Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Monday, 27 March 2017

Pengertian Keputihan Leukorea Tidak Normal Pemyebab, Gejala, Pencegahan dan Penatalaksanaan

Pengertian Keputihan (Leukorea) adalah (Flour Albus, White discharge, keputihan) adalah keluarnya cairan dari alat atau organ reproduksi melalui vagina (Wishnuwarhani, 2008). Hal itu mungkin disebabkan oleh infeksi (Santoso, 2007).

Definsi Leukorea (keputihan) merupakan gejala keluarnya cairan dari vagina selain darah haid. Cairan yang keluar tersebut harus dibedakan antara cairan/lendir normal dan cairan/lendir tidak normal (Kasdu, 2005). Dalam keadaan biasa, cairan tidak sampai keluar namun belum tentu bersifat patologis. Sumber cairan ini dapat berasal dari sekresi vulva cairan vagina, sekret serviks, sekresi uterus, atau sekresi tuba fallopi yang dipengaruhi fungsi ovarium (Mansjoer, 2000).

Leukorea (keputihan) merupakan manisfestasi klinis berbagai infeksi keganasan atau tumor jinak reproduksi. Keluhan leukorea (keputihan) pada wanita harus dianggap serius karena akibatnya sangat kompleks dan banyak (Manuaba, 2008).

Leukorea (keputihan) dibedakan menjadi dua macam yaitu leukorea normal dan leukorea tidak normal yang disebabkan oleh penyakit :

Leukorea (keputihan) Normal

Leukorea (keputihan) dikatakan normal bila tanpa gejala dan tanda lain yang menunjukan kemungkinan adanya kelainan. Vagina yang normal selalu berada dalam kondisi lembab dan permukaannya basah oleh cairan/lendir. Sekret diproduksi oleh kelenjar pada leher rahim (serviks), dinding vagina dan kelenjar bartholin dibibir kemaluan, menyatu dengan sel-sel dinding vagina yang lepas serta bakteri normal didalam vagina, bersifat asam dan berperan penting dalam menjamin fungsi yang optimal.

Sifatnya dapat berubah sesuai dengan perubahan hormone yang terjadi dalam siklus haid. Pada masa pertengahan haid, dengan pengaruh hormon esterogen, sekret yang dikeluarkan tipis, bening dan elastis. Setelah ovulasi (pelepasan sel telur) pada pertengahan siklus haid, lendir yang diproduksi dengan pengaruh hormon progesteron berubah karekternya menjadi lendir yang kental, keruh seperti jelly. Leukorea normal umumnya terjadi pada :
  1. Bayi baru lahir hingga berusia kira-kira 10 hari. Hal ini terjadi Karena pengaruh hormon esterogen dan progesteron.
  2. Masa sekitar menarche atau pertama kalinya haid datang. Keadaan ini ditunjang oleh hormone esterogen.
  3. Seorang wanita yang mengalami kegairahan seksual. Hal ini berkaitan dengan kesiapan vagina untuk menerima penetrasi pada senggama.
  4. Masa disekitar ovulasi karena produksi kelenjar-kelenjar mulut rahim.
  5. Kehamilan yang mengakibatkan meningkatnya suplai darah kedaerah vagina dan mulut rahim, serta penebalan dan melunaknya selaput lendir vagina.
  6. Akseptor kontrasepsi pil dan akseptor IUD.
  7. Pengeluaran lendir yang bertambah pada wanita yang sedang menderita penyakit kronik, atau pada wanita yang mengalami strees.

Leukorea (keputihan) Tidak normal

Leukorea (keputihan) tidak normal adalah keputihan yang disebabakan oleh satu penyakit terpenting diantaranya adalah infeksi berasal dari vagina, vulva,lehar rahim maupun adneksa.  Leukorea (keputihan) tidak normal mengadung lebih banyak limfosit, berwarna agak kekuningan hingga hijau lebih kental dan berbau. Gejala lainnya bergantung pada kuman penyebab. Beberapa jenis infeksi yang menyebabkan leukorea antara lain :

a. Bateri Vaginosis (BV) adalah penyebab tersering (40-50% kasus terinfeksi vagina ), tetapi sering tanpa gejala. Penyebabanya adalah perubahan keseimbangan flora normal vagina atau peningkatan pH vagina. Flora normal vagina adalah bakteri dari genus lactobacillus. Berganti-ganti pasangan seksual, merokok, dan sering menyemprot vagina dengan air mempermudah terjadinya BV. Pada wanita yang tidak hamil, BV meningkatkan resiko penyakit radang panggul, infeksi post operatif dan penyebaran HIV.

b. Vulvovaginal Candidiasis (VC) disebabkan oleh jamur candida species, 80-90% oleh candida albicans dan 15% oleh candida glabiata angka kejadiannya hampir sekitar 20-25% dari kasus infeksi vagina. Agar dapat bertahan hidup, candida species memerlukan jaringan yang mengandung esterogen karena VC sering terjadi setelah menarche.

c. Trichomoniasis (TM) disebabkan oleh trichomoniasis vaginalis. Angka kejadiannya sekitar 5-20% dari kasus infeksi vagina, 50% penderita tanpa gejala. Sisanya, timbul gejala berupa keputihan yang berwarna kekuningan hingga kehijauan berbusa, berbauk “apek”, nyeri saat melakukan hubungan seksual, iritasi vulvovagina dan kandung-kandung disertai nyeri saat kencing. Trichomoniasis dapat menyebabkan infeksi pada vulvovagina, uretra, infeksi saluran reproduksi bagaian atas, gangguan perkembangan janin dan mempermudah penurunan HIV.

 Pengertian Keputihan Leukorea  

d. Atrophic Vaginitis (AV) merupakan penyebab tersering iritasi vagina pada wanita di masa klimakterium. Pada masa ini terjadi penurunan kadar hormon kadar estrogen dan peningkatan hormon dan gonadotropin yang menyebabkan sel epitel vagina mengalami atropi. Kejadian ini mempermudah terjadi innfeksi sekunder pada vagina.

e. Chalamydia Trathomatis (CT) merupakan bakteri doligat intraseluler, bakteri hanya bisa tumbuh di dalam sel inang yang masih hidup. Bakteri ini hanya menyerang sel epitel kelumnar pada endoservila, uretra, endometrium, tuba fallopi dan rektum. Sekitar 70% wanita terinfeksi CT tanpa gejala sehingga sulit menegakkan diagnosa infeksi ini.

f. Gonorrhoe (Gh) disebabkan oleh bakteri diplococcus gram negative, neisseria gonorrhoe. Keluhan hampir sama dengan infeksi CT, bedanya kuman ini juga menginfeksi faring pada 10% kasus sekitar 15% dari ifneksi serviks akibat menginfeksi gonorrhoe yang tidak diobati akan berkembang menjadi radang panggul.

Selain infeksi leukorea (keputihan) tidak normal disebabkan oleh :
1. Benda asing 
Tidak jarang ada pasien yang datang dengan keputihan setelah diperiksa alat kelaminnya ternyata mengandung benda asing. Benda asing yang dimaksud seperti bijibijian (pada anak-anak) maupun sisa-sisa kondom (pada perempuan dewasa).

2. Kanker 
Gejala keputiha yang sukar sembuh dengan pengobatan biasa (antibiotik dan anti jamur) yang telah dilakukan oleh dokter, perlu dipikirkan akan kemungkinan penyebabnya adalah sesuatu keganasan seperti kanker lehar rahim.

3. Kelainan alat kelamin
Pada keadaan tertentu bisa terjadi secara abnormal lubang (saluran) yang menghubungkan vagina dengan kandung kemih ataupun rectum. Bisa juga hal ini terjadi akibat cidera persalinan operasi pengangkatan rahim, radiasi pada kanker organ reproduksi, atau akibat kanker itu sendiri.

4. Masa menopause (berhentinya haid)
Pada masa menopause, sel-sel vagina mengalami hambatan dalam pematangan sel akibat tidak adanya hormon pemacu, esterogen (menjadi atrofi). Vagina menjadi kering, sering timbul rasa gatal karena tipisnya sel, sehingga mudah luka dan timbul infeksi penyerta.

5. Penyebab lain 
a. Psikologi : kelelahan yang sangat 
b. Tidak diketahui (Alimtaslim, 2008).

6. Gejala klinis 
Adapun gejala klinis leukorea (keputihan)
a. Gatal, berbau, dan berbuih
b. Bergumpal, campur darah
c. Rasa panas saat buang air kecil
d. Sekret vagina berwarna putih keabu-abuan atau kuning dengan bau yang menusuk

Pemeriksaan penunjang yang dilakukan :
a. Pemeriksaan darah lengkap 
b. Sitologi vagina
c. Kultur sekret vagina
d. Radiologi untuk pemeriksaan pelviks
e. Ultrasonografi abdomen
f. Pemeriksaan pH vagina
g. Pap smear (Manuaba, 2008)

7. Pencegahan 
Untuk selalu menjaga kebersihan daerah intim sebagai tindak pencegahan sekaligus mencegah berulangnya keputihan yaitu dengan :
a. Kebersihan daerah kemaluan harus diperhatikan 
b. Dalam keadaan haid jika menggunakan pembalut, pakailah celana dalam yang pas sehingga pembalut tidak tergeser dari belakang kedepan
c. Hati-hati menggunakan kloset duduk umum yang basah 
d. Jangan menggunakan handuk bersama 
e. Gunakan pakaian dalam dari bahan katun 
f. Hindari penggunaan celana panjang yang ketat dan tebal seperti jeans terus menerus karena dapat menganggu sirkulasi peredaran darah sehingga menimbulkan sekret yang berlebihan.
g. BAB yang tidak setiap hari juga merangsang sekresi lendir karena adanya massa berupa kotoran disalurkan poros usus yang ada dibelakang vagina 
h. Jangan rutin menggunakan cairan pencuci vagina

8.   Penatalaksanaan 
Penatalaksanaan dilakukan sesuai tergantung penyebabnya. Bila disebabkan oleh trichomoniasis diberikan metronidazole peroral dan supp vaginal. Bila disebabkan oleh candida albicans diberikan nystatin/diflucat per oral dan mycostatin supp vagina. Bila disebabkan oleh gonorrhoe, kondiloma diberikan antibiotik, trikodazole dan tincphodophilli (Manuaba, 2008).

Daftar Pustaka Makalah Keputihan (Leukorea)
Santoso, B, 2007. Panduan Kesehatan Reproduksi Wanita, Jakarta: SKP Publishing
 
Mansjoer, A, 2001. Kapita Selekta Kedokteran, Jakarta: Media Aesculapius.
 
Manuaba, I. B, G, 2008. Gawat - Darurat  Obstetri – Ginekologi dan Obstetri – Ginekologi Sosial Untuk Profesi Bidan
Jakarta: EGC.
 
Sarwono, S. W, 2008. Psikologi Remaja, Jakarta: PT raja Grafindo Persaad.

Pengertian Keputihan Leukorea Tidak Normal Pemyebab, Gejala, Pencegahan dan Penatalaksanaan Rating: 4.5 Posted By: Daud Royyan, M.Pd

0 comments:

Post a Comment