Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Monday, 27 March 2017

Pengertian Ruam Popok - Obat, Etiologi, Gejala, Mencegah, Perawatan, Mengatasi Penanganan

Pengertian Ruam Popok adalah kelainan peradangan kulit di daerah yang tertutup popok  yang paling sering diderita oleh bayi ( Soepardan, 2001 : 10 )

Definisi Ruam popok adalah kemerahan di daerah popok, seperti di alat kelamin, dubur, bokong, lipat paha, dan perut bawah (Lutfiatus, 2008 : 95).

Ruam popok mempunyai pengertian, yaitu: Inflamasi akut pada kulit yang  disebabkan secara langsung atau tidak langsung oleh pemakaian popok (Nursalam,  2005 : 104).

Etiologi Ruam Popok

1. Kebersihan kulit yang tidak terjaga
2. Jarang ganti popok setelah bayi/anak kencing
3. Udara/suhu lingkungan yang terlalu panas/lembab
4. Akibat menceret
5. Reaksi kontak terhadap karet, plastik, deterjen.
6. Kemudian dibersihkan dan tidak boleh menggunakan sabun cuci tangan dan  dibilas sampai bersih dan dikeringkan (dr Ika, 2008, Jangan sepelekan Ruam Popok. http://www.anakku.net, diperoleh 30 Oktober 2009).

Tentu  saja  tidak  semua anak yang memakai popok akan menderita ruam popok ini,  namun  memang  memiliki kerentanan akan mengalaminya. Banyak hal yang mempengaruhi  timbulnya  ruam  popok  ini,  namun sebenarnya hal utama yang mendasarinya  adalah  faktor  iritasi.  Iritasi ini terjadi terutama karena adanya  kontak  dengan  urin/  air  seni  dalam  jangka  waktu  lama akibat pemakaian  sebuah  popok  yang  berkepanjangan.  Selain  itu,  iritasi juga disebabkan oleh:
  1. Gesekan kulit dengan bahan popok. Hal ini akan semakin berat pada bayi/ anak yang gemuk apalagi bila ukuran popok yang digunakan tidak sesuai dengan yang seharusnya (terlalu kecil)
  2. Enzim yang terdapat di feses ( tinja/ kotoran ) bayi/ anak
  3. Pemakaian deterjen dan pelembut pakaian ( jika kurang bersih saat melakukan pembilasan waktu mencuci popok kain )

Perlu  diketahui  juga,  ternyata  angka kejadian ruam popok akan meningkat jika bayi atau anak menderita diare. Penggunaan susu kaleng ( pengganti air susu ibu) juga mempertinggi resiko terjadinya ruam popok. Selain  faktor  iritasi,  ternyata  kelainan  kulit yang terjadi dapat pula diperberat  dengan  adanya  infeksi  sekunder  oleh kuman dan jamur. Kuman/ bakteri   yang  sering  menginfeksi  adalah  jenis Staphylococcus  aureus, sedangkan jamurnya berasal dari golongan Candida albicans. Sebenarnya kedua jenis   mikroorganisme   ini   secara  normal  dapat  ditemukan  di  daerah selangkangan  dan  sekitar  alat  kelamin,  bahkan ragi candida juga normal terdapat  di  saluran  pencernaan.  Infeksi sekunder biasanya sudah terjadi dalam  waktu  48-72  jam  setelah timbulnya kelainan di daerah popok secara primer  akibat  iritasi  penggunaan  popok saja. Pada kulit yang normal dan utuh,  maka kedua mikroorganisme ini tidak akan menimbulkan penyakit. Namun adanya faktor iritasi yang telah dijelaskan di atas terlebih dahulu, dimana kulit akan mengalami peradangan awal maka infeksi ini pun dapat dengan lebih mudah terjadi.

Kombinasi berbagai tersebut menjadi penyebab utama terjadinya ruam popok pada kulit bayi yang masih peka. Aneka faktor tersebut berasal dari sejumlah hal yaitu :
  1. Pemakaian popok, pemakaian popok modern dengan kulit anak. Kotoran bokong dan cairan yang bercampur menghasilkan zat yang menyebabkan peningkatan PH (derajat keasamaan) kulit dan enzim dalam kotoran. Tingkat keasamaan kulit yang tinggi ini membuat kulit lebih peka, sehingga memudahkan terjadinya iritasi kulit..
  2. Pemberian susu formula ternyata juga memungkinkan bayi anda mengalami masalah  ruam popok lebih besar dibandingkan dengan ASI (air susu ibu) pada urin atau kotorannya bayi anda. Ruam popok dapat disebabkan oleh adanya riwayat alergi karena keturunan.

Gejala Ruam Popok

Gejala dari ruam popok bervariasi :
  1. Pada tahap dini, ruam tersebut berupa kemerahan di kulit pada daerah popok yang sifatnya terbatas disertai lecet-lecet ringan atau luka pada kulit. 
  2. Pada derajat sedang berupa kemerahan dengan atau tanpa adanya bintil-bintil yang tersusun seperti satelit, disertai dengan lecet-lecet pada permukaan luas. Biasanya disertai rasa nyeri dan tidak nyaman. 
  3. Pada kondisi yang parah ditemukan kemerahan yang disertai bintil-bintil, bernanah dan meliputi daerah kulit yang luas. 
  4. Bayi atau anak dengan kelainan itu dapat menjadi rewel akibat adanya rasa nyeri, terutama pada waktu buang air kecil atau besar.
    (Steven, 2008, Ruam popok. http://www.conectique.com, diperoleh tanggal 23 Oktober 2009).

Mencegah  Ruam Popok

Ada beberapa cara untuk mengurangi atau mencegah masalah ruam popok pada bayi  tips menjaga kulit pantat bayi sehat dan nyaman :
  1. Gantilah popok sesering mungkin
  2. Bersihkan pantat bayi dengan lembut menggunakan kain penyeka bayi. Kemudian keringkan diantara lipatan-lipatan secara seksama setiap kali mengganti popok.
  3. Ketika membersihkan pantat bayi, pastikan mengusap dari depan ke belakang. Ini akan menjauhkan kotoran dari daerah kemaluan dan mencegah infeksi.
  4. Usapkan krim pelindung untuk melindungi kulit.
  5. Gunakan pelapis popok atau popok sekali pakai yang dapat menyerap kelembaban dari kulit bayi, sehingga menjadikan bayi lebih kering.
  6. Ketika anda mencuci popok, bersihkan popok secara seksama sehingga semua deterjen hilang. (dr Ika, 2008, Jangan sepelekan Ruam Popok. http://www.anakku.net, diperoleh 30 Oktober 2009).

Perawatan Perianal

Perawatan pada daerah yang tertutup popok sangat penting dilakukan
1. Ganti Popok Usai Mengompol 
Ruam kulit bisa timbul karena popok yang basah. Segera ganti popoknya begitu ia kencing. Kalau si kecil menggunakan diapers, sering-seringlah memeriksanya. Jangan sampai membiarkan genangan air seni atau tinja di dalam diapers. Sebaiknya ganti  diapers 3-4 jam sekali. Kecuali jika ia buang air besar, harus langsung diganti. 

2. Kulit Senantiasa Kering 
Usahakan kulit bayi dalam keadaan kering. Jika ia baru mengompol, segera basuh    dengan air menggunakan waslap. Keringkan dengan kain yang lembut atau dengan cara  menepuk-nepuknya. Bila perlu olesi salep kulit atau krim di daerah lipatan leher,  ketiak, paha, dan pantat. Tak perlu menambahkan bedak karena tidak cocok untuk menangani ruam popok. Salep kulit/krim ini bisa mengurangi rasa gatal dan merah-merah yang timbul. Sebaiknya, beli berdasar resep dokter atau produk yang sudah  dianjurkan dokter. 

3. Pakai Sabun Khusus
Gunakan sabun khusus yang tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Hindari pemakaian sabun pada daerah yang terkena peradangan. 

4. Longgarkan Popok 
Jangan mengikat popok terlalu kuat. Hindari juga penggunaan popok/celana yang terbuat dari plastik, karet, nilon, atau bahan lain yang tidak menyerap cairan. 

5. Beri Udara Bebas 
Sesekali biarkan daerah alat kelamin terkena udara bebas. Untuk beberapa saat lamanya (biasanya setelah mandi), biarkan si kecil tanpa celana.

Mengatasi Ruam Popok

Warna kemerahan merupakan tanda awal terjadinya ruam popok, cukup dengan melakukan langkah pencegahan, biasanya ruam popok dapat sembuh sendiri.

Dapat ditambahkan krim pelindung kulit khusus bayi yang mengandung zinc oxide atau petroleum untuk mencegah kontak dengan urin dan feses.Gantilah popok dengan popok sekali pakai yang mengandung gel berdaya serap tinggi (superbasorbent gelling material) dan hindarkan penggunaan yang terlalu kencang

Untuk sementara, hindari penggunaan tisu basah (baby wipes) karena dapat menambah iritasi pada area popok, lebih baik gunakan air dan sabun. Jika tidak sembuh juga, curigai kemungkinan adanya infeksi jamur atau bakteri dan penyakit lain. (dr Ika, 2008, Jangan sepelekan Ruam Popok. http://www.anakku.net, diperoleh 30 Oktober 2009)

Penanganan Ruam Popok  

Banyak  sekali macam gangguan masalah kulit pada bayi gangguan kulit pada bayi biasanya disebabkan banyak hal, misalnya : terjadinya ruam popok akibat pemakaian popok yang menimbulkan merah pada kulit bayi. Ruam popok ini kerap menjadi masalah pada bayi baru lahir.
  • Jika menggunakan popok dari kain, sebaiknya haruslah terbuat dari bahan katun yang lembut. Janganlah terlalu ketat menggunakan diaper, hal ini agar kulit bayi tidak tergeser.
  • Sebaiknya perhatikanlah daya tampung dari diaper itu. Jika telah menggelembung atau menggantung, sebaiknya segeralah tukar dengan yang baru
  • Cobalah menghindari pemakaian diaper yang terlalu sering. Gunakanlah diaper disaat-saat yang membutuhkan sekali.
  • Janganlah ada sisa urine/kotoran saat membersihkan kulit bayi karena kulit yang tidak bersih akan sangat mudah mengalami ruam popok.
  • Jangan lupa menggunakan sabun jika kulit bayi yang tertutup diaper terdapat merah dan kasar.
Pengertian Ruam Popok

Berbagai Obat Atasi Ruam Popok

1. Kategori obat: pelindung kulit. Dalam kategori ini adalah obat-obat yang aman dan dijual bebas memiliki cara kerja melindungi kulit. Misalnya obat oles yang mengandung seng oksida (zinc oxide), bekerja sebagai antiseptik, menyejukkan kulit, dan mempercepat penyembuhan, juga petrolatum atau lanolin yang menahan air dalam kulit dan mencegah iritasi.

2. Kategori obat: Anti jamur
Dipakai bila dicurigai ada infeksi jamur atau telah terbukti dengan pemeriksaan laboratorium. Biasanya yang digunakan adalah krim atau salep nistatin, klotrimazol, atau econazole nitrat, bekerja mematikan dan mencegah pertumbuhan jamur lebih lanjut.

3. Kategori Obat: Steroid Topikal (dioleskan di kulit)
Bekerja mengurangi peradangan. Misalnya obat yang mengandun hidrokortison. Penggunaannya perlu hati-hati karena efek sampingnya. Dapat diserap tubuh jika dipakai berlebihan dan justru dapat memperparah ruam popok jika ternyata disertai oleh infeksi jamur atau bakteri.

4. Kategori Obat : Antibiotika Topikal
Digunakan untuk mengobati ruam popok yang terinfeksi bakteri. (dr Ika, 2008,  Jangan sepelekan Ruam Popok. http://www.anakku.net, diperoleh 30 Oktober 2009).

Daftar Pustaka Makalah Ruam Popok
Soepardan, S. (2001). Panduan Perawatan Bayi Sakit, Jakarta.Puspa Swara
Lutfiatus. (2008). Panduan Lengkap Melahirkan, Jogjakarta: Diva Press
dr Ika. (2008). Jangan sepelekan Ruam Popok, http://www.anakku.net
Nursalam. (2005). Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak, Jakarta: Salemba Medika
Steven. (2008). Ruam popok. http://www.conectigue.com

Pengertian Ruam Popok - Obat, Etiologi, Gejala, Mencegah, Perawatan, Mengatasi Penanganan Rating: 4.5 Posted By: Daud Royyan, M.Pd

0 comments:

Post a Comment