Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Friday, 23 October 2015

Pengertian Rasio Likuiditas Definisi dan Jenis yang Dapat digunakan untuk Perusahaan

Pengertian Rasio Likuiditas adalah Fred Weston dikutip dari Kasmir (2008:129):  menyebutkan bahwa rasio likuiditas (liquidity ratio) merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek.  

Digunakan untuk menggambarkan seberapa likuidnya suatu perusahaan serta kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar. Dengan kata lain , rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban  yang  segera jatuh tempo.


Pentingnya likuiditas dapat dilihat dengan mempertimbangkan dampak dari ketidak mampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka  pendeknya. Kurangnya likuiditas menghalangi perusahaan untuk memperoleh  keuntungan dari diskon atau kesempatan mendapatkan keuntungan, juga berarti pembatasan kesempatan dan tindakan manajemen.

Masalah likuiditas yang lebih parah mencerminkan ketidak mampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban lancar. Masalah ini dapat mengarah pada penjualan investasi dan aktiva dengan terpaksa, dan bukan mengarah pada insolvensi dan kebangkrutan, sehingga jika suatu perusahaan gagal memenuhi kewajiban lancarnya, maka kelangsungan usahanya dipertanyakan. Dengan kata lain kesehatan suatu perusahaan yang dicerminkan dengan tingginya rasio likuiditas (diukur dengan current ratio) diharapkan berhubungan dengan luasnya tingkat pengungkapan (Wallace : 1994).

Tetapi sebaliknya jika likuiditas dipandang sebagai ukuran kinerja, perusahaan yang mempunyai rasio likuiditas rendah perlu memberikan informasi yang lebih rinci untuk menjelaskan rendahnya kinerja dibanding perusahaan yang mempunyai rasio likuiditas yang tinggi.

Jenis Rasio Likuiditas yang dapat digunakan 

Tingkat likuiditas suatu perusahaan dapat diukur dengan cara :

1. Current Ratio
Rasio ini menunjukkan sejauh mana aktiva lancar dapat digunakan untuk menutupi kewajiban jangka pendek/hutang lancar. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar  maka semakin tinggi kemampuan  perusahaan  menutupi kewajiban jangka pendek.

Current Asset
Current Ratio = -------------------------------
Current Liabilities


Apabila current ratio 1:1 atau 100% berarti bahwa aktiva lancar dapat menutupi semua hutang lancar. Rasio ini lebih aman jika berada diatas satu atau diatas 100% artinya aktiva lancar akan mampu membayar kewajiban lancarnya tanpa mengganggu operasi perusahaan.

Current ratio 200% kadang-kadang dipertimbangkan sebagai current ratio yang memuaskan bagi perusahaan industri atau perusahaan komersil, sedang bagi perusahaan penghasil jasa seperti perusahaan listrik dan hotel angka 100% dikatakan sudah mencukupi.

Current ratio yang tinggi mungkin menunjukkan adanya uang kas yang berlebihan dibanding dengan tingkat kebutuhan atau adanya unsur aktiva lancar yang rendah likuiditasnya (seperti persediaan) yang berlebih-lebihan.  Current ratio yang tinggi tersebut memang baik dari sudut pandang kreditur, tetapi dari sudut pandang pemegang saham kurang menguntungkan karena aktiva  lancar tidak didaya gunakan secara efektif. Sebaliknya current ratio yang rendah lebih riskan, tetapi menunjukkan bahwa manajemen telah mengoperasikan aktiva lancar secara efektif. Saldo kas dibuat minimum sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perputaran piutang dan persediaan diusahakan maksimum.

2. Quick Ratio (Acid Test ratio)
Rasio ini merupakan rasio uji cepat yang menunjukkan kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan persediaan karena persediaan memerlukan waktu relatif lebih lama untuk diuangkan disbanding asset  lain.  Quick asset  ini terdiri dari   piutang dan surat-surat berharga yang dapat direlisir menjadi uang dalam waktu relatif pendek. Jadi semakin besar rasio ini semakin baik.

            Current Asset - Inventory
Quick Ratio = -------------------------------------
            Current Liabilities

Pengertian Rasio Likuiditas

Lebih baik jika rasio ini dapat mencapai 1: 1 atau 100% karena jika terjadi likuidasi maka perusahaan dapat membayar kewajiban jangka pendeknya disebabkan sumber yang digunakan adalah aktiva yang cepat dapat diuangkan 

3.Cash Ratio
Rasio ini merupakan alat untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar hutang yang dapat ditunjukkan dari tersedianya dana kas atau setara dengan kas seperti rekening giro. Semakin besar perbandingan kas atau setara kas dengan hutang lancar semakin baik.

      Cash or cash  equivalent
Cash Ratio = --------------------------------
       Current Liabilities

Atau

          Cash + Bank 
Cash Ratio =  ---------------------------
        Current Liabilities



Apabila rasio ini 100% atau 1 : 1 hal ini berarti bahwa Rp 1 uang kas yang ada dalam perusahaan mencukupi Rp 1 hutang lancar yang ada.

4.Working Capital to Total Asset Ratio 
Rasio ini digunakan untuk menilai likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja . Semakin besar rasio ini semakin baik, begitu juga sebaliknya. Rumus yang dapat digunakan untuk mencari working capital to total asset ratio adalah :


                                                                     Current Asset - Current liabilities 
Working Capital to Total Asset Ratio =  ------------------------------------------
Total asset


Daftar Pustaka Makalah Rasio Likuiditas

Gunawan, Yuniati, 2001. “Analisis Pengungkapan Informasi Laporan Tahunan pada Perusahaan yang Terdaftar di BEJ”, Simposium Nasional Akuntansi VI

Kasmir, 2008,  Analisis Laporan Keuangan, Rajawali Pers, Jakarta.

Pengertian Rasio Likuiditas Definisi dan Jenis yang Dapat digunakan untuk Perusahaan Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment