Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 25 March 2017

Jadwal Pemeriksaan Kehamilan Manfaat Pelaksanaan, Pelayanan Pengawasan, Standar, Tanda-tanda Bahaya

Pengertian Pemeriksaan Kehamilan merupakan perawatan fisik dan mental selama hamil yang bersifat pencegahan yang ditujukan kepada ibu. Perawatan kehamilan memberikan manfaat dengan ditemukannya berbagai kelainan yang menyertai kehamilan secara dini, sehingga dapat diketahui langkah-langkah dalam pertolongannya (Manuaba, 1999,    hlm. 129).


Manfaat Pemeriksaan Kehamilan

Adapun manfaat pemeriksaan kehamilan adalah memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin, sehingga dapat meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, sosial ibu. Mengenali secara dini adanya komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan, termasukriwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan, sehingga dapat mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat dan dapat menghindari trauma persalinan seminimal mungkin. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembar secara normal (Saifuddin, 2006, hlm. 90).

Pelaksanaan Pelayanan Pemeriksaan Kehamilan

Pelayanan pemeriksaan kehamilan dilakukan dengan kunjungan ibu hamil ke petugas kesehatan. Kunjungan baru ibu hamil (K1) adalah kontak ibu hamil yang pertama kali dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan kehamilan. Pelaksanaan pemeriksaan kehamilan ibu hamil hingga ibu hamil mencapai kunjungan keempat dilakukan sesuai pedoman pemeriksaan kehamilan yaitu standart pemeriksaan kehamilan 7T. Untuk memperluas cakupan pelayanan antenatal di masyarakat, kegiatan pemeriksaan dapat diintegrasikan dan dikordinasikan dengan kegiatan lain, misalnya : kegiatan Puskesmas keliling, kegiatan tim KB keliling, kegiatan perawatan masyarakat, kegiatan Posyandu, dan lain-lain. Tempat pemeriksaan pelayanan antenatal dapat bersifat statis (tetap) dan aktif (mobile), yaitu Puskesmas Pembantu, pondok bersalin desa, Posyandu, rumah sakit pemerintah/swasta, rumah sakit bersalin, rumah sakit ibu dan anak, dan tempat praktek swasta (bidan, dokter) (Depkes RI, 2005).

Pemeriksaan Kehamilan

Pengawasan Pemeriksaan Kehamilan

Pengawasan pemeriksaan kehamilan sangat penting dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. Pengawasan pemeriksaan kehamilan memberikan manfaat dengan ditemukannya berbagai kelainan yang menyertai hamil secara dini, sehingga dapat dipersiapkan langkah-langkah dalam pertolongan persalinannya (Manuaba, 1998, hlm. 128).

Jadwal Pemeriksaan Kehamilan

Pemeriksaan pertama kali adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat satu bulan. Periksa ulang satu kali sebulan sampai kehamilan 28 minggu, periksa ulang dua kali sebulan sampai kehamilan 36 minggu, dan periksa khusus bila ada keluhan-keluhan (Mochtar, 1998, hlm. 48).

Setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya empat kali keuntungan selama kehamilan yaitu : satu kali kunjungan selama trimester pertama. Satu kali kunjungan selama trimester kedua. Dua kali kunjungan selama trimester ketiga. Pada setiap kali kunjungan pemeriksaan kehamilan, perlu didapatkan informasi yang penting yaitu : trimester pertama, membangun hubungan saling percaya antara petugas kesehatan dan ibu hamil. Mendeteksi masalah dan menanganinya. Melakukan tindakan pencegahan seperti tetanus neonatorum, anemia kekurangan zat besi, penggunaan praktek tradisional yang merugikan. Memulai persiapan kelahiran bayi dan kesiapan untuk menghadapi komplikasi. Mendorong perilaku yang sehat (gizi, latihan dan kebersihan, istirahat). Trimester kedua (sebelum 28 minggu), sama seperti trimester pertama, ditambah kewaspadaan khusus mengenai preeklamsia, pantau tekanan darah, evaluasi oedema, pemeriksaan proteinuria. Trimester ketiga antara 28-36 minggu, sama seperti trimester pertama dan kedua, ditambah palpasi abdominal untuk mengetahui apakah ada kehamilan ganda, letak bayi yang tidak normal atau kondisi lain yang memerlukan kelahiran di rumah sakit (Saifuddin, 2002, hlm. N-2). 

Standart Pelayanan Pemeriksaan Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu selama masa kehamilannya sesuai dengan standart pelayanan pemeriksaan kehamilan seperti yang ditetapkan dalam Buku Pedoman Pelayanan Antenatal Bagi Petugas Puskesmas. Walaupun pelayanan pemeriksaan kehamilan selengkapnya mencakup banyak hal yang meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik (umum dankebidanan), pemeriksaan laboratorium atas indikasi, serta tindakan dasar dan khusus (sesuai resiko yang ada), namun dalam penerapan operasionalnya dikenal standar minimal 7 T untuk pelayanan pemeriksaan kehamilan yang terdiri dari ; timbang berat badan, ukur tinggi badan, periksa tekanan darah, pemberian imunisasi Tetanus Toksoid lengkap, ukur tinggi fundus uteri, pemberian tablet zat besi 90 tablet selama kehamilan, tes Penyakit Menular Seksual (PMS), tanya jawab (Depkes RI, 2005).

Tanda-tanda Bahaya Kehamilan

Tanda bahaya pada masa kehamilan perlu diketahui ibu hamil terutama yang mengancam keselamatan ibu maupun janin yang dikandungnya. Sesuai dengan program di Puskesmas, minimal yang perlu diketahui ibu hamil untuk mengenal tanda bahaya kehamilan yaitu perdarahan yang keluar dari jalan lahir, hyperemesis, pre-eklampsia dan eklamsia, ketuban pecah dini, dan gerakan janin yang tidak dirasakan (Salmah, 2006, hlm. 98). Keluar darah dari kemaluan ibu sebelum ada tanda-tanda akan melahirkan, keluar air yang merembes atau mengalir dari vagina tanpa kontraksi pada kehamilan yang belum cukup bukan dan dapat menyebabkan infeksi selama kehamilan atau persalinan, nyeri perut pada kehamilan 22 minggu atau kurang, anemia yang ditandai dengan ibu hamil tampak pucat, pening, lesu, dan mudah lelah, nyeri kepala, gangguan penglihatan, kejang, koma, tekanan darah tinggi, demam tinggi disertai menggigil, dan gerakan janin tidak dirasakan sesudah kehamilan 22 minggu atau selama persalinan (Depkes RI, 2006, hlm. 33).

Daftar Pustaka Makalah Pemeriksaan Kehamilan 
Manuaba, I.B., (1999). Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, Jakarta, EGC
Saifuddin, AB., (2006). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Depkes RI., (1995). Pedoman Pelayanan Antenatal Ditingkat Pelayanan Dasar, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Mochtar, R., (1998). Sinopsis Obstetri, Jakarta, EGC.
Salmah, Rusmiati, Maryanah, Susanti. (2006). Asuhan Kebidanan Antenatal, Jakarta, EGC.

Jadwal Pemeriksaan Kehamilan Manfaat Pelaksanaan, Pelayanan Pengawasan, Standar, Tanda-tanda Bahaya Rating: 4.5 Posted By: Daud Royyan, M.Pd

0 comments:

Post a Comment