Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 25 March 2017

Makalah Penyakit Menular Seksual PMS Penyebab, Cara Menular, Pencegahan, Gejala ,Macam Jenis

Pengertian PMS atau penyakit menular seksual atau biasa disebut penyakit kelamin adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual seperti Sipilis, Gonorhoe, Jenger ayam, Jamur herpes, Hepatitis B, termasuk juga HIV/AIDS (Depkes RI, 2002 hal 2 ).

Harus di perhatikan bahwa PMS dapat menyerang sekitar alat kelamin, tapi gejalanya dapat muncul dan menyerang mata, mulut, saluran cerna, hati, otak dan organ tubuh lainnya. ( Mirza, 2007, hal 67) 

Penyebab Penyakit Menular Seksual (PMS)

Penyakit menular seksual dapat ditularkan melalui kontak seksual oleh bakteri, virus serta kuman yang dapat menyebabkan kematian ( carol, 2006, hal 125). PMS dapat terjadi sebagai akibat dari Sisa kotoran yang tertinggal karena pembasuhan setelah buang air besar yang kurang sempurna, kesehatan umum yang rendah, kurang kebersihan alat kelamin terutama pada saat haid, perkawinan pada usia muda dan berganti-ganti pasangan, hubungan seksual dengan penderita infeksi, perlukaan pada saat keguguran, persalinan atau perkosaan, kegagalan pelayanan kesehatan dalam sterilisasi alat dan bahan dalam melakukan pemeriksaan/tindakan disekitar saluran reproduksi (Depkes, 2002, hal 10).

Penyebab penyakit menular seksual (PMS) dapat dibagi menjadi 4 kelompok yaitu   penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan ektoparasit: (Depkes RI, 2002 hal 15)

Cara Penularan PMS

Ada tiga cara penularan PMS ; (Surjadi.C, 2002 )
  • Hubungan seksual yang tidak terlindungi baik melalui vagina, oral maupun anal, cara ini merupakan cara penularan utama (lebih dari 90%)
  • Penularan ibu ke janin selama kehamilan, penularan pada persalinan, penularan sesudah bayi lahir.
  • Melalui transfusi darah, suntikan atau kontak langsung dengan darah atau produk darah.

Prilaku yang beresiko tinggi untuk penularan PMS adalah berhubungan seks yang tidak aman (tanpa mengunakan kondom), ganti-ganti pasangan, prostitusi, melakukan hubungan seksual secara anal. Prilaku ini dapat menimbulkan luka-luka atau radang yang memudahkan penularan PMS, perlu diketahui bahwa epitel morkosa anus relative tipis dan lebih mudah terluka dibandingkan epitel dinding vagina. Pemakaian jarum suntik secara bersama-sama secara bergantian misalnya pada penderita ketergantungan narkotik atau kelalaian petugas kesehatan dalam menjaga sterilisitas alat suntik. Terus melakukan hubungan seksual, walaupun mempunyai keluhan PMS dan tidak memberitahukan kepada pasangannya tentang hal tersebut ( Suriadi, C. 2002).

Cara Pencegahan PMS

Ada beberapa cara pencegahan PMS yaitu Melakukan hubungan seksual hanya dengan seorang pasangan yang setia, Menggunakan kondom ketika melakukan hubungan seksual, Bila terinfeksi PMS mencari pengobatan bersama pasangan seksual, Menghindari hubungan seksual bila ada gejala PMS, misalnya borok pada alat kelamin atau keluarnya duh (cairan nanah) dari tubuh (Surjadi, 2002).

Ada tiga cara utama mencegah PMS termasuk HIV/AIDS : (Depkes RI, 2002, hal 34)
1. Pencegahan penularan melalui hubungan seksual dengan berprilaku seksual yang aman ( di kenal dengan singkatan “ABC”) yaitu :
  • “Abstinensia” tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah
  • “Be faithful” setia terhadap pasangan yang sah (suami istri)
  • “ Condom” menggunakan kondom (bila tidak melakukan A maupun B tersebut diatas) termasuk menggunakan kondom sebelum PMS nya disembuhkan
2. Pencegahan penularan melalui darah Skrining darah  dan produk darah, menggunakan  suntik dan alat  lain yang steril, penerapan kewaspadaan  universal  atau universal  infection precaution 
3   Pencegahan    Penularan   dari   ibu   ke  anak    Testing   dan   Konseling   ibu  hamil, pemberian  obat  antiretroviral  bagi  ibu  hamil  yang mengidap  infeksi HIV

Gejala-gejala PMS

Menurut  gejala  yang  dapat ditimbulkannya  PMS  di bagi  dalam  3 kelompok  yaitu  (Depkes RI, 2002, hal 54 ).
a.  Penyakit   menular   seksual  dengan  cairan  tubuh  (discharge)
b.  Penyakit  menular  seksual  dengan luka/tukak /ulkus (ulcer)
c.  Penyakit  menular seksual   dengan  tumbuhan (tumor)

Gejala  PMS pada  laki-laki  antara   lain Bintil –bintil   berisi  cairan ,  lecet  atau  borok  pada  penis  / alat  kelamin, Luka  tidak sakit, keras dan berwarna  merah  pada  alat  kelamin, Adanya  kutil  atau tumbuh daging  seperti jengger  ayam  di alat kelamin, Rasa gatal  yang hebat  sepanjang  alat  kelamin, Rasa sakit  yang hebat pada  sakit kencing, Kencing  nanah  atau darah  yang berbau  busuk, Bercak  panas atau  nyeri  pada  pangkal  paha  yang kemudian berubah menjadi borok, Kehilangan  berat  badan  yang drastis ,disertai  mencret  terus  menerus dan sering      demam  dan berkeringat  pada malam hari (BKKBN, 2005 hal 43 ).

Pada  perempuan  gejalanya  yaitu rasa  sakit atau  nyeri  pada saat  kencing atau  berhubungan seksual, Rasa nyeri pada perut bagian  bawah, Pengeluaran  lendir pada  vagina  atau  alat kelamin, Keputihan  berwarna  putih  susu, bergumpal  dan disertai rasa  gatal  dan  kemerahan pada  alat  kelamin  dan sekitarnya, Keputihan  yang  berbusa, kehijauan, berbau  busuk  dan gatal, Timbul bercak – bercak darah  setelah  berhubungan  seksual, Bntil-bintil berisi  caiaran, lecet atau borok  pada alat kelamin

Penyakit Menular Seksual

Macam-macam PMS (Penyakit Menular Seksual)

Yang termasuk dalam kelompok penyakit menular seksual (PMS) adalah
a. Gonorhoe
Gonorhoe atau kencing nanah merupakan PMS yang disebabkan oleh bakteri Neiserria Gonnorhoe  (Fahmi, 2007, hal 65 ).

Paling sering ditemukan masa tunasnya sangat singkat pada pria umumnya berkisar  2-4 hari (Llewellyn Derek-jones, 2005,hal 306).

Keluhan/gejala umum pada laki-laki yang dapat menimbulkan uretritis, rasa gatal dan panas pada ujung kemaluan, rasa sakit saat kencing, banyak kencing, pengeluaran nanah pada ujung kemaluan dapat bercampur darah, ujung kemaluan merah, bengkak, dan menonjol diujungnya dan bila dipijat akan keluar nanah

Keluhan/Gejala umumnya pada perempuan yaitu rasa nyeri pada daerah punggung, mengeluarkan keputihan encer seperti nanah, servik berwarna merah, bengkak, luka dan tertutup oleh lendir  bernanah, bila infeksi mengenai saluran kemih baru timbul keluhan rasa sakit pada buang air kecil dan rasa tidak enak pada perut bagian bawah.

Penyakit gonorhoe paling banyak dijumpai dalam jajaran penyakit hubungan seksual. Namun mudah diobati tetapi bila terlambat atau pengobatan yang kurang tepat dapat menimbulkan komplikasi yang fatal (Manuaba, 1999, hal 42). 

b. Sifilis
Sifilis adalah suatu kondisi yang serius dan sering sulit dideteksi pada seorang wanita. Biasanya 14 sampai 28 hari, kadang-kadang setelah 90 hari senggama dengan pria yang terinfeksi, sebuah luka kecil muncul pada bibir vulva (labia). Relative tidak menyakitkan, Tetapi bila labia menjadi bengkak biasanya luka bertahan selama beberapa minggu, kecuali jika segera ditangani. Setelah beberapa minggu biasanya luka baru dapat dideteksi, kemudian barulah ketika ruam-ruam merah muda muncul pada dada, punggung dan lengan barulah penderita mencari nasehat ke dokter. Ruam-ruam itu jika disebabkan oleh sifilis bertahan selama beberapa minggu. Jadi ruam yang muncul dan hilang setelah beberapa hari tidak disebabkan oleh penyakit ini. Jika menampakan ruamruam merah muda selama sepuluh hari dan dia berhubungan seksual dengan lebih dari satu pria atau bahkan dengan pria yang dikenalnya dengan baik akan bijaksana jika dia melakukan tes darah.

Sifilis membawa dua bahaya bagi wanita kecuali jika diobati :
  • Jika dia hamil sangat mungkin jika dia mengembangkan sifilis ketika masih di dalam kandungan
  • Bahaya jangka panjang sifilis jika tidak ditangani akan menyebabkan kerusakan sistem syaraf bahkan kegilaan

Sifilis dapat disembuhkan jika ditangani sejak dari kemunculan penyakit itu dan orang yang terinfeksi mengikuti petunjuk dengan baik (Llewellyn Derek-jones, 2005, hal 407 ). Penyakit sifilis (raja singa) terdiri atas beberapa stadium menurut  Surjadi.C, 2005  yaitu :

1) Stadium Primer (Stadium I)
Setelah melalui masa tunas 10-90 hari timbul kelainan berupa tukak dialat kelamin yang biasanya hanya satu dengan diameter 3-4 mm sampai 1-2 cm. koreng ini tidak terlihat bila terletak dirongga mulut vagina atau dubur. Pada umumnya tukak ini tidak nyeri kecuali bila disertai infeksi lain, bila diraba terasa keras.

2) Stadium sekunder (Stadium II)
Stadium ini terjadi 6 minggu sampai 6 bulan setelah permulaan sifilis primer. Pada stadium ini timbul berbagai gejala dikulit dan berlangsung selama 2-6 minggu pada penderita yang tidak diobati.

3) Stadium laten (Stadium III)
Pada tahap ini tidak ada keluhan atau gejala namun tidak berarti stadium ini tidak menular. Pada tahap ini penyakit sifilis dapat menular ke mitra seksual atau dari ibu ke bayinya. Setelah periode sekitar 4 tahun pada stadium laten ini sifilis jarang menular.

4) Stadium lanjutan (Stadium IV)
Setelah sifilis melalui masa laten akan diikuti stadium sifilis lanjut, meskipun tidak semua penderita dengan sifilis laten akan menuju stadium lebih lanjut. Pada stadium ini penyakit dapat mengenai susunan saraf pusat, jantung dan pembuluh darah.

c. Kondiloma Akuminata
Kondiloma akuminata terjadi sebagai lesi papilomatosa pada vulva dan dapat melibatkan vagina atau servik. Lesi mungkin dan berlainan atau besar dan mirip bunga kol.  Lesi ini biasanya muncul sebagai lesi multipel yang kecil, yang disebut “Venereal Warts” dan sering terjadi berkaitan dengan trikhomonas vaginitis dan vaginosis bakteri.

Organisme penyebabnya adalah virus papiloma manusia yang merupakan anggota kelompok popovirus. Ini ditularkan melalui kontak langsung biasanya kontak seksual, dan lesi ini lebih jauh banyak pada pasien yang hamil, pasien yang diabetes yang diberi kontaseptif oral atau dalam terapi imnosupresan, meskipun virus kutil genital dan virus pada lesi kulit biasa tampak serupa dibawah mikroskop elektron, keduanya secara antigenik berbeda (Hacker Moore, 2001, hal 414 ).

d. Herpes Genital 
Suatu penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus herpes simplek tipe II pada 90 %  kasus dan virus herpes simplek tipe I pada 10 % kasus. Keduanya adalah virus DNA. Gejala Primer dan virus Herpes biasanya timbul dalam 3-7 hari setelah paparan ( Hacker Moore, 2001 ).

Herpes genital di mulai dengan rasa terbakar atau rasa kesemutan pada tempat virus masuk, kemudian timbul gelembung-gelembung kecil berkelompok dengan dasar merah yang akan cepat menjadi koreng ( tukak )yang basah.kelainan disertai rasa nyeri, bengkak kadang-kadang penderita sukar berjalan, juga dapat timbul demam, menggigil, pusing, dan lesu. Koreng dapat terjadi setelah 2-4 minggu. Pada perempuan dapat juga disertai nyeri pada waktu buang air kecil, keputihan dan radang pada mulut rahim. Penyakit herpes genital ini sering kambuh (Depkes, 1999, hal 32).

Menurut Depkes 1999 penyebab kekambuhan antara lain karena Stress, aktivitas seksual ,Sengatan matahari, beberapa jenis makanan dan tingkat kekebalan tubuh,umumnya bila kambuh akan terjadi pada tempat yang sama, kelainan ini dapat di tularkan malalui ibu hamil kepada bayinya terutama pada ibu hamil lanjut, infeksi pada bayi akan menimbulkan gejala yang berat.

e.  Ulkus Molle/Sankroid
Bila ditemukan ulkus pada daerah genitalia yang disertai dengan pembengkakan kelenjar   limfe inguinalis, hal itu disebut ulkus /molle

Ulkus Molle/ Sankroid adalah penyakit yang sangat menular yang ditularkan lewat kontak seksual yang disebabkan oleh basil Haemophilus direcrey. Penyakit ini hanya di temukan pada beberapa daerah di Amerika Serikat. Gejala-gejala Sankroid adalah nyeri tekan vulva ditempat papula yang kecil, terjadi 3-5 hari setelah paparan (Hacker/Moore, 2000, hal 417 ).

f. HIV/AIDS
HIV/AIDS adalah singkatan dari human immunodeficiency virus/acquired Immunodefficiency-syndrome. HIV adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia. Virus HIV akan masuk ke dalam tubuh dan akan berkembang biak. Virus HIV akan masuk ke sel darah putih dan merusaknya, sehingga sel darah putih yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap infeksi akan menurun jumlahnya. Akibatnya sistem kekebalan tubuh akan lemah dan penderita mudah terkena berbagai penyakit, kondisi ini disebut AIDS.

AIDS adalah kumpulan gejala penyakit yang timbul karena rendahnya daya tahan tubuh. Pada umumnya penderita AIDS sering tidak menampakan gejala 5-10 tahun (Depkes RI, 2002, hal 6).

Cara penularan HIV/AIDS  ada empat cara yaitu Melalui hubungan seksual dengan seorang yang mengidap penyakit HIV, Transfusi darah yang tercemar HIV, Melalui alat suntik atau alat tusuk lainnya (tindak akupuntur yang bekas orang yang menghidap penyakit HIV), Ibu hamil yang mengidap HIV kepada janin yang dikandungnya Cara Pencegahannya HIV dapat dilakukan yaitu hanya melakukan hubungan seksual dengan pasangan sendiri (suami istri sendiri), Kalau salah seorang pasangan anda sudah terinfeksi HIV, setiap melakukannya hubungan seksual harusmengunakan kondom secara tertatur, Mempertebal iman agar tidak terjerumus kedalam hubungan seksual diluar nikah dengan berganti-ganti pasangan, Periksa darah untuk memastikan bahwa darah yang transfusikan tidak tercemar/tidak mengandung virus HIV, Alat suntik jangan dipakai berkali-kali, cukup sekali saja, Alat tusuk/tindik dan lain-lain harus disucikan atau disterilkan, Ibu yang menghidap HIV sebaiknya jangan hamil, Klamidia ( Fahmi, 2007, hal 146).

Penyakit menular ini disebabkan oleh clamydia tracomatosis. Masa tanpa gejala berlangsung 7-12 hari gejalanya adalah timbul peradangan pada alat reproduksi laki-laki dan perempuan.

Gejala pada perempuan yaitu Keluarnya cairan dari alat kelamin atau keputihan encer, Rasa nyeri di rongga pinggul, Pendarahan sesudah hubungan seksual. Gejala pada laki-laki yaitu: Rasa nyeri pada saat kencing, Keluar saluran bening pada saluran kencing, Bila ada terinfeksi lanjut, cairan semakin sering keluar dan bercampur darah tidak jarang pula, gejala tidak muncul sama sekali, padahal proses infeksi sedang berlangsung (BKKBN, 2005).

Daftar Pustaka Makalah Penyakit Menular Seksual (PMS)
Depkes R.I Dan United Nation Population. (2002). Kesehatan Reproduksi, Fund, Jakarta. 
Depkes R.I Dan United Nation Population.  (1999) AIDS Dan Penanggulangnya, Jakarta 
Maulana, Mirza. (2008) . Panduan Lengkap Kehamilan,Yogyakarta : AR-RUZZ Media
Livoti, Carol. (2006). Menyikapi tabir yang selama ini tersembunyi tentang vagina,  Jakarta : Indeks
Bunyamin. H. ( 2005). Kesehatan Reproduksi Remaja. Medan: BKKBN.
Fahmi. S, Syaiful fahmi, Farida Zubier, Jubiarto Judanarso, Wresti Indriatmi B. ( 2005). Infeksi Menular Seksual, Jakarta : FKUI.
Llewellyn Derek-Jones. ( 2005). Setiap Wanita, Jakarta. Arcan.
Manuaba (2005). Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita, Jakarta.
 

Makalah Penyakit Menular Seksual PMS Penyebab, Cara Menular, Pencegahan, Gejala ,Macam Jenis Rating: 4.5 Posted By: Daud Royyan, M.Pd

0 comments:

Post a Comment