Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Monday, 5 October 2015

Pengertian Kelompok Penekan Jenis dan Partai Politik serta Kelompok Penentuan, Resmi Swasta Palsu

Kelompok Penekan Partai-partai politik berjuang sekuat tenaga untuk memperoleh kekuasaan dan melaksanakan kekuasaan tersebut dengan memilih walikota, senator-senator dan wakil- wakil rakyat, dan dengan memilih menteri atau kepala negara. Kelompok penekan sebaliknya,  tidak  langsung  mengambil  bagian dalam memperoleh kekuasaan  secara langsung atau dalam melancarkan kekuasaan itu sendiri : mereka bertindak untuk mempengaruhi kekuasaan sementara tidak terlibat didalamnya. Mereka melancarkan “tekanan-tekanan” atas kekuasaan yang sedang berjalan (dari situlah asal mula istilah Pressure Group diperkenalkan di Prancis Tahun 1962).Duverger, Maurice. Party Politics and Pressure Groups A Comparative, dialihbahasakan oleh Laila Hasyim, disunting oleh Affan Gafar, Partai politik dan Kelompok Penekan, (Bina Aksara 1984) hal : 119.) Kelompok penekan ini berusaha mempengaruhi orang-orang yang memegang dan menjalankan kekuasaaan , bukan untuk menempatkan orang-orang mereka sendiri dalam posisi yang memegang kekuasaan, setidaknya penempatan itu tidak dilakukan secara resmi. Kelompok- kelompok penekan tertentu sebenarnya mempunyai wakil-wakil mereka di pemerintahan dan di badan-badan legislatif, tetapi hubungan antara individu-individu dengan kelompok penekan yang mereka wakili tetap rahasia atau sangat hati-hati. Ibid.


Penentuan Kelompok Penekan 

Kelompok Eksklusif dan Kelompok Parsial
Suatu kelompok penekan itu bersifat eksklusif (istimewa ; lain dari yang lain) bila ia hanya menyangkut soal mengambil tindakan dalam bidang politik saja, dengan memberikan tekanan atas kekuasaan politik. Yaitu organisasi-organisasi yang mengadakan campur tangan dengan pekerjaan-pekerjaan para senator dan anggota- anggota kongres, dengan anggota kabinet dan pejabat-pejabat tinggi pemerintahan lainnya. Sebaliknya sebuah kelompok penekan dikatakan Parsial , apabila kegiatan politik hanyalah merupakan salah satu bagian saja dari aktivitasnya, bila kelompok ini mempunyai alasan-alasan lain untuk eksistensinya dan mempunyai rencana tindakan lain  maka dapat  melakukan suatu gerakan besar seperti turun ke jalan-jalan.     Artinya disini, kelompok manapun atau organisasi apapun dapat saja terjangkit untuk melancarkan tekanan politiknya pada suatu ketika dalam masa-masa rangkaian aktivitasnya. Gereja pun masuk dalam kategori ini karena gereja ikut menyampuri masalah otoritas, demikian juga persatuan para filosof, kelompok budaya dan intelektual. Dalam prakteknya, perbedaan antara kedua macam kelompok tersebut tidaklah mudah untuk diselidiki. Kelompok-kelompok “eksklusif” pada hakekatnya adalah badan-badan teknis yang bagi kelompok lain yang bersifat “parsial”. Karena itulah tidak mungkin untuk membatasi definisi tentang kelompok-kelompok penekan pada organisasi-organisasi yang terlibat dalam aktivitas yang semata-mata hanya melancarkan tekanan-tekanan saja. Tetapi fakta tetap menyatakan, bahwa tidak mungkin mempersiapkan suatu daftar lengkap tentang kelompok-kelompok penekan di dalam suatu negara sebagaimana daftar untuk partai politik.


Kelompok Resmi dan Kelompok Swasta

Telah diakui badan-badan resmi terkadang bertindak mirip sekali dengan kelompok-kelompok penekan. Prinsip legal dari kesatuan pemerintahan, dalam kenyataannya tidaklah berjalan lancar. Badan-badan pemerintahan yang beraneka ragam itu pada umumnya terlibat pada suatu persaingan yang pahit untuk mempengaruhi penentuan kebijaksanaan pemerintah. Dengan sendirinya, perilaku badan-badan resmi ini mengundang perbandingan dengan kelompok-kelompok swasta. Terdapat dua jenis kelompok resmi. Pertama, badan-badan resmi pemerintahan yang bertindak sebagai kelompok penekan untuk membela kepentingan-kepentingan badan yang diwakilinya. Kedua, terdiri atas pejabat-pejabat pemerintahan yang membentuk suatu    persaudaraan   diantara    mereka    yang    berlangsung secara    rahasia, yang merencanakan untuk membentuk monopoli pos-pos jabatan tertinggi dalam administrasi negara, sehingga keberadaannya dapat menimbulkan pengaruh yang besar. Berbeda dengan kelompok resmi, kelompok swasta ini cenderung didirikan sebagai perpanjangan tangan pihak asing agar dapat ikut terlibat dalam perputaran ekonomi,  politik  atau  sub kehidupan  lain  di suatu negara  yang ditunjuk. Tekanan- tekanan yang datang dari kelompok asing juga menciptakan suatu ketergantungan yang sifatnya de facto. Tetapi ketergantungan itu bukanlah antara pemerintahan yang satu dengan pemerintahan yang lain melainkan ketergantungan suatu pemerintahan asing pada suatu organisasi swasta. Pemerintahan asing tersebut yang kemudian menyediakan dana operasional, program kerja, training dan sebagainya.

Kelompok Penekan Palsu

Istilah kelompok penekan palsu diberikan pada organisasi yang melancarkan tekanan-tekanan politik tetapi secara hakekatnya tidak membentuk sebuah kelompok penekan. Kelompok ini mencakup sejumlah individual yang secara bersama-sama membentuk suatu masyarakat kecil. Individu-individu ini merupakan teknisi dan para ahli , yang tidak selalu bekerja untuk organisasi mereka sendiri tetapi juga untuk orang atau badan tertentu. Organisasi yang dimaksud antara lain :
a) Kelompok Penekan Teknis
Dalam hal tertentu, kelompok ini adalah organisasi teknis semata yang tidak ada persamaannya dengan organisasi sosial. Kegiatannya sengaja diadakan untuk kepentingan mereka sendiri, bukan untuk orang banyak secara umum.
  1. Komite Pengumpul Dana Kampanye
    Suatu contoh yang berhubungan dengan masalah ini adalah dana untuk kampanye politik, yang telah berkembang dengan baik di negara-negara barat. Membiayai suatu pemilihan adalah merupakan salah satu cara yang digunakan oleh pelbagai kelompok untuk melancarkan tekanan atas kekuasaan pemerintah dan poliitk. Organisasi bisnis tertentu secara langsung memberikan dana pada para calon ataupun partai yang disepakatinya. Untuk kemudian menunjuk suatu organisasi bisnis lain untuk menjadi sentral pengumpulan dana bagi perusahaan- perusahaan sekawasan penentuan organisasi bisnis sebtral ini ditentukan atas seberapa besar dan seberapa penting perusahaan tersebut untuk dapat mempengaruhi perusahaan-perusahaan lain. Keuntungan yang  didapat organisasi bisnis (perusahaan) ini (jika calon yang diusung memenangkan pemilu) antara lain kemudahan dalam izin dan undang-undang urusan ketenagakerjaan juga masalah-masalah ekstren lainnya.
  2. Biro-Biro Propaganda Swasta
    Cara kerja biro-biro ini adalah membagikan poster-poster, brosur-brosur dan risalah-risalah politik pada partai-partai dan kandidat-kandidat yang mengontraknya. Jadi aktivitas itu meliputi suatu jenis dukungan parsial yang tidak langsung. Organisasi ini menganggap bahwa partai-partai politik itu lemah sehingga menggunakan jasa mereka untuk meyediakan propaganda khusus.

b) Surat Kabar dan Media Informasi
Dalam hal tertentu, surat kabar dan media informasi (radio dan televisi) dapat dikategorikan kelompok penekan yang “palsu”. Beberapa surat kabar dan media informasi tidak bertindak sebagai kelompok penekan, karena mereka adalah suatu perusahaan bisnis untuk menghasilkan uang. Mereka menjual surat kabar,  program radio dan show-show seperti menjual makanan. Dilihat dari sifat yang sebenarnya, maka pers, radio dan televisi berpolitik dan beredulatif hanya sampai tahap tertentu untuk memperlihatkan bahwa mereka bukanlah hanya kapitalis—dengan  arti, bahwa hanya sampai dititik itulah para bos di surat kabar atau media informasi itu rela mengorbannkan profitnya agar mempengaruhi pemerintah ataupun pendapat umum, atau sekedar untuk mendapatkan atensi sejenak dari konsumennya.

Sebaliknya pula surat kabar dan media berita lainnya meletakkan keuntungan ditempat kedua . meraka berusaha mempengaruhi pemerintah, pejabat-pejabat resmi dan pendapat-pendapat umum. Dengan sendirinya, hal ini membentuk karakteristik sebagai kelompok penekan. Media informasi tipe ini memiliki sirkulasi yang sangat terbatas. Mereka menjalankan eksistensinya dibawah sistem patron yang diberi oleh sejumlah kecil orang-orang kaya yang memiliki kepentingan nyang sama yaitu mengabarkan pada seluruh masyarakat telah terjadi kecurangan-kecurangan politik disekitar mereka.


Berbagai Jenis kelompok Penekan

  1. Orgnanisasi-Organisasi Profesional
    Merupakan organisasi yang kegiataanya didasarkan pada kemampuan ahli ataupun aktivitas tertentu.
  2. Organisasi Pertanian (Farm Organization)
    Organisasi para petani merupakan kelompok penekan massa, kecuali untuk sekelompok tuan tanah atau asosiasi profesional pada tingkat yang lebih tinggi.
  3. Organisasi Para Pekerja
    Mereka berkembang akibat dari industrialisasi dan diikuti oleh pembentukan kaum proletariat. Dalam masyarakat yang sangat maju, telah mendorong  pekerja industri menjadi golongan minorotas. Dari seluruh jenis kelompok penekan, organisasi buruh inilah yang paling banyak massa pendukungnya.
  4. Organisasi Lingkungan dan Sumber Daya
    Maraknya isu tentang global warming menjadikan masyarakat dunia mulai peduli kepada lingkungan tempat tinggalnya.


Kelompok-Kelompok Penekan Lainnya

  1. Organisasi Politik Yang Khusus
    Organisasi yang didirikan diarahkan ke tujuan politik yang khusus, seperti membatalkan penggunaan bom atom di luar hukum, perlucutan senjata, memelihara perdamaian dunia, menentang diskriminasi RAS, reformasi di bidang agraria, subsidi untuk sekolah-sekolah , dan sebagainya.
  2. Kelompok-Kelompok Intelektual
    Mencakup persatuan pegawai pemerintahan, para insinyur, akademisi universitas, mahasiswa, dan sebagainya.
  3. Asosiasi Veteran
    Kelompok ini mempunyai sifat ganda. Yakni membela kepentingannya sendiri ( Misalnya dana pensiun, tujangan kesehatan) dan juga kepentingan sebagai kelompok ideologi.
  4. Gerakan Pemuda
    Merupakan gerakan perpaduan antara beberapa aliansi di kalangan mahasiswa. Isu yang dibahas seputar kebijakan pemerintah terhadap publik. 
  5. Gerakan Wanita dan Organisasi Keluarga
    Gerakan ini berlangsung diseputar masalah membela eksistensi kampung minoritas, masalah alkoholisme, gender, pendidikan kewarganegaraan, seks dan sebagainya.
  6. Kelompok Ideologi dan Agama
    Membela kepentingan-kepentingan ideologi tertentu dan juga masalah moralitas generasi muda, free seks, pornografi dan pornoaksi dan sebaginya.

Daftar Pustaka Makalah Kelompok Penekan

Pengertian Kelompok Penekan Jenis dan Partai Politik serta Kelompok Penentuan, Resmi Swasta Palsu Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment