Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Monday, 27 March 2017

Pengertian Keluarga Berencana Menurut Para Ahli Tujuan, Manfaat, Metode, Akseptor, Kontrasepsi, Masalah

Pengertian Keluarga Berencana adalah metode-metode pengendalian kelahiran yang memungkinkan pasien untuk mencegah reproduksi. Dalam arti luas adalah mempertimbangkan faktor-faktor yang mempersatukan salah satu pasangan dalam mencapai kehamilan, menangani faktor-faktor sosial dan emosional yang berkaitan dengan prioritas tinggi, mengatasi akibat dari beban kelebihan penduduk di dunia dan menimbang keuntungan wanita mengatur fertilitasnya sedemikian rupa sehingga mereka dapat ikut serta dalam kegiatan dalam bidang kemasyarakatan dan keluarga yang biasanya terhalang oleh seringnya penolakan dan terlalu banyak kehamilan. (Hacker. 2001. hlm. 225).


Definisi Keluarga  Berencana - Cara   merencanakan    keluarga kapan ingin  mendapatkan   anak dan  berapa jumlah anak (Mochtar. 1998. hlm. 125). Keluarga Berencana adalah salah satu usaha untuk mencapai kesejahteraan dan jalan memberi nasihat perkawinan, pengobatan kemandulan dan penjarangan kehamilan (BKKBN. 1999. hlm. 7).

Menurut  WHO ( World Health Organization ) keluarga berencana adalah mendapatkan objektif-objektif tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan,  mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan suami-istri, menentukan jumlah anak dalam keluarga (Hartanto. 2004. hlm. 27).

Tujuan Keluarga Berencana

Tujuan umum dari Keluarga Berencana adalah membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan sosial ekonomi suatu keluarga dengan cara mengatur kelahiran anak, agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, yang memperhatikan kepentingan manusia dan masyarakat antara lain orangtua,anak-anak dan masyarakat. (Mochtar. 1998. hlm 126)

Manfaat Keluarga Berencana

Manfaat Keluarga Berencana dipandang dari segi kesehatan  
  1. Untuk Ibu : Perbaikan kesehatan karena tercegahnya kehamilan yang berulang kali dalam  jangka yang terlalu pendek, peningkatan kesehatan mental dan sosial yang dimungkinkan oleh adanya waktu yang cukup untuk mengasuh anak-anak untuk beristirahat dan menikmati waktu luang serta melakukan kegiatan-kegiatan lainnya, 
  2. Untuk Anak-anak :  Anak yang akan dilahirkan dapat tumbuh secara wajar karena ibu yang mengandung berkeadaan sehat, sesudah lahir anak tersebut memperoleh perhatian, pemeliharaan dan makan yang cukup,
  3. Untuk Ayah :  Memperbaiki kesehatan fisiknya, memperbaiki kesehataan mental dan sosial budaya,
  4. Untuk Seluruh Keluarga adalah kesempatan seluruh anggota keluarga mempunyai kesempatan yang banyak dan sama akan segala hal (BKKBN. 1999. hlm. 9).

Metode-Metode Keluarga Berencana

Sesuai dengan berubahnya visi dan misi program Keluarga Berencana yang disesuaikan dengan GBHN 1998 maka kebijakan program Keluarga Berencana yang ditempuh adalah mewujudkan keluarga yang berkualitas 2015.

Dan dengan visi dan misi di atas ditempuh berbagai kebijaksanaan untuk menyelematkan ibu dan anak akibat melahirkan pada usia muda, jarak kelahiran terlalu dekat dan melahirkan di usia terlalu tua. 

Kebijaksanaan yang ditempuh dengan tiga fase yakni : 
  1. Fase menunda/mencegah kehamilan bagi pasangan usia subur  dengan usia istri dibawah usia dua puluh tahun. 
  2. Fase menjarangkan kehamilan periode usia istri antara 20–30 tahun merupakan periode usia yang paling baik
  3. Fase menghentikan/mengakhiri kehamilan atau kesuburan. Periode umur istri di atas tiga puluh tahun, terutama di atas 35 tahun, sebaiknya mengakhiri kesuburan setelah mempunyai dua orang anak (Hartanto. 2003. hlm. 30).

Akseptor Keluarga Berencana

Akseptor adalah orang yang menerima (Salim, 2001). Akseptor Keluarga Berencana adalah orang yang menjalani kontrasepsi (Manuaba. 2005. hlm 33)

a. Sasaran Akseptor Keluarga Berencana adalah 
  1. Pasangan Usia Subur yang menyusui, 
  2. Pasangan Usia Subur yang belum berkeluarga berencana.

b. Syarat Akseptor Keluarga Berencana adalah 
  1. Tidak ingin hamil dalam jangka waktu yang lama
  2. Pengambilan keputusan diri persetujuan suami (Mochtar. 1998. hlm. 127).

Kontrasepsi

Kontrasepsi berasal dari kata kontra berarti mencegah atau melawan sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur dengan sel sperma,maka kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dan sel spermatosii. (Hartanto. 2003. hlm. 37)

Syarat-syarat Kontrasepsi : 
1. Aman pemakaiannya dan dapat dipercaya, 
2. Efek samping yang merugikan tidak ada, 
3. Lamanya kerjanya dapat di atur sesuai keinginan , 
4. Tidak mengganggu hubungan persetubuhan, 
5. Tidak memerlukan bantuan medis atau control yang ketat, 
6. Selama pemakaiannya 
7. Cara penggunaannya sederhana, 
8. Harganya murah agar dapat dijangkau masyarakat luas, dan, 
9. Dapat diterima oleh pasangan suami-istri.

Alat-Alat Kontrasepsi.

Alat kontrasepsi yang tersedia di pasaran saat ini sangat beragam, baik pemakaian bahan baku dan bentuk. Dimana perbedaannya tergantung dari caraa kerja masing-masing alat (Indiarti. 2007. hlm. 236).

a. Pil KB
Pil KB adalah alat kontrasepsi yang digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan, mengandung hormone estrogen dan progesteron atau hanya mengandung hormone progesteron saja (BKKBN. 1999,. hlm. 10). Pil adalah kontrasepsi untuk mencegah kehamilan dengan cara meminum pil setiap hari secara teratur, kontrsepsi untuk mencegah kehamilan dengan cara meminum pil setiap hari secara teratur (Indiarti, 2007.)

b. Suntik KB
Metode suntikan menjadi bagian gerakan Keluarga Berencana  serta peminatnya makin bertambah, lebih aman, sederhana, efektif, tidak adanya gangguan (Manuaba.1998. hlm 130).

c. KB Susuk
Alat kontrasepsi ini dibuat dari bahan silastik sejenis plastik  dan tidak mengandung logam.Berbentuk tabung silinder berisi hormone seperti suntikan atau pil kb.Isu bahwa pemakai susuk mudah terkena sambaran petir sama sekali tidak benar karena tidak mengandung logam. Akan tetapi diakui kurang populernya susuk KB karena alat kontrasepsi yang satu ini relatif mahal disbanding alat lainnya. Sekarang ini ada dua macam susuk, yaitu dengan masa pemakaian lima tahun yang terdiri dari enam buah dan masa pemakaian tiga tahun yang hanya terdiri dari satu buah susuk (Indiarti. 2007. hlm. 239).

d. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
IUD (Intra Uterine Device) atau spiral adalah plastik yang lentur dan mempunyai benang, sebagian mempunyai lilitan tembaga namun ada juga yang tidak logam, dan ada yang mengandung hormon. Alat ini dimasukkan ke dalam rahim melalui vagina (Indiarti. 2007. hlm. 241) 

Efek samping yang dapat ditimbulkan perdarahan, rasa nyeri, leukorea, ekspulsi, perforasi, dan translokasi (Siswosodarmo, 2007)

e. Kondom 
Kandung karet yang dipasang pada penis yang ereksi sebelum ejakulasi. Dikemas dengan pelumas kontraseptif, dan sebagian diolah dengan obat spermatisida yang ditambah pada permukaannya. 

Kelemahannya ketergantungan coitus, kadang-kadang hipersensitifitas terhadap karet atau minyak pelumas. Keuntungannya tersedia secara luas dan kemungkinan tercegahnya penyakit yang ditularkan lewat kontak seksual. (Hacker. 2001. hlm. 280).

f. Keluarga Berencana spermatisida
Spermatisida adalah zat kimia yang dapat melumpuhkan sampai mematikan spermatozoa yang digunakan menjelang hubungan seks. Setelah pemasangan 5-10 menit hubungan seks dapat dilakukan dengan spermasida dapat berfungsi.

g. Vasektomi
Vasektomi merupakan kontap atau metode operasi pria, dengan jalan memotong vasdeferen sehingga saat ejakulasi tidak terdapat spermatozoa dalam cairan sperma. Setelah menjalani vasektomi tidak segera akan steril tetapi memerlukan sekitar dua belas kali ejakulasi, baru sama sekali bebas dari spermatozoa. Oleh karena itu diperlukan penggunaan kondom selama dua belas kali sehingga bebas untuk melakukan hubungan seks. (Manuaba, 1999)

h. Tubektomi
Tubektomi adalah kontrasepsi permanen pada wanita. Caranya dengan mengikat atau memutus kedua saluran telur. Sehingga sperma yang masuk tidak bisa bertemu dengan sel telur. Ada dua cara dalam tubektomi, yakni:
  1. Memotong saluran telur 
  2. Mengikat saluran telur

Tubektomi hanya diizinkan pada pasangan suami istri yang sudah  anak setidaknya dua orang dan istrinya masih dalam usia reproduksi  panjang (Indiarti. 2007. hlm. 248).

Masalah-masalah dalam gerakan keluarga berencana

Adapun masalah –masalah yang menjadi kendala atau hambatan gerakan keluarga berencana, yaitu :
  1. Jumlah angkatan remaja yang besar memasuki pasangan usia subur dan segera menjadi pasangan suami istri
  2. Tertundanya perkawinan mencapai umur sekitar dua puluh tahun dan pesatnya informasi masalah seksual menimbulkan dampak peningkatan hamil yang tidak dikehendaki
  3. Keinginan akan jenis kelamin yang dikehendaki
  4. Keluarga kecil yang kesepian dan ingin mempunyai anak lagi
  5. Usia harapan hidup makin panjang

Daftar Pustaka Makalah Keluarga Berencana
Hacker, Moore. (2001). Essensial Obstetri dan Ginekologi, Jakarta : Hiprocrates
Buku Pedoman Petugas Fasilitas Pelayanan Keluarga Berencana. (1999), Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia
Hartanto, Hanafi, (2003). Keluarga Berencana dan Kontrasepsi, Jakarta : Pustaka Sinar Harapan
Mochtar, Rustam. (1998). Sinopsis Obstetri Fisiologi, jakarta : EGC
Manuaba, IGD. (1999). Ilmu Kebidanan Penyakit dan Kandungan dan KB Untuk Pendidikan Bidan, Jakarta : EGC
Indiarti, M. (2007). Panduan Lengkap Kehamilan, Persalinan, Perawatan Bayi, Yogyakarta : Diglossia Media
Siswo, Sudarmo, dkk. (2007). Teknologi kontrasepsi, Jakarta : Gaja Mada University Pers

Pengertian Keluarga Berencana Menurut Para Ahli Tujuan, Manfaat, Metode, Akseptor, Kontrasepsi, Masalah Rating: 4.5 Posted By: Daud Royyan, M.Pd

0 comments:

Post a Comment