Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Sunday, 4 October 2015

Pengertian Kepentingan Nasional Indonesia Definisi Menurut Para Ahli

Pengertian Kepentingan Nasional adalah merupakan konsep yang paling dikenal luas di kalangan para penstudi hubungan internasional dan politik internasional baik itu pengamat aliran tradisional atau saintifik. Hal ini terjadi selama Negara bangsa (Nation State ) masih merupkan aktor yang utama dalam hubungan internasional. Semua ahli agaknya sepakat bahwa determinan utama yang menggerakkan Negara-negara menjalankan hubungan internasional (international relation) adalah kepentingan nasionalnya.Drs T May rudy,2002,Studi Strategis dalam transformasi system internasional pasca Perang dingin,Bandung: PT Rafika Aditama.,Hal. 60

Definisi Kepentingan Nasional

Paul Seabury mendefenisikan “kepentingan nasional secara normatif    dan deskriptif: secara deskriptif kepentingan nasional adalah tujuan yang harus dicapai oleh suatu bangsa secara tetap melalui kepemimpinan pemerintah. Sedang secara normatif kepentingan nasional adalah kumpulan cita-cita suatu bangsa yang berusaha dicapainya dengan berhubungan dengan Negara lain”.

Hans J Morgenthau menyebutnya sebagai power (pengaruh,kekuasaan dan   kekuatan ). lihat dalam Hans J Morgenthau, Politics Among Nations  Berbeda dengan Morgenthau Joseph Frankel (1970),menyangkal pendapat tersebut dengan menekankan pada kepentingan moral,religi dan kepentingan manusia lainnya.Joseph Frankel dalam May Rudi ,.Hal. 60

George F. Kennan (1951) memahami makna konsep kepentingan nasional (national interest )dalam hubungan antarnegara. Kennan membuat  definisi  konsep ini secara negatif tentang apa yang tidak termasuk ke dalam pengertian kepentingan nasional. Pertama, konsepsi kepentingan nasional bukan merupakan kepentingan yang terpisah dari lingkungan pergaulan antarbangsa  atau  bahkan dari aspirasi dan problematika yang muncul secara internal dalam suatu negara. Kepentingan nasional suatu bangsa dengan sendirinya perlu mempertimbangkan berbagai nilai yang berkembang dan menjadi ciri negara itu sendiri. Nilai-nilai kebangsaan, sejarah, dan letak geografis menjadi ciri khusus yang mempengaruhi penilaian atas konsepsi kepentingan nasional suatu negara. Kedua, kepentingan nasional bukan merupakan upaya untuk mengejar tujuan-tujuan yang abstrak, seperti perdamaian yang adil atau definisi hukum lainnya. Sebaliknya,  ia  mengacu kepada upaya perlindungan dari segenap potensi nasional terhadap ancaman eksternal maupun upaya konkrit yang ditujukan guna meningkatan kesejahteraan   warga   negara.    Ketiga,   konsepsi   ini   pada   dasarnya     bukan merupakan pertanyaan yang berkisar kepada tujuan, melainkan lebih kepada masalah cara dan metode yang tepat bagi penyelenggaran hubungan internasional dalam rangka mencapai tujuan tersebut secara efektif.

Sementara itu Donald E Nuechterlin menyebutkan klasifikasi kepentingan nasional menjadi 4 jenis yaitu (Ibid., Hal 62):
  1. Kepentingan Pertahanan
    Diantaranya menyangkut kepentingan untuk melindungi warga negaranya serta wilayah dan system politiknya dari ancaman negara lain.
  2. Kepentingan Ekonomi
    Yaitu kepentingan pemerintah untuk meningkatkan perekonopmian negara melalui hubungan ekonomi dengan negara lain
  3. Kepentingan Tata Internasional
    Yaitu kepentingan untuk mewujudkan dan mempertahankan sistem politik dan ekonomi internasional yang menguntungkan bagi negaranya
  4. Kepentingan Idiologi
    Berkaitan dengan idiologi atau pandangan hidup Sedang KJ Holsti mengindentifikasikan kepentingan nasional kedalam 3 hal yaitu (Lihat KJ Holsti,1981,International politics: framework for Analysis,New delhi: Prentice-Hall of India):
    1. Core Values
      Dianggap paling vital bagi negara dan menyangkut eksistensi negara
    2. Middle –Range Objectives
      Kebutuhan memperbaiki derajat perekonomian
    3. Long-Range Objectives
      Sesuatu yang bersifat ideal misalnya keinginan mewujudkan perdamaian dan ketertiban dunia.


Sedang disisi lain Dadelford dan Lincoln ( 1962 ) berpendapat bahwa kepentingan nasional suatu bangsa meliputi :
  1. kepentingan keamanan nasional
  2. kepentingan pengembangan ekonomi
  3. kepentingan peningkatan kekuatan nasional
  4. kepentingan prestise nasional


Dari semua pendapat para ahli tersebut dapat ditarik satu kesimpulan bahwa kepentingan nasional itu berpusat pada perlindungan diri ( Self  preservation ) sebuah bangsa.

Dewi fortuna anwar dalam orasi ilmiahnya sebagai staff ahli peneliti LIPI memberi keterangan tentang kepentingan nasional secara kontradiktif, disatu sisi secara objektif bahwa kepentingan nasional bisa didefenisikan secara  jelas  dengan criteria yang objektif dan cenderung konstan dari waktu ke waktu. Disisi lain kepentingan nasional bisa diartikan subjektif,  artinya kepentingan     nasional selalu berubahmengikuti preferensi subjektif para pembuat keputusan. Ganewati Wuryandari Dkk,2008, Politik Luar Negeri Indonesia di Tengah Pusaran Politik Domestik,Yogyakarta: Pustaka Pelajar., Hal. 14

Kepentingan Nasional Indonesia

Pencapaian kepentingan nasional Indonesia di dunia internasional tidak terlepas  dari perubahan lingkungan strategis  baik  dalam tataran global  maupun regional yang memberikan tantangan sekaligus kesempatan bagi proses pencapaian kepentingan tersebut. Dan dalam rangka menghadapi tatanan dunia yang semakin berubah dengan cepatnya, semakin disadari perlunya untuk mengembangkan kelenturan dan keluwesan dalam pelaksanaan kebijakan luar negeri agar dapat memanfaatkan berbagai tantangan dan peluang yang muncul  dari perubahan lingkungan strategis secara optimal.

Upaya untuk mencapai kepentingan nasional Indonesia di dunia Internasional dilaksanakan melalui diplomasi. Dengan total diplomasi Diplomasi Indonesia yang dilaksanakan oleh Departemen Luar Negeri (Deplu) turut mengaktualisasikan program dan prioritas Kabinet Indonesia Bersatu yang pada intinya adalah melakukan diplomasi total untuk ikut mewujudkan Indonesia yang bersatu, lebih aman dan damai, adil, demokratis dan sejahtera.

Kepentingan nasional Indonesia diterjemahkan kedalam visi Departemen luar negeri yang disebut sebagai “Sapta Dharma Caraka”, yaitu: 
  1. Memelihara dan meningkatkan dukungan internasional terhadap keutuhan  wilayah dan kedaulatan Indonesia; 
  2. Membantu pencapaian Indonesia sejahtera melalui kerja sama pembangunan dan ekonomi, promosi dagang dan investasi, kesempatan kerja dan alih tekonologi; 
  3. Meningkatkan peranan dan kepemimpinan Indonesia dalam proses integrasi ASEAN, peran aktif di Asia- Pasifik, membangun kemitraan strategis baru Asia-Afrika serta hubungan antar sesama negara berkembang; 
  4. Memperkuat hubungan dan kerja sama bilateral, regional dan internasional di segala bidang dan meningkatkan prakarsa dan kontribusi Indonesia dalam pencapaian keamanan dan perdamaian internasional serta   memperkuat    multilateralisme;   
  5. Meningkatkan   citra   Indonesia     di masyarakat internasional sebagai negara demokratis, pluralis, menghormati hal asasi manusia, dan memajukan perdamaian dunia; 
  6. Meningkatkan pelayanan dan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri serta melancarkan diplomasi kemanusiaan guna mendukung tanggap darurat dan rekontruksi Aceh dan Nias dari bencana gempa dan tsunami; 
  7. Melanjutkan benah diri untuk peningkatan kapasitas kelembagaan, budaya kerja dan profesionalisme pelaku diplomasi serta peranan utama dalam koordinasi penyelenggaraan kebijakan dan hubungan luar negeri.


Terkait dengan posisi Indonesia dalam menangani krisis nuklir Iran ada beberapa segi jika kita menyimpulkan kepentingan nasional Indonesia terkait dengan politik luar negerinya itu hal itu meliputi:
  1. Kepentingan ekonomi
    Kepentingan ekonomi Indonesia berkait dengan pembangunan ekononi nasional. Sejak krisis ekonomi yang melanda Indonesia di tahun 1997 kemarin pertumbuhan ekonomi Indonesia terpuruk tidak sampai 5 %. Ketika reformasi di era Habibie sampai Megawati kondisi ekonomi tidak mengalami perbaikan yang signivikan
    Di era SBY pertumbuhan ekonomi agak emmabik dengan berkisar diatas 6%. Namun dalam tataran mikro ekonomi belum membaik termasuk juga dalam menarik investasi asing kedalam negeri. Dalam suasana ketidak pastian kondisi ekonomi global di masa-masa yang akan datang maka setiap kesempatan yang ada dianfaatkan dengan semaksimalkan mungkin melalui diplomasi yang baik.
  2. Kepentingan Idiologi
    Dalam tatarana percaturan internasional pandangan pancasila sebagai indiolog bangsa adalah mutlah untuk disandingkan dengan idiologi lain didunia seperti liberalisme atau sosialieme.
    Dalam pembukaan UUD 1945 tercantum secara jelas tetntang tujuan nasional yaitu:
    • Kesejahtraan masyarakat
    • Menghapuskan kolonialisme dan imperalisme
    • turut aktif menciptakan perdamaian dunia
  3. Kepentingan energi dan teknologi
    Dalam beberapa dasarwa terakhir memang tidka bisa di pungkiri bahwa permasalahan krisis energi menjadi permaslahan akut bagi bangsa Indonesia. Adanya energi alternatif yang dapat dikembangkan adalh sebuah keharusan dan salah satunya energi nuklir khusunya untuk pembangkit tenaga listrik.

    Selain itu untuk mengurangi ketregantungan terhadap Amerika dan sekutunya terhadap pasokan senjata militer. Maka Indonesia sejak era Mega sudah mencari alternatif lain misalnya melalui Rusia dengan pembelian kapal sukhoi pada tahun 2004. dan bisa jadi mengenai teknologi nuklir yang akan  dijalin dengan Iran
  4. Persahabatan dengan negara-negara senasib
    Pengalaman pahit sebagai negara terjajah setidaknya tela mendorong kerjasama yang intens dengan negara-negara senasib atau begara dunia ketiga. Pada masa orde lama Indonesia termasuk pelopor dalam membentuk gerakan non- blok, yang sebelumnya secara fantatis berhasil mengadakan Konferensi Asia- Afrika tahun 1955 sebagai cikal bakal GNB.

    Selain itu di era orde baru sukses untuk menggalang kerjasama dengan negara-negara sekawasan ( Asia tenggara ) melalui ASEAN tahun 1987. dan ikut serta dalam organisasi Konferensi islam bergabung dengan negara-negara islam yang sebagaian besar termasuk negara dunia ke-3.


Hubungan baik tersebut setidaknya masih dipertahankan oleh Indonesia sampai hari ini

a. Politik Luar Negeri
Kepentingan nasional merupakan kunci dalam politik luar negeri.  Menurut Columbis dan wolfe, Politik luar negeri merupakan sintesis daari tujuan atau kepentingan nasional dengan power dan kapabilitas ( Coulombis dan wolfe, 126 )

Oleh karena kesamaan itu kepentingan nasional  lazim  diidentikkan dengan tujuan nasional ( national goals ) namun untuk hal-hal lainnya bisa saja berubah dalam jangka waktu tertentu. Contohnya kepentingan ekonomi atau kepentingan pengembangan sumber daya manusia. R Soeprapto,1997,Hubungan Internasional,sistem prilaku dan interaksi,Jakarta: Grafindo Media Persada., Hal. 118.

Tujuan  dari  politik  luar  negeri  adalah  untuk  mewujudkan kepentingan nasional. Tujuan tersebut memuat gambaran atas keadaan negara dimasa yang akan datang dan kondisi masa depan yang diinginkan . Pemerintah negara menetapkan berbagai sarana yang diusahakan untuk dicapai dengan melakukan berbagai tindakan yang menunjukkan adanya kebutuhan,keinginan dan tujuan.

Landasan Polugri RI adalah UUD 1945 sebagai landasan konstitusional. hal ini berarti bahwa pasal-pasal UUD 1945 mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara  memberikan garis-garis besar dalam kebijakan  luar  negeri  Indonesia. sedang palsafah hidup bangsa, yaitu pancasila menjadi landasan idiil  dalam  Polugr i RI.Athiqah Nur Alami,landasan dan prinsip politik luar negeri dalam Politik Luar Negeri Indonesia di tengah pusaran Politik Domestik

Prinsip Polugri dapat dilhat secara jelas dalam pembukaan UUD  1945. yang ,menjadi acuan bagi pengamalan Polugri Indonesia. hal ini juga diperjelas oleh Moh Hatta dalam pidatonya yang berjudul ‘Mendayung antara dua karang’ yang merupakan penjelasan perdana dan pengenalan nama politik luar negri Indonesia yang bebas dan aktif yang dinyatakan didepan  badan pekerja  KNIP pada 2 september 1948.

Apakah bangsa Indonesia yang memerjuangkan kemerdekaan harus memilih saja antara pro Rusia dan pro Amerika? apakah tidak ada pendirian lain yang harus diambil dalam mengejar cita-cita bangsa?pemerintah berpendapat bahwa pendirian yang harus diambil ialah supaya Indonesia jagan men jadi objek dalam pertrungan politik internasional melainkan ia harus tetap menajdi subjek yang berhak menentukan sikap sendiri....Polugri RI harus ditentukan oleh kepentingannya sendiri dan dijalankan menurut keadaan dan kenyataan yang kita hadapi..... garis-garis politik Indonesia tidak dapat ditentuksn oleh haluan politik negara lainyang berdasarkan kepada kepentingan negara itu sendiri. Mohammad Hatta,1976, Cet Pertama Mendayung Antara Dua Karang,Jakarta: Bulan Bintang., Hal . 17. lihat juga Mohhmad Hatta,1953,Indonesia Foreigen Policy: Foreign Affairs., Hal 444

Pelaksanaan politik  luar  negeri didahului oleh penetapan    kebijaksanaan dan keputusan serta harus memperhatikan pertimbangan-pertimbangan yang didasarkan pada faktor-faktor nasional sebagai faktor internal dan faktor-faktor internasional sebagai faktor eksternal . Disamping itu dalam pelaksanaan politik luar negeri harus dipilih tehknik maupun instrumen yang cocok untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

b. Variabel Variabel pada Pembentukan Politik Luar Negeri
Dengan mengacu pada pendapat Rosenau,Coulumbis dan Wolfe (Coulumbis dan Wolfe : 129-137 ). Ada beberapa variable yang berpengaruh terhadap politik luar negeri sebuah Negara  Variabel tesebut antara lain : Ibid., Hal 189
  1. Variabel Ideosinkretik
    Berkaitan dengan image dan karakter pribadi pembuat keputusan, anatar lain mengenai ketenagan lawan ketergesaan,kemarahan lawan prudensi, ketakutanlawan percaya diri sendiri. Intinya karakteristik psikologis para pemimpin pembuat keputusan, demikian juga para pelaksana politik.
  2. Variabel Peranan
    Biasanya didefenisikan sebagai- aturan-aturan perilaku yang diharapkan dari seseorang sesuai dengan pekerjaannya. Seseorang yang memegang peranan spesifik, hasil prilakunya dimodifikasi oleh harapan dan ekspektasi publik.
  3. Variabel birokratis
    Menyangkut struktur dan proses pemerintahan serta efeknya terhadap politik luar negeri. Menurut Allison kompleksitas birokratis merupakan karakteristik yang terdapat hampir semua negara terbelakang
  4. Variabel Nasional
    Mencakup berbagai atribut nasional yang mempengaruhi hasil politik luar negeri.

Daftar Pustaka Makalah Kepentingan Nasional Indonesia

Pengertian Kepentingan Nasional Indonesia Definisi Menurut Para Ahli Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment