Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Friday, 27 May 2016

Pengertian Pengalihan Kredit Mobil Definisi, Jenis Tujuan dan Faktor Penyebab Pengalihan

Pengertian Pengalihan Kredit adalah Dalam melaksanakan penjualan kepada kosumen dapat dilakukan dengan dua cara yakni dengan cara tunai maupun kredit. Penjualan secara tunai akan menimbulkan pendapatan secara langsung bagi perusahaan sedangkan penjualan kredit akan menimbulkan piutang bagi perusahaan. Penjualan kredit sering dilakukan oleh perusahaan namun dengan melakukan seleksi. Seleksi dalam pemberian kredit adalah suatu keputusan dimana seseorang / perusahaan akan memberikan kredit kepada pelanggannya dan berapa besar kredit yang akan diberikan. Ada beberapa manfaat kredit bagi perusahaan diantaranya:

  1. Untuk meningkatkan penjualan.
  2. Untuk menarik daya beli konsumen .
  3. Dengan meningkatnya penjualan baik secara kredit maupun tunai maka diharapkan keuntungan akan meningkat.
  4. Dengan adanya hubungan hutang piutang, maka hubungan perusahaan dengan pelanggan akan semakin erat.


Definisi Kredit Menurut Para Ahli

Istilah kredit berasal dari bahasa Yunani (credere) yang berarti kepercayaan (truth atau faith). Oleh karena itu, dasar dari kredit ialah  kepercayaan. Seseorang atau suatu badan yang memberikan kredit (kreditur) percaya bahwa penerima kredit (debitur) di masa mendatang akan sanggup memenuhi segala sesuatu yang telah dijanjikan. Apa yang telah dijanjikan itu dapat berupa barang, uang, atau jasa. Perkataan credo berasal dari kombinasi bahasa sansekerta “ cred “ yang berarti kepercayaan dan bahasa latin do yang berarti saya menaruh.

Menurut Rivai mengatakan “Kredit adalah peneyerahan barang, jasa, atau uang dari satu pihak kreditor atau (pemberi pinjaman) atas dasar kepercayaan kepada pihak lain (nasabah atau pengutang/borrower) dengan janji membayar dari penerima kredit kepada pemberi kredit pada tanggal yang telah disepakati kedua belah pihak.”M. Rivai, Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan : Dari Teori Ke Praktik. (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2005) hal. 4 Sedangkan menurut Ikatan Akuntan Indonesia merumuskan kredit adalah peminjaman atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan, atau pembagian hasil keuntungan. Ikatan Akuntansi Indonesia, Standar Akuntansi Keuangan, Jakarta: Penerbit Salemba Empat, 2002), hal. 31,4

Dari pengertian diatas piutang dapat dipersamakan dengan kredit. Pengertian kredit yang dirumuskan dalam Undang – undang Perbankan No. 10  tahun  1998 adalah “Penyerahan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga”.  Undang-undang No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan

Dari rumusan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dengan kredit terjadi suatu penyerahan barang, uang, atau tagihan yang menimbulkan tagihan tersebut kepada pihak lain dengan harapan pihak yang memberi pinjaman mendapat tambahan nilai dari pokok pinjaman yang berupa bunga sebagai pendapatan.

Jenis Kredit

Ada beberapa jenis kredit yang dikemukakan oleh Kasmir diantaranya: Kasmir, 2008, Manajemen Perbankan Edisi Revisi 2008,(Jakarta: Rajawali Pers, 2008), hal. 76

a. Dilihat dari segi kegunaan
  1. Kredit investasi
    Kredit investasi merupakan kredit jangka panjang yang biasanya digunakan untuk keperluan perluasan usaha atau membangun proyek/pabrik baru atau untuk keperluan rehabilitasi. contoh kredit investasi misalnya untuk membangun pabrik atau membeli mesin-mesin. masa pemakaiannya untuk suatu periode yang relatif lebih lama dan dibutuhkan modal yang relatif besar.
  2. Kredit modal kerja
    Kredit modal kerja merupakan kredit yang digunakan untuk keperluan meningkatkan produksi dalam operasionalnya. sebagai contoh kredit modal kerja diberikan untuk membeli bahan baku, membayar gaji pegawai atau biaya-biaya lainnya yang berkaitan dengan proses produksi perusahaan.


b. Dilihat dari segi tujuan kredit
  1. Kredit produktif
    Kredit yang digunakan untuk peningkatan usaha atau produksi atau investasi. kredit ini diberikan untuk menghasilkan barang atau jasa.  sebagai contohnya kredit untuk membangun pabrik yang nantinya akan menghasilkan barang dan kredit pertanian akan menghasilkan produk pertanian, kredit pertambangan menghasilkan bahan tambang atau kredit industri akan menghasilkan barang industri.
  2. Kredit konsumtif
    Kredit yang digunakan untuk dikonsumsi secara pribadi. dalam kredit ini tidak ada pertambahan barang dan jasa yang dihasilkan, karena memang untuk digunakan atau dipakai oleh seseorang atau badan usaha. sebagai contoh kredit untuk perumahan, kredit mobil pribadi, kredit perabotan rumah tangga dan kredit konsumtif lainnya.
  3. Kredit perdagangan
    Merupakan kredit yang diberikan kepada pedagang dan digunakan untuk membeli aktivitas perdagangannya seperti untuk membeli barang dagangan yang pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan barang dagangan tersebut. kredit ini sering diberikan kepada suplier atau agen- agen perdagangan yang akan membeli barang dalam jumlah besar. contoh kredit ini misalnya kredit ekspor dan impor.


c. Dilihat dari segi jangka waktu
  1. Kredit jangka pendek
    Merupakan kredit yang memiliki jangka waktu kurang dari 1 tahun atau paling lama 1 tahun dan biasanya digunakan untuk keperluan    modal kerja. contohnya untuk peternakan, misalnya kredit peternakan ayam atau jika untuk pertanian misalnya tanaman padi atau palawija.
  2. Kredit jangka menengah
    Jangka waktu kreditnya berkisar antara 1 tahun sampai dengan 3 tahun dan biasanya kredit ini digunakan untuk melakukan investasi. sebagai contoh kredit untuk pertanian seperti jeruk, atau peternakan kambing.
  3. Kredit jangka panjang
    Merupakan kredit yang masa pengembaliannya paling panjang. Kredit jangka panjang waktu pengembaliannya di atas 3 tahun atau 5 tahun. biasanya kredit ini untuk investasi jangka panjang seperti perkebunan karet, kelapa sawit atau manufaktur dan untuk  kredit konsumtif seperti kredit perumahan.


d. Dilihat dari segi jaminan
  1. Kredit dengan jaminan
    Merupakan kredit yang diberikan dengan suatu jaminan. jaminan tersebut dapat berbentuk barang berwujud atau tidak berwujud atau jaminan orang. artinya setiap kredit yang dikeluarkan akan dilindungi minimal senilai jaminan atau untuk kredit tertentu jaminan harus melebihi jumlah kredit yang diajukan si calon debitur.
  2. Kredit tanpa jaminan 
    Merupakan kredit yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang tertentu. kredit jenis ini diberikan dengan melihat prospek usaha, karakter serta loyalitas atau nama baik si calon debitur selama berhubungan dengan bank atau pihak lain.


e. Dilihat dari segi sektor usaha
  1. kredit pertanian, merupakan kredit yang dibiayai untuk sektor perkebunan atau pertanian. sektor utama pertanian dapat berupa jangka pendek atau jangka panjang.
  2. kredit peternakan, merupakan kredit yang diberikan untuk sektor peternakan baik jangka pendek maupun jangka panjang. untuk jangka pendek misalnya peternakan ayam dan jangka panjang ternak kambing atau ternak sapi.
  3. kredit industri, merupakan kredit yang diberikan untuk membiayai industri, baik industri kecil, industri menengah atau industri besar.
  4. kredit pertambangan, merupakan kredit yang diberikan kepada usaha tambang. Jenis usaha tambang yang dibiayai biasanya dalam jangka panjang, seperti tambang emas, minyak atau timah.
  5. kredit pendidikan, merupakan kredit yang diberikan untuk membangun sarana pendidikan atau dapat pula berupa kredit untuk para mahasiswa.
  6. kredit profesi, merupakan kredit yang diberikan kepada para kalangan profesional seperti, dosen, dokter atau pengacara.
  7. kredit perumahan, yaitu kredit untuk membiayai pembangunan atau pembelian perumahan dan biasanya berjangka waktu panjang.
  8. dan sektor-sektor lainnya.

Pengertian Pengalihan Kredit

Tujuan Kredit

Tujuan dari kredit adalah untuk memenuhi kebutuhan yang beraneka  ragam sesuai dengan harkatnya, selalu meningkat. Sedangkan kemampuan manusia mempunyai suatu batasan tertentu, memaksakan seseorang untuk berusaha memperoleh bantuan permodalan untuk pemenuhan hasrat dan cita- citanya guna peningkatan usaha dan peningkatan daya guna sesuatu barang/jasa.

Fungsi kredit secara umum ialah pemenuhan jasa untuk melayani kebutuhan masyarakat (to serve the society) dalam rangka mendorong dan melancarkan perdagangan, produksi, jasa-jasa dan bahkan konsumsi yang kesemuanya itu pada akhirnya ditujukan untuk menaikan taraf hidup rakyat banyak.

Pengalihan hak/oper kredit adalah merupakan tindakan aktif dari debitur dalam hal ini debitur yang memiliki hak Kredit Mobil untuk mengalihkan hak kreditnya. Tindakan aktif ini dapat berupa menjual kembali dengan pengalihan kewajiban dari (delegasi) yaitu merupakan kebalikan dari Cessie sebab dengan delegasi yang beralih bukan piutang melainkan adalah .hutang. Munir Fuady, Hukum Kontrak (dari Sudut Pandang Hukum Bisnis), Buku Kedua Bandung: Citra Aditya Bakti, 2003, hlm. 171. Sehingga setelah terjadinya delegasi, maka yang berganti bukan kreditur seperti yang terjadi dalam cessie melainkan yang terjadi pergantian debitur sehingga delegasi  kewajiban yang dilakukan secara penuh juga merupakan sejenis novasi, yakni novasi subyektif pasif.

Menurut Pasal 1413 KUHPerdata menetapkan ada 3 (tiga) maacam  cara untuk terjadinya novasi, yaitu:Pasal 1413 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.
  1. Novasi subyektif aktif adalah suatu perjanjian yang bertujuan mengganti kreditur lama dengan seorang kreditur baru.
  2. Novasi subyektif pasif adalah suatu perjanjian yang bertujuan mengganti debitur lama dengan debitur baru dan membebaskan debitur lama dari kewajibannya. Hal ini dapat juga disebut dengan alih debitur.
  3. Novasi obyektif adalah suatu perjanjian antara kreditur dengan debitur untuk memperbarui atau merubah obyek atau isi perjanjian. Pembaruan perjanjian ini terjadi jika kewajiban prestasi tertentu dari debitur diganti dengan prestasi lain.


Pengalihan hak dan oper kredit yang sering dilakukan oleh debitur adalah untuk mengalihkan hutangnya, dalam hal ini hutang yang berupa angsuran/cicilan kredit pembayaran rumah yang telah diambilnya dari bank, hal ini dilakukan dengan tujuan bermacam-macam, seperti: debitur pindah tugas keluar kota, debitur sakit dan juga untuk menghindari kredit macet. Suatu kredit digolongkan kredit macet sejak tidak ditepatinya atau dipenuhinya ketentuan yang tercantum dalam perjanjian kredit, yaitu apabila debitur selama tiga kali berturut-turut tidak membayar angsuran dan bunga kredit.

Sementara pengertian cessie menurut Pasal 613 ayat (1 dan 2) BW adalah: Penyerahan akan piutang-piutang atas nama dan kebendaan tak bertubuh lainnya dilakukan dengan membuat sebuah akte otentik atau di bawah tangan, dengan mana hak-hak atas kebendaan itu dilimpahkan kepada orang lain. Penyerahan hak demikian   bagi   pihak   yang   berhutang   tiada   akibatnya   melainkan     setalah penyerahan itu diberitahukan kepadanya secara tertulis, disetujui dan diakuinya.Subekti, Aneka Perjanjian, Cet. 10, 1995, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, hlm. 11. 

Sehingga dengan pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pengalihan hak/oper kredit adalah merupakan kebalikan dari cessie di mana bila cessie yang berganti adalah krediturnya dalam hal ini bank akan tetapi bila pengalihan   hak/oper   kredit   yang   berganti   adalah   debiturnya   yaitu     yang berhutangbaik itu dengan sepengetahuan pihak kreditur atau tidak,  hutangnya tetap dialihkan oleh debitur tersebut.


Objek Pengalihan Kredit yaitu Mobil

Mobil merupakan benda bergerak yang dapat dialihkan kepemilikannya, diantaranya dengan melalui perbuatan hukum jual beli. Dalam pemilikanya dapat dilakukan dengan cara pembayaran kredit melalui pinjaman kredit di bank. Dalam perjanjian kredit mobil melalui pembiayaan konsumen. Dalam perjanjian kredit mobil maka objek dari perjanjian kredit tersebut adalah mobil, agunan yang diperlukan untuk kredit mobil adalah mobil itu sendiri.

Harga mobil yang mahal menjadi salah satu kendala beberapa masyarakat mengurungkan niatnya memilikinya. Pihak marketing produsen mobil juga tidak kehilangan akal, hanya dengan DP beberapa persen dari harga dan berjanji membayar angsuran sesuai kesepakatan, maka mobil bisa dibawa pulang. Pengalihan kredit mobil dewasa ini diminati oleh beberapa kalangan yang menginginkan mobil bekas dengan sistem angsur. Hal tersebut terlihat dari banyaknya iklan yang menawarkan over kredit mobil. Mekanisme pengalihan kredit mobilpun cukup mudah.

Pengalihan kredit mobil secara umumnya adalah perjanjian antara kedua belah pihak untuk melanjutkan angsuran kredit mobil yang dilakukan pihak pertama. Jadi, pihak kedua merupakan orang yang dilimpahi untuk meneruskan pembayaran tersebut. Lembaga perkreditan mobil umumnya tidak akan ikut campur dalam perjanjian yang dilakukan oleh kedua belah pihak. Lembaga  hanya akan diberi tahu bahwa angsuran kredit sudah dialihkan kepada pihak kedua dan proses angsurannya berjalan baik. Pihak kedua sebelum memiliki kesepakatan dalam membayarkan sebagian uang muka dan angsuran kepada pihak pertama, harus meneliti tentang kelengkapan surat, administrasi yang telah dilakukan sebelumnya oleh pihak pertama, juga tentang kondisi mobil tersebut.

Pihak pertama juga harus membuat surat kuasa untuk melakukan perpindahan beban angsuran kepada pihak kedua. Yang paling penting dalam  surat perjanjian harus disertakan bahwa pihak pertama tidak akan ikut campur jika terjadi masalah dalam angsuran setelah dilakukan oleh pihak kedua. Mekanisme pengalihan kredit mobil tersebut untuk menjaga agar pihak pertama tidak disalahkan oleh pihak lembaga pada kesalahan yang dilakukan pihak kedua.

Dalam pengalihan kredit mobil maka yang menjadi objeknya adalah sama seperti objek dalam perjanjian kredit mobil yaitu mobil itu sendiri. Pihak yang mengalihkan (debitur lama-penjual) dengan penerima pengalihan (debitur baru- pembeli) melakukan perjanjian mengenai atau pengalihan kredit atas mobil yang masih terikat pinjaman/kredit tersebut.


Faktor Pengalihan Kredit

Dari sisi debitur di pihak yang mengalihkan kredit (penjual), Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pengalihan hak/oper kredit dalam Kredit Mobil, antara lain :
  1. Pihak debitur lama
  2. Pihak Konsumen/Debitur Baru


Faktor-faktor yang terjadi dari pihak debitur lama adalah:
  1. Kesulitan ekonomi, sehingga tidak dapat melanjutkan angsuran kredit, atau untuk menghindari risiko disita oleh pihak leasing dengan terjadinya kredit macet sehingga akan mengalami kerugian yang besar. Apabila debitur tidak dapat melanjutkan angsuran kredit karena kesulitan ekonomi akan berakibat debitur dikatakan melakukan wanprestasi dan juga akan berakibat terjadinya eksekusi jaminan. Oleh karenanya untuk menghindari terjadinya hal tersebut  di mana gagalnya debitur untuk melunasi utangnya sebagaimana ditentukan dalam perjanjian kredit sehingga akan mengakibatkan objek dari perjanjian kredit tersebut disita oleh pihak bank atau terjadi eksekusi jaminan maka debitur mencari jalan keluar dengan cara menjual atau mengalihkan apa yang menjadi obyek dalam perjanjian kredit tersebut dalam hal ini debitur mengalihkan kreditnya atau melakukan oper kredit mobil tersebut kepada pihak lain.
  2. Resiko disita oleh pihak bank dengan terjadinya kredit macet, sehingga akan mengalami kerugian yang besar.
  3. Mencari keuntungan.
  4. Memanfaatkan fasilitas Kredit Mobil yang diberikan oleh kantor dimana debitur bekerja.


Pengalihan atau oper kredit dilakukan debitur juga untuk menyelamatkan uang yang telah dibayarkan kepada pihak leasing dan menyelamatkan mobil yang menjadi agunan. Sehingga dalam rangka tersebut, debitur menjual kembali atau mengalihkan kredit tersebut kepada pihak lain agar pihak lain sebagai penerima pengalihan kredit dapat melanjutkan sisa angsuran/cicilan/pembayaran mobil dan membayar kepada debitur sesuai dengan perhitungan dengan uang yang telah dibayarkan debitur kepada kreditur atau membayar penuh sehingga kredit pun dapat dilunasi.

Dari sisi pihak penerima pengalihan kredit (debitur), membeli mobil yang masih dalam kondisi kredit di leasing dilakukan bisa karena factor untuk mendapatkan keuntungan dengan suku bunga yang masih disubsidikan/rendah  dari pihak leasing, atau karena tidak cukup uang membeli secara tunai sementara dia tidak mau berurusan dengan permohonan kredit mobil yang dirasa sangat ketat dan teliti persyaratannya, atau usia yang sudah tua sehingga bila mengajukan kredit kepada leasing akan ditolak dan sebagainya.


Daftar Pustaka untuk Makalah Pengalihan Kredit

Pengertian Pengalihan Kredit Mobil Definisi, Jenis Tujuan dan Faktor Penyebab Pengalihan Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

3 comments:

  1. Saya Widaya Tarmuji, saya menggunakan waktu ini untuk memperingatkan semua rekan saya INDONESIANS. yang telah terjadi di sekitar mencari pinjaman, Anda hanya harus berhati-hati. satu-satunya tempat dan perusahaan yang dapat menawarkan pinjaman Anda adalah TRACY MORGAN LOAN FIRM. Saya mendapat pinjaman saya dari mereka. Mereka adalah satu-satunya pemberi pinjaman yang sah di internet. Lainnya semua pembohong, saya menghabiskan hampir 32 juta di tangan pemberi pinjaman palsu.

    Tapi Tracy Morgan memberi saya mimpi saya kembali. Ini adalah alamat email yang sebenarnya mereka: tracymorganloanfirm@gmail.com. Email pribadi saya sendiri: widayatarmuji@gmail.com. Anda dapat berbicara dengan saya kapan saja Anda inginkan. Terima kasih semua untuk mendengarkan permintaan untuk saran saya. hati-hati

    ReplyDelete
  2. Apakah Anda membutuhkan pinjaman? Ini adalah untuk memberitahukan masyarakat umum yang kami tawarkan pinjaman kepada individu dengan bunga 3%. pinjaman kami dijamin dan dijamin oleh perusahaan asuransi. Tidak terlihat lagi dan hubungi kami sekarang untuk mendapatkan pinjaman.

    Kredit investasi

    otomatis Pinjaman

    Konsolidasi hutang

    Line of Credit

    Pinjaman Bisnis

      Terapkan sekarang di vasquezfinancials909090@gmail.com

    ReplyDelete
  3. hari baik untuk semua warga negara Indonesia, nama saya Ibu aisha bukafia, silakan, saya ingin membagikan kesaksian hidup saya benar di sini pada platform ini untuk semua warga negara Indonesia untuk berhati-hati dengan pemberi pinjaman di internet, Allah memiliki trully mendukung saya melalui ibu yang baik Mrs. Emiliana

     Setelah beberapa periode mencoba untuk mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan ditolak terus, jadi saya memutuskan untuk mendaftar melalui pinjaman online tapi saya ditipu dan saya kehilangan Rp15.000.000, dengan seorang wanita di arab saudi.

    saya menjadi begitu putus asa dalam mendapatkan pinjaman, jadi saya berdiskusi dengan seorang teman saya yang kemudian intorduce saya untuk Ibu Emiliana, yang merupakan pemilik dari sebuah organisasi pinjaman global, jadi teman saya meminta saya untuk menerapkan dari Ibu Emiliana, jadi saya summorned keberanian dan menghubungi Mrs. Emiliana.

    Aku diterapkan untuk jumlah pinjaman Rp400,000,000 dengan tingkat bunga 2%, sehingga pinjaman tersebut disetujui dengan mudah tanpa stres dan semua persiapan dilakukan pada transfer kredit, karena fakta bahwa tidak memerlukan agunan dan jaminan untuk transfer pinjaman, saya hanya diberitahu untuk mendapatkan sertifikat perjanjian lisensi mereka untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari dua jam uang pinjaman telah disetorkan ke rekening bank saya.

    Saya pikir itu adalah lelucon sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa account saya telah dikreditkan dengan jumlah Rp400,000,000. Saya sangat senang bahwa akhirnya Allah telah menjawab doa saya dengan memesan pinjaman saya dengan pinjaman asli saya, yang telah memberi saya keinginan hati saya.

    Semoga Allah memberkati Ibu Emiliana untuk membuat kehidupan yang adil bagi saya, jadi saya menyarankan siapa pun tertarik untuk mendapatkan pinjaman untuk silakan hubungi Ibu Emiliana melalui email: emilianawilson111@gmail.com untuk pinjaman Anda

    Akhirnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda semua untuk meluangkan waktu untuk membaca kesaksian hidup sejati saya tentang kesuksesan saya dan saya berdoa Tuhan akan melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda.
    satu lagi nama saya mrs aisha bukafia, Anda dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut melalui email saya: mrsaishabukafia@gmail.com

    ReplyDelete