Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 4 June 2016

Pengertian Perbandingan Politik Definisi Menurut Teori Para Ahli

Pengertian Perbandingan dalam studi ilmu politik sudah setua ilmu politik itu sendiri. Selama berabad-abad telah banyak perbandingan sistem politik yang dilakukan oleh pada teoritisi dunia, termasuk membandingkan antara  negara  dan  negara,  monarki/oligarki dengan demokrasi, pemerintahan konstitusional dengan tirani dan sebagainya M. Mas’oed, Perbandingan Sistem Politik, Gajah Mada University Press. Hal. 21. Definisi sederhana dari perbandingan adalah suatu kegiatan untuk mengadakan identifikasi persamaan/perbedaan antara dua gejala tertentu atau lebih S. Soekanto, Perbandingan Hukum, Alumni, Bandung, 1979. Hal.10.. Walaupun sederhana, akan tetapi dalam implementasi sebuah analisis ataupun studi perbandingan, definisi ini tetap menjadi acuan dalam perbandingan dua gejala tertentu atau lebih. 


Definisi Perbandingan Menurut Para Ahli

Lebih lanjut Lijphart mengemukakan bahwa metode komparatif (Comparative Method) atau perbandingan lebih ditekankan kepada suatu metode penemuan hubungan empiris antara berbagai variabel, dan metode ini bukan merupakan metode pengukuran. Karena metode komparatif bukan merupakan metode pengukuran, maka metode komparatif melibatkan analisis kualitatif, bukan kuantitatif Ronald Chillcote, Teori Perbandingan Politik, Penelusuran Paradigma.,PT Rajagrafindo Persada, Jakarta, 2003. Hal. 30. 

Dalam studi Perbandingan Politik terdapat tiga pendekatan yang dapat dilakukan, dan telah sering digunakan dalam telaah komparatif. Adapun ketiga pendekatan tersebut adalah:

a. Pendekatan Tradisional (Traditional Approach).
Secara historis pendekatan ini menghubungkan fakta dan nilai dalam studi politik perbandingan. Selama awal abad ke-20, meski demikian orientasinya bergeser pada studi institusi-institusi negara-negara individual. Secara intrinsik, pendekatan tradisional menjadi nonkomparatif, deskriptif, sempit dan statis. Pendekatan ini cenderung menggambarkan institusi- institusi  politik  tanpa  mencoba untuk memperbandingkannya,  bukannya mengidentifikasi tipe-tipenya, misalnya institusi parlementer terhadap institusi presidensil Ibid, Hal. 78
b. Pendekatan Perilaku (Behavioral Approach).
Pendekatan ini merupakan sebuah reaksi terhadap spekulasi teori yang memberikan uraian penjelasan, kesimpulan dan penilaian berdasarkan norma-norma atau aturan-aturan dan standar-standar kekuasaan maupun etnosentrisme, formalisme, dan deskripsi barat yang menjadi karakteristik pendekatan tradisional kontemporer Ibid.. Sebuah laporan Asosiasi Ilmu Politik Amerika (American Political Science Association) tahun 1944 mengkritik bidang perbandingan Ilmu Politik sebagai bersifat sempit dalam melakukan analisis    deskriptif    menyangkut    institusi-institusi    luar    negeri    dan memaksakan suatu campuran metoda dan disain untuk  mencapai  suatu ilmu rekayasa sosial “total”. Sebuah laporan lain dalam satu dekade berikutnya menyerukan suatu pendekatan empiris yang sistematis termasuk perluasan skema-skema yang bersifat klasifikasi, konseptualisasi pada beragam tingkat abstraksi, penyusunan hipotesis dan pengujian hipotesis melalui data empiris. Laporan-laporan ini menjadi basis pendekatan behavioral dalam studi politik yang mendampingi kebanyakan riset bidang perbandingan politik yang berkembang pesat selama tahun 1950-an dan 1960-an.

Kecenderungan riset behavioral dalam politik telah menuju pada  pembentukan  model-model  yang konsisten  secara  logika, dimana
“kebenaran” diturunkan secara deduktif. Bayang-bayang kenyataan  empiris menggerogoti teori murni model-model politik formal tertentu,  dan kelompok behavioralis biasanya mencari beberapa campuran pengalaman dan teori, sambil berupaya memadukan studi politik dengan kecermatan disiplin ilmiah yang menjadi model dari metode-metode   ilmu
alam Ibid, Hal. 80.

Dalam upaya untuk membedakan antara penelaahan model-model behavioral dan tradisional, telah diidentifikasi adanya doktrin  utama “kredo behavioral”. Doktrin-doktrin tersebut adalah:
  1. Keteraturan atau keragaman perilaku politik, yang dapat diungkapkan dalam generalisasi atau teori.
  2. Verifikasi atau pengujian validitas generalisasi atau teori tersebut
  3. Teknik-teknik pencarian atau interpretasi data.
  4. Kuantifikasi dan pengukuran dalam rekaman data.
  5. Nilai-nilai yang membedakan antara dalil-dalil yang berhubungan dengan evaluasi etis yang berkaitan dengan penjelasan empiris
  6. Sistematisasi riset
  7. Ilmu murni atau pencarian pemahaman dan penjelasan perilaku  sebelum menggunakan pengetahuan sebagai solusi  permasalahan sosial.
  8. Integrasi riset politik dengan riset-riset ilmu sosial lainnya Ibid.
Pengertian Perbandingan Politik

c. Pendekatan Pasca Behavioral
Pendekatan ini berorientasi ke masa depan menuju “relevansi” dan “tindakan”. Kredo pasca behavioral terdiri dari sejumlah doktrin, yaitu:
  1. Substansi mendahului teknik, sehingga permasalahan sosial yang mendesak menjadi lebih penting daripada peralatan investigasi.
  2. Behavioralisme sendiri secara ideologi bersifat konservatif dan terbatas pada abstraksi, bukannya kenyataan saat-saat krisis.
  3. Ilmu tidak dapat bersifat netral ketika dilakukan evaluasi. Fakta tidak dapat dipisahkan dari nilai, dan alasan-alasan nilai harus dikaitkan dengan pengetahuan.
  4. Kaum intelektual harus mengemban tanggung jawab masyarakat mereka, mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dalam peradaban, dan tidak semata-mata menjadi sekelompok teknisi yang terisolasi dan terlindungi dari isu-isu dan permasalahan yang mengcopy pekerjaan mereka.
  5. Para intelektual harus menerapkan pengetahuan dan terlibat dalam pembentukan ulang masyarakat.
  6. Para intelektual harus memasuki kancah perjuangan mutakhir dan berpartisipasi dalam politisasi institusi-institusi profesi dan akademis Ibid.

Beberapa definisi tentang perbandingan seperti yang diuraikan di atas maka dapat  disimpulkan  bahwa perbandingan adalah kegiatan   yang  bersifat mengidentifikasi persamaan/perbedaan antara dua objek atau  lebih.

Definisi sederhana dari perbandingan adalah suatu kegiatan untuk mengadakan identifikasi persamaan atau perbedaan antara dua gejala tertentu atau lebih. Agar proses perbandingan dalam penelitian ini bersifat sistematis, maka penulis merujuk pada konsepsi dari Samuel Beer, Adam Ulam serta Roy Macridis yang merumuskan tahapan-tahapan telaah komparatif atau tahapan-tahapan perbandingan, tahapan-tahapan deskriptif, klasifikasi, penjelasan serta konfirmasinya meliputi, 
  1. Tahapan pertama pengumpulan dan pemaparan deskripsi fakta yang dilakukan berdasarkan skema atau tata cara penggolongan (klasifikasi) tertentu.
  2. Tahapan kedua yaitu, berbagai kesamaan dan perbedaan dikenali dan dijelaskan.
  3. Tahapan ketiga yaitu, hipotesa-hipotesa sementara tentang saling keterkaitan dalam proses politiknya diformulasikan.
  4. Tahapan keempat yaitu, hipotesa-hipotesa tersebut diverifikasi (diuji dan diperiksa melalui  observasi empiris  atau   pengamatan   lapangan  secara   cermat)
  5. Tahapan kelima ialah temuan-temuan yang didapat dipertanggung jawabkan harus ditetapkan Ibid. Hal. 21.


Daftar Pustaka Makalah Perbandingan Politik

Pengertian Perbandingan Politik Definisi Menurut Teori Para Ahli Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment