Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 3 October 2015

Pengertian Kontrasepsi Hormonal Suntik Implant Oral Pil Macamserta Alat Dalam Rahim (AKDR) dengan Progestin

Pengertian Kontrasepsi Hormonal adalah alat atau obat kontrasepsi yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kehamilan dimana bahan bakunya mengandung preparat esterogen dan progesteron, hormon-hormon ini bekerja sebagai penghambat pengeluaran folicel stimulating   hormon   dan  luiteinizing   hormon   sehingga   proses  konsepsi terhambat.


Sejarah kontrasepsi hormonal dimulai saat Beard (1897) menduga bahwa  korPUS luteum dapat menghambat terjadinya ovulasi. Fellmer pada tahun 1912 mempelajari mamae dan uterus. Moore dan Price mengetahui fungsi kelenjar hifofisis dan esterogen serta progesteron memberikan rangsangan umpan balik.

Laboratorium Syntex pada tahun 1956 menemukan progesteron sintesis dengan nama Norethisterone. Pincus dan Gracia mencoba progesteron sebagai kontrasepsi oral dan hasilnya memuaskan (Manuaba, 2002, hlm.441).


Berdasarkan jenis dan cara pemakaianya di kenal empat macam kontrasepsi hormonal yaitu kontrasepsi pil, kontrasepsi suntikan, implant, dan alat kontrasepsi dalam rahim yang mengandung hormon esterogen.

Kontrasepsi Oral (Pil)

Kontrasepsi oral adalah kontrasepsi untuk wanita yang berbuat tablet, mengandung hormon. Pada dasarnya terdapat dua jenis pil kontrsepsi oral yaitu pil kombinasi dan pil yang berisi hanya progesteron saja.

a. Pil Kombinasi
Merupakan  pil  kontrasepsi oral    kombinasi yang  menggunakan esterogen dan progesteron untuk mencegah kehamilan.


  1. Mekanisme kerja
    Mekanisme kerja pil kombinasi adalah dengan cara menekan gonadotropin releasing hormon.Pengaruhnya pada hifofisis terutama adalah penurunan sekresi luitenezing hormon (LH), dan sedikit folikel stimulating hormon.   Dengan   tidak   adanya   puncak   LH,   maka   ovulasi  tidak terjadi.

    Disamping itu, ovarium menjadi tidak aktif, dan pemasakan folikel terhenti. Lendir sevik juga mengalami perubahan, menjadi lebih kental, gambaran daun pakis menghilang, sehingga penetrasi sperma menurun (Siswosudarmo,et al. 2001, hlm 15).
  2. Jenis pil kombinasi
    Ada tiga jenis pil kombinasi :
    • Pil monofasik, berisi esterogen dan progesteron dalam jumlah sama yang digunakan selama 21 hari.
    • Pil bifastik, adalah pil 21 hari yang berisi esterogen dalam jumlah yang sama selama penggunaan paket tetapi ada pil yang memiliki dua kadar progesteron yang berbeda di dalamnya.Biasanya pil ini di beri kode yang dengan warna yang berbeda.
    • Pil trifasik, adalah pil 21 hari yang berisi jumlah esterogen yang bervariasi (biasanya dua kadar yang berbeda) selama paket penggunaan tetapi memiliki tiga kadar progestero, yang berbeda di dalamnya, yang di beri kode warna.
  3. Efektiffitas
    Pada pemakaian yang seksama, pil kombinasi 99% efektif mencegah kehamilan. Namun, pada pemakaian yang kurang seksama, efektifitasnya masih mencapai 93% (Everett, 2008, hlm.119).
  4. Keuntungan
    • Mudah menggunakannya
    • Cocok untuk menunda kehamilan pertama dari pasangan usia subur yang masih muda
    • Mengurangi dismenoroe pada saat menstruasi
    • Dapat mencegah defisiensi zat besi e). Mengurangi resiko kanker ovarium f). Tidak mempengaruhi produksi ASI
  5. Keterbatasan
    • Harus  diminum setiap hari dan pada waktu yang sama
    • Tidak melindungi diri dari infeksi menular seksual atau HIV /AIDS
    • Tidak dapat diberikan pada wanita yang sedang menyusui karena dapat mengurangi asi (Saifuddin, 2004, hal. MK 29 ) 
  6. Efek samping
    • Gangguan menstruasi 
    • Mual muntah
    • Sakit kepala
    • Berat badan bertambah
    • Sindrom pra menstruasi seperti payudara tegang 
    • Libido berkurang
    • Jerawat
    • Hipertensi(Darney,Speroff,  2005, hlm.90).

b. Kontrasepsi Pil Progestin
Kontrasepsi ini sering juga disebut mini pil. Merupakan pil yang hanya mengandung hormon progesteron, tetapi dosisnya lebih rendah dibandingkan dengan progestin yang ada pada pil kombinasi.

  1. Mekanisme kerja
    Cara kerja utama kontrasepsi ini adalah dengan mengentalkan lendir serviks, sehingga menghambat penetrasi sperma untuk masuk lebih jauh. Disamping itu progestin juga menghambat ovulasi, mengganggu motilitas tuba sehingga sehingga transfortasi sperma terganggu, dan mengganggu perubahan fisiologis endometrium sehingga menghalangi nidasi (Saifuddin, 2004, hlm.MK 47).
  2. Efektifitas
    Bagi ibu yang menyusui, sampai sembilan bulan post partum keefektifan pil mencapai 98,5%. Bagi ibu yang tidak menyusui dan sedang dalam masa interval turun menjadi 96% (Siswosudarmo, et al.2001, hlm.18).
  3. Keuntungan
    Manfaat pil ini sama dengan pil kombinasi, selain itu pil ini lebih kecil menyebabkan peningkatan tekanan darah dan nyeri kepala. (Cunningham,et al.2006, hlm 1712).
  4. Keterbatasan
    • Harus diminum setiap hari dan pada waktu yang sama
    • Tidak melindungi diri dari infeksi menular seksual atau HIV /AIDS c).  Bila lupa satu pil dapat meningkatkan resiko kehamilan
    • Efektivitas berkurang jika digunakan bersamaan dengan obat tuberkolosis (Saifuddin, 2004, hal. MK 49 )
  5. Efek samping
    • Hampir 30-60% mengalami gangguan haid. 
    • Perubahan berat badan.
    • Mual. 
    • Payudara tegang.
    • PUSing.
    • Resiko kehamilan ektopik tinggi (4 dari 100 kehamilan). g). Jerawat (Saifuddin, 2004, hlm.MK 49).

Kontrasepsi Suntikan

Kontrasepsi suntikan adalah kontrasepsi untuk wanita yang diberikan dalan bentuk suntikan yang mengandung hormon. Terdapat dua jenis suntikan kontrsepsi oral yaitu suntikan kombinasi dan suntikan progestin.

a. Suntikan Kombinasi
Suntikan kombinasi adalah kontasepsi kombinasi esterogen dan progesteron   yang di berikan secara I.M.

  1. Jenis suntikan kombinasi
    Ada dua jenis kontrasepsi suntikan kombinasi :
    • Suntikan kombinasi yang berisi 25 mg depo medroksiprogesteron asetat  dan 5 mg estradiol spinoat yang diberikan injeksi I.M. sebulan sekali atau yang biasa di sebut cyclofem.
    • Suntikan yang berisi 50 mg noretrindon enantat dan 5 mg estradiol vaerat yang di beri secara I.M. sebulan sekali.
  2. Cara kerja
    Mekanisme kerja kontrasepsi ini adalah dengan cara menekan ovulasi. Membuat lendir serviks menjadi kental sehingga penetrasi sperma terganggu, Perubahan pada endrometrium sehingga implantasi terganggu, Menghambat transfortasi gamet oleh tuba.
  3. Effektifitas
    Sangat efektif 0,1 – 0,4 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama   penggunaan (Saifuddin,et al. 2004, hlm.MK 33)
  4. Keuntungan
    • Mengurangi jumlah perdarahan.
    • Mengurangi nyeri saat haid.
    • Mencegah anemia.
    • Khasiat terhadap kanker ovarium dan kanker endometrium.
    • Mencegah kehamilan ektofik.
    • Mengurangi penyakit payudara dan kista ovarium.
    • Mencegah kehamilan ektofik dan penyakit radang panggul.
  5. Keterbatasan
    • Ketergantungan klien terhadap pelayanan kesehatan.klien harus kembali setiap 30 hari untuk mendapat suntikan
    • Efektifitas berkurang jika digunakan bersama dengan obat-obatan epilepsi 
    • Tidak menjamin terhadap penularan penyakit menular seksual
  6. Efek samping
    • Terjadi perubahan pola haid, seperti tidak teratur, spotting, atau perdarahan selama 10 hari.
    • Sakit akibat suntikan.
    • Mual, sakit kepala, nyeri payuda ringan, dan keluhan ini akan hilang  setelah suntikan ke dua dan ke tiga.
    • Penambahan berat badant(dapat ditunkan dengan olah raga dan  pengaturan makanan)(Saifuddin,et al. 2004, hlm.MK 33).

b. Suntikan Progesteron
Suntikan progesteron adalah kontrasepsi yang berisi hormon progesteron yang di berikan secara I.M.

  1. Jenis suntikan progestin
    Ada dua jenis kontrasepsi suntikan yang berisi progestin :
    • Depo medrosiprogesteron asetat (DMPA), mengandung 150 mg DMPA, yang di berikan tiga bulan secara I.M.
    • Depo noretisteron enantat (Depo Noristerat), yang mengandung 200 mg noretindron enantat, diberikan setiap 2 bulan secara I.M.
  2. Cara kerja
    Sebagai derivat progesteron, kerjanya sebagai berikut, mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma, menjadikan selaput lendir tipis dan atropi, menghambat transportasi gamet oleh tuba
  3. Effektifitas
    Kedua kontasepsi ini mempunyai efektivitas yang tinggi, dengan 0,3 kehamilan per 100 perempuan-tahun, jika penyuntikan dilakukan secara teratur.
  4. Keuntungan
    • Efektivitas tinggi
    • Tidak mengganggu ASI
    • Tidak ditemukan efek samping yang disebabkan esterogen seperti mual
    • Menurunkan terjadinya penyakit kangker payudara
    • Mencegah radang panggul
    • Mencegah kanker endometrium dan KET (Saifuddin,et al. 2004, hlm.MK 41)
  5. Keterbatasan
    Keterbatasan suntikan progestin sama dengan suntikan kombinasi(Saifuddin,et al. 2004, hlm.MK 41).
  6. Effek samping
    • Perdarahan yang tidak menentu
    • Terjadinya amenore yang berkepanjangan
    • Berat badan bertambah
    • Sakit kepala
    • Rasa sakit akibat suntikan
    • Kembalinya kesuburan lama (Hartanto, 2004, hlm.26).
Implant adalah jenis kontrasepsi dalam bentuk kapsul yang mengandung hormon progesteron yang dimasukkan di bawah kulit.

a. Mekanisme kerja

  1. Membuat lendir serviks lebih kental, sehingga mengganggu penetrasi spermatozoa untuk masuk lebih dalam lagi.
  2. Mengganggu motilitas tuba, sehingga transport sperma maupun sel telur terganggu.
  3. Mengganggu kapasitas sperma sehingga kemampuan membuahi menurun.
  4. Mengganggu pemasakan endometrium sehingga mengganggu implantasi sel telur.
  5. Mengganggu keseimbangan hormon esterogen, progesteron, dan gonadotropin, sehinnga menghambat ovulasi (Siswosudarmo,et al. 2001, hlm 25 ).

b. Jenis – jenis implant

  1. Norplan
    Terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang 3,4 cm, dengan diameter 2,4 mm, yang di isi dengan 36 mg levonolgestrel dengan lama kerjanya 5 tahun.
  2. Implanon
    Terdiri dari satu batang putih lentur dengan panjang kira – kira 40 mm, dan siameter 2 mm, yang di isi dengan 68 mg 3-keto-desogestrel dan lama kerjanya 3 tahun.
  3. Jedena dan indoplan
    Terdiri dari 2 batang yang di isi dengan 75 mg levonolgester  dengan  lama kerjanya  3 tahun.

c. Efektifitas
Kontasepsi implan ini sangat efektif 0,2 – 1 kehamilan per 100 perempuan.

d. Keuntungan

  1. Efektifitas tinggi.
  2. Tidak mengganggu ASI.
  3. Mengurangi nyeri haid.
  4. Mengurangi jumlah darah haid
  5. Mengurangi resiko penyakit radang panggul.
  6. Menurunkan angka kejadian endometriosis .
  7. Menurunkan kejadian kanker payudara.

e. Keterbatasan

  1. Memerlukan tindakan pembedahan minor
  2. Tidak memberikan efek protektif  terhadap infeksi menular seksual
  3. Klien tidak dapat menghentikan sendiri penggunaan sesuai dengan keinginannya, akan tetapi harus pergi ke klinik untuk pencabutan.
  4. Efektifitas menururun jika digunakan bersama obat-obat tuberkolosis.

f. Effek samping

  1. Gangguan siklus menstruasi (amenoroe, spotting)
  2. Infeksi tempat implantasi
  3. Nyeri kepala.
  4. Perubahan berat badan.
  5. Mual.
  6. Jerawat.
  7. Nyeri payudara (Hartanto, 2006, hlm.29).

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dengan Progestin

Jenis AKDR ini di sebut juga sistem intra uterus penghasil levonogestrel (levonegestrel-releasing intra uterin system; LNG-IUS). Dimana alat ini terdiri dari sebuah rangka nova T dengan sebuah kolom LNG di dalam suatu membran (yang berfungsi membatasi pengeluaran zat) yang membungkus batang vertikal alat.Alat ini mengandung 52 mg LNG yang dilepaskan dengan kecepatan 20 μg / hari. Jenis kontrasepsi ini efektif selama 10 tahun (Glasier, Gabbie, 2006 hlm 119).

a. Mekanisme kerja

  1. Mencegah terjadinya pembuahan dengan mengeblok bersatunya ovum dengan sperma.
  2. Mengurangi jumlah sperma yang mencapai tuba fallopi.
  3. Menginaktifkan sperma.
  4. Endometrium mengalami atrofi, sehingga mengganggu implantasi.

b. Efektivitas
Sangat efektif, yaitu 0,5 – 1 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama penggunaan.

c. Keuntungan

  1. Efektif  dengan proteksi panjang (satu tahun).
  2. Tidak berpengaruh tehadap ASI.
  3. Kesuburan segara kembali setelah AKDR di buka.
  4. Efek samping kecil .
  5. Mengurangi nyeri haid ( Saifuddin,et al.2004 hal MK 62).

d. Keterbatasan

  1. Diperlukan pemeriksaan dalam dan penyaringan infeksi sebelum pemasangan AKDR
  2. Diperlukan tenaga ahli untuk pemasangan dan pencabutan
  3. Klien tidak dapat menghentikan sendiri setiap saat
  4. Mahal

e. Effek samping

  1. Dapat menyebabkan infeksi jika pemasangan tidak menggunakan akseptik yang benar.
  2. AKDR dapat berpindah ke luar rongga rahim (angka kejadian 3%-10% pada tahun pertama pemakaian.
  3. Menstruasi lebih banyak dan lebih lama (Glasier,Gabbie, 2006 hlm 122-124).
  4. Dapat terjadi perporasi uterus saat insersi.
  5. Memperbesar resiko penyakit radang panggul.
  6. Memperburuk perjalanan penyakit kanker payudara.
  7. Perogesteron dapat memicu pertumbuhan mioma uterus ( Saifuddin,et al. 2004 hal MK 63).

Daftar Pustaka Makalah Kontrasepsi Hormonal 


Manuaba, I. B. (2002). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, Jakarta : EGC

Saifuddin, B. A., et al. (2004). Buku Panduan Pelayanan Kontrasepsi, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.

Speroff, L., Darney, P. (2003). Pedoman Klinis Kontrasepsi, Edisi 2, Jakarta: EGC Syarief, S. (2008). kontrasepsi hormonal http//www.mucrojiahmad.com

Cunningham, F. G., et al. (2005). Obstetri Williams, Edisi 21, Jakarta : EGC

Hartanto. (2006). Ragam Metode Kontrasepsi, Jakarta : EGC

Glasier, A., Gebbie, A. (2005). Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Jakarta: EGC

Pengertian Kontrasepsi Hormonal Suntik Implant Oral Pil Macamserta Alat Dalam Rahim (AKDR) dengan Progestin Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment