Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 25 March 2017

Tanda Bahaya Kehamilan Trimester 1 2 3 Pengertian Pervaginam, Abortus, Plasenta previa, Solusio

Pengertian Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah tanda-tanda yang mengindikasikan adanya bahaya yang dapat terjadi selama kehamilan atau periode antenatal, yang apabila tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu. 


Tanda bahaya kehamilan perlu diketahui oleh pasien karena apabila tidak diketahui secara dini dapat mengancam keselamatan ibu maupun janin yang dikandungnya. Untuk menurunkan angka kematian ibu secara bermakna, kegiatan deteksi dini ini perlu lebih ditingkatkan baik di fasilitas pelayanan KIA maupun masyarakat (Salmah, 2006, hlm. 98).

Macam-macam tanda bahaya kehamilan

Tanda bahaya kehamilan yang perlu diketahui pasien di masyarakat yaitu perdarahan pervaginam, sakit kepala lebih dari biasa, gangguan penglihatan, pembengkakan pada wajah dan tangan, nyeri abdomen, dan janin tidak bergerak seperti biasanya. Adapun Tanda-tanda bahaya kehamilan yaitu:

a. Perdarahan pervaginam
Perdarahan vagina dalam kehamilan trimester 1 adalah merupakan hal yang fisiologis yaitu tanda Hartman. Pada masa awal kehamilan, ibu mungkin akan mengalami perdarahan yang sedikit atau spotting disekitar. Perdarahan ini adalah perdarahan implantasi, perdarahan akibat proses nidasi blastosis ke endometrium yang menyebabkan perlukaan. Hal ini normal terjadi. Pada waktu yang lain dalam kehamilan, perdarahan ringan mungkin pertanda dari servik yang rapuh atau erosi. Perdarahan semacam ini mungkin normal atau mungkin suatu tanda adanya infeksi. Pada awal kehamilan trimester I, perdarahan yang tidak normal adalah perdarahan yang berwarna merah, perdarahan yang banyak, atau perdarahan dengan nyeri. Perdarahan ini dapat berarti abortus, kehamilan mola atau kehamilan ektopik. Pada kehamilan lanjut atau trimester II dan III, perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak, dan kadang-kadang tetapi tidak selalu, disertai  dengan rasa nyeri. Perdarahan semacam ini bisa berarti plasenta previa dan solusio plasenta (Mansjoer, 2000, hlm. 258).

1) Abortus 
Abortus adalah pengakhiran kehamilan dengan cara apapun sebelum janin cukup berkembang untuk dapat hidup di luar kandungan yang terjadi pada kehamilan kurang dari 20 minggu, ditandai adanya perdarahan per vagina, mulas, dan tanda kehamilan positif. Abortus dapat dibagi dua golongan yaitu abortus spontan dan abortus provakatus.  Abortus spontan yang meliputi abortus kompletus, abortus inkompletus, abortus habitualis, abortus insipiens, abortus iminens, dan missed abortion. Dengan gejala : amenorea, sakit perut, dan mulas-mulas, perdarahan bisa sedikit dan banyak, perdarahan sedikit-sedikit yang berulang, dan biasanya berupa stolsel, saat observasi fundus tidak bertambah tinggi, sesekali pasien merasa perutnya dingin dan  kosong.

Abortus provakatus Adalah abortus yang disengaja, baik dengan memakai obatobatan maupun alat-alat. Abortus ini terbagi lagi menjadi dua yaitu abortus medisinalis dan abortus kriminalis. Komplikasi abortus yaitu perdarahan, perforasi, infeksi dan tetanus, payah ginjal akut serta syok (Farrer, 2001, halm. 53-56)

2) Plasenta previa
Adalah keadaan dimana plasenta terletak ditempat yang tidak normal yaitu di segmen bawah uterus sehingga nmenutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum. Plasenta previa terdiri dari  plasenta previa totalis, lateralis, marginalis dan plasenta letak rendah. Terjadi setelah kehamilan 28 minggu.

Tanda dan gejala :
  • Perdarahan tanpa rasa nyeri dan berulang dengan volume yang lebih banyak dari sebelumnya.
  • Keluar darah segar atau beku dan ibu kelihatan pucat.

Klasifikasi plasenta previa :
a. Plasenta letak rendah
Plasenta menempel pada segmen bawah uterus, tetapi tidak berekstensi ke pembukaan servik.

b. Plasenta previa marginalis
Keadaan dimana tepi plasenta berada disekitar ostium uteri uteri internum.

c. Plasenta previa lateralis
Keadaan dimana sebagian plasenta menutupi ostium uteri internum.

d. Plasenta previa totalis
Keadaan dimana plasenta sama sekali menutupi seluruh ostium uteri internum (Prawirohardjo, 2002, hlm. 365-369).

3) Solusio plasenta
Adalah suatu keadaan dimana plasenta yang letaknya normal terlepas dari perlekatannya sebelum janin lahir. Terjadi sejak kehamilan 28 minggu.

Tanda dan gejala :
  • Perdarahan pervaginam disertai rasa sakit, penderita mengeluh sakit perut terusmenerus.
  • Perdarahan pervaginam yang berwarna kehitaman. Kadang-kadang jumlah  darah yang keluar tidak sesuai dengan keadaan umum pasien.
  • Pucat, sesak napas, anemia kadang-kadang sampai syok dan bunyi jantung janin negatif.
Tanda Bahaya Kehamilan Trimester 1 2 3
b.        Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala sering dirasakan diawal kehamilan dan umumnya disebabkan oleh peregangan pembuluh darah  di otak akibat hormon kehamilan, khususnya hormon progesterone. Sakit kepala yang terjadi dalam 12 minggu terakhir sebelum kelahiran berpusat disekitar kening dan atas mata. Keadan ini bisa menjadi komplikasi serius karena dapat menjadi preeklamsi (Tiran, 2007, hlm. 95).

Sakit kepala yang menunjukkan masalah yang serius adalah sakit kepala yang menetap dan tidak hilang dengan beristirahat, sakit kepala dapat bertahan lebih dari 2-3 jam. Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut, penglihatan ibu menjadi kabur dan berbayang. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan merupakan gejala dari preeklamsi. Gangguan lain yang sering terjadi dalam masa kehamilan adalah hipertensi. Penyebab utama hipertensi pada kehamilan adalah hipertensi esensial dan penyakit ginjal. Kehamilan dengan hipertensi esensial dapat berlangsung sampai aterm tanpa gejala menjadi  preeklamsi tidak murni. Hanya sekitar 20% dapat menjadi pre eklamsi – eklamsi tidak murni yang disertai gejala proteinuria, edema, dan terdapat keluhan epigastrium, sakit kepala, penglihatan kabur, dan mual serta muntah. Dengan adanya hipertensi dalam kehamilan maka sering ditandai dengan adanya sakit kepala yang hebat (Musbikin, 2005, hlm.192).

c. Masalah penglihatan
Dikatakan masalah bila penglihatan tiba-tiba kabur dan berbayang, gangguan penglihatan seperti penglihatan ganda, seperti melihat titik-titik atau cahaya,  hal ini merupakan gejala dari preeklamsi atau toksemia yang harus segera dilaporkan pada petugas kesehatan. Jenis keluhan yang paling umum adalah pandangan yang kabur disertai sakit kepala. Perubahan patologi pada organ mata dapat dijumpai adanya edeme retina dan spasme pembuluh darah. Bila terdapat hal-hal tersebut, maka harus dicurigai preeklamsi berat.

d. Bengkak pada muka dan tangan
Hampir separoh wanita hamil akan mengalami bengkak pada kaki dan tungkai bawah pada usia kehamilan pada usia kehamilan 6 bulan ke atas, bengkak ini terjadi karena penyumbatan yang disebabkan oleh tekanan yang menghalangi sirkulasi jaringan. Bengkak biasanya hilang setelah beristirahat dan meninggikan kaki. Keadaan ini  dapat dikatakan normal, akan tetapi bengkak dapat menunjukkan  masalah serius jika muncul pada muka dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat, dan disertai dengan keluhan fisik yang lain dan bertahan lebih dari 24 jam. Bila dibiarkan keadaan ini dapat membahayakan ibu dan janin. Odema yang terjadi merupakan akumulasi cairan yang menyeluruh dan berlebihan dalam jaringan terutama pada tangan dan wajah merupakan gejala dari preeklamsi.

e. Nyeri abdomen yang hebat            
Nyeri abdomen biasanya terjadi pada kehamilan tua karena adanya regangan otot dan ligamen yang mendukung rahim dan hampir dialami semua ibu hamil. Nyeri abdomen yang tidak normal sama sekali tidak berhubungan dengan persalinan. Nyeri abdomen yang menunjukkan masalah ditandai dengan nyeri perut yang hebat, terus menerus dan menetap. Nyeri perut yang hebat dapat terjadi berupa kekejangan atau nyeri tajam dan menusuk serta disertai rasa hendak pingsan. Gejala ini merupakan gejala dari preeklamsi yang sewaktuwaktu dapat menjadi eklamsi dan dapat membahayakan keselamatan ibu dan bayinya.

f. Gerakan bayi tidak seperti biasa 
Ibu mulai merasakan gerakan bayinya pada minggu ke-18 sampai ke-20 dalam kehamilan pertama atau 2 minggu lebih cepat pada kehamilan ke dua. Beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya  lebih awal. Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam periode 3 jam. Gerakan bayi akan lebih mudah terasa jika ibu berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum yang baik. Jika ibu tidak merasakan gerakan janin selama 12 jam atau  sesudah kehamilan 22 minggu, kemungkinan dapat terjadi solusio plasenta, rupture uteri, gawat janin dan kematian janin.jika ditemukan hal ini pada ibu hamil, cepat rujuk ke fasilitas kesehatan. (salmah, 2006, hlm. 103-104). Tanda-tanda bahaya lainnya yang harus segera dilaporkan adalah:  hiperemesis, ketuban pecah dini, pre eklamsi dan eklamsi, kehamilan mola dan kehamilan ektopik.

1. Hiperemesis 
 Rasa mual dan muntah biasanya dialami oleh ibu hamil dimulai antara peride pertama dan kedua terlambat haid. Kejadian mencapai 50-70 %. Jika keadaan tersebut berlebihan disebut hiperemesis. Penyebabnya tidak diketahui dengan jelas, mungkin diakibatkan oleh perubahan hormon, atau penolakan terhadap kehamilan. Diagnosis hiperemesis yaitu jika muntah dalam kehamilan 1-4 bulan, pada setiap makan atau minum ibu mengalami muntah yang mana sampai mengganggu keadaan umumnya. Gejalanya bergantung pada ringan / beratnya kelainan hiperemesis.

a. Hiperemesis ringan
Berat badan menurun, badan lemah dan lemas, nafsu makan berkurang, perasaan nyeri di uluhati, muntah terus menerus mempengaruhi keadaan umum, turgor kulit mengurang, lidah mengering, dan mata cekung

b. Hiperemesis berat 
Lebih lemah dan apatis, turgor kulit lebih mengurang, lidah mengering dan tampak kotor, nadi kecil dan cepat, suhu kadang naik dan mata sedikit ikteris, berat badan turun dan mata menjadi cekung, tensi turun.

c. Hiperemesis sangat berat
Keadaan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran menurun dari samnolen sampai koma, nadi kecil dan cepat, suhu meningkat, tensi menurun. Komplikasi fatal terjadi terjadi pada sususnan saraf yang dikenal sebagai ensefalipati wernicke.

2. Preeklamsi dan Eklamsi
Preeklamsi adalah penyulit kehamilan yang ditimbulkan  oleh kehamilan itu sendiri. Preeklamsi yang masih ringan hanya menunjukkan gejala hipertensi yaitu adanya kenaikan darah diastolik > 90-110 mmHg dalam 2 pengukuran berjarak 1 jam pada kehamilan > 20 minggu. Dengan  disertai proteinuria 1+. Preeklamsi berat dapat diketahui dengan adanya kenaikan tekanan darah diastolik > 110 mmHg, protenuria 2+, oliguria, hiperefleksia, gangguan penglihatan, dan nyeri epigastrium. Eklamsi dapat diketahui dengan adanya tanda dan gejala, seperti preeklamsi berat disertai adanya kejang.

3. Ketuban pecah dini
Ketuban pecah dini dapat diketahui dengan adanya hal-hal sebagai berikut :
  • Keluarnya cairan berupa air dari vagina setelah kehamilan 22 minggu. Ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan    berlangsung.
  • Pecahnya selaput ketuban dapat terjadi pada kehamilan preterm sebelum kehamilan 37 minggu maupun kehamilan aterm (Salmah, 2006, hlm. 102-103).

4. Mola hidatidosa
Kadang-kadang sekali dan dengan penyebab yang tidak kita ketahui, kehamilan dini akan berkembang secara abnormal dan uterus terisi oleh gelembung-gelembung mirip buah anggur yang menghasilkan hormon korionik gonadotropin dalam jumlah yang sangat besar. Gelembung-gelembung tersebut  tumbuh dari vili korialis yang menonjol dari massa sel luar blastoksit yang dalam keadaan normal akan menjadi plasenta. Embrio sendiri akan meninggal dan menghilang. Uterus pada kehamilan mola berukuran lebih besar daripada ukuran untuk usia kehamilan normal dan teraba lunak serta bundar. Jantung janin tidak terdengar dan bagian-bagian tubuh janin yang teraba. Pada keadaan ini bisa ditemukan perdarahan per vaginam yang sedikit dan berwarna gelap, kadang-kadang gelembung-gelembung seperti buah anggur tampak keluar  dari dalam vagina. 

5. Kehamilan ektopik 
Kehamilan ektopik terjadi kalau ovum yang sudah dibuahi  tertanam bukan pada daerah kavum uteri. Kehamilan ini jarang dapat berlanjut lebih lama dari 6-10 minggu karena lokasi tidak sesuai bagi pertumbuhan plasenta yang memuaskan, atau tidak adanya tempat yang cukup untuk menampung kehamilan yang berkembang tersebut. Tanda dan gejala adalah amenore, perubahan dini pada payudara, pembesaran uterus, kehamilan positif, kadang-kadang wanita yang mengalami tuba tidak menyadari bahwa dirinya hamil. Akibat yang ditimbukan yaitu rasa nyeri pada abdomen bagian bawah, perdarahan per vaginam  yang warnanya coklat atau merah dan biasanya sedikit tetapi menetap (Farrer, 2001, hlms. 57-58). 

Daftar Pustaka Makalah Tanda Bahaya Kehamilan
 Salmah, et al. (2006). Asuhan Kebidanan Antenatal . Jakarta : EGC.
Mansjoer, arief. (2001). Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Media acsculaplus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Farrer, Hellen. (2001). Perawatan Maternitas. Jakarta : EGC
Prawirohardjo, Sarwono. (2002). Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBP-SP
Tiran, Denise. (2007). Mengatasi Mual-Mual dan Gangguan Lain Selama Kehamilan. Jakarta : Diglosia
Musbikin, Imam. (2005). Panduan Bagi Ibu Hamil dan Melahirkan. Yogyakarta : Mitra Pustaka.

Tanda Bahaya Kehamilan Trimester 1 2 3 Pengertian Pervaginam, Abortus, Plasenta previa, Solusio Rating: 4.5 Posted By: Daud Royyan, M.Pd

0 comments:

Post a Comment