Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Sunday, 11 October 2015

Tata Cara Perubahan Identitas Wajib Pajak dan Pemindahan atau Pengusaha Kena Pajak

TATA CARA PERUBAHAN IDENTITAS WAJIB PAJAK

a. Pada Kantor Pelayanan Pajak

Petugas Pendaftaran Wajib Pajak Mempunyai Tugas
  1. Menerima formular Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak yang telah ditandatangani wajib pajak atas kuasa yang sah beserta lampiran yang disyaratkan;
  2. Memerikasa kelengkapan formulir Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak yang terdiri dari :
    • Surat Keterangan, Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak dan atau Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak karena adanya kesalaha, misalnya data masukan tidak sama dengan data yang keluar, Kode Wajib Pajak Cabang tidak sama dengan Kode Wajib Pajak Pusat
    • Keterangan bagi instansi yang berwenang karena penggantian nama;
    • Fotokopi akte perubahan bentuk badan hukum karena berubahnya bentuk badan hukum;
    • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi penduduk indonesia atau paspor bagi orang asing ditambah surat keterangan tempat tinggal dari instansi yang berwenang sekurang-kurangnya lurah atau kepala desa karena pindah tempat tinggal atau tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha dalam wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak yang sama;
    • Fotokopi akte perubahan dan pernyataan tertulis dan wajib pajak karena berubahnya status usaha wajib pajak
    • Fotokopi Surat Izan Usaha dan Pernyataan tertulis dan wajib pajak karena berubahnya jenis usaha.
  3. Merekam data wajib pajak dari formulir permohonan pendaftaran dan perubahan data wajib pajak dan mencetak Lembar Pengawasan Arus Dokumen (LPAD) serta menyerahkan Bukti Penyerahan Surat (BPS) kepada wajib pajak, setelah ditandatangani oleh petugas :
    Catatan : Perekam juga  dilakukan atas  formulir  permohonan pendaftaran  dan Perubahan Data Wajib Pajak yang diterima dari Kantor Penyuluhan Pajak, dan lembar perubahan identitas wajib pajak yang dilampirkan pada Surat Pemberitahuan
  4. Mencetak Surat Keterangan Terdaftar, Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak dan atau Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak sebagai akibat perubahan data wajib pajak
  5. Menyampaikan Surat Keterangan Terdaftar, Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak dan atau Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak paling lama pada hari kerja berikutnya setelah permohonan perubahan identitas wajib pajak beserta persyaratannya diterima secara lengkap;
  6. Meneruskan  Formulir  Permohonan  Pendaftaran  dan  Perubahan Data Wajib Pajak dan surat lainnya ke Sub Seksi Pengolahan Data dan Informasi untuk digabungkan dengan berkas induk



b. Petugas Pendaftaran Wajib Pajak, dalam hal komputer tidak berfungsi mempunyai tugas :
  1. Melakukan tugas-tugasnya yang sama dengan tugas sebagaimana tercantum dalam huruf angka (1) dan angka (2) ;
  2. Membuat Lembar Pengawasan Arus Dokumen (LPAD) secara manual dari menyerahkan Bukti Penerimaan Surat (BPS) kepada wajib pajak;
  3. Setelah komputer berfungsi :
    • Merekam data wajib pajak dari formulir Permohonan Pendaftaran dari perubahan data wajib pajak
    • Melakukan tugas-tugas yang sama dengan tugas dalam huruf a   angka (4) sampai angka (6).


c. Pada Kantor Penyuluhan Pajak
Petugas Pendaftaran Pajak mempunyai tugas :
  1. Melakukan tugas-tugas yang sama dengan tugas sebagaimana tercantum  dalam huruf angka (1) dan angka (2);
  2. Membuat Lembar Pengawasan Arus Dokumen (LPAD) secara manual dari menyerahkan Bukti Penerimaan Surat (BPS) kepada wajib pajak;
  3. Mencatat perubahan data wajib pajak di Buku Pengawasan Pendaftaran Data Wajib Pajak
  4. Mengirimkan formulir Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak serta selengkapnya ke Kantor Pelayanan Pajak


TATA CARA PEMINDAHAN WAJIB PAJAK DAN ATAU PENGUSAHA KENA PAJAK

a. Dalam hal surat pernyataan pindah diajukan melalui Kantor Pelayanan Pajak Lama, petugas pendaftaran wajib pajak di Kantor Pelayanan Pajak lama mempunyai tugas :
  1. Menerima surat pernyataan pindah yang telah ditanda tangani oleh  wajib pajak atau kuasa yang sah berserta lampiran yang disyaratkan atau dari Kantor Penyuluhan Pajak
  2. Memerikasa kelengkapan lampiran yang disyaratkan, terdiri dari :

    Untuk wajib Pajak Orang Pribadi :
    • Pindah tempat tinggal adalah surat keterangan tempat tinggal yang baru dari instansi yang berwenang sekurang-kurangnya lurah atau kepala desa. Dalam hal wajib pajak yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, persyaratan tersebut dapat berupa surat keterangan dari pimpinan instansi atau perusahan
    • Pindah tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, adalah surat keterangan tempat tinggal yang baru dari instansi yang berwenang sekurang-kurangnya lurah atau kepala desa.

  3. Untuk wajib Pajak Badan :
    • Pindah tempat kedudukan, adalah surat keterangan tempat tinggal yang baru dari instansi yang berwenang sekurang-kurangnya lurah atau kepala desa
    • Pindah tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, adalah surat keterangan tempat tinggal yang baru dari instansi yang berwenang sekurang-kurangnya lurah atau kepala desa
    • Merekam data surat pernyataan pindah, dan mencetak Lembar Pengawasan Arus Dokumen (LPAD) serta menyerahkan Bukti Penyerahan Surat (BPS) kepada wajib pajak, setelah ditandatangani oleh petugas
      Catatan : Dengan hal surat pernyataan pindah diterima dari Kantor Penyuluhan    Pajak, muka LPAD dari BPS tidak terlalu dicetak
    • Mencetak Surat Pindah selanjutnya diteruskan kapada Kepala Seksi  Pelayanan ditandatangani dan menyampaikan Surat Pindah kepada Wajib Pajak dan ke Kantor Pelayanan Pajak baru paling lama pada hari kerja berikutnya
    • Meneruskan surat pernyataan pindah berserta lampiranyang disyaratkan ke Sub Seksi Pengolahan Data dan Informasi untuk digabung ke berkas induk
    • Menerima faksimili Surat Keterangan Terdaftar dan atau Surat Pengukuhan Pengusaha Kena atau Surat Penolakan Pendaftaran Wajib Pajak dan Pelaporan Pengusaha Kena Pajak dari Kantor Pelayanan Pajak yang baru
      Catatan : Dalam hal yang diterima adalah Surat penolakan Pendftaran Wajib Pajak dan Pelaporan Kena Pajak, maka kegiatan angka (7) sampai angka (9) tidak perlu dilakukan
    • Mencetak Surat Pencabutan Surat Keterangan Terdaftar dan atau Surat Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, selanjutnya diteruskan kepada kepala Seksi Pelayanan untuk ditandatangani
    • Menyampaikan Surat Pencabutan Surat Keterangan Terdaftar dan atau Surat Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak kepada wajib pajak dialamatnya yang baru paling lama pada hari kerja berikutnya
    • Mengimkan lembar ke-2 Surat Pencabutan Surat Keterangan Terdaftar dan atau Surat Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak ke Sub Seksi Pengolahan Data dan Informasi untuk digabung dalam berkas induk Wajib Pajak, yang selanjutnya dikirim ke Kantor Pelayanan Pajak baru.


Petugas Pendaftaran Wajib Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Baru mempunyai tugas :

  1. Menerima formulir Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Wajib Pajak, Surat Pindah, Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak, Surat Keterangan Terdaftar dan atau Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak yang diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Pajak lama, dari Wajib Pajak.
  2. Merekam data Wajib Pajak dari formulir Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak dan mencetak Lembar Pengawasan Arus Dokumen (LPAD) serta menyerahkan Bukti Penerimaan Surat (BPS) kepada Wajib Pajak setelah ditandatangani oleh petugas.
  3. Dalam hal Wajib Pajak pindah tempat tinggal atau tempat kedudukan :
    • Mencetak Kartu Nomor Wajib Pajak;
    • Mencetak Surat Keterangan Terdaftar dan diteruskan kepada Kepala Seksi Pelayanan untuk ditandatangani;
    • Menyampaikan Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak dan Surat Keterangan Terdaftar kepada Wajib Pajak paling lama pada hari kerja berikutnya setelah surat Pindah diterima;
    • Mengirimkan Surat Keterangan Terdaftar melalui faksimili ke Kantor Pelayanan Pajak lama.
  4. Dalam hal Wajib Pajak selain pindah tempat tinggal atau tempat kedudukan juga melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak :
    • Mencetak Surat Tugas Pembuktian Alamat Pengusaha Kena Pajak, selanjutnya diteruskan kepada Kepala Seksi Pelayanan untuk ditandatangani; 
      Catatan :
      Dalam hal tempat kedudukan/kegiatan usaha Pengusaha Kena Pajak di wilayah Kantor Penyuluhan Pajak yang tidak sekota dengan Kantor Pelayanan Pajak, maka Kepala Kantor Pelayanan Pajak menginstruksikan untuk pembuktian kebenaran alamat Pengusaha Kena Pajak kepada Kepala Kantor Penyuluhan Pajak tersebut.
    • Membuat dan merekam Berita Acara Hasil Pembuktian Alamat pada komputer;
    • Mencetak Surat Keterangan Terdaftar dan Surat Pengusaha Kena Pajak, selanjutnya diteruskan kepada Kepala Seksi Pelayanan untuk ditandatangani, dalam hal alamat Wajib Pajak terbukti benar.
    • Mencetak Surat Penolakan Pendaftaran Wajib Pajak dan Pelaporan Pengusaha Kena Pajak, selanjutnya diteruskan kepada Kepala Seksi Pelayanan untuk ditandatangani, dalam hal alamat Wajib Pajak terbukti tidak benar;
    • Menyampaikan Surat Keterangan Terdaftar dan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak atau Surat Penolakan Pendaftaran Wajib Pajak dan Pelaporan Pengusaha Kena Pajak kepada Wajib Pajak dan atau Pengusaha Kena Pajak paling lama 3 (tiga) hari kerja berikutnya setelah Surat Pindah diterima;
    • Mengirimkan Surat Keterangan terdaftar dan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak atau Surat Penolakan Pendaftaran Wajib Pajak dan Pelaporan Pengusaha Kena Pajak melalui faksimili ke Kantor Pelayanan Pajak lama.
  5. Membuat berkas sementara Wajib Pajak yang berisi dokumen pemindahan Wajib Pajak untuk diteruskan ke Sub Seksi Pengolahan Data dan Informasi.


Dalam hal surat pernyataan pindah diajukan melalui Kantor Pelayanan Pajak baru :

a. Petugas Pendaftaran Wajib Pajak di Kantor Pelayanan Pajak baru mempunyai tugas :
  1. Menerima  surat  pernyataan pindah dan formulir  Permohonan Pendaftaran    dan Perubahan Data Wajib Pajak, Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak, Surat Keterangan Terdaftar  dan atau Surat Pengukuhan Pengusaha  Kena Pajak  yang    diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Pajak lama, dari Wajib Pajak atau dari Kantor Penyuluhan Pajak.
  2. Memeriksa kelengkapan lampiran yang disyaratkan, terdiri dari :

    Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi :
    • Pindah tempat tinggal, adalah Surat Keterangan Terdaftar, fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau surat keterangan tempat tinggal yang baru dari instansi yang berwenang sekurang-kurangnya lurah atau kepala desa bagi penduduk Indonesia, atau Paspor bagi orang asing ditambah surat keterangan tempat tinggal yang baru dari instansi yang berwenang sekurang-kurangnya lurah atau kepala desa. Dalam hal Wajib Pajak yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, persyaratan tersebut dapat berupa surat keterangan dari pimpinan instansi atau perusahaannya.
    • Pindah tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, adalah Surat Keterangan Terdaftar dan atau Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak dalam hal Pengusaha Kena Pajak, dan surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang baru dari instansi yang berwenang sekurang-kurangnya lurah atau kepala desa.


  3. Untuk Wajib Pajak Badan :
    • Pindah tempat kedudukan, adalah fotokopi akte perubahan atau surat keterangan tempat kedudukan yang baru dari instansi yang berwenang sekurang-kurangnya lurah atau kepala desa, dan Surat Keterangan Terdaftar.
    • Pindah tempat kegiatan usaha, adalah fotokopi akte perubahan atau surat keterangan tempat kedudukan yang baru dari instansi yang berwenang sekurang- kurangnya lurah atau kepala desa, dan Surat Keterangan Terdaftar dan atau Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak dalam hal Pengusaha Kena Pajak.
    • Merekam data Wajib Pajak dari formulir Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak dan mencetak Lembar Pengawasan Arus Dokumen (LPAD) serta menyerahkan Bukti Penerimaan Surat (BPS) kepada Wajib Pajak, setelah ditandatangani oleh petugas.
      Catatan : Dalam hal surat pernyataan pindah diterima dari Kantor Penyuluhan Pajak, maka LPAD dan BPS tidak perlu dicetak.
    • Mencetak Surat Pemberitahuan Pernyatan Pindah dalam hal surat pernyataan pindah berisikan pernyataan pindah sebagai Pengusaha Kena Pajak, dan diteruskan kepada Kepala Seksi Pelayanan untuk ditandatangani yang selanjutnya dikirim ke Kantor Pelayanan Pajak lama.
    • Dalam hal Wajib Pajak pindah tempat tinggal atau tempat kedudukan :
      • Mencetak Kartu Nomor Wajib Pajak;
      • Mencetak Surat Keterangan Terdaftar dan diteruskan kepada Kepala Seksi Pelayanan untuk ditandatangani;
      • Menyampaikan Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak dan Surat Keterangan Terdaftar kepada Wajib Pajak paling lama pada hari kerja berikutnya    setelah surat pernyataan pindah beserta lampiran yang disyaratkan diterima secara lengkap;
      • Mengirimkan Surat Keterangan Terdaftar melalui faksimili ke Kantor Pelayanan Pajak lama.
    • Dalam hal Pengusaha kena Pajak pindah tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas :
      • Menerima Surat Pindah dari Kantor Pelayanan Pajak lama;
      • Mencetak Surat Tugas Pembuktian Alamat Pengusaha Kena Pajak, selanjutnya diteruskan kepada Kepala Seksi Pelayanan untuk ditandatangani; Catatan :Dalam hal tempat kedudukan/kegiatan usaha Pengusaha Kena Pajak di wilayah Kantor Penyuluhan Pajak yang tidak sekota dengan Kantor Pelayanan Pajak, Surat Pembuktian Alamat dikirim ke Kantor Penyuluhan  Pajak tersebut.
      • Membuat dan merekam Berita Acara Hasil Pembuktian Alamat pada komputer;
      • Mencetak :
        • Kartu Nomor Wajib Pajak;
        • Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, selanjutnya diteruskan kepada Kepala Seksi Pelayanan untuk ditandatangani, dalam hal alamat Wajib  Pajak terbukti benar.
          Catatan : Dalam hal terkait kewajiban Pajak Penghasilan,  dicetak  juga Surat Keterangan Terdaftar.
      • Mencetak Surat Penolakan Pendaftaran Wajib Pajak dan Pelaporan Pengusaha Kena Pajak, selanjutnya diteruskan kepada Kepala Seksi Pelayanan untuk ditandatangani, dalam hal alamat Wajib Pajak terbukti tidak benar;
      • Menyampaikan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak atau Surat Penolakan Pendaftaran Wajib Pajak dan Pelaporan Pengusaha Kena Pajak paling lama 3 (tiga) hari kerja berikutnya setelah Surat Pindah diterima dari Kantor Pelayanan Pajak lama;
      • Mengirimkan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak atau Surat Penolakan Pendaftaran Wajib Pajak dan Pelaporan Pengusaha Kena Pajak melalui faksimili ke Kantor Pelayanan Pajak lama;
    • Dalam hal Wajib Pajak selain pindah tempat tinggal atau tempat kedudukan juga melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak :
      • Menerima Surat Pindah dari Kantor Pelayanan Pajak lama.
      • Mencetak Surat Tugas Pembuktian Alamat Pengusaha Kena Pajak, selanjutnya diteruskan kepada Kepala Seksi Pelayanan untuk ditandatangani; 
        Catatan : Dalam hal tempat kedudukan/kegiatan usaha Pengusaha Kena Pajak di wilayah Kantor Penyuluhan Pajak yang tidak sekota dengan Kantor Pelayanan Pajak, Surat Tugas Pembuktian Alamat dikirim ke Kantor Penyuluhan   Pajak tersebut.
      • Membuat dan merekam Berita Acara Hasil Pembuktian Alamat pada computer,
      • Mencetak :
        • Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak;
        • Surat Keterangan Terdaftar dan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, selanjutnya diteruskan kepada Kepala Seksi Pelayanan untuk ditandatangani,
      • Mencetak Surat Penolakan Pendaftaran Wajib Pajak dan Pelaporan Pengusaha Kena Pajak, selanjutnya diteruskan kepada Kepala Seksi Pelayanan untuk ditandatangani, dalam hal alamat Wajib Pajak terbukti tidak benar;
      • Menyampaikan Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak, Surat Keterangan  Terdaftar, dan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak atau Surat Penolakan Pendaftaran Wajib Pajak dan Pelaporan Pengusaha Kena Pajak paling lama 3 (tiga) hari kerja berikutnya setelah Surat Pindah diterima dari Kantor Pelayanan Pajak lama;
      • Mengirimkan Surat Keterangan Terdaftar dan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak atau Surat Penolakan Pendaftaran Wajib Pajak dan Pelaporan Pengusaha Kena Pajak melalui faksimili ke Kantor Pelayanan Pajak lama.
    • Membuat berkas sementara Wajib Pajak yang berisi dokumen pemindahan Wajib Pajak untuk diteruskan ke Sub Seksi Pengolahan Data dan Informasi.


b. Petugas Pendaftaran Wajib Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Lama mempunyai tugas :
  1. Menerima faksimili Surat Pemberitahuan Pernyataan Pindah dari Kantor Pelayanan Pajak Baru;
  2. Merekam data dari Surat Pemberitahuan Pernyataan Pindah dan mencetak Surat Pindah, selanjutnya diteruskan kepada Kepala Seksi Pelayanan untuk ditandatangani;
  3. Mengirim Surat Pindah kepada Wajib Pajak di alamat baru dan mengirim faksimili ke Kantor Pelayanan Pajak Baru, paling lama pada hari kerja berikutnya setelah Surat Pemberitahuan Pernyataan Pindah diterima;
  4. Menerima faksimili Surat Keterangan Terdaftar dan atau Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak dari Kantor Pelayanan Pajak Baru;
  5. Mencetak Surat Pencabutan Surat Keterangan Terdaftar dan atau Surat Pencabutan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, selanjutnya dikirim kepada Kepala Seksi Pelayanan untuk ditandatangani;
  6. Menyampaikan Surat Pencabutan Surat Keterangan Terdaftar dan atau Surat Pencabutan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak kepada Wajib Pajak di alamat yang baru paling lama pada hari kerja berikutnya;
  7. Mengirimkan lembar ke-2 Surat Pencabutan Surat Keterangan Terdaftar dan atau Surat Pencabutan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak ke Sub Seksi Pengolahan Data dan Informasi untuk digabung dalam berkas induk Wajib  Pajak yang selanjutnya dikirim ke Kantor Pelayanan Pajak Baru.


d. Dalam hal Surat Pernyataan Pindah diajukan melalui Kantor Penyuluhan Pajak, Petugas Pendaftaran Wajib Pajak mempunyai tugas :
  1. Menerima Surat Pernyataan Pindah yang telah ditandatangani oleh Wajib Pajak atau kuasa yang sah beserta lampiran yang disyaratkan;
    Catatan : Dalam hal Surat Pernyataan Pindah diajukan melalui Kantor Penyuluhan Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Baru, harus dilengkapi dengan formulir  Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak yang telah diisi dan ditandatangani oleh Wajib Pajak atau kuasanya;
  2. Memeriksa kelengkapan lampiran yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam angka III.1 a butir (2) atau angka III.2 huruf a butir (2);
  3. Membuat Lembar Pengawasan Arus Dokumen (LPAD) secara Manual dan menyampaikan Bukti Penerimaan Surat (BPS) kepada Wajib Pajak setelah ditandatangani oleh petugas;
  4. Mencatat perubahan data Wajib Pajak di Buku Pengawasan Pendaftaran Data Wajib Pajak;
  5. Mengirim Surat Pernyataan Pindah dari Wajib Pajak beserta lampiran yang disyaratkan ke Kantor Pelayanan Pajak atasannya.


Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dan atau Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak

  1. Petugas Pendaftaran Wajib Pajak di Kantor Pelayanan Pajak mempunyai tugas :
    • Menerima dan meneliti formulir Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak dari Wajib Pajak atau dari Kantor Penyuluhan Pajak.
    • Memeriksa kelengkapan formulir Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak dan lampiran yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) dan atau ayat (2) Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini.
    • Merekam data formulir Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak dan mencetak Lembar Pengawasan Arus Dokumen (LPAD) dan menyampaikan Bukti Penerimaan Surat (BPS) kepada Wajib Pajak setelah ditandatangani oleh petugas.
      Catatan : Dalam hal formulir Permohonan diterima dari Kantor Penyuluhan Pajak, maka LPAD dari BPS tidak perlu dicetak.
    • Menyampaikan formulir Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak beserta lampiran yang disyaratkan ke Sub Seksi Pengolahan Data dan Informasi, selanjutnya diteruskan ke unit pemeriksaan.
    • Menerima dan merekam hasil pemeriksaan, mencetak Surat Penghapusan Nomor Pokok Wajib  Pajak  dan  atau  Surat  Pencabutan  Surat  Pengukuhan  Pengusaha Kena Pajak, dan selanjutnya diteruskan kepada Kepala Seksi Pelayanan untuk ditandatangani.
    • Menyampaikan Surat Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dan atau Surat Pencabutan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak kepada orang yang mengajukan permohonan.
  2. Dalam hal formulir Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak diajukan melalui Kantor Penyuluhan Pajak, Petugas Pendaftaran Wajib Pajak di Kantor Pelayanan Pajak mempunyai tugas :
    • Menerima dan meneliti formulir Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak.
    • Memeriksa kelengkapan formulir Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak dan lampiran yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) dan atau ayat (2) Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini.
    • Membuat Lembar Pengawasan Arus Dokumen (LPAD) secara manual dan menyampaikan Bukti Penerimaan Surat (BPS) kepada Wajib Pajak setelah ditandatangani oleh petugas.
    • Mencatat perubahan data Wajib Pajak di Buku Pengawasan Pendaftaran Wajib Pajak.
    • Mengirim formulir Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak beserta  lampiran yang disyaratkan ke Kantor Pelayanan Pajak
  3. Bentuk dan Jenis formulir yang digunakan :
    • (Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak)
    • (Surat Keterangan Terdaftar)
    • (Surat Keterangan Pengusaha Kena Pajak)
    • (Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak)
    • (Surat Tugas Pembuktian Alamat)
    • (Berita Acara Hasil Pembuktian Alamat)
    • (Surat Penolakan Wajib Pajak dan Pelaporan Pengusaha Kena  Pajak)
    • (Surat Pindah)
    • (Surat Pencabutan Surat Keterangan Terdaftar)
    • (Surat Pencabutan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak)

Tata Cara Perubahan Identitas Wajib Pajak dan Pemindahan atau Pengusaha Kena Pajak Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment