Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 4 June 2016

Pengertian Partisipasi Politik Definisi menurut Para Ahli dan Jenis Faktor yang mempengaruhi

Pengertian Partisipasi Politik adalah Digunakannya teori partisipasi politik dalam proposal penelitian ini adalah karena, tingkat partisipasi politik adalah faktor yang menentukan apakah Pemilu ataupun Pilkada yang berlangsung berhasil atau tidak, semakin tinggi tingkat partisipasi pemilih, maka tingkat keberhasilan Pemilu ataupun Pilkada semakin tinggi.


Dalam analisa Modern, partisipasi politik merupakan suatu masalah yang penting dan banyak dipelajari terutama dalam hubungannya dengan Negara- negara berkembang. Pada awalnya studi mengenai partisipasi politik hanya memfokuskan diri pada partai politik sebagai pelaku utama, akan tetapi dengan berkembangnya demokrasi, banyak muncul kelompok masyarakat yang juga ingin berpartisipasi dalam bidang politik khususnya dalam hal pengambilan keputusan- keputusan mengena-mengenai kebijakan umum.Miriam Budiardjo. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. 2008. Hal 367

Secara umum dapat dikatakan bahwa partisipasi politik adalah kegiatan seseorang atau kelompok orang untuk ikut secara aktif dalam kehidupan politik.

Herbert McClosky berpendapat bahwa partisipasi politik adalah kegiatan- kegiatan sukarela dari warga masyarakat melalui mana mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa, dan secara langsung atau tidak langsung, dalam proses pembentukan kebijakan umum.Miriam Budiarjo ibid.,

Baca Pengertian Partai Politik Definisi Fungsi dan Sejarah Perkembangan di Indonesia

Berikut ini dikemukakan sejumlah “rambu-rambu” partisipasi politik: Ramlan Surbakti, Op.cit., hal. 141

  • Pertama, partisipasi politik berupa kegiatan atau perilaku luar individu warga Negara biasa yang dapat diamati, bukan perilaku dalam yang berupa sikap dan orientasi. Karena sikap dan orientasi tidak selalu termanifestasikan dalam perilakunya.
  • Kedua, kegiatan tersebut diarahkan untuk mempengaruhi perilaku selaku pembuat dan pelaksana keputusan politik. Seperti mengajukan alternative kebijakan umum, dan kegiatan mendukung atau menentang keputusan  politik yang dibuat pemerintah.
  • Ketiga, kegiatan yang berhasil (efektif) maupun yang gagal mempengaruhi pemerintah termasuk dalam konsep partisipasi politik.
  • Keempat, kegiatan mempengaruhi kebijakan pemerintah secara langsung yaitu mempengaruhi pemerintah dengan menggunakan perantara yang dapat meyakinkan pemerintah.
  • Kelima, mempengaruhi pemerintah melalui prosedur yang wajar dan tanpa kekerasan seperti ikut memilih dalam pemilu, mengajukan petisi, bertatap muka, dan menulis surat atau dengan prosedur yang tidak wajar seperti kekerasan, demonstrasi, mogok, kideta, revolusi, dll.

Di Negara-negara demokrasi umumnya dianggap bahwa lebih banyak partisipasi masyarakat, lebih baik. Dalam alam pikiran ini, tingginya tingkat partisipasi menunjukkan bahwa warga mengikuti dan memahami masalah politik dan ingin melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan itu, tingginya  tingkat partisipasi juga menunjukkan bahwa rezim yang sedang berkuasa memiliki keabsahan yang tinggi. Dan sebaliknya, rendahnya partisipasi politik di suatu Negara dianggap kurang baik karena menunjukkan rendahnya perhatian warga terhadap masalah politik, selain itu rendahnya partisipasi politik  juga menunjukkan lemahnya legitimasi dari rezim yang sedang berkuasa.

Baca Pengertian Perilaku Politik Definisi Menurut Para Ahli dan Faktor yang mempengaruhi

Partisipasi  sebagai  suatu  bentuk  kegiatan  dibedakan  atas  dua    bagian, yaitu: Ramlan surbakti, ibid., hal 143

  1. Partisipasi aktif, yaitu kegiatan yang berorientasi pada output  dan input politik. Yang termasuk dalam partisipasi aktif adalah, mengajukan usul mengenai suatu kebijakan yang dibuat pemerintah, menagjukan kritik dan perbaikan untuk meluruskan kebijakan, membayar pajak dan memilih pemimpin pemerintahan.
  2. Partisipasi pasif, yaitu kegiatan yang hanya berorientasi pada output politik. Pada masyarakat yang termasuk kedalam jenis partisipasi ini hanya menuruti segala kebijakan dan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah tanpa mengajukan kritik dan usulan perbaikan.
Baca Pengertian Teori Koalisi Partai Politik 

Kemudian terdapat masyarakat yang tidak termasuk kedalam kedua kategori ini,  yaitu masyarakat yang  menganggap telah terjadinya  penyimpangan sistem politik dari apa yang telah mereka cita-citakan. Kelompok tersebut disebut apatis (golput).

Kategori partisipasi politik menurut Milbrath adalah sebagai berikut:

  1. Kegiatan Gladiator meliputi:
    • Memegang jabatan publik atau partai
    • Menjadi calon pejabat
    • Menghimpun dana politik
    • Menjadi anggota aktif suatu partai
    • Menyisihkan waktu untuk kampanye politik.
  2. Kegiatan transisi meliputi :
    • Mengikuti rapat atau pawai politik
    • Memberi dukungan dana partai atau calon
    • Jumpa pejabat publik atau pemimpin politik
  3. Kegiatan monoton meliputi :
    • Memakai symbol/identitas partai/organisasi politik
    • Mengajak orang untuk memilih
    • Menyelenggarakan diskusi politik
    • Memberi suara
  4. Kegiatan apatis/ masa bodoh.

Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik seseorang adalah :

  1. Kesadaran politik, yaitu kesadaran akan hak dan kewajibannya sebagai warga Negara.
  2. Kepercayaan politik, yaitu sikap dan kepercayaan orang tersebut terhadap pemimpinnya.
Pengertian Partisipasi Politik

Berdasarkan  dua  faktor  tersebut,  terdapat  empat  tipe  partisipasi politik yaitu: Ramlan surbakti, ibid., hal 144
  1. Partisipasi politik aktif jika memiliki kesadaran dan kepercayaan politik yang tinggi.
  2. Partisipasi politik apatis jika memiliki kesadaran dan kepercayaan politik yang rendah.
  3. Partisipasi politik pasif jika memiliki kesadaran politik rendah, sedangkan kepercayaan politiknya tinggi.
  4. Partisipasi politik militant radikal jika memiliki kesadaran politik tinggi, sedangkan kepercayaan politiknya rendah.

Pengertian Partisipasi Adalah politik dapat diartikan sebagai kegiatan sekolompok orang untuk ikut dalam kegiatan politik. Kegiatan ini dapat    berupa memilih kepala daerah atau mempengaruhi  kebijakan pemerintah.  Menurut  Ramlan  Surbakti   :  Ibid. Hal.24


Partisipasi politik adalah keikut sertaan warga negara biasa dalam menentukan segala keputusan yang menyangkut atau mempengaruhi kehidupannya. Partisipasi politik dapat diartikan sebagai kegiatan sekolompok orang untuk ikut dalam kegiatan politik. Kegiatan ini dapat berupa memilih kepala daerah atau mempengaruhi kebijakan pemerintah. Menurut Hantington dan Nelson, (Dalam Partisipasi Politik Di Negara Berkembang), partisipasi politik adalah kegiatan warga negara preman (private citizen), yang bertujuan mempengaruhi keputusan pemerintah. Sedang Miriam Budiardjo mengartikan partisipasi poltitik sebagai kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk ikut serta untuk ikut aktif dalam kegiatan politik, yaitu dengan jalan memilih kepala daerah secara langsung maupun tidak, serta mempengaruhi kebujakan pemerintah.

Definisi Partisipasi Politik

Herbert Mc.Klosky, menyatakan bahwa, partisipasi politik adalah kegiatan- kegiatan sukarela dari warga  masyarakat  melalui  mana  mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa, secara langsung, maupun tidak langsung, dan dalam proses pembentukan kebijakan umum. Norman H. Nie dan Sidney Verba, menyatakan bahwa partisipasi politik adalah kegiatan pribadi warga negara yang legal yang sedikit banyak langsung bertujuan untuk mempengaruhi seleksi para pejabat-pejabat negara dan/ atau tindakan yang dilakukan oleh mereka.

Dilihat dari kegiatannya, partisipasi dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :
  1. Partisipasi aktif. Partisipasi aktif dapat dilakukan dengan  pengajuan alternatif terhadap kebijakan, mengajukan kritik, mengajukan petisi, dan sebagainya.
  2. Sedangkan partisipasi pasif ditunjukkan dengan ketaatan dalam menerima segala sesuatu yang menjadi keputusan pemerintah.
  3. Selain itu ada masyarakat yang tidak menunjukkan sikap partisipasinya apakah secara pasif atau aktif. Biasanya mereka beranggapan, bahwa sistem politik yanng ada tidak memenuhi harapan mereka. Kelompok ini sering disebut sebagai golongan putih (golput).


Selain itu, partisipasi juga digolongkan sesuai dengan tingkatannya, yaitu :
  1. Apatis, artinya tidak menaruh perhatian sama sekali terhadap kegiatan politik, atau dengan kata lain masa bodoh dengan yang namanya politik.
  2. Spektator artinya, individu atau kelompok tersebut masih menaruh sikap perduli dengan kegiatan politik, setidak-tidaknya masih ikut serta dalam menggunakan hak pilihnya, dalam kegiatan pemilihan umum.
  3. Sedangkan galdiator artinya, tingkatan partisipasi politik sampai pada tingkatan ikut serta dalam proses politik.

Daftar Pustaka Makalah Partisipasi Politik

Pengertian Partisipasi Politik Definisi menurut Para Ahli dan Jenis Faktor yang mempengaruhi Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment