Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Tuesday, 20 October 2015

Pengertian Nuklir Sejarah Penemuan dan Manfaat Bahaya Dampak Positif dan Negatif

Pengertian Nuklir adalah Kata nuklir mungkin sudah tidak asing lagi didengar. Nuklir, sebuah kata yang saat ini banyak diberitakan di media cetak maupun elektronik terkait Korea Utara yang telah melakukan ujicoba nuklirnya pada 12 Pebruari 2013  silam. Istilah nuklir mulai dikenal masyarakat dunia setelah terjadinya serangan bom nuklir  di  kota  Hiroshima  dan  Nagasaki  pada  6  dan  9 Agustus1945(“Serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki” sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_bom_atom_di_Hiroshima_dan_Nagasaki terakhir diakses tanggal 14 Juni 2013 pukul 13:59 WIB) yang meluluhlantakkan kedua kota tersebut dalam sekejap dan menimbulkan ribuan orang tewas akibat luka dan sakit sebagai akibat dari radiasi yang dikeluarkan  oleh bom serta menimbulkan kerusakan lingkungan hidup.

Akibat dari peristiwa tersebut, sebagian orang seringkali mengkaitkan pengertian nuklir ini dengan sesuatu yang sangat berbahaya. Dalam hal ini, yang semakin membuat orang semakin resah adalah dengan adanya penggunaan teknologi nuklir yang dapat membunuh manusia. Sebagian orang secara langsung mendefinisikan   bahwa   nuklir   adalah   senjata   nuklir (Negara     pemilik     senjata     nuklir     yang     dikonfirmasi       adalah Amerika Serikat, Rusia, Britania        Raya (Inggris), Perancis, Republik        Rakyat       Cina, India, Korea Utara dan Pakistan. Selain itu, negara Israel dipercayai mempunyai senjata nuklir, walaupun tidak diuji   dan Israel enggan    mengkonfirmasi    apakah    memiliki    senjata    nuklir    ataupun   tidak. Sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Senjata_nuklir terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 00:35 WIB) itu   sendiri.   Hal   ini disebabkan teknologi nuklir yang kita miliki sudah cukup untuk membuat benda (bom) yang memiliki daya ledak yang sangat besar. “Apa          itu          Nuklir…!!”          sebagaimana        dimuat         dalam http://www.warintek.ristek.go.id/nuklir/difinisi_nuklir.html terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 00:44 WIB

Selain itu, bayangan buruk peristiwa ledakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl pada tanggal 26 April 1986(“Bencana Chernobyl” sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Bencana_Chernobyl terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 00:51 WIB) yang juga menelan  banyak korban jiwa serta timbulnya radiasi nuklir yang mengakibatkan kerugian dimana jumlah pekerja yang dilibatkan untuk menanggulangi bencana ini   sekitar 500.000 orang, dan menghabiskan dana sebesar 18 miliar rubel dan  mempengaruhi ekonomi Uni Soviet(“From  interviews with Mikhail  Gorbachev, Hans  Blix and Vassili  Nesterenko. The Battle of Chernobyl. Discovery Channel. Relevant video locations: 31:00, 1:10:00.” Dikutip dari sumber “Bencana Chernobyl” sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Bencana_Chernobyl terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 00:51 WIB) serta terjadinya sejumlah kematian setelah peristiwa tersebut. Kejadian tersebut menimbulkan stigma bahwa nuklir itu adalah sesuatu yang berbahaya tanpa mengetahui dengan pasti apa itu nuklir dan manfaat positif yang dimilikinya.
Dalam   pengertian   umum,   nuklir   adalah   berhubungan   dengan    atau menggunakan  inti  atau energi  (tenaga) atom. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Jakarta: Balai Pustaka, 1989), hlm. 618

Segala  sesuatu  yang berkaitan dengan nuklir adalah berhubungan dengan atom. Atom merupakan bagian terkecil dari suatu benda yang terdiri atas proton, neutron dan elektron. Nuklir  merupakan inti atom yang tersusun dari proton dan neutron, namun proton dan neutron ini juga tersusun dari beberapa partikel yang jauh lebih kecil bernama kuark.  Ngarayana.     “Nuklir     Untuk     Kehidupan”     sebagaimana   dimuat    dalam http://www.batan.go.id/psjmn/?p=137 terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 2:23 WIB

Kejadian pada kehidupan sehari-hari, fenomena alam, jarang sekali berkaitan dengan reaksi nuklir. Hampir semuanya melibatkan gravitasi dan elektromagnetik. Keduanya adalah bagian dari empat gaya dasar dari alam, dan bukanlah yang terkuat. Namun dua lainnya, gaya nuklir lemah dan gaya nuklir kuat adalah gaya yang bekerja pada range yang pendek dan tidak bekerja di luar inti atom. Inti atom terdiri dari muatan positif yang sesungguhnya akan saling menjauhi jika tidak ada suatu gaya yang menahannya. “Teknologi Nuklir” sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_nuklir terakhir diakses tanggal 14 Juni 2013 pukul 14:24 WIB

Dalam fisika nuklir, dikenal dengan dua reaksi nuklir yakni reaksi fusi dan reaksi fisi. Jika inti atom bertabrakan, dapat terjadi fusi nuklir. Proses ini akan melepas atau menyerap energi. Ketika inti  atom hasil  tabrakan  lebih  ringan  dari besi, maka pada umumnya fusi nuklir melepaskan energi. Ketika inti atom hasil tabrakan lebih berat dari besi, maka pada umumnya fusi nuklir menyerap energi.“Teknologi Nuklir” sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_nuklir terakhir diakses tanggal 14 Juni 2013 pukul 14:40 WIBFusi nuklir (reaksi termonuklir) adalah sebuah  proses  saat  dua inti  atom bergabung, membentuk inti atom yang lebih besar dan melepaskan energi. Fusi nuklir merupakan sumber energi yang menyebabkan bintang bersinar dan bom hidrogen meledak. “Fusi  nuklir”  sebagaimana  dimuat  dalam  http://id.wikipedia.org/wiki/Fusi_nuklir terakhir diakses tanggal 14 Juni 2013 pukul 14:42 WIB

Fisi nuklir adalah proses pembelahan inti menjadi bagian-bagian yang hampir setara, dan melepaskan energi dan neutron dalam prosesnya. Jika neutron ini ditangkap oleh inti lainnya yang tidak stabil, inti tersebut akan membelah juga dan memicu reaksi berantai.“Teknologi Nuklir” sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_nuklir terakhi diakses tanggal 14 Juni 2013 pukul 15:08 WIB Reaksi fisi nuklir adalah reaksi pembelahan inti atom (nukleus) akibat tubrukan inti atom lainnya sehingga menghasilkan energi dan atom baru yang mempunyai massa lebih kecil dan juga radiasi elektromagnetik. Kalau reaksi fisi menghasilkan radiasi elektromagnetik(Radiasi adalah energi yang dipancarkan dalam bentuk partikel atau gelombang. Jika suatu inti tidak stabil, maka inti mempunyai kelebihan energy dan tidak dapat bertahan sehingga inti akan melepaskan kelebihan energi dan mungkin melepaskan satu atau dua atau lebih partikel atau gelombang sekaligus. Setiap inti yang tidak stabil akan mengeluarkan energi atau partikel radiasi yang berbeda. Dikutip dari sumber “Pengenalan Radiasi” sebagaimana dimuat dalam http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/1-2.htm terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 12:36 WIB),   maka reaksi fusi menghasilkan radiasi sinar alfa, beta dan gamma.( “Reaksi  Nuklir”,  dikutip  dari   sumber  http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_nuklir, terakhir diakses tanggal 12 April 2013 pukul 09:56 WIB)  Ketiga jenis radiasi terjadi secara alami dimana radiasi sinar gamma adalah yang paling berbahaya  dan sulit ditahan.

Nuklir merupakan benda misterius yang mana manusia selalu berusaha untuk menguak rahasianya. Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meneliti teknologi nuklir tersebut. Albert Einstein (1879-1955), melalui teori Relativitas Khusus mengungkapkan bahwa massa dapat dianggap sebagai bentuk lain dari energi. Menurut Einstein, jika entah bagaimana massa diubah menjadi energi, dan akan mungkin untuk membebaskan sejumlah besar energi. Hal ini kemudian diteliti dan dikembangkan oleh ilmuwan-ilmuwan lain dan akhirnya menemukan energi nuklir dengan berbagai pengaplikasian teknologi nuklir tersebut. Akan  ada banyak manfaat yang diperoleh manusia jika teknologi nuklir ini dimanfaatkan secara benar.

Awal penemuan nuklir oleh manusia adalah ketika Wilhem K. Roentgen (1845-1923), fisikawan berkebangsaan Jerman, pada tahun 1895 menemukan  jenis sinar yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Karena belum dikenal, maka sinar ini diberi nama sinar X. Untuk menghargai jasa beliau dalam penemuan  sinar  X  tersebut  maka  sinar  tersebut  dinamai  juga  sebagai     sinar Roentgen. Mukhlis Akhadi. “Memahami Asas Optimalisasi dalam Proteksi Radiasi”. Buletin ALARA Vol. 1 No. 1, Agustus 1997. Hlm. 1

Setelah penemuan sinar X, berselang satu tahun ditemukanlah gejala radioaktivitas oleh ahli fisika Perancis, Antonie Henri Becquerel ketika ia melakukan percobaan plat-plat fotonya diburamkan oleh sinar dari uranium(Unsur Uranium (U) pertama kali juga ditemukan oleh Antonie Henri Becquerel.) dimana selanjutnya bahan yang memiliki sifat yang sama lebih dikenal dengan istilah bahan radioaktif. Pada tahun 1898, pasangan suami-istri berkebangsaan Perancis, Pierre Curie (1859-1905) dan Marie Curie (1867-1905) memulai proyek yang berujung pada penemuan unsur baru yaitu Polonium (Po) dan Radium (Ra)( “Sejarah    Perkembangan    Nuklir    di    Dunia”    sebagaimana    dimuat    dalam http://www.infonuklir.com/read/detail/198/sejarah-perkembangan-nuklir-di-dunia terakhir diakses tanggal 12 April 2013 pukul 10:32 WIB) yang dapat memiliki sifat yang sama dengan unsur Uranium (U)(Polonium (Po), Radium (Ra) dan Uranium (U) mampu memancarkan radiasi secara spontan).

Pada tahun 1902, seorang ahli fisika berkebangsaan Inggris, Ernest Rutherford (1871-1937) dan ahli kimia Frederick Soddy (1877-1956) menerangkan peluruhan radioaktif yang mengubah unsur seperti radium menjadi unsur lain sambil menghasilkan energi. Hingga akhirnya berselang tiga tahun, Albert Einstein (1879-1955) berkebangsaan Jerman, menunjukkan kesetaraan massa dan energi dalam persamaan  , sebagai bagian dari Teori Kenisbian (Relativity) Khusus. Persamaan ini bahkan meramalkan bahwa energi yang    amat besar terkunci di dalam materi dan dapat dilepaskan.

Pada tahun 1910, Soddy mengusulkan adanya isotop - bentuk unsur yang memiliki sifat-sifat kimia sama tetapi berat atomnya berbeda. Pada tahun 1911, Rutherford, dengan menggunakan partikel alfa, menyelidiki bagian dalam atom dan menemukan intinya yang berat. Pada tahun 1913, Francis William Aston (1877-1945), ahli kimia berkebangsaan Inggris, secara meyakinkan menunjukkan adanya isotop. Ahli fisika Denmark, Niels Henrik David Bohr (1885-1962) mengajukan teorinya berdasarkan apa yang telah ditemukan oleh Rutherford dan teori kuantum ahli fisika Jerman, Max Planck (1858-1947). Pada tahun 1919, Rutherford menunjukkan perubahan nitrogen menjadi oksigen dan hidrogen setelah dibentur oleh partikel alfa. Ini adalah reaksi nuklir pertama yang diamati oleh manusia.

Pada tahun 1928, dalam langkah-langkah pertama ke arah pemahaman dasar mengenai nuklir, Edward Condon (1902-1974), Ronald Wilfred Gurney (1898-1953) dan George Gamow (1904-1968), orang Amerika yang lahir di  Rusia,  dalam  penyelidikan  tersendiri,  menerangkan  bagaimana  partikel     alfa dipancarkan dari inti. Deuterium, isotop berat hidrogen yang kemudian dipakai dalam bom hidrogen (bom-H) yang pertama, ditemukan ahli kimia Amerika, Harold Urey (1893-1981) pada tahun 1931.

Berselang satu tahun, ahli fisika Inggris John Cockroft (1897-1967) dan ahli fisika Irlandia Ernest Walton (1903-1995) bekerja sama dalam mengubah litium menjadi inti helium, memakai proton yang dipercepat dengan alat pemecah atom sederhana. Ini merupakan pembuktian ekperimental yang pertama terhadap rumus  Einstein,    .   Neutron,   partikel   penyusun   atom  yang  ternyata merupakan  kunci  ke  arah  pembelahan  inti,  ditemukan  oleh  ahli  fisika Inggris James Chadwick (1891-1974).

Pada tahun 1933, Irene Joliot-Curie (1897-1956) yang merupakan anak dari Marie dan Pierre Curie bersama suaminya Frederic Joliot-Curie (1900-1958), ahli fisika Perancis, menunjukkan bahwa beberapa atom yang stabil, mengalami reaksi nuklir bila dibentur oleh partikel alfa dan berubah menjadi isotop tak stabil berumur pendek. Inilah keradioaktifan berumur buatan pertama.

Pada tahun 1938, Hans Bethe (1906-2005) di Amerika Serikat berteori bahwa energi matahari berasal dari reaksi fusi, suatu proses yang memadukan dua inti ringan dan melepaskan energi yang jumlahnya besar. Istilah reaksi ini yang kini menghasilkan ledakan bom-H. Pada tahun 1939, Otto Hahn (1879-1968) dan Fritz Strassmann (1902-1980) di Berlin menembaki uranium dengan neutron dan menemukan unsur Barium (Ba) yang lebih ringan sebagai hasil dari reaksi itu, tetapi tidak dapat menjelaskan percobaan munculnya Barium (Ba) tersebut. Pelarian   Jerman,   Otto   Frisch   (1904-1979)   dan   Lise   Meitner  (1878-1968) menjelaskan percobaan Hahn dan Strassmann tentang fisi adalah pembelahan suatu inti berat menjadi inti-inti yang lebih ringan, misalnya inti barium, dengan melepaskan banyak energi. Frederic Joliot-Curie menunjukkan bahwa fisi satu atom uranium oleh satu neutron menghasilkan dua atau tiga neutron bebas. Ini menyarankan kemungkinan reaksi berantai. Dalam reaksi ini neutron baru melanjutkan dan memperluas reaksi yang dimulai oleh pembenturan neutron awal. Bohr  meramalkan  bahwa  uranium-235  akan  membelah  bila  ditembak neutron, tetapi U-235 sangat langka(Uranium-235 adalah isotop  uranium yang  ketersediaannya  hanya  sekitar  0,72%   dari uranium alam . Uranium-235 adalah fisil berbeda dengan Uranium-238 dimana ia dapat mempertahankan fisi reaksi berantai . Ini adalah satu-satunya isotop fisil yang ditemukan dalam jumlah yang signifikan di alam.). Albert Einstein di Amerika Serikat pada Lembaga Penelaahan Lanjut memperingatkan Presiden Roosevelt akan bahaya militer dari energi atom.

Pada tahun 1940, para ahli kimia di Universitas California yang dipimpin oleh Glenn Seaborg (1912-1999) dan Edwin McMillan (1907-1991) menemukan plutonium, hasil penembakan U-238 yang radioaktif, dan pengganti yang baik dari U-235 yang langka. Metode difusi gas untuk memisahkan isotop-isotop uranium dikembangkan   di   Universitas   Kolombia.   Berselang   dua   tahun,     dibawah pengarahan  Enrico  Fermi  (1901-1954)  reaktor nuklir(Reaktor nuklir adalah tempat dimana reaksi nuklir dapat berlangsung secara terkendali.) pertama  dibangun, dan pada tanggal 2 Desember 1942, berlangsung reaksi berantai pertama dalam  proyek yang diprakarsai dan dikoordinasi oleh Arthur Holly Compton (1892- 1962).

Suatu program atom militer Amerika Serikat dengan nama “Manhattan Project”, dibentuk dibawah pimpinan Mayor Jenderal Leslie R. Groves. Di Oak Ridge, Tennessee, spektrometer massa dipergunakan untuk memproduksi U-235 murni di bawah pengarahan Ernest Orlando Lawrence (1901-1958).  Pembangunan laboratorium bom atom dimulai di Los Alamos, New Mexico, di bawah pengarahan Julius Robert Oppenheimer (1904-1967).(“Sejarah    Perkembangan    Nuklir    di    Dunia”    sebagaimana    dimuat    dalam http://www.infonuklir.com/read/detail/198/sejarah-perkembangan-nuklir-di-dunia terakhir diakses tanggal 12 April 2013 pukul 10:32 WIB)

Pada tahun 1943, reaktor-reaktor dibangun di Hanford, Washington, untuk memproduksi plutonium. Akhirnya bom atom pertama diletuskan di Alamogordo, New Mexico, pada 16 Juli 1945. Bom atom pertama yang dibuat dan digunakan untuk kepentingan militer menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki pada   tanggal 6 dan 9 Agustus yang menandakan berakhirnya Perang Dunia II dengan mengalahnya pemerintahan Jepang kepada sekutu.


Implikasi Penemuan Nuklir

Penemuan nuklir merupakan salah satu penemuan besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Sejak dikembangkannya reaktor nuklir oleh Enrico Fermi, semakin banyak teknologi baru yang tercipta dari teknologi nuklir serta pemanfaatan radiasi dari teknologi nuklir yang tidak hanya membahayakan tetapi juga dapat memberi manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh manusia.

1. Dampak Positif
Pemanfaatan nuklir merupakan salah satu alternatif dalam penyediaan pasokan energi. Penggunaan energi nuklir akan berdampak pada penghematan bahan bakar fossil berupa gas, minyak bumi, dan batubara, dimana dulu   sebagian besarnya digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Dengan menggunakan energi nuklir untuk menghasilkan listrik akan mengurangi perlunya membakar bahan bakar ini, sehingga cadangannya dapat bertahan lama. Hal ini juga berdampak langsung pada perlindungan lingkungan.

Energi nuklir adalah tipe teknologi nuklir yang melibatkan penggunaan reaksi fisi nuklir secara terkendali untuk melepaskan energi, termasuk propulsi, panas, dan pembangkit energi listrik. Energi nuklir diproduksi oleh reaksi nuklir terkendali yang menciptakan panas yang lalu digunakan untuk memanaskan air, memproduksi uap, dan mengendalikan turbin uap. Turbin ini digunakan untuk menghasilkan energi listrik dan/ atau melakukan pekerjaan mekanis. “Teknologi Nuklir” sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_nuklir terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 01:13 WIB

Energi nuklir telah memainkan peran signifikan dalam suplai listrik dunia dan sumber utama listrik di sejumlah negara. Produksi listrik dunia dari nuklir tumbuh cepat dan kini menyumbang hampir seperlima listrik yang dibangkitkan  di negara-negara industri atau 17% pada produksi listrik dunia, dan berkisar 5% konsumsi energi primer dunia.( Biro Kerjasama, Hukum dan Hubungan Masyarakat Badan Tenaga Nuklir    Nasional, “Nuklir, Energi Masa Depan”, http://www.batan.go.id/bkhh/index.php/artikel/13-nuklir-masa- depan.html, terakhir diakses tanggal 12April 2013) Dalam penggunaannya sebagai sumber energi juga terbilang aman karena selain dapat menghasilkan jumlah energi yang sangat besar dibandingkan pembangkit lainnya, energi nuklir juga tidak mencemari udara dan menghasilkan sedikit limbah padat serta tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca selama operasi normal dengan dan biaya operasional yang lebih rendah. Jelly Leviza, “Pengenalan Konvensi/ Peraturan Internasional Ketenaganukliran”, makalah disampaikan dalam seminar tentang ketenaganukliran pada tanggal 27 November 2007 di Fakultas Hukum USU, Medan, hlm. 12

Dalam aplikasinya, nuklir bisa dimanfaatkan untuk kedokteran, pertanian dan peternakan, hidrologi, industri, serta pangan. Dalam dunia medis, pengaplikasian teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk diagnosa. Radioisotop merupakan bagian yang sangat penting pada proses diagnosis suatu penyakit. Dengan bantuan peralatan pembentuk citra (imaging devices) dengan memanfaatkan instrumen yang disebut dengan SPECT  (Single Photon   Emission

Computed Tomography)SPECT (Single Photon Emission Computed Tomography) atau Pesawat Gamma Kamera adalah teknik pencitraan menggunakan sinar gamma . Hal ini sangat mirip dengan konvensional kedokteran nuklir planar pencitraan menggunakan kamera gamma . Namun, ia mampu memberikan informasi 3D yang sesungguhnya. Informasi ini biasanya disajikan sebagai irisan cross-sectional melalui pasien, tetapi dapat bebas diformat ulang atau dimanipulasi sesuai kebutuhan. Dikutip dari sumber “Single photon pmission computed tomography” sebagaimana dimuat dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Single-photon_emission_computed_tomography terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 9:42 WIB  dapat dilakukan penelitian proses biologis yang   terjadi dalam tubuh manusia. Salah satu radioisotop yang sering digunakan adalah technisium-99m(Technetium-99m adalah metastabil isomer nuklir dari teknesium-99 dilambangkan dengan 99m Tc. Digunakan dalam puluhan juta prosedur diagnostik medis setiap tahunnya.  Dikutip dari “Technetium-99m” sebagaimana dimuat dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Technetium-99m terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 11:33 WIB), yang dapat digunakan untuk mempelajari metabolisme  jantung, hati, paru-paru, ginjal, sirkulasi darah dan struktur tulang. Tujuan lain  dari penggunaan di bidang diagnosis adalah untuk analisis biokimia yang disebut radio-immunoassay. Teknik ini dapat digunakan untuk mengukur konsentrasi hormon, enzim, obat-obatan dan substansi lain dalam darah. Pusat Pendidikan dan Latihan Badan Tenaga Atom Nasional. “Pengenalan Radiasi” sebagaimana dimuat dalam http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/3-2.htm terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 12:46 WIB

Manfaat lain dari teknologi nuklir dalam dunia kesehatan adalah terapi radiasi. Penggunaan radioisotop di bidang pengobatan yang paling banyak adalah untuk  pengobatan  kanker,  karena  sel  kanker sangat  sensitif  terhadap   radiasi.

Masyarakat kedokteran menggunakan radioisotop Radium untuk pengobatan kanker dan lebih dikenal dengan brakiterapi. Sedangkan para pakar seringkali menyebut aplikasi untuk terapi sumber radioisotop terbuka ini disebut sebagai endoradioterapi.  “Dampak Positif dan Negatif dari Nuklir”, dikutip dari sumber http://www.artikelkedokteran.com/109/%E2%80%9Cdampak-positif-dan-negatif-dari nuklir%E2%80%9D.html diakses tanggal 12 April 2013 pukul 21:47 WIB Manfaat lainnya adalah dimana dewasa ini banyak peralatan kedokteran yang disterilkan menggunakan radiasi gamma dari Co-60. Metode sterilisasi ini lebih ekonomis dan lebih efektif dibandingkan sterilisasi menggunakan uap panas, karena proses yang digunakan merupakan proses dingin, sehingga dapat digunakan untuk benda-benda yang sensitif terhadap panas seperti bubuk, obat salep, dan larutan kimia. Keuntungan lain dari sterilisasi dengan menggunakan radiasi adalah proses sterilisasi dapat dilakukan setelah benda tersebut dikemas dan masa penyimpanan benda tersebut tidak terbatas sepanjang kemasannya tidak rusak. Pusat Pendidikan dan Latihan Badan Tenaga Atom Nasional. “Pengenalan Radiasi” sebagaimana dimuat dalam http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/3-2.htm terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 12:52 WIB

Pada  aplikasi  industri  dalam  eksplorasi  minyak  dan  gas,    penggunaan teknologi nuklir berguna untuk menentukan sifat dari bebatuan sekitar seperti porositas dan litografi. Teknologi ini melibatkan penggunaan neutron atau sumber energi sinar gamma dan detektor radiasi yang ditanam dalam bebatuan yang akan diperiksa. Pada konstruksi jalan, pengukur kelembaban dan kepadatan yang menggunakan nuklir digunakan untuk mengukur kepadatan tanah, aspal, dan beton.   Biasanya   digunakan   cesium-137   sebagai   sumber   energi nuklirnya. “Teknologi Nuklir” dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_nuklir terakhir diakses tanggal 12 April 2013 pukul 21:50 WIB

Radioisotop yang memancarkan radiasi gamma dan pesawat sinar-X dapat digunakan untuk “melihat” bagian dalam dari hasil fabrikasi, seperti hasil pengelasan atau hasil pengecoran, untuk melihat apakah produk tersebut mempunyai cacat atau tidak, dan memeriksa isi dari suatu kemasan/bungkusan tertutup, misalnya pemeriksaan bagasi di pelabuhan dan bandara. (Pusat Pendidikan dan Latihan Badan Tenaga Atom Nasional. “Pengenalan Radiasi” sebagaimana dimuat dalam http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/3-2.htm terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 12:54 WIB)

Teknologi  nuklir  dapat  juga  digunakan  dalam  dunia  pertanian     untuk mengefisiensi pemupukan dan pengendalian hama tanaman tanpa mengganggu ekosistem. Radiasi pengion mempunyai kemampuan untuk merubah sel keturunan suatu mahluk hidup, termasuk tanaman. Dengan berdasar pada prinsip tersebut, maka para peneliti dapat menemukan varietas unggul tanaman serta menghasilkan jenis tanaman yang berbeda dari tanaman yang telah ada sebelumnya dan sampai saat ini telah dihasilkan 1800 jenis tanaman baru. Radiasi nuklir juga bermanfaat untuk pengawetan makanan agar bahan makanan yang disimpan tidak mudah rusak. Pada teknik pengawetan dengan menggunakan radiasi, makanan dipapari dengan radiasi gamma berintensitas tinggi yang dapat membunuh organisme berbahaya, tetapi tanpa mempengaruhi nilai nutrisi makanan tersebut dan tidak meninggalkan  residu serta  tidak  membuat  makanan  menjadi radioaktif. Teknik iradiasi juga dapat digunakan untuk sterilisasi kemasan. Di banyak negara kemasan karton untuk susu disterilkan dengan iradiasi. Pusat Pendidikan dan Latihan Badan Tenaga Atom Nasional. “Pengenalan Radiasi” sebagaimana dimuat dalam http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/3-2.htm terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 12:46 WIB

Dengan membandingkan konsentrasi unsur karbon yang tidak stabil pada suatu benda dengan benda lainnya, para ahli geologi, antropologi dan arkeologi dapat menentukan umur benda yang mereka temukan. Manfaat teknologi nuklir yang paling sederhana yang paling sering dijumpai oleh manusia adalah seperti yang digunakan dalam detektor asap dengan memanfaatkan radiasi sinar alfa,  serta perpendaran lampu pada tanda-tanda penunjuk jalan serta akurator penembakan pada malam hari dengan menggunakan tritium bersama posfor   pada
rifle. “Teknologi Nuklir” dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_nuklir terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 01:26 WIB

2. Dampak Negatif
Seiring perkembangan teknologi masa kini, teknologi nuklir membawa banyak perkembangan di dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan berkembangnya teknologi nuklir, membawa perubahan yang sangat signifikan pada kehidupan umat manusia akan tetapi selain memberikan pengaruh yang positif juga menimbulkan efek negatif pula.

Dalam fisika nuklir, energi nuklir tercipta dari sebuah proses yang mana dua partikel nuklir bertubrukan akibat dari reaksi nuklir. Pada prinsipnya bukan hanya   dua   partikel   yang   bisa   bertubrukan   sehingga   menghasilkan  energi, melainkan  lebih  dari  dua  partikel  namun  kejadian itu  sangat  jarang.  Fuad Rofiqi. “Radiasi Nuklir” sebagaimana dimuat dalam http://fuadrofiqi.blogspot.com/2012/05/radiasi-nuklir.html terakhir diakses tanggal 15 Juni    2013 pukul 13:02 WIB

Proses bertubrukannya dua partikel atom atau lebih inilah yang kemudian menghasilkan ledakan yang maha dahsyat.

Pada awal penemuannya, nuklir dibuat bukan dengan tujuan untuk menciptakan senjata pemusnah massal seperti senjata nuklir, akan tetapi terjadi penyimpangan dalam pemanfaatan penemuan tersebut oleh manusia. Senjata nuklir adalah senjata yang mendapatkan tenaga dari reaksi nuklir dan mempunyai daya pemusnah yang dahsyat, sedangkan bom atom merupakan salah satu tipe senjata nuklir dimana penghasil energi ledakannya hanya berasal dari proses reaksi fisi. Lain halnya dengan bom hidrogen yang memperoleh energi ledakan dari proses reaksi fusi tak terkendali.(“Senjata Nuklir” sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Senjata_nuklir terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 2:10 WIB)  Sekalipun diperoleh melalui proses   reaksi yang berbeda, baik bom atom maupun bom hidrogen tetap merupakan jenis  senjata pemusnah massal. Senjata nuklir kini dapat digunakan dengan menggunakan berbagai cara, seperti melalui pesawat pengebom, peluru kendali, peluru kendali balistik, dan peluru kendali balistik  jarak benua.

Pemanfaatan nuklir melalui pengoperasian reaktor nuklir juga sangat membahayakan dan mengancam keselamatan jiwa manusia jika terjadi kebocoran nuklir dan menyebabkan radiasi. Hal tersebut dapat terjadi karena kesalahan manusia (human error). Jangkauan radiasi nuklir akibat kebocoran tersebut dapat menyebar luas dan berakibat fatal bagi lingkungan dan makhluk hidup yang terkena radiasinya. Radiasi yang diakibatkan oleh reaktor nuklir ini ada dua macam. Yang pertama adalah radiasi langsung yaitu radiasi yang terjadi bila radioaktif yang dipancarkan mengenai langsung kulit atau tubuh manusia. Kedua, radiasi  tak  langsung.  Radiasi  tak  langsung  adalah  radiasi  yang  terjadi   lewat makanan dan minuman yang tercemar zat radioaktif, baik melalui udara, air, maupun media lainnya.

Secara alami, tubuh manusia memiliki mekanisme untuk melindungi diri dari kerusakan sel akibat radiasi maupun zat kimia berbahaya lainnya. Tetapi radiasi yang terlalu tinggi dapat mengalahkan mekanisme perlindungan ini dan akan menimbulkan penularan yang dapat terjadi melalui udara, air, tanah, makanan, serta minuman. Dampak yang ditimbulkan oleh penularan tersebut adalah berupa penyakit yang tanda-tandanya sangat susah dilihat secara langsung sehingga berefek panjang dan ujung-ujungnya mematikan.

Secara umum, ada tiga gejala yang paling menentukan dan sangat mempengaruhi saat terjadinya radiasi nuklir. Ketiganya meliputi total radiasi yang dipejankan, seberapa dekat dengan sumber radiasi, dan yang terakhir adalah seberapa lama korban terpejan oleh radiasi. Faktor tersebut akan menentukan dampak apa yang akan dirasakan para korban. Radiasi yang tinggi bisa langsung memicu  dampak  sesaat  yang  langsung  bisa  diketahui,  sementara  radiasi yang tidak disadari bisa memicu dampak jangka panjang yang biasanya malah lebih berbahaya. DAMPAK RADIASI NUKLIR TERHADAP KESEHATAN MANUSIA (Kasus Kebocoran Reaktor Nuklir Fukushima, Jepang) dikutip dari sumber http://hendrikagussaputra1.blogspot.com/2012/12/dampak-radiasi-nuklir-terhadap.html terakhir diakses tangga 1 Mei 2013 pukul 00:46 WIB

Dampak sesaat akibat radiasi tinggi di sekitar reaktor nuklir adalah mual muntah, diare, sakit kepala, dan demam. Sedangkan dampak yang muncul setelah beberapa hari terkena radiasi nuklir adalah pusing, mata berkunang-kunang, disorientasi atau bingung menentukan arah, lemah, letih, tampak lesu,  kerontokan rambut, muntah darah, tekanan darah rendah, dan luka susah sembuh. Dampak kronis alias dampak jangka panjang dari radiasi nuklir umumnya justru dipicu  oleh tingkat radiasi yang rendah sehingga tidak disadari dan tidak bisa diantisipasi hingga bertahun-tahun. Energi nuklir dapat menyebarkan material radioaktif diantaranya melalui hujan yang kontaminasinya menyebabkan penyakit kerusakan beragam organ tubuh. Selain itu ada efek tertunda yang tidak langsung nampak, seperti    neoplasma    (perubahan    sel    akibat    radiasi),    katarak, kemandulan, berkurangnya  usia harapan  hidup  &  hambatan  pada pertumbuhan. Jelly Leviza, “Pengenalan Konvensi/ Peraturan Internasional Ketenaganukliran”, makalah disampaikan dalam seminar tentang ketenaganukliran pada tanggal 27 November 2007 di Fakultas Hukum USU, Medan, hlm. 15

Beberapa dampak akibat paparan radiasi nuklir jangka panjang lainnya antara lain adalah kanker, penuaan dini, gangguan sistem saraf dan reproduksi, serta terjadinya mutasi  genetik.  Tak  hanya dampak  tersebut,  bahkan  dampak  terbesar   ketika terkena  radiasi  nuklir  tingkatan  tinggi  yang biasa  disebut  Acute       Radiation Syndrome (ARS) maka efeknya makin cepat muncul atau dirasakan oleh korban dan makin besar pula peluang untuk menyebabkan kematian.

Kebocoran nuklir merupakan sebutan bagi kecelakaan reaktor nuklir. Ini dapat terjadi ketika sistem pembangkit tenaga nuklir atau kegagalan komponen menyebabkan inti reaktor tidak dapat dikontrol dan didinginkan sehingga bahan bakar nuklir yang dilindungi –  yang  berisi uranium atau plutonium dan produk fisi radioaktif – mulai memanas dan bocor. Sebuah kebocoran dianggap sangat serius karena kemungkinan bahwa kontainmen reaktor mulai gagal, melepaskan elemen radioaktif dan beracun ke atmosfer dan lingkungan. Dari sudut pandang pembangunan, sebuah kebocoran dapat menyebabkan kerusakan parah terhadap reaktor, dan kemungkinan kehancuran total. “Kebocoran nuklir” sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Kebocoran_nuklir terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 14:29 WIB

Terdapat beberapa kasus kebocoran nuklir yang pernah terjadi. Salah satunya adalah kasus kecelakaan PLTN Chernobyl yang terjadi pada tanggal 26 April 1985, pukul 1.24 dini hari dimana unit 4 reaktornya meledak. Terjadi dua kali ledakan sangat besar dalam waktu 3 detik, yang telah meruntuhkan atap gedung. Gas radioaktif, reruntuhan bangunan, dan material berasal dari dalam gedung reaktor, terlempar ke udara setinggi dua per tiga mil (1 km). Potongan serpihan bahan bakar reaktor yang sangat panas beterbangan di udara dan jatuh dalam  jarak  nyaris  mencapai  1  mil  (1,6  km)  jauhnya,  menyulut     kebakaran radioaktif yang menerangi wilayah itu.“Kasus Kecelakaan Nuklir Chernobyl” sebagaimana dimuat dalam http://forum.viva.co.id/internasional/33640-kasus-kecelakaan-nuklir-chernobyl.html terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 14:52 WIB   Dua pekerja terbunuh seketika, dan  dua puluh sembilan orang berkubang dalam radiasi yang begitu tinggi sehingga mereka bisa dikatakan tewas mulai itu. Ratusan ribu orang dievakuasi dari kota- kota di sekitarnya dan tak terhitung banyaknya hewan yang dimusnahkan untuk menghindari konsumsi daging yang telah terkena radiasi. Kecelakaan tersebut terjadi dikarenakan akibat kecerobohan oleh pekerja yang melakukan eksperimen secara tidak resmi dan berkekuatan rendah. yang mencakup tindakan mematikan sistem pendingin darurat yang memicu terjadinya kebocoran.

Pada tahun 2011, bencana Nuklir Fukushima Daiichi sebagai sebuah rentetan kegagalan perangkat, kebocoran nuklir, dan pelepasan material radioaktif sejauh 20 km di Pembangkit Listrik Nuklir Fukushima I yang disebabkan   karena gempa bumi dan tsunami Tōhoku tanggal 11 Maret 2011. “Japan unfolding disaster ‘bigger than Chernobyl” dikutip dari sumber “Bencana nuklir Fushima Daiichi”., sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Bencana_nuklir_Fukushima_Daiichi terakhir diakses tanggal 12 April 2013 pukul 09:50 WIB

Sesuai dengan standar keselamatan yang diberlakukan secara  internasional, setiap PLTN harus dilengkapi dengan generator listrik cadangan yang difungsikan untuk menjalankan pompa pendingin untuk mendinginkan teras reaktor. Kebocoran PLTN Fukushima diakibatkan generator cadangan listrik tersebut tidak berfungsi karena datangnya tsunami. Akibatnya teras reaktor masih belum dapat didinginkan dengan baik sehingga uap air dan hidrogen yang dihasilkan  dilepaskan  dengan  resiko hydrogen  explosive,  yang mengakibatkan pengungkung   reaktor   tidak   tahan  dan   terjadi ledakan. Badan    Pengawas    Tenaga    Nuklir.    “KECELAKAAN REAKTOR   NUKLIR FUKUSHIMA  DAI'ICHI  DI JEPANG,  RADIASINYA  TIDAK  SAMPAI  KE  INDONESIA“ sebagaimana dimuat dalam http://www.bapeten.go.id/?modul=news&unit_id=&info_group_id=&st=0&ha=&menu=detail&in fo_id=722 terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 15:32 WIB

Bahaya Dampak Nuklir

Diberitakan  bahwa bencana nuklir ini merupakan bencana nuklir terburuk sejak bencana Chernobyl.
International Atomic Energy Agency (IAEA) telah memperkenalkan 8 level skala kejadian kecelakaan nuklir“International      Nuclear      Event      Scale”      sebagaimana   dimuat     dalam http://en.wikipedia.org/wiki/International_Nuclear_Event_Scale terakhir diakses tanggal 15    Juni 2013 pukul 15:50 WIB yang dikategorikan berdasarkan tingkatan pengaruh/ efek baik dalam PLTN itu sendiri maupun keluar PLTN. Delapan level tersebut adalah :

1. Level 7
Level ini mengkategorikan kecelakaan nuklir yang mengakibatkan efek yang  sangat  besar  terhadap  kesehatan  dan  lingkungan  di  dan    sekitar PLTN. Yang termasuk dalam level ini adalah kecelakaan Chernobyl dan kecelakaan PLTN Fukushima Daiichi tahun 2011. Level ini bisa disamakan  dengan  kasus  kecelakaan  non-nuklir  di India  yang   dikenal dengan  Bhopal Disaster59 pada  tahun  1984  ketika  tangki penyimpanan meledak dan melepaskan 50-100 ton limbah radioaktif tingkat tinggi yang mengakibatkan puluhan ribu orang dikabarkan meninggal dunia.

2. Level 6
Pada level ini, kecelakaan nuklir diindikasikan dengan keluarnya  radioaktif yang cukup signifikan, baik PLTN maupun kegiatan industri yang berbasis raioaktif. Contohnya adalah kecelakaan di Mayak yang lebih dikenal dengan istilah Kyshtym Disaster ”Mayak” sebagaimana dimuat dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Mayak terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 16:10 WIB, bekas Negara Uni Soviet pada tahun 1957.

3. Level 5
Level ini mengindikasikan kecelakaan yang mengeluarkan zat radioaktif yang terbatas, sehingga memerlukan pengukuran lebih lanjut. Contoh dari level ini yaitu The Windscale Fire di Inggris pada tanggal 10 Oktober 1957 Richard Black (18 March 2011). "Fukushima - disaster or distraction?" sebagaimana dimuat dalam http://www.bbc.co.uk/news/science-environment-12789749 terakhir diakses   tangal 15 Juni 2013 pukul 17:10 WIB, Three Mile Island Accident dekat kota Harrisburg,    Pennsylvania,

Amerika  Serikat  pada  tanggal  28  March     1979, Spiegelberg-Planer, Rejane. "A Matter of Degree" IAEA. Bulletin 51-1 | September 2009. Hlm. 46

First   Chalk  River
 Accident di Ontario, Canada pada tanggal 12 December 1952, (Peter Jedicke. “The NRX Incident”. Canadian Nuclear Society (1989) sebagaimana dimuat dalam http://media.cns-snc.ca/history/nrx.html terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 21:29 WIB) Lucens partial core meltdown yang terjadi di Swiss pada tanggal 21 Januari 1969, dan Goiânia Accident di Brazil pada tanggal 13 September 1987.

4. Level 4
Level ini mengelompokkan kecelakaan nuklir yang mengakibatkan efek yang kecil terhadap lingkungan sekitar, inti reaktor dan pekerja (sesuai dengan batas limit yang diizinkan). Beberapa contoh kejadian kecelakaan dalam level ini yaitu kecelakaan pada:

  • Sellafield (Inggris), terjadi sebanyak 5 insiden (1955-1979)
  • SL-1 Experimental Power Station (Amerika Serikat), tahun 1961, reaktor mencapai kekritisan cepat, menewaskan tiga operator.
  • PLTN Saint-Laurent (Perancis), tahun 1969, krisis inti parsial tahun 1980.
  • Buenos Aires (Argentina), tahun 1983 kecelakaan kekritisan selama batang penataan ulang bahan bakar menewaskan satu operator dan melukai 2 lainnya.
  • Jaslovské Bohunice (Cekoslowakia) tahun 1977, kontaminasi gedung reactor.
  • PLTN Tokaimura (Jepang ) tahun 1999, tiga operator berpengalaman  di fasilitas pemrosesan kembali menyebabkan kecelakaan kekritisan, dua diantaranya meninggal dunia.

5. Level 3
Kecelakaan yang dikelompokkan dalam level ini yaitu kecelakaan yang mengakibatkan efek yang sangat kecil terhadap masyarakat dan  lingkungan dimana paparan lebih dari sepuluh kali batas tahunan wajib bagi pekerja yang dampak kesehatan bersifat deterministik (misalnya, luka bakar) dan tidak bersifat mematikan akibat radiasi dengan probabilitas rendah paparan publik yang signifikan, namun tidak ada perangkat keselamatan yang memadai. Contoh dari kecelakaan level ini yaitu :

  • THORP Plant Sellafield (United Kingdom) – 2005.
  • PLTN Paks (Hungaria), 2003; kerusakan batang bahan bakar dalam membersihkan tangki.
  • PLTN Vandellos (Spanyol), 1989; kebakaran menghancurkan sistem kontrol banyak, reaktor ditutup.
  • Stasiun Pembangkit Nuklir San Onofre (Amerika Serikat), 2011; kebocoran amonia. Tidak ada perintah evakuasi.

6. Level 2
Kecelakaan pada level ini tidak mengakibatkan efek apapun keluar area, namun tetap ada kontaminasi radiasi di dalam area. Level ini juga mengindikasikan   kecelakaan   yang   disebabkan   oleh   kegagalan untuk memenuhi syarat syarat keselamatan yang seharusnya ada. Contoh kecelakaan dalam level ini adalah kecelakaan pada :

  • PLTN Blayais (Prancis) Desember 1999;
  • Asco Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (Spanyol) April 2008; kontaminasi radioaktif;
  • PLTN Forsmark (Swedia) Juli 2006, kegagalan generator cadangan, dua dari empat generator sedang beroperasi tapi karena kesalahan menyebabkan keempatnya gagal;
  • PLTN Gundremmingen (Jerman) 1977; disebabkan hubungan arus pendek dari kabel listrik tegangan tinggi dan cepatnya reaktor mati;
  • PLTN Shika (Jepang) 1999; kejadian kekritisan disebabkan oleh batang kendali turun, menutupi sampai 2007.  “Enhancing Operational Experience Feedback: Regulatory control during outages  and refueling”  at Senior Regulators’ Meeting 20 September 2007. Hlm. 4


7. Level 1
Pada level ini, dikategorikan kecelakaan yang merupakan anomali dari pengoperasian sistem namun pengaturan untuk melaporkan peristiwa kecil kepada masyarakat berbeda dari satu negara ke Negara dan sulitnya memastikan konsistensi yang tepat dalam kegiatan penilaian antara INES Level 1 dan Level 0. Contoh kecelakaan dalam level ini adalah kecelakaan pada Penly (Seine-Maritime, Prancis) pada tanggal 5 April 2012, Gravelines (Nord, Prancis) tanggal 8 Agustus 2009, TNPC (Drôme, Perancis) pada bulan Juli 2008.

8. Level 0
Pada level ini tidak memerlukan tingkat keselamatan yang signifikan dan relevan. Disebut juga sebagai “out of scale”. Contoh kecelakaan dalam level ini adalah kebocoran dari sirkuit pendingin primer di Krško, Slovenia pada tanggal 4 Juni 2008, di Atucha, Argentina tanggal 17 Desember  2006, mematikan reaktor akibat kenaikan tritium dalam kompartemen reactor, dan tanggal 13 Februari 2006 dimana terjadi kebakaran di Fasilitas Reduksi Volume Limbah Nuklir Badan Energi Atom Jepang (JAEA) di Tokaimura.

Masalah lain yang ditimbulkan pemanfaatan nuklir adalah limbah nuklir yang mengandung bahan radioaktif yang berbahaya dan terus bertahan selama 240.000 tahun. Solusi buang limbah nuklir ke laut yang dalam tidak dapat dibenarkan karena suatu sistem tidak ada yang statis dalam skala waktu tertentu.  Jelly Leviza, “Pengenalan Konvensi/ Peraturan Internasional Ketenaganukliran”, makalah disampaikan dalam seminar tentang ketenaganukliran pada tanggal 27 November 2007 di Fakultas Hukum USU, Medan, hlm. 16

Daftar Pustaka Makalah Nuklir

Pengertian Nuklir Sejarah Penemuan dan Manfaat Bahaya Dampak Positif dan Negatif Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment