Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Thursday, 23 March 2017

Pengertian Bidan Definisi Menurut Para Ahli Standar Pelayanan Kebidanan

Pengertian Bidan adalah seorang wanita yang telah mengikuti dan menyelesaikan pendidikan bidan yang telah diakui pemerintah dan lulus ujian dengan persyaratan yang berlaku dan mempunyai kualifikasi agar mendapatkan lisensi untuk praktek kebidanan (Sofyan, 2006, hlm.125).

Definsi Bidan Definisi Menurut Para Ahli

a.   Menurut IBI
Adalah seorang wanita yang telah mengikuti dan menyelesaikan pendidikan bidan yang telah diakui pemerintah dan lulus ujian sesuai persyaratan yang berlaku, dicatat, diberi ijin secara sah untuk menjalankan praktik.
b.  Menurut Kepmenkes Nomor 900/ Menkes/SK/ VII/2002  bab I pasal 1
Bidan adalah seorang wanita yang telah mengikuti program pendidikan bidan dan lulus ujian sesuai persyaratan yang berlaku.

c.   Menurut WHO
Bidan adalah seseorang yang telah diakui secara regular dalam program pendidikan kebidanan sebagaimana yang telah diakui skala yuridis, dimana ia ditempatkan dan telah menyelesaikan pendidikan kebidanan dan memperoleh izin melaksanakan praktek kebidanan.

d.   Menurut International Confederation of Midwife (ICM):
Bidan adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan bidan yang diakui oleh negara serta memperoleh kualifikasi dan diberi izin untuk melaksanakan praktek kebidanan di negara itu.

Pengertian Kebidanan

Kebidanan adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari keilmuan dan \seni dalam mempersiapkan kehamilan, menolong persalinan, nifas, menyusui, masa interval, pengaturan kesuburan, klimaksterium dan menopause, bayi baru lahir dan balita, fungsi-fungsi reproduksi manusia serta memberikan bantuan/ dukungan pada perempuan, keluarga dan komunitasnya (Permenkes, 2007).

Kebidanan adalah ilmu yang terbentuk dari sintesa berbagai disiplin ilmu atau multi disiplin  yang terkait dengan pelayanan kebidanan meliputi  ilmu kedokteran, ilmu keperawatan, ilmu sosial, ilmu perilaku, ilmu budaya, ilmu kesehatan masyarakat, dan ilmu manajemen, untuk dapat memberikan pelayanan kepada ibu dalam masa pra konsepsi, hamil, bersalin, post partum, dan bayi baru lahir. Pelayanan kebidanan tersebut meliputi pendeteksian  keadaan abnormal pada ibu dan anak, melaksanakan konseling dan pendidikan kesehatan terhadap individu, keluarga dan masyarakat.

Kebidanan adalah seni dan praktek yang mengkombinasikan keilmiahan, filosofi dan pendekatan pada manusia sebagai syarat atau ketetapan dalam pemeliharaan kesehatan wanita dan proses reproduksinya yang normal, termasuk kelahiran bayi yang mengikutsertakan keluarga dan atau orang yang berarti lainnya. (Masirfan, 2007).

Pelayanan Kebidanan

Pelayanan kebidanan merupakan layanan yang diberikan oleh bidan sesuai dengan kewenangan yang diberikannya dengan maksud meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka tercapainya keluarga berkualitas, bahagia dan sejahtera (Sofyan, 2006).

4. Asuhan Kebidanan
Adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan atau masalah dalam bidang kesehatan ibu masa hamil, masa persalinan, nifas, bayi setelah lahir serta keluarga berencana (Sofyan, 2006).

Standar Pelayanan Kebidanan

Standar adalah Keadaan ideal atau tingkat pencapaian tertinggi dan sempurna yang dipergunakan sebagai batas penerimaan minimal (Clinical practice guideline, 1990 dalam Azwar 2005).

Standar pelayanan kebidanan merupakan parameter yang telah ditetapkan dalam penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi acuan dan tanggung jawab bidan dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/ masalah dalam bidang kesehatan yaitu terdiri dari 24 standar yang dikelompokan sebagai berikut :

Standar Pelayanan Umum

Standar Pelayanan Umum adalah standar yang diberikan oleh bidan kepada masyarakat dengan cara memberikan penyuluhan kesehatan, mengumpulkan data, mempelajari dan menggunakan data untuk pelaksanaan penyuluhan, kesinambungan pelayanan dan untuk meningkatkan pengetahuan dan peran serta masyarakat atau perorangan dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat

Terdapat dua standar pelayanan umum sebagai berikut :
a. Standar 1 : Persiapan untuk kehidupan keluarga sehat
Yaitu bidan memberikan penyuluhan dan nasihat kepada perorangan, keluarga dan masyarakat terhadap segala hal yang berkaitan dengan kehamilan, termasuk penyuluhan kesehatan umum, gizi, KB, kesiapan dalam menghadapi kehamilan dan menjadi calon orang tua, menghindari kebiasaan yang tidak baik dan mendukung kebiasaan yang baik.
b. Standar 2 : Pencatatan dan pelaporan
Bidan melakukan pencatatan semua kegiatan yang dilakukannya yang meliputi registrasi semua ibu hamil diwilayah kerja, rincian pelayanan yang diberikan kepada setiap ibu hamil/ bersalin/ nifas dan bayi baru lahir kemudian bidan meninjau secara teratur catatan tersebut untuk menilai kinerja dan penyusunan rencana kegiatan untuk meningkatkan pelayanannya.

Standar Pelayanan Antenatal

Standar Pelayanan Antenatal adalah standar yang diberikan oleh bidan dalam memberikan asuhan pada ibu nifas dengan cara mengumpulkan data, menetapkan diagnosis dan rencana tindakan, serta melaksanankannya untuk mempercepat proses pemulihan dan mencegah komplikasi dengan memenuhi kebutuhan ibu dan bayi selama periode nifas.

Terdapat enam standar pelayanan antenatal sebagai berikut :

a. Standar 3 : Identifikasi ibu hamil
Yaitu bidan melakukan kunjungan rumah dan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi ibu, suami, dan anggota keluarga agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan secara teratur.

b. Standar 4 : Pemeriksaan dan pemantauan antenatal
Yaitu bidan memberikan sedikitnya 4 kali pelayanan antenatal. Bila ditemukan kelainan, maka bidan harus mampu mengambil keputusan dan tindakan yang diperlukan serta merujuknya bila perlu.

c. Standar 5 : Palpasi abdominal
Yaitu bidan melakukan pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan, memeriksa posisi janin, bagian terendah janin, dan masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul serta untuk menilai apakah ada kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu.

d. Standar 6 : Pengelolaan anemia pada kehamilan
Yaitu bidan melakukan tindakan pencegahan, penemuan, penanganan, dan rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

e. Standar 7 : Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan
Yaitu bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah dalam kehamilan dan mengenali tanda serta gejala preeklamsia lainnya, serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya.

f. Standar 8 : Persiapan Persalinan
Yaitu bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil, suami serta keluarganya pada trimester ketiga untuk memestikan kelengkapan dan perlengkapan persalinan termasuk transportasi dan biaya untuk merujuk, bila tiba-tiba terjadi keadaan gawat darurat.

Standar Pertolongan Persalinan

Standar Pertolongan Persalinan adalah standar pelayanan yang diberikan oleh bidan dalam memberikan asuhan persalinan dimulai dengan pengumpulan data, menginterpretasikan data untuk menentukan diagnosis persalinan dan mengidentifikasi masalah atau kebutuhan, membuat rencana, dan melaksanakan tindakan dengan mamantau kemajuan persalinan serta menolong persalinan untuk menjamin keamanan dan kepuasan ibu selama peiode persalinan

Terdapat empat standar pertolongan persalinan sebagai berikut :

a. Standar 9 : Asuhan persalinan kala I
Yaitu bidan menilai secara tepat bahwa persalinan sudah mulai, kemudian \memberikan asuhan dan pemantauan yang memadai, dengan memperhatikan kebutuhan klien, selama proses persalinan berlangsung.

b. Standar 10: Persalinan kala II yang aman
Yaitu bidan melakukan pertolongan persalinan yang aman, dengan sikap sopan dan penghargaan terhadap klien serta memperhatikan tradisi setempat.

c. Standar 11: Penatalaksanaan aktif persalinan kala III
Yaitu bidan melakukan penegangan tali pusat dengan benar untuk membantu pengeluaran plasenta dan selaput ketuban secara lengkap.

d. Standar 12: Penanganan kala II dengan gawat janin melalui episiotomi
Yaitu bidan mengenali secara tepat tanda-tanda gawat janin pada kala II yang lama, dan segera melakukan episiotomi dengan aman untuk memperlancar persalinan, diikuti dengan penjahitan perineum.

Standar Pelayanan Nifas 

Standar Pelayanan Nifas adalah standar yang diberikan oleh bidan dalam memberikan asuhan dengan cara mengumpulkan data, menetapkan diagnosis dan rencana tindakan, serta melaksanakannya untuk menjamin keamanan dan kepuasan serta kesejahteraan ibu dan janin selama periode kehamilan.

Terdapat tiga standar pelayanan nifas sebagai berikut :
a. Standar 13: Perawatan bayi baru lahir 
Yaitu bidan memeriksa dan menilai bayi baru lahir untuk memastikan pernafasan spontan, mencegah hipoksia, menemukan kelainan, dan melakukan tindakan atau merujuk sesuai dngan kebutuhan. Bidan juga harus mencegah atau menangani hipotermi.

b. Standar 14: Penanganan pada dua jam pertama setelah persalinan
Yaitu bidan melakukan pemantauan ibu dan bayi terhadap terjadinya komplikasi dalam dua jam setelah persalinan, serta melakukan tindakan yang diperlukan. Disamping itu, bidan memberikan penjelasan tentang hal-hal yang mempercepat pulihnya kesehatan ibu, dan membantu ibu untuk memulai pemberian ASI.

c. Standar 15: Pelayanan bagi ibu dan bayi pada masa nifas
Yaitu bidan memberikan pelayanan selama masa nifas melalui kunjungan rumah pada hari ketiga, minggu kedua dan minggu keenam setelah persalinan, untuk membantu proses pemulihan ibu dan bayi sertamemberikan penjelasan tentang kesehatan secara umum, kebersihan perorangan, makanan bergizi, perawatan bayi baru lahir, pemberian ASI, imunisasi dan KB.

Standar Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri – Neonatal

Standar Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri-Neonatal merupakan bagian tak terpisahkan dari pelayanan kebidanan disetiap tingkat pelayanan yaitu dengan mengenali secara dini kegawatdaruratan yang terjadi serta melakukan penanganan dan tindakan segera serta memastikan ibu dan bayi mendapat perawatan kegwatdaruratan yang cepat dan tepat.

Terdapat sembilan standar penanganan kegawatdaruratan obstetri-neonatal sebagai berikut :
a. Standar 16: Penanganan perdarahan dalam kehamilan pada trisemester III
Yaitu bidan mengenali secara tepat tanda dan gejala perdarahan pada kehamilan, serta melakukan pertolongan pertama dan merujuknya.

b. Standar 17: Penanganan kegawatan pada eklamsia
Yaitu bidan mengenali secara tepat tanda dan gejala eklamsia mengancam, serta merujuk dan atau memberikan pertolongan pertama. 

c. Standar 18: Penanganan kegawatan pada partus lama/ macet
Yaitu bidan mengenali secara tepat tanda dan gejala partus lama / macet serta melakukan penanganan yang memadai dan tepat waktu atau merujuknya.

d. Standar 19: Persalinan dengan penggunaan vakum ekstaktor
Yaitu bidan mengenali kapan dilakukannya ekstraksi vakum, melakukannya secara benar dalam memberikan pertolongan persalinan dengan memastikan keamanannya bagi ibu dan janini bayinya.

e. Standar 20: Penanganan retensio plasenta
Yaitu bidan mampu mengenali retensio plasenta, dan memberikan pertolongan pertama, termasuk plasenta manual dan penanganan perdarahan, sesuai dengan kebutuhan.

f. Standar 21: Penanganan perdarahan post partum primer
Yaitu bidan mampu mengenali perdarahan yang berlebihan dalam 24 jam pertama setelah persalinan (perdarahan post partum primer) dan segera melakukan pertolongan pertama untuk mengendalikan perdarahan.
g. Standar 22: Penanganan perdarahan post partum sekunder
Yaitu bidan mampu mengenali secara tepat dan dini tanda serta gejala postpartum sekunder, dan melakukan pertolongan pertama untuk penyelamatan jiwa ibu, dan atau merujuknya.
h. Standar 23: Penanganan sepsis puerperalis
Yaitu bidan mampu mengenali secara tepat tanda dan gejala sepsis puerperalis, serta melakukan pertolongan pertama atau merujuknya.

i. Standar 24: Penanganan asfiksia neonaturum
Yaitu bidan mampu mengenali dengan tepat bayi baru lahir dengan asfiksia, serta melakukan resusitasi secepatnya, mengusahakan bantuan medis yang diperlukan dan memberikan perawatan lanjutan. 

Daftar Pustaka Makalah Standar Pelayanan Kebidanan 
Sofyan, M., Madjid, N.A., Siahaan, R. (2006). 50 Tahun IBI Bidan Menyongsong Masa Depan, Jakarta: Pengurus Pusat IBI.

Kepmenkes RI. (2002). Registrasi dan Praktik Bidan nomor 900/MENKES/SK/VII, Jakarta: Pengurus Pusat IBI

Kepmenkes RI. (2007). Standar Profesi Bidan nomor 369/MENKES/SK/III, Jakarta: Mentri Kesehatan Republik Indonesia.

Masirfan, 2007, http://masirfan.multiply.com/journal/item/17, diperoleh 20 Oktober, 2008.

Azwar, A. (2005). Pengantar Administrasi Kesehatan, Jakarta : Binarupa Aksara.


Pengertian Bidan Definisi Menurut Para Ahli Standar Pelayanan Kebidanan Rating: 4.5 Posted By: Daud Royyan, M.Pd

0 comments:

Post a Comment