur tersebut dirumuskan melalui definisi iklan yang dikemukakan oleh American Marketing Association (AMA) yaitu setiap bentuk penyajian dan promosi mengenai gagasan, barang atau jasa kepada khalayak (non personal) oleh sponsor yang jelas dan untuk itu dikenakan pembayaran (Kurniawati, 2006:2).

Iklan sudah dikenal dalam bentuk pesan berantai sebelum ditemukannya mesin cetak oleh Guttenberg untuk melancarkan proses jual beli secara barter dalam masyarakat. Pada tahun 600 SM di zaman Romawi Kuno, adalah seorang ahli ilmu politik, matematika, dan astronomi yang mengadu nasib sebagai ahli nujum untuk meramalkan terjadinya gerhana matahari. Ramalan diumumkan kepada khalayak oleh seorang penerangnya yang dijuluki “Town Cries” yang berseru secara berulang-ulang ditengah keramaian. Town cries ini juga digunakan oleh para pedagang untuk meneriakkan barang dagangan dan mendapat upah. Mereka inilah yang dianggap sebagai cikal bakal iklan.

Iklan cetak dibuat dalam bahasa Inggris di London dalam bentuk brosur pada tahun 1477. Iklan suratkabar dimuat pertama kali pada tahun 1625 di London. Sementara itu perusahaan iklan modern dirintis oleh NW Ayer & Son Inc di Philadelphia pada tahun 1869. Sejak itulah iklan melalui media cetak berupa pesan-pesan dari kelompok perusahaan, perorangan ataupun melalui badan pemerintah kian berkembang diseluruh dunia.

Sejarah perkembangan iklan di Indonesia dimulai awal abad ke-17, saat itu Gubernur Jenderal Jan Pieter Coen menerbitkan suratkabar iklan yang diberinama “Memories des Nouvelis” yang memuat keputusan-keputusan sang Gubernur  yang perlu diketahui masyarakat secara cepat dan luas.

Salah satu contoh iklan yang pernah ada di Indonesia adalah yang dimuat dalam suratkabar “Tjahja Sijang” yang terbit di Manado. Suratkabar ini semula terbit sebulan sekali dengan ketebalan delapan halaman setiap terbit ditambah empat halaman sebagai tambahan yang disebut sebagai “pemebritahoean”.

Fungsi Iklan

Iklan memiliki fungsi sebagai berikut :
  1. Fungsi pemasaran, diaman sebagai sarana menjual informasi tentang barang, jasa ataupun gagasan melalui media.
  2. Fungsi Komunikasi, memberi penerangan dan informasi tentang produk, memberi pesan yang berbau pendidikan, menciptakan pesan yang bersifat menghibur dan mempengaruhi khalayak.
  3. Fungsi Pendidikan, melalui iklan masyarakat dapat belajar dari sesuatu  dari yang dibacanya, ditonton, maupun didengar.
  4. Fungsi Ekonomi, dengan adanya iklan khalayak lebih mudah mengakses produk yang dibutuhkan yang bisa menjadikan khalayak efisien dari segi biaya dan menghasilkan keuntungan bagi produsen.
  5. Fungsi Sosial, iklan membantu menggerakkan perilaku khalayak untuk lebih baik. Fungsi ini banyak ditemui dalam iklan layanan masyarakat.


Iklan Layanan Masyarakat

Pada umumnya pemasangan iklan dikenakan biaya oleh pengiklan, namun ada iklan yang tidak kena biaya pemasangan iklan, yakni iklan layanan masyarakat. Pengiklannya biasanya berasal dari lembaga non komersil yang bertujuan menyampaikan informasi untuk kepentingan sosial. Media massa memberikan ruang dan waktu pada iklan layanan masyarakat secara cuma-cuma. Hal ini sangat sesuai dengan Undang-Undang Penyiaran pasal 33 yang mengatakan bahwa bagi siaran iklan layanan masyarakat wajib diberi porsi sekurang-kurangnya 10 % dari waktu siaran niaga di lembaga penyiaran swasta, dan sekurang-kurangnya 20 menit dalam sehari bagi lembaga penyiaran pemerintah yang disiarka tersebar sepanjang waktu penyiaran (www.pppi.or.id). Hal ini juga sangat sesuai dikarena iklan layanan masyarakat menginformasikan masalah-masalah sosial yang banyak dihadapi masyarakat.

Pengertian Iklan layanan masyarakat

Definisi Iklan Layanan Masyarakat  Menurut para Ahli

Iklan layanan masyarakat ( public service announcement) biasanya dimuat atas permintaan pemerintah atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk menggalang solidaritas masyarakat atas suatu masalah. Misalnya masalah ketertiban, lalu lintas, program pemerintah dan lain-lain. ( kasali 1992 :121).

Hal ini sangat sejalan dengan definisi iklan layanan masyarakat yang diutarakan oleh Crompton dan Lomb, yaitu :

An announcement for which no charge is made and wich promotes program, aktivities or service of federal, state,or local Government or the program activities, or service of non profit organization and other announcements regarded as serving community interest,excluding tune signals , routine wheather announcement and promotional announcemnt (Kasali 1992 ;202).

Menurut Liliweri (1992:32) pengertian iklan layanan masyarakat adalah jenis iklan yang bersifat non-profit. Jadi iklan ini tidak mencari keuntungan akibat pemasangan kepada khalayak. Iklan layanan masyarakat menurut Susanto (1976: 203), adalah pengumuman tentang berbagai pelayanan masyarakat, tidak disebarluaskan melalui pembelian ruang dan waktu serta setiap  kegiatan pelayanan masyarakat dilaksanakan oleh suatu kegiatan non-profit/ tidak  mengejar keuntungan.

Iklan layanan masyarakat pertama kali muncul di Amerika Serikat pada masa Perang Dunia ke II untuk memotivasi masyarakat Amerika untuk memenangkan perang dunia dan untuk memotivasi masyarakatnya agar membeli war bons (surat-surat berharga) untuk membiayai perang. Kegiatan ini diprakarsai oleh Asosiasi Agen Periklanan Amerika, Asosiasi Nasional Pemasangan Iklan, Asosiasi Penerbit Majalah, Biro Periklanan Suratkabar dan Asosiasi Iklan Luar Ruang yang tergabung dalam suatu lembaga organisasi periklanan Amerika yang bernama Ad Council Inc yang dikenal sebagai Dewan Periklanan Amerika.

Ad council Inc menyebutkan kriteria yang dipakai untuk menentukan iklan layanan masyarakat adalah :
  1. Non komersil
  2. Tidak bersifat keagamaan
  3. Non politis
  4. Berwawasan nasional
  5. Diajukan oleh organisasi yang teah diakui dan diterima
  6. Dapat di iklankan
  7. Mempunyai dampak dan kepentingan tinggi sehingga patut memperoleh dukungan media lokal maupun nasional ( Kasali 1992 : 205).


Daftar Pustaka Makalah Iklan Layanan Masyarakat

Kurniawati, Dewi. Diktat Periklanan. FISIP USU

Liliweri, Alo. 1992. Dasar-dasar Komunikasi Periklanan. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Kasali, Rhenald. 1992. Manajemen Periklanan. Bandung : PAU-Ekonomi-UI. 

Pengertian Iklan Layanan Masyarakat Fungsi Definisi Menurut Para Ahli Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

2 comments: