Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Sunday, 26 March 2017

Pengertian Kontrasepsi Pria Menggunakan Kondom dan Vasektomi

Pengertian Kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma. Metode kontrasepsi pria adalah suatu cara yang dilakukan oleh pria untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan menghambat masuknya sperma kedalam kemaluan wanita. Metode kontrasepsi pria yang banyak dikenal masyarakat ada 2 yaitu kondom dan vasektomi. (Everret. 2007).


Kondom

Kondom adalah  selubung/sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan seperti lateks (karet), plastik (vinil), dan bahan alami (produksi hewani) yang dipasang  pada penis selama berhubungan seksual untuk menangkap semen selama ejakulasi dan mencegah sperma masuk kedalam vagina. (siswosudarmo. 2007).

a. Macam-macam kondom
Berdasarkan bahan pembuatannya, kondom dibagi dalam 3 jenis yaitu, Kulit, dibuat dari membran usus biri-biri, tidak meregang atau mengkerut, menjalarkan panas tubuh sehingga  dianggap tidak mengurangi sensitivitas selama senggama. Lateks, paling banyak dipakai, murah, dan elastis, Plastik, sangat tipis (0,025-0,035mm). dapat menghantarkan panas tubuh, lebih mahal dari kondom lateks. Untuk memenuhi kebutuhan psikologis dan fisiologis calon akseptor, kondom dibuat dalam aneka ragam model. Transparan, Berwarna (merah, hitam, biru, hijau, kuning dll), Berujung datar atau berujung kantong , Kering/berpelumas (non-toksik/non-iritan) dan Bermacammacam ukuran.(Hartanto. 2004).

b. Cara kerja
Menghalangi masuknya sperma ke dalam traktus genitalia interna bagian atas agar tidak terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan cara mengemas sperma di ujung selubung karet yang dipasang pada penis sehingga sperma tidak tercurah ke dalam saluran reproduksi perempuan.(Saifuddin. 2003).

c. Manfaat  
  1. Kontrasepsi
    Efektif mencegah kehamilan bila dilakukan dengan benar dan konsisten, Tidak mengganggu produksi ASI, tidak mengganggu kesehatan klien, murah dan dapat dibeli secara umum, tidak memerlukan pemeriksaan medis, metode sementara bila metode lain harus ditunda. 
  2. Non kontrasepsi.
    Meningkatkan keterlibatan suami dalam keluarga berencana, mencegah penularan IMS, mencegah ejakulasi dini, saling berinteraksi sesama pasangan, membantu mencegah terjadinya kanker leher rahim (mengurangi iritasi bahan karsinogenik eksogen pada leher serviks).

d. Keterbatasan
Efektifitas tidak terlalu tinggi atau angka kegagalan relatif tinggi, cara penggunaan mempengaruhi keberhasilan kontrasepsi, agak mengganggu hubungan seksual, yaitu perlu menghentikan sementara aktivitas dan spontanitas hubungan seks guna memasang kondom, pada beberapa klien bisa menyebabkan kesulitan mempertahankan ereksi, harus selalu tersedia setiap kali berhubungan, perlu dipakai secara konsisten, hati-hati dan terus menerus pada setiap senggama, pembuangan kondom bekas menimbulkan masalah limbah. 

Kontrasepsi Pria

e. Indikasi 
  1. Suami ingin berpartisipasi  aktif dalam KB, suami yang mengalami ejakulasi prematur, sensitivitas penis terhadap sekret vagina, berisiko tertular atau menularkan IMS, pasangan yang memerlukan metode kontrasepsi dengan segera, pasangan yang memerlukan metode sementara (reversible), Pasangan yang membutuhkan metode pendukung, hanya ingin menggunakan alat kontrasepsi jika akan berhubungan saja, istri yang mempunyai kontraindikasi terhadap kontrasepsi oral dan IUD, sedangkan pemakaian diapragma atau kap serviks secara anatomis atau psikologis tidak memungkinkan.

f. Kontraindikasi
Mempunyai pasangan yang beresiko tinggi jika hamil, alergi terhadap bahan dasar kondom, menginginkan alat kontrasepsi jangka panjang, tidak mau terganggu dengan berbagai persiapan untuk melakukan hubungan seksual, tidak peduli berbagai persyaratan kontrasepsi, pria dengan ereksi yang tidak baik, tidak bertanggungjawab secara seksual, pria dengan malformasi penis.

g. Efektifitas
Efektifitas kondom bergantung pada pengalaman pemakai tentang penggunaan kondom yang benar dan tepat serta konsistensi pemakaian. Efektifitas kondom akan lebih tinggi jika digabungkan dengan penggunaan spermisid. Angka kegagalan berkisar antara 3-23 kehamilan per 100 wanita per tahun. Kegagalan ini biasanya terjadi karena kodom bocor atau robek dan pemakai kurang disiplin dan teliti dalam mematuhi petunjuk pemakaian.(Everret. 2007).

h. Efek samping
Berkurangnya sensitifitas gland penis dan alergi terhadap karet.
 

Vasektomi 

Vasektomi adalah pemotongan vas deferens, yang merupakan saluran yang mengangkut sperma dari epididimis di dalam testis vesikula seminalis. Dengan memotong vas deferens sperma tidak mampu diejakulasikan dan pria akan menjadi tidak subur setelah vas deferens  bersih dari sperma, yang memakan waktu sekitar tiga bulan.(Everret. 2007).
a. Keuntungan, sangat efektif dan aman, tidak ada efek samping jangka panjang, tindak bedah yang aman dan sederhana, efektif setelah 20 ejakulasi atau 3 bulan dan diperlukan konseling. (Saifuddin. 2003).
 
b. Kerugian, diperlukan tindakan operatif, kadang-kadang menyebabkan komplikasi seperti perdarahan atau infeksi, belum memberikan perlindungan total sampai spermatozoa, dan problem psikologis yang berhubungan dengan perilaku seksual mungkin bertambah parah setelah tindakan operatif. (Hartanto. 2004).
 
c. Kontraindikasi, pada ketidakmampuan fisik yang serius, masalah urologi, masalah hubungan dan tidak didukung oleh pasangan.(Everret. 2007).
 
d. Efek samping, dapat berupa infeksi, hematoma dan granuloma sperma. 

Daftar Pustaka Makalah Kontrasepsi Pria
Everett, Suzanna. (2007). Kontrasepsi dan Kesehatan Seksual Reproduktif. Jakarta:  EGC.
 
Siswosudarmo, DKK. (2007). Teknologi Kontrasepsi. Yogyakarta : UGM
 
Hartanto, Hanafi. (2004). Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka  Sinar Harapan.
 
Saifuddin, AB. (2003). Buku Pamduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta :  Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Pengertian Kontrasepsi Pria Menggunakan Kondom dan Vasektomi Rating: 4.5 Posted By: Daud Royyan, M.Pd

0 comments:

Post a Comment