Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Monday, 5 October 2015

Pengertian Komunikasi Penyuluhan Unsur Tujuan Perencanaan Pelaksanaan Menurut Para Ahli

Pengertian Komunikasi Penyuluhan adalah - Pada hakekatnya penyuluhan adalah suatu kegiatan komunikasi. Proses yang dialami oleh mereka yang disuluh sejak mengetahui, memahami, meminati, dan kemudian menerapkannya dalam kehidupan yang nyata, adalah suatu proses komunikasi. Oleh karena itu, perlu diketahui bagaimana pentingnya memenuhi persyaratan komunikasi yang baik untuk mencapai hasil penyuluhan yang baik pula.


Definisi Penyuluhan Menurut Para Ahli

Sebagai proses komunikasi, penyuluhan berarti proses di mana seornag individu (komunikator) menyampaikan lambing-lambang tertentu, biasanya berbentuk verbal untuk mempengaruhi tingkah laku komunikan. Akhirnya, penyuluhan boleh ditujukan untuk kegiatan mempengaruhi orang lain.

Secara harfiah, penyuluhan berasal dari kata “suluh” yang berarti obor atau pun alat untuk menerangi keadaan yang gelap. Dari asal perkataan tersebut dapat diartikan bahwa penyuluhan dimaksudkan untuk memberi penerangan atau pun penjelasan kepada mereka yang disuluhi, agar tidak lagi berada dalam kegelapan mengenai sesuatu masalah tertentu.

Penyuluhan memang diartikan bermacam-macam. Claar et al. (1984) mengakui hal itu karena di banyak tempat penyuluhan diartikan sebagai fungsi pemerintah yang memperluas (extending) berbagai pelayanan kepada masyarakat, sekaligus melaksanakan peraturan-peraturan yang berlaku, dan bahkan menegakkan kebijakan yang berkaitan dengan berbagai bidang kemasyarakatan.

Claar et al., (1984) membuat rumusan bahwa penyuluhan merupakan jenis khusus pendidikan pemecahan masalah (problem solving) yang berorientasi pada tindakan; yang mengajarkan sesuatu, mendemonstrasikan, dan memotivasi, tapi tidak melakukan pengaturan (regulating) dan juga tidak melaksanakan program yang non-edukatif.

Samsudin (1977) menyebut penyuluhan sebagai suatu usaha pendidikan non-formal yang dimaksudkan untuk mengajak orang sadar dan mau melaksanakan ide-ide baru. Dari rumusan tersebut dapat diambil tiga hal yang terpenting, yaitu: pendidikan, mengajak orang sadar, dan ide-ide baru. Ketiga hal itu memang senantiasa melekat dalam setiap kegiatan penyuluhan, karena penyuluhan pada hakekatnya merupakan suatu langkah dalam usaha mengubah masyarakat menuju keadaan yang lebih baik seperti yang dicita-citakan.

Penyuluhan merupakan suatu usaha menyebarluaskan hal-hal yang baru agar masyarakat tertarik, berminat dan bersedia untuk melaksanakannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Penyuluhan juga merupakan suatu kegiatan mendidikkan sesuatu kepada masyarakat, memberi mereka pengetahuan, informasi-informasi, dan kemampuan-kemampuan baru, agar mereka dapat membentuk sikap dan berperilaku hidup menurut apa yang seharusnya.

Namun perlu pula diketahui bahwa kegiatan penyuluhan menuntut suatu ketegaran semangat, stamina yang stabil, realistik dalam menetapkan tujuan dan ketika menilai pencapaian, memelihara kontinuitas, serta tidak tergoda oleh desakan keterburu-buruan.

Dari beberapa defenisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa penyuluhan sebagai bentuk komunikasi untuk mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan perilaku khalayak, akan menjadi efektif bila dilakukan melalui teknik komunikasi  persuasif.

Unsur-unsur Komunikasi Penyuluhan

Penyuluhan merupakan suatu kegiatan pendidikan non-formal dalam rangka mengubah masyarakat menuju keadaan yang lebih baik seperti yang dicita- citakan. Dalam upaya mengubah masyarakat tersebut, terdapat unsur-unsur penyuluhan. Unsur-unsur penyuluhan yaitu semua unsur (faktor yang terlibat, turut serta atau diikutsertakan ke dalam kegiatan penyuluhan, antara unsur yang satu dengan unsur yang lainnya tidak dapat dipisahkan karena semuanya saling menunjang dalam satu aktivitas). 

Unsur-unsur penyuluhan terdiri dari:
  1. Penyuluh (Sumber)
  2. Sasaran Penyuluhan
  3. Metode Penyuluhan
  4. Media Penyuluhan
  5. Materi Penyuluhan
  6. Waktu Penyuluhan
  7. Tempat Penyuluhan (Kartasapoetra, 1987:44)



Tujuan Penyuluhan

Pada umumnya kegiatan penyuluhan bertujuan untuk mengubah  kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dari keadaan yang ada menuju tingkat yang  lebih  baik  lagi.  Perubahan  kehidupan  masyarakat tersebut  dimaksudkan mencakup setiap bidang, di segala segi, dan dalam semua lapangan. Agar mencapai sasaran, maka tujuan komunikasi penyuluhan itu hendaknya:
  1. Bermakna (meaningful)
    • Apakah tujuan tersebut menunjang tujuan program yang lebih luas?
    • Adakah arti dari tujuan komunikasi tersebut bagi seluruh kegiatan program?
  2. Realistik
    Apakah tujuan dimaksud merupakan sesuatu yang memang benar-benar mungkin dicapai?
  3. Jelas
    Sehingga orang lain di luar instansi yang bersangkutan dapat mengerti dengan mudah mengenai apa tujuan ynag hendak dicapai.
  4. Dapat diukur (measurable)
    Dapat diukur apakah tujuan tersebut tercapai atau tidak?


Kincaid dan Schramm (1975), mengelompokkan pendekatan komunikasi menjadi empat, yaitu:
  1. Transmisi informasi
  2. Instruction
  3. Persuasi
  4. Dialog.


Setiap pendekatan tersebut berkaitan dengan tujuan (goal) yang hendak dicapai dalam melakukan kegiatan komunikasi, yang dalam hal ini adalah komunikasi penyuluhan.


Pengertian Komunikasi Penyuluhan
(Nasution, 1990:64-65)

Sementara itu, Kartasapoetra (1987:7) mengatakan bahwa dalam perencanaan dan peaksanaan penyuluhan harus mencakup tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang.
  1. Tujuan Jangka Pendek
    • Perubahan tingkat pengetahuan
    • Perubahan tingkat kecakapan atau kemampuan
    • Perubahan sikap
    • Perubahan motif tindakan
  2. Tujuan Jangka Panjang
    • Better farming, mau dan mampu mengubah cara-cara usaha dengan cara-cara yang lebih baik
    • Better business, berusaha yang lebih menguntungkan
    • Better living, menghemat dan tidak berfoya-foya setelah tujuan utama telah tercapai.


Perencanaan Komunikasi untuk Penyuluhan

Perolehan pengetahuan, pembentukan sikap, dan perubahan perilaku pada diri  manusia   terjadi  secara bertahap,   dan   bukan   secara   seketika  (instant).

Sebagaimana suatu komunikasi, baru berhasil bila kedua belah pihak sama-sama siap untuk itu, demikian pula dengan penyuluhan. Karena itu, kegiatan penyuluhan pun harus diselaraskan dengan tahap-tahap yang dilalui oleh anggota masyarakat tersebut. Ini berarti bahwa kegiatan penyuluhan menuntut suatu persiapan, suatu perencanaan yang matang, dan tidak mungkin bila dilakukan asal-asalan saja. Persiapan dan perencanaan inilah yang hendak dipenuhi dengan menyusun lebih dahulu suatu disain komunikasi penyuluhan.

Perencanaan komunikasi dalam rangka melakukan kegiatan penyuluhan sangat diperlukan karena pada dasarnya yang menjadi kepentingan dari kegiatan ini adalah “sesuatu yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya”.

Dalam melakukan penyuluhan, faktor penyampaian (baca: pengkomunikasian) hal-hal yang disuluhkan adalah amat penting. Karena itu penyuluhan menuntut dipersiapkannya lebih dahulu suatu disain, yang secara terperinci dan spesifik menggambarkan hal-hal pokok berikut ini:
  1. Masalah yang dihadapi
  2. Siapa yang akan disuluh
  3. Apa tujuan (objectives) yang hendak dicapai dari setiap kegiatan penyuluhan
  4. Pendekatan yang digunakan
  5. Pengembangan pesan
  6. Metoda/ saluran yang digunakan
  7. Sistem evaluasi yang “telah terpasang” atau “built-in” di dalam rencana keseluruhan kegiatan yang dimaksud.

Daftar Pustaka Makalah  Komunikasi Penyuluhan

Kartasapoetra, A.G. 1987. Teknologi Penyuluhan Pertanian. Jakarta: Bumi Aksara.

Nasution, Zulkarimein. 1990. Prinsip-Prinsip Komunikasi untuk Penyuluhan. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Pengertian Komunikasi Penyuluhan Unsur Tujuan Perencanaan Pelaksanaan Menurut Para Ahli Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment