Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Sunday, 4 October 2015

Pengertian Kebijakan Luar Negeri Faktor dan Pembuatan Keputusan

Pengertian Kebijakan luar negeri ( foreign policy ) adalah merupakan strategi atau rencana tindakan yang dibentuk oleh para pembuat keputusan suatu negara dalam menghadapai negara lain atau unit politk internasional lainnya . Dikendalikan dalam kepentingan nasional.

Rosenau memberi defenisi terhadap kebijakan luar negeri ( foreign policy ) sebagai berikut: “ all the attitudes and activities through which organized nation societes seeks with and benefit from international environment”.

Sedang tipe-tipe keputusan luar negeri dapat dibedakan menjadi 3 yaitu (Toma dan Gorman 1991,135-136) :
  1. Keputusan mikro dikenal sebagai keputusan administratif dan biasanya dibuat lebih rendah dari organisasi pemerintah, dan biasnya dikerjakan secara individu bukan oleh kepemimpinan politik. Keputusan ini sempit jangkaunnya dan rendah tingkat keseriusannya ancamannnya. Sehingga tidak membutuhkan perhatian dari pembuat keputusan tingkat atas.
  2. Keputusan krisis adalah keputusan yang mirip dengan keputusan mikro, namun merupakan keputusan kecil yang melibatkan pembuatan keputusan tingkat tinggi. Keputusan ini dibuat pada situasi yang mengancam, dengan demikian keputusan ini mengandung elemen yangv tidak diperhitungkan sebelumnya ( surprise ) dan diputuskan dalam jangka waktu yang pendek.


Pengertian terhadap politik luar negeri tidak terlepas dari uraian teori pembuatan kebijaksanaan atau keputusan luar negeri dan menjadi sentral dalam bagian ini. Untuk mengenal dan merumuskan berbagai kebijaksanaan luar   negeri ada tiga jenis tipologis keputusan atau kebijaksanaan luar negeri yaitu ( Wllian D Coplin,1992,32) :
  1. Keputusan-keputusan luar negeri administrative
    Kebijaksanaan luar negeri yang bersifat umum terdiri dari serangkaian keputusan yang diekspresikan dengan melalui pernyataan-pernyataan dan kebiaksanaan serta tindakan yang tidak secara langsung biasanya banyak menyangkut pernyataan-pernyataan umum dan acapkali pernyataan- pernyataan umum tersebut tidak mengungkapkan kebijaksanaan yang sebenarnya tetapi merupakan suatu cara yang sering dugunakan dalam interaksi antar-negara.
  2. Keputusan-keputusan luar negeri yang bersifat umum
    Keputusan yang dibuat oleh anggota biriokrasi pemerintah yang bertugas untuk melaksanakan hubungan luar negeri bagi negaranya. Dalam hal ini departemen luar negeri yang merupakan organisasi atau lembaga birokrasi utama kendatipun ada badan-badan pemerintahan yang lain seperti dinas militer,dinas intelijen dan departemen perdagangan juga sering terlibat dalam proses pengambilan keputusan-keputusan administrative yang sekanjutnya memberi pengaruh terhadap kebijaksanaan politik luar negeri yang diambil.
  3. Keputusan-keputusan luar negeri yang bersifat krisis.
    Yakni berupa keputusan-keputusan yang bersifat krisis dan merupakan kombinasi antara dari dua tipologis kebijaksanaan politik luar negeri  antara tipe I dan tipe II.keputusan –keputusan yang bersifat krisis bisa berdampak  luas terhadap kebijaksanaan politik  luar  negeri yang  bersifat umum oleh suatu Negara. Kebijaksanan politik luar negeri seperti itu juga dapat menguatkan kebijaksanaan politik luar negeri yang sudah ada.


Pembuatan Keputusan Politik Luar Negeri Sebagai Pemecahan Masalah Pendekatan  pemecahan masalah  secara  rasional  merujuk  pada  sesuatu yang ideal yaitu bagaimanakah menciptakan suatu keputusan luar negeri yang  baik atau sesuatu yang ideal. Deskripsi yang ideal itu sebagai kemungkinan yang dapat diterapkan kedalam beberapa situasi dan kondisi terutama dengan politik luar negeri Negara lain. Pendekatan tersebut terdiri dari beberapa langkah:
  1. Merumuskan Sitasinya ( Define of the Situation )
  2. Memilih Tujuan ( Select Goal )
  3. Pencaharian Alternative-Alternatif ( Search for Alternatives )
  4. Memilih Alternatif-Alternatif ( Choosing Alternatives )


Wiiliam D Coplin mengelompokkan kedalam tiga hal yang berkaitan dengan factor psikologis yaitu penetapan situasi,pemilihan tujuan,pencaharian alternative dan pemilihan alternative.
  1. Penetapan Situasi ( Defening Situation )
    Berkaitan dengan konsep citra ( image ) untuk menganalisis variabel psikologis serta pengalaman-pengalaman pribadi ( personal experience ). Saalh satu ciri citra tyang sangat mempengaruhi cara seseorang menetapkan lingkungannya yang pada akhirnya mempengareuhi orang tersebut untuk berprilaku. Bisa juga dikatakan sebagai rangkaian yang disebut sebagai citra tewrbuka dan citra tertutup.
  2. Pemilihan Tujuan ( Selecting Goals )
    Pemilihan tujuan berdasarkan suatu anggapan bahwa pembuatan  keputusan adalah merupakan suatu proses intelektual rasional, maka tujuannya yanbgh secara eksplisit dan hirarkis dapat dirumuskan sebagai peluang yang diberikan oleh lingkungan. Meskipun lingkungan ( internasional )akan mempersulit permbuatan pernyataan yang tegas dan jelas dan penyusunan tujuan- tujuan, pembuat keputusan atau kebijaksanaan politik luar negeri yang  rasional dan berupaya melakukannya secara masksimal.

    Jadi kecendrungan seorang pemimpin politik untuk memelihara dan memperbaiki posisi politiknya ( dalam negerinya ) akan membawa konsekuensi yang jelas dalam penetapan tujuan poliitk luar negeri. Kabutuhan para pembuat keputusan politik luar negeri akan kekuasaan dan prestasi memang mempengaruhi penekanaan akan ancaman terhadap keamanan nasional yang sering dibuat oleh para pemimpin dari berbagai negara.

Daftar Pustaka Makalah Kebijakan Luar Negeri 

Pengertian Kebijakan Luar Negeri Faktor dan Pembuatan Keputusan Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment