Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Friday, 27 May 2016

Pengertian Opini Publik Definisi dalam Komunikasi Menurut Para Ahli

Pengertian Opini Publik adalah - Memahami opini seseorang, apalagi opini publik bukanlah sesuatu hal  yang sederhanan. Dengan sendirinya pembentukan opini publik dibentuk oleh publik yang selektif, karena itu untuk setiap masalah selalu ada publiknya sendiri- sendiri. Karena opini sendiri mempunyai kaitan yang erat dengan pendirian (attitude). Suatu sikap atau attitude; kata Cutlip dan Center, adalah kecendrungan untuk memberikan respon terhadap suatu masalah stausituasi  tertentu (Satropoetro, 1990:40)

Definisi Publik menurut Para Ahli

Publik opinion dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan dengan pendapat umum yang membentuk Opini Publik adalah sikap pribadi sesorang atau kelompoknya. Karena itu sikapnya ditentukan oleh pengalamannya, yaitu pengalaman dari dalam kelompok itu juga.

Opini publik menurut William Albiq adalah suatu jumlah dari pendapat individu-individu yang diperoleh melalui perdebatan dan opini publik merupakan hasil interaksi antar individu dalam suatu publik. Emory S. Bogardus dalam The making of Public Opinion mengatakan opini publik hasil pengintegrasian  pendapat berdasarkan diskusi dalam masyarakat demokratis (Olii, 2007:20).

Faktor Faktor Opini Publik

Dalam buku Pendapat Umum, Hennessy mengemukakan lima faktor pendapat umum (opini publik) :
  1. Adanya isu (Presence of an issue), harus terdapat konsensus yang sesungguhnya. Opini Publik berkumpul disekitar isu.
  2. Nature of Publics, harus ada kelompok yang dikenal dan berkepentingan dengan persoalan itu.
  3. Pilihan yang sulit (Complex of preferences), mengacu pada totalitas opini para anggota masyarakat tentang suatu isu.
  4. Suatu pernyataan atau opini (Expression of Opinion), berbagai pernyataan bertumpuk sekitar isu.
  5. Jumlah orang terlibat (Number of persons involved), opini publik adalah besarnya (size) masyarakat yang menaruh perhatian terhadap isu. (Olii, 2007:20)

Untuk mencapai opini yang benar ataupun baik untuk pemecahan persoalan, tergantung sekali dari :
  1. Apakah minoritas dapat juga berbicara lain dari pada mayoritas.
  2. Informasi yang cukup dan benar dapat dipakai sebagai landasan ataupun titik tolak pembentukan pendapat.
  3. Sifat manusia untuk berpihak. (Olii, 2007:35)


George Carslake Thompson mengemukakan bahwa proses pembentukan opini publik dalam suatu publik yang menghadapi isu timbul berbagai kondisi yang berbeda-beda, yaitu :
  1. Mereka dapat setuju terhadap fakta yang ada atau merekapun boleh tidak setuju.
  2. Mereka dapat berbeda dalam perkiraan, tetapi boleh juga tidak berbeda pandangan.
  3. Perbedaan yang lain ialah bahwa mungkin mereka mempunyai sumber data yang berbeda-beda. (Olii, 2007:55)


Opini bertindak sebagai jawaban terbuka terhadap suatu persoalan/issue. Subjek dari suatu opini biasanya adalah masalah yang baru. Opini berupa reaksi pertama dimana orang mempunyai rasa ragu-ragu dengan sesuatu, yang lain dengan kebiasaan, ketidakcocokan, dan adanya perubahan penilaian. Unsur-unsur tersebut mendorong orang untuk saling mempertahankannya. Suatu isu menjadi isu sosial apabila menyebabkan orang lain akan membentuk pendapatnya dan menyatakan atau memberikan tanggapannya atas persoalan yang dibahas oleh pendapat/opini semula.

Jenis Opini

Bila dalam suatu kehidupan masyarakat ada suatu masalah yang menyangkut kepentingan umum maka pada diri setiap orang muncul gejolak kejiwaan. Gejolak kejiwaan tersebut yang kemudian diekspresikan lewat pergunjingan di lingkungannya. Opini/pendapat yang dikemukakan manusia terdiri dari berbagai jenis, diantaranya adalah:
  1. Opini Perorangan, dimana opini yang dikemukakan oleh seseorang secara terbuka di muka orang lain yang sedang berada dalam kelompok baik formal/informal.
  2. Opini Pribadi, yakni opini yang dikemukakan oleh seseorang kepada orang lain yang mempunyai hubungan yang dekat dengannya atau  dipercayainya. Pendapat/opini pribadi mengandung unsur intimidasi/keakraban.
  3. Opini Publik, yaitu kesatuan pendapat yang timbul dari sekelompok orang yang berkumpul secara spontan dan membicarakan isu yang kontroversial.
  4. Opini/Pendapat Umum, adalah opini yang dihasilkan oleh suatu lembaga pengumpulan pendapat umum tentang suatu isu.
  5. Opini Khalayak, pendapat yang sudah menetap/mengendap dalam masyarakat, telah dipengaruhi oleh berbagai norma budaya dan bersifat statis (Sastropoetro,1990:1-3).

Mengukur Citra Lewat Opini Publik

Bila dikaitkan dengan institusi atau kelembagaan ataupun organisasi yang berusaha menghasilkan barang, jasa ataupun gagasan yang berkaitan dengan institusi, organisasi ataupun perusahaan tersebut itu semua dilakukan oleh PR (Public Relation) atau Humas dan bagian Marketing. Namun dalam perencanaan mengagaskan promosi “Visit Indonesia Year 2008” dilakukan oleh suatu lembaga pemerintah yakni Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.

Bentuk publikasi yang menggambarkan citra pariwisata Indonesia yang dijual kepada wisatawan dalam maupun luar negeri tersebut dikemas dalam bentuk iklan layanan masyarakat yang bertajuk “Visit Indonesia Year 2008” yang disiarkan melalui televisi. Tidak hanya melalui televisi, dalam mempublikasikan citra baru yang belum banyak diketahui publik dapat juga dipublikasikan melalui selebaran atau brosur, suratkabar, dan radio.

Pengertian Opini Publik

1. Membentuk Citra Baru
Upaya memperkenalkan diri kepada khalayak merupakan stretegi komunikasi yang mutlak dilakukan. Memperoleh pengikut bukanlah persoalan yang mudah, sebab dewasa ini orang menyamakan dirinya dengan orang lain atau pihak lain tidak semata-mata mengikuti aspek “kebutuhan nyata”, tetapi lebih berperan dalam keputusannya adalah “rasa membutuhkan”. Mungkin dalam kenyataannya masyarakat membutuhkan produk tersebut, tetapi kalau tidak ada rasa membutuhkan masyarakat tidak akan mendekati produk tersebut. Maka, yang menjadi persoalan ialah bagaimana merumuskan nilai-nilai penting yang bisa mendekatkan produk dan institusinya atau perusahaannya kepada segmen pasar.

James Lull menganjurkan untuk membentuk citra baru ini lebih baik menggunakan media televisi. Mengutip George Gerbner dan Larry Gross, televisi merupakan alat yang mapan dan berfungsi menyampaikan dan mempertahankan bukan mengubah, mengancam atau melemahkan keyakinan (Olii, 2007:109).

Upaya lain dalam membangun citra baru :
  • Menjalin kerjasama dengan tokoh-tokoh masyarakat yang menjadi  panutan sosial.
  • Mengadakan aktivitas bersama dengan institusi lain yang mempunyai reputasi baik, sehingga menciptakan kesan seolah-olah ada kesejajaran dengan institusi atau perusahaan tersebut.


2. Mempertahankan Citra yang Sudah Terbangun
Mempertahankan citra lebih sulit daripada membangun citra, karena ketika citra sudah terbangun biasanya akan mengundang pesaing dan kompetisi. Muncullah ujian mempertahankan citra yang sudah mapan dengan kerja pola yang lama dan sudah terbentuk pengikut yang setia/fanatik. Kerika memutuskan untuk mengubah citra resikonya harus membangun strategi komunikasi dari awal lagi.

Dalam mempertahankan citra, yang perlu diperhatikan bagaimana menyusun pesan tidak terkesan ambisius, mengundang konflik (mencari musuh).

3. Memperbaiki Citra yang Sedang Terpuruk
Ketidakpercayaan publik terhadapa produk yang ditawarkan menciptakan tuntutan publik. Dalam situasi citra terpuruk, pembelaan diri tidak ada gunanya.

Prasangka negatif publik tidak bisa memaksakan diri mengatakan hal yang sebenarnya. Diam adalah tindakan yang paling tepat dilakukan untuk membiarkan opini publik menurunkan tensinya, karena publik memiliki titik kejenuhan dalam mengikuti opini publik tertentu. Ketika publik sudah jenuh, bahkan sudah melupakan dan beralih kepada opini publik lain, barulah strategi berkomunikasi dengan publik disusun kembali.

4. Menguatkan Citra Karena Kekuatan Pesaing
Karena kuatnya citra pesaing, situasi tersebut dapat merugikan organisasi dan berakibat lesunya penjualan dan mengalami penurunan keuntungan.  Seringkali dampak yang dilakukan dalam persaingan cenderung emosional dan semakin merusak citra. Menghancurkan pesaing dengan merusak merek dagang pesaing melalui iklan dapat merusak citra sendiri.


Daftar Pustaka Makalah Opini Publik

Olii, Helena. 2007. Opini Publik. Jakarta : PT. Indeks.

Sastropoetro, Santoso. 1990. Komunikasi Sosial. Bandung : Remaja Karya. 

Pengertian Opini Publik Definisi dalam Komunikasi Menurut Para Ahli Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment