Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Tuesday, 20 October 2015

Uni Eropa Sejarah dan Perkembangan dan Perjanjian

Sejarah dan Perkembangan Uni Eropa - Inspirasi untuk membentuk tiga institusi yang menjadi dikenal dengan European Comunity (EC)1 (European Community (EC) adalah asosiasi yang dirancang untuk mengintegrasikan perekonomian Eropa. Awalnya terdiri European Economic Community (EEC), European Coal and Steel Community (ECSC), dan European Aromic Energy Community (EURATOM). Pada tahun 1993 tiga komunitas tersebut menjadi di bawah Uni Eropa.) berasal dari rencana terobosan baru di tahun 1950  oleh Robert Schuman, yaitu seorang menteri luar negeri  Prancis  dan Jean Monnet merupakan orang yang bertanggung jawab untuk mengawasi perbaikan ekonomi Prancis setelah perang. Rencana itu termasuk pemikiran  dari  Prancis dan Jerman atas produksi bahan bakar dari mineral dan besi. Penelope Kent, Op.Cit, hal 3

Ide itu berkembang terus bersamaan dengan kebutuhan untuk merekonstruksi Eropa setelah perang dunia kedua. Pembuat rencana ini percaya bahwa Jerman seharusnya terbantu untuk pembangunan kembali, hanya saja jika dibentuk secara politik dan ekonomi melalui organisasi negara-negara Eropa, sehingga perang selanjutnya yang terjadi di Eropa akan sulit terjadi.

Sebagai hasilnya dari inisiatif ini, Perjanjian Paris ditandatangani pada tahun 1951 menciptakan European Coal and Steel Community (ECSC). Enam negara member original adalah Prancis, Jerman, Italy, Belgia, Belanda, dan Luxembourg. Objek dari ECSC adalah hasil dari pasar-pasar dalam produksi bahan bakar dari mineral dan besi.

Tahun 1957, enam negara anggota menandatangani dua perjanjian selanjutnya di Roma menciptakan European Economic Community (EEC)( European Economic Community adalah organisasi internasional yang diciptakan oleh Perjanjian Roma 1957. Tujuannya adalah untuk menciptakan integrasi ekonomi, di antara enam anggota pendirinya: Belgia, Perancis, Italia, Luksemburg, Belanda dan Jerman.) dan European Atomic Energy Community (Euratom). Euratom dibuat untuk mengkoordinasikan program-program penelitian negara-negara anggota untuk penggunaan energi nuklir secara damai. Euratom mirip dengan ECSC dimana   ia   menangani   sektor   terbatas,   berupa   industri   nuklir   di European

Community, yang mana EEC bertujuan kedepan untuk berkembang menuju ‘persatuan yang lebih dekat antara orang-orang Eropa’ (pembukaan dari perjanjian EEC). Penelope Kent, Op.Cit, hal 4

ECSC, EEC dan Euratom hanya dipegang oleh dua institusi yaitu  Parlemen dan Pengadilan. Bagaimanapun, Dewan dan Komisi dibentuk dari perkumpulan institusi yang terpisah: Perjanjian Merger tahun 1965. Setelah perjanjian tersebut, tiga komuniti ini berfungsi berbeda-beda tapi dengan berbagi institusi.

EEC di bawah Perjanjian Roma berfokus dengan integrasi  ekonomi  umum didapatkan dari menyatukan ketertarikan yang berbeda dari negara anggota menjadi pasar dimana kuntungan, orang-orang, pelayanan dan kekayaan dapat bersirkulasi dengan bebas. Hasil dari EEC mewajibkan pemikiran tentang kedaulatan di area yang menggunakan Perjanjian EEC. Itu mencerminkan pengalaman yang sesuai pada federal pandangan Churchill dari ‘United States of Europe’, tidak sebagai satu teritori dibawah kontrol kekuasaan federal tapi sebagai supranasional organisasi yang memiliki kemampuan membuat kebijkan dan peraturan yang mana menyatukan negara-negara anggota. Para pendiri EEC melihat peningkatan perdamaian, kestabilan dan pembangunan ekonomi sebagai hal yang lebih penting dari kehilangan kedaulatan yang tidak bisa dihindari.

Objek umum EC di bawah Perjanjian Roma, sebagai amandemen dari perjanjian selanjutnya adalah untuk promosi melalui komunitas, perkembangan aktifitas ekonomi yang harmonis, berkelanjutan, penaikan yang seimbang, peningkatan yang stabil, peningkatan standar hidup yang cepat dan kualitas hidup dan hubungan lebih dekat antara negara yang menyatu dengan itu dan mempertahankan berkembangan aktivitas ekonomi, pekerja dengan level tinggi dan perlindungan sosial, persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, mempertahankan dan perkembangan tanpa inflasi, persaingan tinggi and tampilan ekonomi yang serasi, perlindungan yang tinggi dan peningkatan kualitas lingkunagan, dan  ekonomi  dan  kohesi  sosial  antara  negara  member:  Pasal  2

Perjnjian Uni Eropa.(Treaty on European Union, Article 2: “The Community shall have as its task, by establishing a common market and an economic and monetary union and by implementing  common policies or activities referred to in Articles 3 and 4, to promote throughout the  Community a harmonious, balanced and sustainable development of economic activities, a high level of employment and of social protection, equality between men and women, sustainable and non-inflationary growth, a high degree of competitiveness and convergence of economic performance, a high level of protection and improvement of the quality of the environment, the raising of the standard of living and quality of life, and economic and social cohesion and solidarity among Member States.”)  Objek-objek ini untuk dicapai dengan membangun   pasar-pasar, ekonomi, kesatuan moneter dan peningkatan dalam memperkirakan harmonisasi dalam kebijakan ekonomi dari negara-negara anggota.

Saat Perjanjian Roma ditandatangani, Inggris tidak mempersiapkan untuk mengorbankan kedaulatan nasional untuk bergabung. Melainkan mengajukan tawaran yaitu sebuah area pergadangan bebas di Eropa melalui yang mana kesulitan tarif akan dibagi tapi kontrol perdagangan  dangan  bukan  anggota diatur  oleh  negara  anggota.  Tahun  1959,  European  Free  Trade    Association (EFTA)( European Free Trade Association awalnya terdiri dari empat negara yaitu Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss. Sekarang hanya terdiri atas tiga negara karena Swiss keluar dari EFTA. EFTA Terorganisir untuk menghilangkan hambatan perdagangan barang industri di antara mereka sendiri, namun dengan masing-masing negara  mempertahankan  kebijakan komersial sendiri terhadap negara-negara di luar kelompok.)  didirikan oleh Inggris, Norwegia, Denmark, Swedia, Austria, Portugis dan Irlandia (sebagai asosiasi dan kemudian menjadi anggota penuh). Bagaimanapun, ketika Inggris menyadari perkembangan isolasi ekonomi, itu diajukan (ketidakberhasilan) dari komunitas pada tahun 1961.(Penelope Kent, Op.Cit, hal 5)

Tahun 1967, Inggris kembali mangajukan diri untuk menjadi member, sekali lagi diikuti oleh Denmark, Norwegia, Irlandia, membawa mereka ke penandatanganan Perjanjian Aksesi di tahun 1972 dan 1973 setelah dimana Inggris, Irlandia dan Denmark bergabung kedalam komunitas. Norwegia memutuskan untuk tidak memproses untuk bergabung sebagai anggota mengikuti referendum. Putusan yang negatif ini terulang kembali pada tahun 1994 ketika Norwegia memasukkan voting ke referendum kedua melawan para member. Greenland menarik diri keluar setelah mendapatkan hasil yang mirip pada tahun 1982.

Yunani bergabung dengan EC pada tahun 1981, diikuti oleh Spain dan Portugal  pada  tahun  1986. Turki,  Malta  dan  Cyprus  telah  mengajukan untuk menjadi member. Ketika prospek untuk Cyprus dan Malta medapatkan hasil yang positif, posisi Turki sangat kompleks dikarenakan latar belakang hak asasi  manusia mereka. Komisi menyatakan pada Oktober 1999 bahwa Turki tidak memiliki kriteria politik yang sesuai untuk menjadi anggota, itu harus tetap dipertimbangkan sebagai negara kandidat.

Mengikuti unifikasi kembali Jerman pada tahun 1989, Jerman Timur bergabung di EC pada 3 Oktober 1990 tanpa membutuhkan perluasan secara formal. Subjek untuk pengaturan transnasional tertentu, hukum EC diajukan dari tanggal itu kepada Jerman Timur yang dulu. Persetujuan dicapai di Edinburgh Summit pada tahun 1993 untuk meningkatkan jumlah anggota Parlemen Eropa Jerman dari 81 menjadi 99.

Negara-negara EFTA dengan pengecualian Switzerland menandatangani persetujuan European Economic Area(European Economic Area terdiri dari tiga anggota dari European Free Trade Association (EFTA) (Islandia, Liechtenstein dan Norwegia), dan 27 negara anggota Uni Eropa, termasuk Kroasia yang akan bergabung setelah perjanjian aksesi diratifikasi oleh semua negara EEA. Didirikan pada 1 Januari 1994 setelah perjanjian dengan European Communities (yang menjadi Uni Eropa). Mereka mengadopsi hampir semua undang-undang Uni Eropa terkait dengan pasar tunggal, kecuali undang-undang tentang pertanian dan perikanan.) yang mana ditegakkan pada 1 Januari 1994, melebarkan suatu pasar ke teritori negara-negara yang menandatangani perjanjian. Perjanjian EEA membentuk institusi sendiri dan telah terlihat sebagai awal kepada keanggotaan penuh di Uni Eropa yang mana EC telah  menjadi bagian dibawah Perjanjian Uni Eropa. Uni Eropa diperbesar pada 1 Januari 1995 dengan tindakan aksesi selanjutnya sebagai hasilnya Austria, Finlandia, dan Swedia menjadi anggota penuh dari Uni Eropa. Tidak seperti perbesaran sebelumnya dimana termasuk pengaturan transnasional yang luas, tiga negara EEA menyetujui dengan penuh hukum EC (the ‘aquis communautaire’ the aquis communitaire adalah apa yang Komunitas telah peroleh atau apa yang Komunitas telah capai. Istilah ini digunakan untuk merujuk kepada keseluruhan undang-undang Uni Eropa.28 ) dengan delegasi sementara yang terbatas. Sejak tahun 1995 hanya Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein sisa member dari EFTA.

Partnership and Co-operation Agreement(Partnership and Co-operation Agreement memiliki tujuan dari ialah untuk memperkuat demokrasi  mereka  dan  mengembangkan  ekonomi  mereka  melalui  kerja  sama  dalam berbagai bidang dan melalui dialog politik. Dewan Kerjasama telah dibentuk  untuk  memastikan pelaksanaan perjanjian.) (PCA) ditandatangani pada tahun 1994 diantara Uni Eropa dan Russian Federation, Ukraina dan Moldova. Perjanjian ini mencakup pentingnya nilai demokrasi, menghormati hak asasi manusia dan prinsip dari pasar ekonomi. Hambatan perdagangan perlahan-lahan terangkat dan dialog politik regular antara partai ditegakkan. Tahun 1999 Uni Eropa-Russia Common Strategy disetujui, mencakup prioritas area seperti konsolidasi demokrasi, integrasi Russia kedalam pusat ekonomi Eropa dan lingkungan sosial, tercapai melalui PCA. Negosiasi dilanjutkan dengan Commonwealth   of   Independent   States(Commonwealth of Independent States merupakan asosiasi bebas dari negara-negara berdaulat yang dibentuk pada tahun 1991 oleh Rusia dan 11 republik lainnya yang sebelumnya bagian dari Uni Soviet. Commonwealth of Independent States (CIS) ini berawal saat pemimpin terpilih dari Rusia, Ukraina, dan Belarus (Belarusia) menandatangani perjanjian membentuk asosiasi baru pada tanggal 8 Desember 1991 untuk menggantikan Union of Soviet Socialist Republics (USSR)) (asosiasi   dari   negara-negara  yang mencakup teritori dari USSR(Union of Soviet Socialist Republics (USSR) merupakan bekas kekaisaran Eurasia utara (1917/22-1991) membentang dari Baltik dan laut Hitam ke Samudera Pasifik dan, di   tahun-tahun akhir, yang terdiri dari 15 Republik Sosialis Soviet. Selama periode keberadaannya, USSR adalah wilayah negara terbesar di dunia. Itu juga salah satu yang paling beragam, dengan lebih dari 100 kebangsaan yang berbeda tinggal dalam perbatasannya.) yang dulu). Penelope Kent, Op.Cit, hal 6

Copenhagen Summit pada 1993 membuat jalan untuk ‘Europe Agreement’ yang mana telah ditandatangani dengan banyak negara-negara Eropa Timur untuk mempromosikan konvergensi, integrasi dan korporasi regional.

Perjanjian-perjanjian ini menyediakan hubungan yang tertata dengan Uni Eropa ketika kondisi ekonomi dan politik yang baik. Di bawah ini yang dinamakan dengan ‘Copenhagen Criteria (Penelope Kent, Op.Cit, hal 7)’, anggota dari Uni Eropa mewajibkan negara kandidat:
  1. Telah mencapai stabilitas institusi yang menjamin demokrasi, pengaturan hukum, hak asasi manusia, menghormati dan melindungi yang minoritas
  2. Memiliki pasar ekonomi yang berfungsi sebagai kapasitas untuk berhasil dengan tekanan persaingan dan paksaan dalam Uni Eropa
  3. Memiliki kemampuan untuk mengambil obligasi dari keanggotaan, termasuk peraturan dan hukum yang dikenal sebagai ‘aquis’ dan mendukung keinginan politik, ekonomi, dan moneter Uni Eropa.
Sejarah Uni Eropa

Tiga belas negara telah bergabung saat proses pelebaran, dengan berbagai tingkat kesiapan. Negosiasi dibuka pada tahun 1998 untuk Cyprus, Republik Ceko, Estonia, Hungaria, Polandia dan Slovenia. Enam negara selanjutnya ditambahkan dengan Helsinki Summit pada desember 1999: Bulgaria, Latvia, Lithuania, Malta (keanggotaan yang akhirnya diaktifkan dari penundaan di tahun 1996), Romania dan Republik Slovakia. Turki salah satunya sisa pelamar, tapi tidak di bawah pertimbangan sampai sekarang. Ketika sangat mungkin untuk memprediksi kapan individual negara-negara pelamar akan menjadi anggota dari Uni Eropa, komisi menyatakan pada April 2000 bahwa Uni Eropa siap untuk menerima member yang memenuhi kriteria untuk keanggotaan kapanpun setelah tahun 2002.

Single European Act(Single European Act (SEA) merupakan komitmen dari negara anggota untuk rencana perluasan ekonomi mereka dan pembentukan mata uang tunggal Eropa, kebijakan asing dan domestik umum. SEA ditandatangani pada bulan Februari 1986 di Luksemburg dan Den Haag dan mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 1987.)  (SEA) ditandatangani pada tahun 1986,    mewakili revisi besar pertama terhadap perjanjian EEC. SEA diikuti sejumlah usaha yang gagal untuk mengubah keseimbangan institusional dalam EC seperti rancangan Perjanjian Uni Eropa, diajukan oleh parlemen Eropa pada tahun 1984. Upaya- upaya ini telah sangat gagal karena mereka dianggap terlalu federalis, terutama oleh Inggris yang menentang lebih lanjut hilangnya kedaulatan terhadap EC. Inisiatif Single Market(Single Market dibentuk untuk menciptakan kemakmuran, lapangan kerja, dibangunkan dari krisis keuangan, dan pergerakan bebas dari barang, jasa, modal, manusia diantara negara- negara anggota Uni Eropa.), bagaimanapun membawa dukungan semua negara anggota termasuk Inggris.

Alasan untuk SEA telah muncul sebagai hasil dari pengajuan yang diterbitkan pada tahun 1985 oleh komisi yang mana menunjukkan banyak hambatan untuk perdagangan antar negara anggota, yang merugikan posisi perdagangan global European Community. Selama 1970-an dan awal 1980-an dominasi kepentingan nasional, menghambat kemajuan EC. Tujuan dari SEA adalah menghilangkan  semua rintangan, maupun secara fisik, teknik, atau fiskal.

Program ini menghidupkan kembali entusiasme untuk integrasi Eropa. Tahun 1992, Single Market secara besar terpenuhi.

Suatu konferensi antar pemerintah ataupun Intergovernmental Conference (IGC) diadakan tahun 1990 untuk mempertimbangkan Economic and Monetary Union(Economic and Monetary Union adalah istilah umum untuk kelompok kebijakan yang bertujuan untuk memusatkan ekonomi semua negara anggota Uni Eropa pada tiga tahap. Termasuk 18 negara zona euro dan 10 negara non-euro adalah anggota EMU. Namun Suatu Negara Anggota harus mematuhi dan menjadi bagian dari EMU, sebelum dapat mengadopsi mata uang euro, yang mana tahap ketiga EMU menjadi sebagian besar identik dengan zona euro.) (EMU). dan IGC yang kedua meneliti European Political Union ( European  Political  Union  adalah  tempat  untuk  membahas  isu-isu  integrasi Eropa. Diskusi diorganisir sekitar tema penting yang mencakup berbagai disiplin ilmu, termasuk  ekonomi, sejarah, hukum, ilmu politik, administrasi publik dan sosiologi untuk melakukan pertukaran ide dan wawasan tentang integrasi Eropa dari berbagai komunitas akademik.) (EPU). Beberapa negara anggota seperti Jerman dan Perancis percaya bahwa EMU tidak bisa efektif tanpa EPU. Perjanjian Uni Eropa menyediakan untuk kedua bentuk yang ditandatangani di Maastricht, Netherlands pada Desember 1991.

Struktur yang diciptakan dalam Perjanjian Maastricht terdiri dari tiga pilar Penelope Kent, Op.Cit, hal 8 (lebih lanjut dimodifikasi oleh Perjanjian Amsterdam) :
  1. Tiga komunitas (ECSC, Euratom, dan EC), secara kolektif dikenal atas European Community
  2. Common Foreign and Security Policy (CFSP)
  3. Co-operation in justice and home affairs


Hanya pilar pertama, EC diatur oleh hukum EC. Pilar kedua dan ketiga diberikan atas kerjasama antar pemerintah. Fitur penting lainnya dari Maastricht termasuk pencantuman :
  1. Dasar sistem hukum baru untuk kebijakan sosial dalam protokol tambahan pada perjanjian. Inggris menolak untuk bergabung dalam perjanjian ini sebelum perubahan pemerintahan tahun 1997
  2. Prinsip subsidiaritas yang mana menyediakan untuk suatu bentuk pengambilan keputusan dilimpahkan di daerah-daerah di luar kompetensi EC. Inggris sangat kuat mendukung pencantuman subsidiaritas dalam Perjanjian Uni Eropa dengan keyakinan bahwa itu akan bertindak sebagai pengecekan pada lembaga EC dan pertumbuhan federalisme.


EC, ECSC, dan Euratom, bertindak bersama di bawah pilar pertama, dapat dikenal secara kolektif sebagai EC. Demikian kata “Hukum EC” dimaksudkan untuk aktivitas sistem regulasi di bawah pilar pertama. Uni Eropa dapat diambil untuk menutupi aktifitas di bawah pilar kedua dan pilar ketiga. Nama Komisi Eropa dan Parlemen Eropa tetap tidak diubah oleh perjanjian Maarstricht, tapi Dewan Menteri dikenal menjadi Dewan Uni Eropa.

Perjanjian Uni Eropa berlaku pada 1 November 1993 saat proses ratifikasi telah dipenuhi oleh seluruh negara anggota. Konferensi antar pemerintahan dilaksanakan antara tahun 1996 dan 1997 untuk meninjau amandemen Maastricht dalam pandangan dari tantangan yang ditimbulkan  oleh perluasan lebih lanjut  dari Uni Eropa. Proses konferensi antar pemerintahan dimualai dengan Turrin Summit of the European Council pada 1996, diikuti oleh konferensi tingkat tinggi di  Florence,  Dublin  dan  Noordwijk,  berpuncak  pada  Amsterdam      European

Council pada Juni 1997. Perjanjian Amsterdam ditandatangani pada Oktober 1997 dan berlaku pada ratifikasi 1 Mei 1999. Penelope Kent, Op.Cit, hal 10

Ketika beberapa perubahan wajar dibuat untuk struktur decision-making, termasuk penyederhanaan prosedur co-decision-making dan peran ditingkatkan untuk Parlemen Eropa. Selama konferensi antara pemerintahan berlangsung yang mana didahului adopsi perjanjian Amsterdam, di sana banyak diskusi mengenai kebutuhan untuk memodifikasi struktur, komposisi dan kekuatan dari institusi dalam rangka perluasan yang akan datang ke arah timur. Bagaimanapun, itu membuktikan tidak mungkin untuk mencapai perjanjian terhadap masalah- masalah sensitif seperti suara berkualitas terbanyak ataupun qualified majority voting (QMV) dalam Dewan, sebaliknya, sebuah komitmen kompromi diajukan dalam protokol pada perjanjian internasional.

Protokol itu menyatakan bahwa pada tanggal perluasan pertama kali dari Uni Eropa, jumlah komisioner akan terbatas pada jumlah negara anggota, mengatakan bahwa suara di dalam Dewan telah dimodifikasi. Paling tidak satu  kali setahun sebelum keanggotaan Uni Eropa melebihi 20, dan suatu konferensi antar pemerintahan akan diadakan untuk meninjau ketentuan perjanjian pada komposisi dan fungsi lembaga. Konferensi anatar pemerintahan itu diadakan di konferensi tingkat tinggi Cologne pada Juni 1999. Penelope Kent, Op.Cit, hal 12

Uni Eropa sekarang memiliki 28 anggota yaitu Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Denmark, Jerman, Estonia, Yunani, Spanyol, Perancis, Irlandia, Italia, Cyprus, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Hungaria, Malta, Belanda, Austria, Polandia, Portugal, Romania, Slovenia, Slovakia, Finlandia, Swedia, Inggris, dan Kroasia. “EU Member Countries” sesuai arikel di website http://europa.eu/about- eu/countries/member-countries/index_en.htm, diakses tanggal 28 Februari 2013, pukul 9:04


Daftar Pustaka Makalah Uni Eropa Sejarah dan Perkembangan

Uni Eropa Sejarah dan Perkembangan dan Perjanjian Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment