Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Friday, 24 March 2017

Pengertian Peran Bidan Sebagai Pelaksana, Pengelola, Pendidik, Peneliti atau Investigator

Defenisi Peran adalah suatu kumpulan norma untuk perilaku seorang dalam suatu posisi khusus, seperti seorang istri, suami, anak, guru, perawat, bidan dan sebagainya. Peran merupakan suatu konsep struktural, dan masyarakat dapat dipandang sebagai suatu sistem peran yang kompleks (Maramis WF. 2006).
Dalam bahasa Inggris, kata Midwife (bidan) berarti "with woman" (bersama wanita), mid = together, wife = a woman. Dalam bahasa Prancis, Sage Femme (bidan)berarti "berkaitan dengan wanita". Menurut Chur Medical Directory, bidan adalah " a health worker who may or may note be formally trainded and is not physician, that delivers baldes and provides associated maternal care" (seorang petugas kesehatan yang terlatih secara formal ataupun tidak dan bukan seorang dokter, yang membantu pelahiran bayi serta memberi perawatan maternal terkait) "(Soepardan, Suryani, Hajjah, 2007).

Menurut Hj. Salmah (et all, 2006), bidan menurut WHO adalah seseorang yang telah diakui secara regular dalam program pendidikan bidan diakui secara yuridis, ditempatkan, dan mendapatkan kualifikasi, serta terdaftar di sektor dan memperoleh izin melaksanakan praktik kebidanan. Defenisi bidan menurut ICM adalah seseorang  yang telah menyelesaikan pendidikan bidan yang diakui oleh negara serta memperoleh kualiflkasi dan diberi izin melaksanakan praktik kebidanan di negara itu.

Dalam melaksanakan  profesinya bidan memiliki  peran  sebagai  pelaksana, pengelola, pendidik, dan peneliti.

Peran Sebagai Pelaksana

Sebagai pelaksana, bidan memiliki tiga kategori tugas, yaitu tugas mandiri, tugas kolaborasi, dan tugas ketergantungan.

a.  Tugas Mandiri
Tugas-tugas mandiri bidan, yaitu :
1.   Menetapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan yang diberikan, mencakup :
a.   Mengkaji status kesehatan untuk memenuhi kebutuhan asuhan klien.
b.   Menentukan diagnosis.
c.   Menyusun rencana tindakan sesuai dengan masalah yang dihadapi.
d.   Melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
e.   Mengevaluasi tindakan yang telah diberikan.
f.    Membuat rencana tindak lanjut kegiatan/tindakan.
g.   Membuat pencatatan dan pelaporan kegiatan/tindakan.

2. Memberi pelayanan dasar pranikah pada anak remaja dan wanita dengan melibatkan mereka sebagai, mencakup :
a.Mengkaji status kesehatan dan kebutuhan anak remaja dan wanita dalam masa pranikah.
b.   Menetukan diagnosis dan kebutuhan pelayanan dasar.
c.   Menyusun rencana tindakan/layanan sebagai prioritas mendasar bersama klien.
d.   Melaksanakan tindakan/layanan sesuai dengan rencana.
e.   Mengevaluasi hasil tindakan/layanan yang telah diberikan bersama klien.
f.    Membuat rencana tidak lanjut tindakan/layanan bersama klien.
g.   Membuat pencatatan dan pelaporan asuhan kebidanan.

3.   Memberi asuhan kebidanan kepada klien selama kehamilan normal, mencakup :
a.   Mengkaji status kesehatan klien yang dalam keadaan hamil.
b.   Menentukan diagnosis kebidanan dan kebutuhan kesehatan klien.    ,
c.   Menyusun rencana asuhan kebidanan bersama klien sesuai dengan prioritas masalah.
d.   Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
e.   Mengevaluasi hasil asuhan yang telah diberikan bersama klien.
f.    Membuat rencana tindak lanut asuhan yang telah diberikan bersama klien.
g.   Membuat rencana tindak lanjut asuhan kebidanan bersama klien.
h.   Membuat pencatatan dan pelaporan asuhan yang telah diberikan bersama klien.

4. Memberi asuhan kebidanan kepada klien dalam masa persalinan dengan melibatkan klien/keluarga, mencakup:
a.   Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada klien dalam masa persalinan.
b.   Menentukan diagnosis dan kebutuhan asuhan kebidanan dalam masa persalinan.
c. Menyusun rencana asuhan kebidanan bersama klien sesuai dengan prioritas masalah.                                             
d.   Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
e.   Mengevaluasi asuhan yang telah diberikan bersama klien.

5.   Memberi asuhan kebidanan pada bayi baru lahir, mencakup :
a.   Mengkaji status kesehatan bayi baru lahir dengan melibatkan keluarga.
b.   Menentukan diagnosis dan kebutuhan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir.
c.   Menyusun rencana asuhan kebidanan sesuai prioritas.
d.   Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
e.   Mengevaluasi asuhan kebidanan yang telar} diberikan.
f.    Membuat rencana tindak lanjut.             
g.   Membuat rencana pencatatan dan pelaporan asuhan yang telah diberikan.

6.  Memberi asuhan kebidanan pada klien dalam masa nifas dengan melibatkan klien/keluarga, mencakup :
a.   Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas.
b.   Menentukan diagnosis dan kebutuhan asuhan kebidanan pada masa nifas.
c.   Menyusun rencana asuhan kebidanan berdasarkan prioritas masalah.
d.   Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana.
e.   Mengevaluasi bersama klien asuhan kebidanan yang telah diberikan.
f.    Membuat rencana tindak lanjut asuhan kebidanan bersama klien.

7.   Memberi asuhan kebidanan pada wanita usia subur yang membutuhkan pelayanan keluarga berencana, mencakup:
a.   Mengkaji kebutuhan pelayanan keluarga berencana pada PUS (pasangan usia subur).
b.   Menentukan diagnosis dan kebutuhan pelayanan.
c.   Menyusun rencana pelayanan KB sesuai prioritas masalah bersama klien.
d.   Melaksanakan asuhan sesuai dengan rencana yang telah dibuat.     
e.   Mengevaluasi asuhan kebidanan yang telah diberikan.
f.    Membuat rencana tindak lanjut pelayanan bersama klien.
g.   Membuat pencatatan dan laporan.

8.   Memberi asuhan kebidanan pada wanita dengan gangguan sistem reproduksi dan wanita dalam masa klimakterium serta menopause, mencakup :
a.   Mengkaji status kesehatan dan kebutuhan asuhan klien.
b.   Menentukan diagnosis, prognosis, prioritas, dan kebutuhan asuhan.
c.   Menyusun rencana asuhan sesuai prioritas masalah bersama klien.
d.   Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana.
e.   Mengevaluasi bersama klien hasil asuhan kebidanan yang telah diberikan.
f.    Membuat rencana tindak lanjut bersama klien.
g.   Membuat pencatatan dan pelaporan asuhan kebidanan.

9.   Memberi asuhan kebidanan pada bayi dan balita dengan melibatkan keluarga, mencakup:
a.  Mengkaji   kebutuhan   asuhan   kebidanan   sesuai   dengan tumbuh   kembang bayi/balita.
b.   Menentukan diagnosis dan prioritas masalah.
c.   Menyusun rencana asuhan sesuai dengan rencana.
d.   Melaksanakan asuhan sesuai dengan prioritas masalah.
e.   Mengevaluasi hasil asuhan yang telah diberikan.
f.    Membuat rencana tindak lanjut.
g.   Membuat pencatatan dan pelaporan asuhan.

b.Tugas Kolaborasi
Tugas-tugas kolaborasi (kerja sama) bidan, yaitu :
1.   Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai fungsi kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga, mencakup :
  • Mengkaji    masalah    yang    berkaitan    dengan    komplikasi    dan    kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi.
  • Menentukan   diagnosis, prognosis, dan  prioritas  kegawatdaruratan   yang memerlukan tindakan kolaborasi.
  • Merencanakan tindakan sesuai dengan prioritas kegawatdaruratan dan hasil kolaborasi serta bekerjasama dengan klien.
  • Melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana dan dengan melibatkan klien.
  • Mengevaluasi hasil tindakan yang telah diberikan.
  • Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien.
  • Membuat pencatatan dan pelaporan.

2.   Memberi asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan risiko tinggi dan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi, mencakup:
  • Mengkaji    kebutuhan    asuhan   pada   kasus    risiko    tinggi    dan    keadaan kegawadaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi.
  • Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas sesuai dengan faktor risiko serta keadaan kegawatdaruratan pada kasus risiko tinggi.
  • Menyusun rencana asuhan dan tindakan pertolongan pertama risiko dan memberikan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas.
  • Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama.
  • Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien.
  • Membuat pencatatan dan pelaporan.

3.  Memberi asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan risiko tinggi serta keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga, mencakup :
  • Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan risiko   tinggi   dan   keadaan   kegawatdaruratan   yang   memerlukan  tindakan kolaborasi.
  • Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas sesuai dengan faktor risiko dan keadaan kegawatdaruratan.
  • Menyusun rencana asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan risiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas.
  • Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan risiko tinggi dan memberi pertolongan pertama sesuai dengan prioritas.
  • Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama pada ibu harmldengan risiko tinggi.
  • Menysusun rencana tindak lanjut bersama klien
  • Membuat pencatatan dan pelaporan.

4. Memberi asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan risiko tinggi serta pertolongan pertama dalam keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi klien dan keluarga, mencakup 
  • Mengkaji kebutuhan asuhan pada ibu dalam masa nifas dengan risiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi.
  • Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas sesuai dengan faktor risiko serta keadaan kegawatdaruratan.
  • Menyusun rencana asuhan kebidanan pada ibu hamil masa nifas dengan risiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas.
  • Melaksanakan asuhan kebidanan dengan risiko tinggi dan memberi pertolongan pertama sesuai dengan rencana.
  • Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama.
  • Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien.
  • Membuat pencatatan dan pelaporan.

5.  Memberi  asuhan kebidanan pada bayi  baru  lahir dengan risiko  tinggi  dan pertolongan pertama dalam keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi bersama klien dan keluarga, mencakup:
  • Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan risiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi.
  • Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas sesuai dengan faktor risiko serta keadaan   kegawatdaruratan.
  • Menyusun rencana asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan risiko tinggi dan memerlukan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas.
  • Melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan risiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas.
  • Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama.
  • Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien.
  • Membuat pencatatan dan pelaporan.

6.   Memberi asuhan kebidanan pada balita dengan risiko tinggi serta pertolongan pertama dalam keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi bersama klien dan keluarga, mencakup :
  • Mengkaji kebutuhan asuhan pada balita dengan risiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi.
  • Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas sesuai dengan faktor risiko serta keadaan kegawatdaruratan.
  • Menyusun rencana asuhan kebidanan pada balita dengan risiko tinggi danmemerlukan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas.
  • Melaksanakan   asuhan   kebidanan   pada   balita   dengan   risiko   tinggi   dan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas.
  • Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama.
  • Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien.
  • Membuat pencatatan dan pelaporan.
Pengertian Peran Bidan

c.Tugas Ketergantungan
Tugas-tugas ketergantungan (merujuk) bidan, yaitu :
1.  Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai dengan fungsi keterlibatan klien dan keluarga, mencakup :
  • Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan yang memerlukan tindakan di  luar lingkup kewenangan bidan dan memerlukan rujukan.
  • Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas serta sumber-sumber dan fasilitas untuk kebutuhan intervensi lebih lanjut bersama klien/ keluarga.
  • Merujuk klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut kepada petugas/ institusi pelayanan kesehatan yang berwenang dengan dokumentasi yang lengkap.
  • Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi.

2.   Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada kasus kehamilan    dengan risiko tinggi serta kegawatruratan, mencakup :
  • Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan.
  • Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas.
  • Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan.
  • Mengirim klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut pada petugas/ institusi pelayanan kesehatan yang berwenang.
  • Mengirim pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan.
  • Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan.
  • Mengirim klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut pada petugas/ institusi pelayanan kesehatan yang berwenang.
  • Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi.

3.   Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi serta rujukan pada masa persalinandengan penyulit tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga, mencakup :
  • Mengkaji  adanya penyulit  dan  kondisi  kegawatdaruratan pada  ibu  da persalinan yang memerlukan konsultasi dan rujukan.
  • Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas.
  • Memberi pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan.
  • Merujuk klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut pada petugas/ institusi pelayanan kesehatan yang berwenang.
  • Membuat pencatatan dan pelaporan serta serta mendokumentasikan sell kejadian dan intervensi

4.  Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu dalam masa nifas yang disertai penyulit tertentu dan kegawatdaruratan dengan melibatkan klien dan keluarga, mencakup :
  • Mengkaji adanya penyulit dan kondisi kegawatdaruratan pda ibu dalam masa nifas yang disertai penyuli tertentu dan kegawatdaruratan pada ibu dalam masa nifas yang memerlukan konsultasi serta rujukan.
  • Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas.
  • Memberi pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan.
  • Mengirim klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut pada petugas/ institusi pelayanan kesehatan yang berwenang.
  • Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi.

5.   Memberi   asuhan kebidanan   pada   bayi   baru   lahir   dengan   kelainan   tertentu   dan kegawatdaruratan yang memerlukan konsultasi serta rujukan dengan melibatkan keluarga, mencakup:
  • Mengkaji adanya penyulit   dan kondisi kegawatdaruratan pada bayi baru lahir yang memerlukan konsultasi serta rujukan.
  • Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas.                          '
  • Memberi pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan.
  • Merujuk klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut pada petugas/ institusi pelayanan kesehatan yang berwenang.
  • Membuat pencatatan dan pelaporan serta dokumentasi.

6.   Memberi asuhan kebidanan kepada anak balita dengan kelainan tertentu dan kegawatruratan yang memerlukan konsultasi rujukan dengan melibatkan klien/keluarga, mencakup:
  • Mengkaji adanya penyulit dan kegawatdaruratan pada balita yang memerlukan konsultasi serta rujukan.
  • Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas.
  • Memberi pertolongan pertama kasus yang memerlukan rujukan.
  • Merujuk klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut pada petugas/ institusi pelayanan kesehatan yang berwenang.
  • Membuat pencatatan dan pelaporan serta dokumentasi.

Peran Sebagai Pengelola

Sebagai pengelola bidan memiliki 2 tugas, yaitu tugas pengembangan pelayanan dasar kesehatan dan tugas partisipasi dalam tim. 

a. Mengembangkan Pelayanan Dasar Kesehatan
Bidan bertugas mengembangkan pelayanan dasar kesehatan, terutama pelayanan kebidanan untuk individu, keluarga, kelompok khusus, dan masyarakat di wilayah kerja dengan melibatkan masyarakat/klien, mencakup:
  1. Mengkaji kebutuhan terutama yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak untuk meningkatkan serta mengembangkan program pelayanan kesehatan diwilayah kerjanya bersama tim kesehatan dan pemuka masyarakat.
  2. Menyusun rencana kerja sesuai dengan hasil pengkajian bersama masyarakat.
  3. Mengelola kegiatan-kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana (KB).
  4. Mengkoordinir, mengawasi, dan membimbing kader/ dukun, atau petugas kesehatan lain dalam melaksanakan program/kegiatan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta KB.
  5. Mengembangkan strategi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak serta KB, termasuk pemanfaatan sumber-sumber yang ada pada program dan sektor terkait.
  6. Menggerakkan dan mengembangkan kemampuan masyarakat serta memelihara kesehatannya dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada.
  7. Mempertahankan, meningkatkan mutu dan keamanan praktik profesional melalui pendidikan, pelatihan, magang serta kegiatan-kegiatan dalam kelompok profesi.
  8. Mendokumentasikan seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan.

b. Berpartisipasi Dalam Tim
Bidan berpartisipasi dalam tim untuk melaksanakan program kesehatan dan sektor lain di wilayah kerjanya melalui peningkatan kemampuan dukun bayi, kader kesehatan, serta tenaga kesehatan lain yang berada di bawah bimbingan dalam wilayah kerjanya, mencakup:
  1. Bekerja sama dengan puskesmas, institusi lain sebagai anggota tim dalam memberi asuhan kepada klien dalam bentuk konsultasi rujukan dan tindak lanjut.
  2. Membina hubungan baik dengan dukun bayi dan kader kesehatan atau petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) dan masyarakat.
  3. Melaksanakan pelatihan serta membimbing dukun bayi, kader dan petugas kesehatan ini.
  4. Memberi asuhan kepada klien rujukan dari dukun bayi.
  5. Membina kegiatan-kegiatan yang  ada di  masyarakat,  yang berkaitan dengan kesehatan.

Peran Sebagai Pendidik

Sebagai pendidik bidan memiliki 2 tugas yaitu sebagai pendidik dan penyuluh kesehatan bagi klien serta pelatih dan pembimbing kader.

a. Memberi Pendidikan dan Penyuluhan Kesehatan Pada Klien 
Bidan memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada klien (individu, keluarga, kelompok, serta masyarakat) tentang penanggulangan masalah kesehatan, khususnya yang berhubungan dengan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana, mencakup :
  1. Mengkaji kebutuhan pendidikan dan penyuluhan kesehatan, khususnya dalam bidang kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana bersama klien.
  2. Menyusun rencana penyuluhan kesehatan sesuai dengan kebutuhan yang telah dikaji,baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang bersama klien.
  3. Menyiapkan alat serta materi pendidikan dan penyuluhan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
  4. Melaksanakan program/rencana pendidikan dan penyuluhan kesehatan sesuai dengan rencana jangka pendek serta jangka panjang dengan melibatkan unsur-unsur terkait, termasuk klien.
  5. Mengevaluasi    hasil    pendidikan/penyuluhan    kesehatan    bersama    klien    dan menggunakannya untuk memperbaiki serta meningkatkan program di masa yang akan datang.
  6. Mendokumentasikan semua kegiatan dan hasil pendidikan/penyuluhan kesehatan secara lengkap serta sistematis.

b. Melatih dan Membimbing Kader
Bidan melatih dan membimbing kader, peserta didik kebidanan dan keperawatan, serta membina dukun di wilayah atau tempat kerjanya, mencakup :
  1. Mengkaji kebutuhan pelatihan dan bimbingan bagi kader, dukun bayi, serta pesertadidik.
  2. Menyusun rencana pelatihan dan bimbingan sesuai dengan hasil pengkajian.
  3. Menyiapkan alat bantu mengajar (audio visual aids,  AVA) dan bahan untuk keperluan pelatihan dan bimbingan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
  4. Melaksanakan pelatihan untuk dukun bayi dan kader sesuai dengan rencana yang telah disusun dengan melibatkan unsur-unsur terkait.
  5. Membimbing peserta didik kebidanan dan keperawatan dalam lingkup kerjanya.
  6. Menilai hasil pelatihan dan bimbingan yang telah diberikan.
  7. Menggunakan hasil evaluasi untuk meningkatkan program bimbingan.
  8. Mendokumentasikan   semua  kegiatan  termasuk  hasil   evaluasi   pelatihan  serta bimbingan secara sistematis dan lengkap.

Peran Sebagai Peneliti/Investigator

Berdasarkan peran bidan seperti yang dikemukakan di atas, maka fungsi bidan adalah sebagai berikut:
  1. Mengidentifikasi kebutuhan investigasi yang akan dilakukan.
  2. Menyusun rencana kerja pelatihan.
  3. Melaksanakan investigasi sesuai dengan rencana.(PP IBI,2001)

Daftar Pustaka Makalah Peran Bidan
Maramis, WF. (2006). Ilmu Perilaku Dalam Pelayanan Kesehatan. Surabaya : Airlangga Mardiana.
Soepardan, Hj. Suryani. (2007). Konsep Kebidanan. Jakarta : EGC.
PP IBI. (2001). Bidan Menyongsong Masa Depan. Jakarta

Pengertian Peran Bidan Sebagai Pelaksana, Pengelola, Pendidik, Peneliti atau Investigator Rating: 4.5 Posted By: Daud Royyan, M.Pd

0 comments:

Post a Comment