Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 25 March 2017

Pengertian Rawat Gabung Definisi Tujuan, Kontra Indikasi, Manfaat Syarat Bayi dan Ibu yang Dapat di Rawat Gabung

Pengertian Rawat Gabung adalah suatu sistem perawatan dimana bayi serta ibu dirawat dalam satu unit, dalam pelaksanaannya bayi harus selalu berada disamping ibu sejak segera setelah dilahirkan sampai pulang. Ini bukan suatu yang baru. Di Indonesia persalinan    80 % terjadi dirumah dan bayinya langsung dirawat gabung untuk persalinan di rumah sakit terdapat modifikasi dalam praktek bahwa pada saat kunjungan bayi ditempatkan dalam suatu asuhan bayi agar tidak ada kontaminasi dengan pengunjung (Prawirohardjo, 2002. hlm. 266). 
Rawat gabung dapat bersifat : 
  1. Kontinu : Bayi berada disamping ibunya terus-menerus.
  2. Intermiten: Dimana bayi sewaktu-waktu ingin menyusui, atau atas permintaan ibunya dapat dibawa kepada ibunya.

Tujuan Rawat Gabung

Adapun tujuan rawat gabung adalah (Prawirohardjo, 2002. hlm. 266) : 
  1. Bantuan emosional, setelah menunggu selama sembilan bulan dan setelah lelah dalam proses persalinan si ibu akan sangat senang dan bahagia bila dekat dengan bayi. 
  2. Penggunaan air susu ibu. ASI merupakan makanan bayi yang terbaik, produksi ASI akan lebih cepat dan lebih banyak bila dirangsang sedini mungkin dengan cara menetekkan sejak bayi baru lahir. 
  3. Pendidikan kesehatan. Kesempatan melaksanakan rawat gabung dapat dimanfaatkan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu terutama primipara, bagaimana teknik menyusui, memandikan bayi, merawat tali pusat, perawatan payudara, dan nasihat makan yang baik. 
  4. Pencegahan infeksi. Pada tempat perawatan bayi dimana banyak bayi disatukan, infeksi silang sulit dihindari. Dengan rawat gabung, lebih mudah mencegah infeksi silang karena bayi yang melekat pada kulit si ibu akan memperoleh transfer antibodi dari si ibu dan kolostrum yang mengandung antibodi dalam jumlah tinggi, akan melapisi seluruh permukaan kulit serta saluran cerna bayi sehingga dapat mencegah infeksi terutama diare.

Syarat Bayi dan Ibu yang Dapat di Rawat Gabung

Bayi dan ibunya yang dapat dirawat gabung harus memenuhi syarat atau kriteria sebagai berikut (Soetjiningsih, 1997. hlm. 98) :
a. Lahir spontan, baik presentasi kepala maupun bokong.
b. Tidak ada komplikasi persalinan baik pada ibu maupun pada bayinya. c. Tidak ada kelainan bawaan yang berat.
d. Bayi tidak asfiksia setelah lima menit pertama (nilai Apgar minimal 7).
e. Umur kehamilan > 36 minggu.
f. Berat lahir ≥ 2500 gram dan < 4000 gram.
g. Tidak terdapat tanda-tanda infeksi intrapartum.
h. Bayi dan ibu sehat.

Kontra Indikasi Rawat Gabung

Kontraindikasi rawat gabung adalah (Prawirohardjo, 2002. hlm. 268) :
Pihak ibu :
a. Fungsi kardiorespiratorik yang tidak baik.
b. Eklampsia dan preeklampsia berat.
c. Penyakit infeksi akut dan aktif.
d. Psikosis.

Pihak bayi :
a. Bayi kejang.
b. Bayi yang sakit berat, misalnya penyakit jantung.
c. Bayi yang memerlukan observasi atau terapi khusus.
d. Berat badan lahir sangat rendah.
e. Cacat bawaan, misalnya labioschizis atau palatoschizis.
f. Kelainan metabolik dimana bayi tidak dapat menerima ASI.

Pengertian Rawat Gabung

Manfaat Rawat Gabung

Manfaat dan keuntungan rawat gabung ditinjau dari berbagai aspek sesuai dengan tujuannya, adalah sebagai berikut : ( Asrul, 2008. http:/www.asramamedika fk unhas.com)
a.   Aspek fisik
Bila ibu dekat dengan bayinya, maka ibu dapat dengan mudah menjangkau bayinya untuk melakukan perawatan sendiri.

b.   Aspek Fisiologis
Bila ibu dekat dengan bayinya, maka bayi akan segera disusui dan frekuensinya lebih sering. Proses ini merupakan proses fisiologis yang dialami, dimana bayi mendapat nutrisi alami yang paling sesuai dan baik. Untuk ibu, dengan menyusui maka akan timbul refleks oksitosin yang akan membantu proses fisiologis involusi rahim. 

c. Aspek psikologis
Dengan rawat gabung maka antara ibu dan bayi akan segera terjalin proses lekat akibat sentuhan badan antara ibu dan bayinya. Hal ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan psikologis bayi selanjutnya, karena kehangatan tubuh ibu merupakan stimulasi yang dibutuhkan oleh bayi..

d. Aspek edukatif
Dengan rawat gabung, ibu (terutama yang baru mempunyai anak pertama) akan mempunyai pengalaman yang berguna, sehingga mampu merawat bayinya bila pulang dari rumah sakit. Selama di rumah sakit ibu akan melihat, belajar, dan mendapat bimbingan bagaimana cara merawat tali pusat, memandikan bayi, dan sebagainya. Keterampilan ini diharapkan dapat menjadi modal bagi ibu untuk merawat bayinya setelah pulang dari rumah sakit. Disamping pendidikan bagi ibu, dapat juga dipakai sebagai sarana pendidikan bagi keluarga, terutama suami, dengan cara mengajarkan suami dalam membantu istri untuk proses diatas. 

e. Aspek ekonomi
Dengan rawat gabung maka pemberian ASI dapat dilakukan sedini mungkin. Bagi rumah bersalin terutama rumah sakit pemerintah, hal tersebut merupakan suatu penghematan anggaran pengeluaran untuk pembelian susu formula, botol susu, dot, serta perawatan lain yang dibutuhkan. Beban perawat menjadi lebih ringan karena ibu berperan besar dalam merawat bayinya sendiri, sehingga waktu terluang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain. Lama perawatan ibu menjadi lebih pendek karena involusi rahim terjadi lebih cepat dan memungkinkan tempat tidur digunakan untuk penderita lain. Demikian pula infeksi nosokomial dapat dicegah atau dikurangi, berarti penghematan biaya bagi rumah sakit maupun keluarga ibu. Bagi ibu juga penghematan oleh karena lama perawatan menjadi singkat.

f. Aspek medis
Dengan pelaksanaan rawat gabung akan lebih mudah mencegah infeksi silang pada bayi misalnya diare.

Daftar Pustaka Makalah Rawat Gabung  
Prawirohardjo, 1999. Ilmu Kebidanan, Jakarta : Yayasan   Bina  Pustaka  Sarwono Prawirohardjo
Soetjiningsih, 1997. ASI Petunjuk untuk Tenaga Kesehatan, Denpasar : EGC
Asrul, 2008. Rawat Gabung,   http//;www.asramamedica   FK Unhas.com, diperoleh 28 Desember 2008

Pengertian Rawat Gabung Definisi Tujuan, Kontra Indikasi, Manfaat Syarat Bayi dan Ibu yang Dapat di Rawat Gabung Rating: 4.5 Posted By: Daud Royyan, M.Pd

0 comments:

Post a Comment