Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Thursday, 15 October 2015

Pengertian Reklame Definisi, Jenis, Macam Izin Pemasangan dan Akibat Hukumnya.

Pengertian Reklame adalah Reklame berasal dari bahasa Spanyol, kata RE yang artinya kembali atau berulang-ulang dan CLOMOS yang artinya berseru. Jadi reklame adalah seruan yang  berulang-ulang  atau  kembali diserukan. Pengertian yang lebih luas soal reklame adalah suatu karya seni rupa yang bertujuan untuk menginformasikan, mengajak, menganjurkan atau menawarkan produk (suatu berupa barang atau jasa) kepada konsumen dengan cara yang menarik, sehingga konsumen   ingin memiliki, menggunakan atau membelinya.  http://ker34pimb0is.blogspot.com/2012/01/makalah-reklame.html?m=1

Menurut W.H van Baarle dan F.E Holannder, reklame adalah suatu kekuatan yang  menarik yang ditujukan kepada kelompok tertentu untuk membelinya, hal ini dilaksanakan oleh produsen atau pedagang agar dengan demikian dapat  dipengaruhi penjual barang-barang atau   jasa dengan cara yang menguntungkan dirinya sendiri.

Sementara menurut Berhouwer menjelaskan bahwa reklame merupakan setia pernyataan yang secara sadar ditujukan kepada publik dalam bentuk apapun juga yang dilakukan  oleh  seorang peserta lalu lintas perdanganan, yang diarahkan kearah sasaran memperbesar penjualan barang-barang atau jasa yang dimasukkan, oleh pihak yang berkepentingan dalam  perniagaan.

Perkembangan tekhnologi yang juga diikuti oleh perkembangan pada jenis dan visual   yang ditampilkan oleh papan reklame,  reklame  bukan lagi     hanya pengertian  sederhana seperti spanduk dan sejenisnya. Namun perkembangan baik dalam ukuran maupun bentuk tampilan visualnya yang mengikuti perkembangan tekhnologi itu sendiri.

Di indonesia terdapat kecenderungan membedakan reklame dan iklan berdasarkan  kategori penempatannaya, sehingga reklame digunakan untuk  menyebutkan  media  periklanan luar ruang, sedangkan iklan untuk menyebutkan media periklanan dalam  ruang. http://id.m.wikipedia.org/wiki/reklame

Namun jika ditinjau dari etimologinya, reklame dan iklan mempunyai makna yang setara. Iklan dari kata i’lan (bahasa arab) berarti pengumuman, dan reklame berarti seruan yang berulang-ulang, maka kedua istilah tersebut terkait dengan media periklanan ini mengandung makna yang setara yaitu untuk kegiatan penyampaian informasi kepada  masyarakat  atau  khalayak sasaran pesan.

Macam-macam Reklame

jenis atau macam-macam reklame merupakan wujudan dari reklame itu  sendiri. Jenis-  jenis reklame dapat dikelompokkan menurut tujuan pengadaannya, sifatnya, tempat pemasangannya dan medianya, dan berikut kelompok macam-macam  reklame

a. Menurut tujuan pengadaannya yaitu:  http://ker3t4pimb0is.blogspot.com/2012/01/reklame.html?m=1
  1. Reklame non-komersial
    Reklame nonkomersial adalah reklame yang dibuat untuk kepentingan social, yaitu mengajak, menghimbau, menyampaikan informasi kepada masyarakat agar bersedia mengikuti pesan yang disampaikan. Reklame ini biasanya datang  dari  pemerintah pusat maupun daerah.
  2. Reklame komersial
    Reklame komersial adalah reklame yang dibuat untuk kepentingan bisnis. Tujuannya adalah agar mendapat keuntungan sebesar-besarnya, biasanya datang dari perusahaan atau bahan usaha milik Negara maupun swasta.


b. Menurut sifatnya yaitu
  1. Reklame peringatan
    Reklame peringatan adalah jenis reklame yang digunakan untukmengingatkan kepada masyarakat. Hal ini berkaitan dengan kewajiban dari lembaga  pemerintah.
  2. Reklame permintaan atau ajakan
    Reklame permintaan atau ajakan merupakan jenis  reklame  yang  bernada  meminta atau mengajak warga masyarakat agar bersedia menerima ajakan, reklame ini biasa datang dari pihak pemerintah, swadaya masyarakat, maupun swasta.
  3. Reklame penerangan
    Reklame penerangan adalah reklame jenisn yang informatif, itu berarti bersifat menyampaikan informasi kepada masyarakat. Biasanya sering digunakan oleh pemerintah untuk menyampaikan program-programnya.


c. Reklame menurut pemasangannya yaitu:  http://ker3t4pimb0is.blogspot.com/2012/01/reklame.html?m=1
  1. Reklame luar ruang
    Reklame luar ruang merupakan reklame yang operasinya diluar rumah atau gedung. Bentuk reklame luar ruang biasanya lebih bebas dibandingkan reklame dalam ruang. Reklame jenis ini misalnya papan nama, papan reklame, spanduk, pamflet dan  LED.
  2. Reklame dalam ruang
    Gambar reklame yang cocok dipasang didalam ruangan (indoor) adalah gambar reklame yang berukuran kecil atau sedang dengan bahan yang tidak perlu tahan oleh  air dan matahari. Seperti reklame yang terdapat didalam rumah atau gedung seperti di toko-toko, supermarket, digedung bioskop, dan sebaliknya.


d. Menurut medianya yaitu:
  1. Reklame audio
    Media yang digunakan adalah suara atau kode bunyi-bunyian tertentu, baik dengan   alat tertentu atau dengan vokal suara. Contohnya pada bentuk reklame tradisional. Tetapi reklame audio modern sekarang sudah banyak menggunakan yang  melalui siaran radio.
  2. Reklame visual
    Media yang digunakan adalah objek yang dapat dilihat mata dan  gambar,  baik  gambar diam maupun gambar yang bergerak (film).
  3. Reklame audio visual
    Menggunakan media gabungan dari audio dan visual. Contohnya  pada  bentuk  reklame yang ditayangkan di televisi, slide atau vidio klip. Penyampaian reklame ini dianggap paling berhasil karena menarik dan lebih mudah  dipahami.


Perkembangan tekhnologi sendiri juga diikuti oleh perkembangan pada jenis dan visual  yag ditampilkan oleh papan reklame, reklame bukan lagi hanya dalam  pengertian  sederhana seperti spanduk dan sejenisnya. Namun berkembang baik dalam ukuran maupun bentuk tampilan visualnya yang mengikuti kemajuan tekhnologi itu sendiri.

Sebagai media iklan yang ditampilkan di area luar ruang (outdoor advertising) memiliki berbagai macam  tipe,  bentuk  yang  jumlahnya  sangat  banyak  dan  beraneka  ragam.  Seperti  :

Billboard, baliho, megatron, videotron, neon box, pylon sign, spanduk, banner, dll. Dari  istilah  dan nama diatas sebenarnya memiliki fungsi yang sama sebagai alat propaganda promosi, hanya dari segi bentuk kontruksi, dan visualnya saja yang memiliki perbedaan.

Berikut jenis-jenis reklame yang kita kenal yaitu:

  1. Billboard
    Pengertian Billboard adalah bentuk promosi iklan luar ruang dan memiliki ukuran yang cukup besar. Dalam arti yang sebenarnya billboard adalah bentuk poster dengan ukuran besar dan diletaka tinggi ditempat tertentu yang ramai dilalui orang. Billboard termasuk model reklame luar ruang yang paling banyak digunakan.Perembangannya pun cukup pesat. Sekarang di zaman era digital ini, billboard pun menggunakan tekhnologi baru sehingga muncullah istilah yang disebut digital billboard. Kontruksi billboard bersifat permanen, sebagaimana pemasangannya berdiri sendiri, menempel bangunan  dengan  kontruksi  tetap.
  2. Baliho
    Selain billboard di indonesia juga dikenal baliho, perbedaannya terletak  pada permanen atau tidaknya tempat billboard itu sendiri. Jika tempatnya merupakan konstruksi  sementara atau semi permanen maka billboard tersebut disebut baliho. Baliho bahannya bisa berupa kayu, logam, kain, fiberglas dan sebagainya. Isinya merupakan informasi jangka pendek mengenai acara (event) tertentu atau kegiatan yang bersifat  insidentil.
  3. Spanduk
    Spanduk adalah jenis reklame visual yang terbuat dari kain yang memanjang, dipasang melintang diatas jalan atau diantara dua tiang.
  4. Poster
    Poster merupakan reklame berupa gambar dan tulisan pada selebaran kertas dan ditempel di tempat-tempat umum.
  5. Plakat
    Plakat memiliki bentuk yang hampir sama dengan poster, hanya ukurannya yang lebih  kecil dan biasanya ditempel di tembok atau di pohon-pohon di tepi  jalan.
  6. Mobile
    Mobile merupakan reklame berbentuk media tiga dimensi yang dapat bergerak. Baik bergerak sendiri karena ditiup angin atau dengan mesin motor  penggerak  bertenaga  listrik.
  7. Neon box
    Neon box adalah jenis reklame yang terbuat dari sinar lampu yang tersusun bewarna- warni.
  8. Videotron
    Videotron adalah full colours LED Display yang mampu menampilkan teks, gambar atau video dan berbagai animasi dengan semua index warna.
  9. Megatron
    Dan jika sebuah billboard mengikuti perkembangan era digital sudah menampilkan elektronik berupa gambar bergerak-gerak, maka billboard tersebut sudah termasuk media reklame modern yang disebut megatron.


Urgensi Reklame dalam Peningkatan Nilai  Produk/Barang.

Dari banyak defenisi tentang reklame, salah satu defenisi reklame  tersebut  adalah  kegiatan komunikasi yang dilakukan pembuat barang, atau pemasok jasa dengan masyarakat  atau sekelompok orang tertentu yang bertujuan untuk menunjang upaya  pemasaran  sebuah  produkya. http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2008/09defenisi-periklanan.html

Strategi pemasaran melalui jasa reklame  merupakan  salah  satu  bentuk  khusus komunikasi untuk memenuhi fungsi pemasaran. Untuk dapat menjalankan fungsi pemasaran melalui jasa reklame, maka apa yang harus dilakukan dalam kegiatan periklanan tentu saja harus lebih dari sekedar memberikan informasi kepada masyarakat. Dari jasa advertising sendiri harus mampu membuat sebuah reklame yang dapat membujuk khalayak ramai tertarik terhadap produk/barang ataupun jasa yang ditawarkan dalam reklame tersebut sesuai dengan strategi perusahaan untuk mencetak penjulan dan keuntungan. Reklame tersebut juga harus mampu mengarahkan  konsumen   membeli  produk  yang  telah   dirancang  sedemikian  rupa,    sehingga diyakini dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan pembeli. Frank Jefkins, Periklanan edisi ketiga, Jakarta: Gelora Aksara Pratama, 1994, Hlm.15


Dalam peningkatan nilai suatu produk barang atau jasa perlu diperhatikan beberapa hal penting yang dilakukan jasa periklanan atau reklame yaitu:
  1. volume atau penekanan dan penentuan saat pemasarannya sangat ditentukan oleh situsi atau karakter kegunaan produk yang akan dipasarkan. Sebagai contoh, jika fungsi suatu produk tersebut sama dengan produk lain yang sudah ada,namun  tidak  memiliki  kelebihan lainnya,maka dalam kegiatan pemasaran melalui jasa reklame tersebut harus diintensifkan lagi bagaimana agar masyarakat bisa melihat produk tersebut menarik dan dapat meningkatkan nilai dari produk tersebut.
  2. riset pemasaran yang dilakukan oleh jasa periklanan juga sangat penting, seperti motif, refrensi, serta sikap konsumen yang tentunya akan sangat mempengaruhi kegiatan periklanan yang akan meuncurkan, termasuk pemilihan media yang akan  memuatnya.
  3. Nama atau merek produk merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pemasaran. Karena orang-orang di biro iklan terlatih untuk menebak selera konsumen berdasarkan merek produk, maka biasanya merka juga terlibat dalam perumusan nama merek produk tersebut.
  4. Segmen pasar yang dipilih juga sangat menentukan corak pemasaran  melalui  jasa  reklame yang akan diluncurkan serta media yang harus dipilih.
  5. Penentuan harga memainkan peranan penting bagi tinggi atau rendahnya daya  tarik  produk atau jasa tersebut. Dari harga yang dibuat maka dapat diketahui apakah suatu produk memang cukup bernilai, termasuk barang mewah atau tidak, serta dapat ditawar atau tidak. Penentuan harga ini merupakan suatu hal yang perlu dicermati, karena harga merupakan aspek penjualan yang paling kompetitif. Hampir semua orang memperhatikan harga dalam membeli suatu barang. Sehingga dari pihak jasa periklanan akan mengemas semenarik mungkin produk yang akan dipasarkan tersebut, sehingga masyarakat dapat melihat produk yang diiklankan tersebut perlu dibeli atau tidak.


Biasa nya yang sering terjadi dimasyarakat ialah, walaupun produk tersebut mempunyai harga jual yang cukup tinggi, namun dari pihak periklanan dapat mengemas dengan memasarkan produk tersebut dengan sangat menarik, sehingga masyarakat biasanya akan tetap  membeli  produk tersebut, selain memang karena kebutuhannya. Jadi disini dapat dilihat peranan reklame dalam memasarkan suatu produk barang atau jasa sangat berpengaruh dalam peningkatan nilai  dari produk atau jasa tersebut.

Izin Pemasangan Reklame dan Akibat Hukumnya.

Izin pemasangan reklame adalah izin yang diberikan kepada badan atau orang/perorangan untuk menyelenggarakan atau memasang reklame dalam jangka waktu tertentu. Biasanya izin pemasangan sebuah reklame berbeda-beda tiap daerah, karena tiap daerah memiliki peraturannya masing-masing, Yang dipakai Qanun Kota Banda Aceh Nomor 8 Tahun 2011. namun pada dasarnya peraturan tersebut proses izinnya hampir sama di tiap daerah. Instansi pemroses dilakukan oleh dinas pendapatan daerah, instansi  pemberi  pertimbangan dikerjakan oleh dinas kebersihan, dinas  perhubungan.

Misalnya izin pemasangan reklame di kota Banda Aceh, adapun izin penyelenggaraan reklame antara lain :
  1. Penyelenggaraan reklame harus mendapatkan izin dari  walikota;
  2. Izin reklame dapat diberikan dalam bentuk izin tetap dan izin  terbatas;
  3. Izin reklame tidak boleh dipindahtangankan kecuali dengan izin tertulis dari  walikota;
  4. Masa izin dapat diperpanjang dan untuk itu harus diajukan permohonan kembali selambat-lambatnya 40hari sebelum berakhirnya masa berlaku reklame  tersebut;
  5. Pemerintah kota dapat mengalihkan lokasi penyelenggaraan reklame diatas sarana/prasarana/tempat lain yang dikuasai pemerintah kota kepada pihak lain apabila  tidak diajukan permohonan kembali yang dimaksud diatas;
  6. Penyelenggara reklame harus menyusun naskah reklame dalam bahasa indonesia yang  baik;
  7. Penyelenggara reklame harus memenuhi persyaratan keindahan dan tidak boleh bertentangan dengan norma agama, kesopanan, ketertiban, keamanan, kesusilaan, dan sesuai dengan kondisi kota.

Adapun yang menjadi syarat administrasinya yaitu:
  1. Surat permohonan yang diajukan kepada KPPTSP yang ditandatangani pemohon dengan matrai secukupnya;
  2. Denah lokasi;
  3. Masa berlaku,dan
  4. Bentuk, gambar dan teks reklame.


Jangka waktu pengurusan izin, izin reklame dikeluarkan paling lambat 1-7 hari sejak permohonan dengan persyaratan diterima KPPTSP (Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu), dan berlaku disesuaikan dengan kebutuhan.

Biaya retribusi

Reklame papan (Billboard) dan reklame kain
1. Tabel penyelenggaraan di dalam sarana pemerintah kota/ jalan  umum

2. Tabel penyelenggaraan diluar sarana pemerintah kota/ jalan  umum



Reklame khusus (papan nama merek toko/tempat usaha/kantor):

  1. 30% dari tabel diatas

Reklame melekat (stiker):

  1. Rp. 1,-/cm2
  2. Rp. 100.000,-/penyelenggara

Reklame selebaran:

  1. Rp. 25,-/lembar
  2. Rp. 250.000,-/penyelenggara

Reklame berjalan:

  1. Rp. 10.000,-/hari
  2. Rp. 50.000,-/minimal

Reklame kendaraan:

  1. Rp. 500,-/m2/hari

Reklame peragaan:

  1. Diluar ruangan: Rp. 3.000,-/hari, Rp. 100.000,-/minimal
  2. Didalam ruangan: Rp. 50.000,-/peragaan

Reklame rokok:

  1. Tabel diatas + 10%

Proses izin diatas diatur dalam:

  1. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun  2004:
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi  Daerah;
  3. Peraturan Daerah Kotamadya Banda Aceh Nomor 8 Tahun 2011 tentang Pajak  Reklame

Daftar Pustaka untuk Makalah Reklame

Pengertian Reklame Definisi, Jenis, Macam Izin Pemasangan dan Akibat Hukumnya. Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment