Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Wednesday, 19 April 2017

Pengertian Latihan Prinsip Tujuan, Ciri, Faktor, Komponen dalam Berolahraga Menurut Para Ahli

Pengertian Latihan - Giri Wiarto (2013:153) istilah latihan dalam bahasa Inggris dapat mengandung beberapa makna seperti practice, exercises dan training. Dalam istilah bahasa Indonesia artinya sama yaitu latihan. Namun, dalam bahasa Inggris setiap kata tersebut memiliki maksud yang berbeda-beda. Dari beberapa istilah tersebut setelah diaplikasikan di lapangan memang nampak sama kegiatannya, yaitu aktivitas fisik.


Herman Subarjah (2010:138) definisi latihan merupakan serangkaian peristiwa yang mempengaruhi atlet agar lebih mudah mencapai tujuan, dan merupakan kegiatan yang tertata secara sistematis yang dirancang dan dikembangkan untuk mencapai tujuan belajar.

Ciri - Ciri Latihan 

menurut Giri Wiarto (2013:153) adalah
  1. suatu proses untuk mencapai tingkat kemampuan yang lebih baik dalam berolahraga yang memerlukan waktu dan perencanaan yang tepat, 
  2. proses latihan harus teratur maksudnya latihan harus tetap, berkelanjutan dan bersifat progresif latihan di berikan dari yang sederhana sampai yang kompleks, 
  3. pada setiap latihan harus memiliki tujuan dan sasaran. 

Dalam latihan harus berpedoman pada beberapa ciri-ciri yang lain, yaitu :
  1. Intensitas (intensity) : merupakan ukuran kesungguhan dalam melakukan latihan yang benar pelaksanaannya.
  2. Volume : jumlah beban yang dinyatakan dengan satuan jarak, waktu, berat, jumlah beban latihan.
  3. Durasi (duration) : lamanya waktu latihan seluruhnya setelah dikurangi dengan waktu yang dipergunakan untuk istirahat.
  4. Frekuensi (frequensi) : berapa kali suatu latihan dilakukan setiap minggunya, cepat dan lambatnya suatu latihan dilakukan setiap set atau setiap elemen.
  5. Ritme : irama dalam latihan, misalnya : berat dan ringannya suatu latihan atau tinggi rendahnya latihan.

Hari A. Rahman (2010:154) berpendapat bahwa latihan merupakan proses yang melibatkan banyak unsur, diantaranya adalah pelatih, olahragawan, sarana prasarana, metode latihan, tujuan latihan yang tercermin dalam program latihan, dan interaksi. Sebagai suatu proses, latihan harus mengakomodir semua unsur untuk berpartisipasi dan berinteraksi sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal dengan menggunakan upaya-upaya yang efektif dan efisien. Upaya efektif dan efisien tersebut diantaranya, pelatih yang memiliki kompetensi yang memadai, olahragawan yang mempunyaiminat dan motivasi tinggi untukberprestasi serta memahami tujuan yang dicapai, disamping sarana dan prasarana latihan yang lengkap dan mutakhir.

Pengertian Latihan

Prinsip - Prinsip Latihan

Prinsip-prinsip latihan menurut Bompa (1994) dan Marten (1990) yang dikutip Giri Wiarto (2013:153) terdiri dari 10 prinsip, yaitu sebagai berikut :
1) Prinsip Kesiapan
Prinsip ini materi dan dosis latihan harus di sesuaikan dengan usia atlet. Atlet yang belum dewasa lebih sedikit untuk mampu memanfaatkan latihan. Hal demikian karena terdapat perbedaan dalam kematangan, baik kematangan otot, power maupun psikologis.

2) Prinsip Individual
Setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Demikian juga dalam merespon beban latihan untuk setiap atlet berbeda-beda. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan perbedaan terhadap kemampuan atlet dalam merespon beban latihan adalah keturunan, kematangan, gizi, waktu istirahat dan tidur, kebugaran, lingkungan, cidera dan  motivasi.

3) Prinsip Beban berlebih
Prinsip ini menggambarkan bahwa beban latihan harus di berikan secara cukup berat, intensitas tinggi dan dilakukan secara berulanng-ulang. Apabila beban terlalu berat, akan mengakibatkan tubuh tidak mampu beradaptasi sedangkan apabila beban terlalu ringan tidak akan berpengaruh terhadap kualitas latihan atlet.

4) Prinsip Peningkatan
Ketika latihan, beban latihan harus bertambah secara bertahap dan kontinu. Prinsip ini harus memperhatikan frekuensi latihan, intensitas latihan dan durasi latihan untuk setiap latihan.

5) Prinsip Kekhususan
Setiap atlet melakukan latihan pasti memiliki tujuan. Materi latihan harus dipilih sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga. Berikut adalah pertimbangan dalam menerapkan prinsip kekhususan yaitu spesifikasikebutuhan energi, spesifikasi bentuk dan model latihan, spesifikasi ciri gerak dan kelompok otot, dan waktu latihan.

6) Prinsip Variasi
Ketika melakukan latihan yang terus menerus, pastilah atlet akan merasa bosan apabila bentuk dan model latihan yang di berikan monoton. Untuk menghindari kejenuhan dan kebosanan, maka latihan harus disusun secara variatif.

7) Prinsip Pemanasan dan Pendinginan
Pemanasan adalah hal yang sangat penting dilakukan sebelum melakukan aktivitas fisik. Fungsi pemansan adalah untuk mempersiapkan otot untuk berkontraksi dan mempermudah oksigen lepas dari hemoglobin dan menaikan pemakaian volume oksigen. Pendinginan sama pentingnya dengan pemanasan. Aktivitas pendinginan terjadi proses penurunan kondisi tubuh dari latihan yang berat menuju keadaan normal.

8) Prinsip Latihan jangka panjang
Prestasi tidak dapat diraih seperti membalikan telapak tangan. Untuk memperoleh prestasi harus melalui proses latihan dalam jangka waktu yang lama.

9) Prinsip Multilateral
Prinsip Multilateral mencakup keserasian semua organ dan sistem tubuh serta proses fisiologis dan psikisnya. Perkembangan fisik merupakan salah satu syarat untuk memungkinkan tercapainya perkembangan fisik khusus dan keterampilan dapat dikuasai secara sempurna.

10) Prinsip Partisipassi aktif berlatih
Selam latihan seorang atlet harus di berikan informasi mengenai tujuantujuan latihan dan efek-efek latihan yang dilakukannya. Selain itu seorang altet senantiasa menjaga kesehatannya, cukup istirahat dan tidak melakukan hal-hal yang merugikan dirinya. 

Konsep Dasar Latihan

Latihan adalah kegiatan atau aktifitas latihan yang dilakukan secara berulang-ulang, sistematis, berencana dengan beban yang kian hari kian bertambah (Suharno HP. 1986:27).

Tujuan utama dalam latihan adalah memperbaiki prestasi tingkat terampil maupun  unjuk kerja dari atlet. Menurut Bompa (1990:6-8) Tujuan latihan adalah: 1) Untuk mencapai dan memperluas perkembangan fisik secara menyeluruh, 2) Untuk menjamin dan memperbaiki perkembangan fisik khusus sebagai suatu kebutuhan yang telah ditentukan dalam praktek olahraga, 3) Untuk memoles dan menyempurnakan teknik olahraga yang dipilih, 4) Memperbaiki dan menyempurnakan strategi yang penting dan dapat diperoleh dari belajar teknik lawan. 5) Menanamkan kualitas kemauan, 6) Menjamin dan mengamankan persiapan tim secara otomatis, 7) Untuk mempertahankan keadaan sehat setiap atlet, 8) Untuk mencegah cidera dan 9) Untuk menambah pengetahuan setiap atlet.

Prinsip – Prinsip Latihan

1. Prinsip Latihan Kelincahan
Kelincahan berasal dari kata lincah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1993:525) lincah berarti selalu bergerak, tidak dapat diam, tidak tenang, tidak tetap. Sedangkan menurut Harsono (1993:14) orang yang lincah adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk merubah arah dan posisi tubuh dengan cepat dan tepat pada waktu sedang bergerak tanpa kehilangan keseimbangan dan kesadaran akan posisi tubuhnya. Dan menurut Suharno HP (1983:28) mendefinisikan kelincahan adalah kemampuan dari seseorang untuk merubah posisi dan arah secepat mungkin sesuai dengan situasi yang dihadapi.

Dengan demikian dari beberapa pendapat tersebut diatas dapat penulis simpulkan bahwa kelincahan adalah kemampuan seseorang dalam merubah arah dan posisi tubuhnya dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak, sesuai dengan situasi yang dihadapi di arena tertentu tanpa kehilangan keseimbangan tubuhnya.

Kegunaan kelincahan sangat penting terutama olahraga beregu dan memerlukan ketangkasan. Suharno HP (1985:33) mengatakan kegunaan   kelincahan adalah untuk menkoordinasikan gerakan-gerakan berganda atau stimulan, mempermudah penguasaan teknik-teknik tinggi, gerakan-gerakan efisien, efektif dan ekonomis serta mempermudah orientasi terhadap lawan dan lingkungan

2. Prinsip Overload
Prinsip latihan yang paling dasar adalah prinsip overload, oleh karena itu penerapan prinsip ini dalam latihan tidak mungkin prestasi atlet akan meningkat dalam penerapan system overload M. Sajoto (1988:30) mengatakan bahwa kelompok otot akan akan berkembang kekuatannya secar efektif dan akan merangsang penyesuain fisiologis dalam tubuh yang mendorong meningkatkan kekuatan otot. Dengan prinsip overload ini akan menjamin agar system didalam tubuh yang menjalankan latihan, mendapat tekanan-tekanan beban yang besarnya makin meningkat serta diberikan secara bertahap.

Supaya prestasi atlet dapat meningkat, atlet harus selalu berusaha dengan beban kerja yang lebih berat dari pada yang mampu yang di lakukan pada saat itu atau dengan perkataan lain, dia harus berusaha senantiasa berlatih dengan beban kerja yang ada di atas ambang rangsang kepekaannya (threshold of sensitivity).Hal ini harus diperhatikan sehingga betul-betul dalam berlatih, atlet mendapat prestasi yang optimal.Perkembangan menyeluruh adalah salah satu prinsip latihan yang harus di terapkan terutama untuk atlet pemula yang baru bergabung dengan aktivitas cabang olahraga apapun.

3. Prinsip Peningkatan Beban Terus-Menerus atau Progresif
Beban latihan adalah sejumlah intensitas, volume, durasi dan frekuensi dari suatu aktivitas yang harus dijalani oleh atlet dalam jangka waktu tertentu untuk meningkatkan kemampuan fungsional dari sistem organ tubuhnya agar mampu beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi sesuai dengan tujuan latihan Peningkatan pemberian beban hendaknya dilakukan secara progresif dan bertahap.Progresif artinya beban

Latihan selalu meningkat, dari awal sampai akhir latihan. Peningkatan berat beban dilakukan tidak sekaligus, tetapi bertahap. Diawali dengan beban rendahdan dilanjutkan ke beban yang semakin tinggi, bukan sebaliknya pada awal latihan diberikan beban berat, kemudian makin lama beban latihanya semakin ringan. Menurut Nala (1998:34) bahwa yang dimaksudkan dengan beban latihan tidaklah selalu pengertiannya kuantitatif, tetapi mencakup kuantitatif dan kualitatif. Beban latihan yang bersifat kuantitatif ini, beban latihannya dapat berupa berat beban yang harus diangkat, banyaknya repetisi, set, lama istirahat per set, kecepatan, frekuensi perminggu dan sebagainya. Bagi atlet cabang olahraga yang lain tentu beban latihannya akan berbeda. 

Sebab tujuan latihannya berbeda. Beban latihan yang bersifat kualitatif dapat berupa presentase intensitas latihan, berapa persen beban latihan diambil pada awal latihan dan berapa persen peningkatanya.

Faktor- Faktor Latihan

Agar dalam melakukan latihan dapat berhasil dengan baik dan tercapai prestasi yang maksimal, maka dalam latihan selain harus memperhatikan beberapa prinsip dasar juga harus memperhatikan faktor-faktor dari latihan. Menurut Bompa (1990:56) bahwa faktor-faktor latihan itu meliputi  persiapan fisik, persiapan teknik, kejiwaan secara teori harus tergabung dalam semua program-program olahraga” Mengenai faktor-faktor latihan tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

1. Persiapan Fisik
Perkembangan kondisi fisik yang menyeluruh sangatlah penting, karena tanpa kondisi fisik yang baik, seorang tidak akan dapat mengikuti latihan-latihan dengan sempurna. Latihan fisik adalah proses kerja yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan dimana beban dan intensitas latihan kian hari makin bertambah, Sehingga pada akhirnya memberikan rangsangan menyeluruh terhadap tubuh dan meningkatkan kemampuan fisik serta mental secara bersama.

Latihan fisik pada prinsipnya adalah memberikan tekanan fisik pada tubuh secara teratur, sistematis, dan berkesinambungan, Sehingga meningkatkan kemapuan didalam melakukan kerja. Sedangkan komponen-komponen kondisi fisik yang harus dilatih dandikembangkan oleh seorang atlet sebagai penunjang prestasi maksimal adalah Daya tahan kardiovaskular, Daya tahan kekuatan, kekuatan otot kelentukan, stamina, kelincahan, serta power.

2. Persiapan Teknik
Persiapan teknik adalah kelincahan untuk mempermahir teknik gerakan yang diperlukan agar atlet mampu melakukan gerakan pada cabang olahraga yang ditekuni, Misalnya teknik menendang bola, menyundul bola, menerima bola, dan lain sebagainya. Latihan teknik dimaksudkan untuk membentuk dan mengembangkan kebiasaan-kebiasaan motorik atau perkembangan (neuron muskuler), kesempurnaan teknik gerakan tersebut sangatlah penting karena akan menentukan gerakan keseluruhan.

3. Persiapan Taktik
Taktik dalam olahraga dapt diartikan siasat yang digunakan untuk memperoleh kemenangan dengan menggunakan kemampuan teknik individu, fisik, dan mental. Sedangkan persiapan taktik ini dapat dilakukan denagn berbagai cara:
  • Mengadakan pertandingan sebanyak mungkin sebagai praktek pelaksanaan teknik.
  • Latihan dengan penekanan khusus pada taktik yang direncanakan.
  • Memberi teori secara asak tentang pengetahaun teori taktik yang diberikan pola system pertandingan, pengetahuan peraturan permainan maupun pertandingan, serta pengaruh latihan dalam pertandingan.

4. Persiapan Psikologis
Persiapan mental psikologis seorang pemain tidak kurang pentingnya dengan ketiga faktor diatas. Menurut Harsono (1998:1001) Latihan mental adalah latihan yang lebih menekankan pada perkembangan kedewasaan altet serta perkembangan emosianal dan implusif guna mempertinggi mental atlet terutama apabila atlet berada dalam situasi stress yang komplek.

Jadi pembinaan mental psikologis mempuyai tujuan yang sesuai dengan peningkatan latihan untuk menghadapi pertandingan. Terbentuknya mental yang tinggi adalah kemapuan atlet untuk menghadapi situasi yang sulit dan tidak menguntungkan secara sabar dan penuh pengertian.

Keempat faktor tersebut diatas harus diberikan secara seimbang.Pada umumnya kesalahan yang dilakukan pelatih adalah mengabaikan faktor psikologis yang sebenarnya sangat penting karena pelatih hanya terfokus pada persiapan fisik, teknik, dan taktik saja.

Komponen-Komponen Latihan

Selain beberapa prinsip dan dasar latihan dan faktor-faktor latihan, dalam mencapai prestasi maksimal juga harus memperhatikan beberapa komponenkomponen dari latihan. Komponen-komponen dari latihan tersebut meliputi:

1. Intensitas Latihan
Intensitas latihan merupakan ukuran kesungguhan dalam melakukan latihan yang betul dalam pelaksanaanya. Jadi apabila seoarang atlet melakukan latihan secara bersungguh-sungguh dengan segala kemampuannya, berarti dapat menjalani intensitas 100% ( maksimal).

2. Volume Latihan 
Volume latihan adalah beban yang dinyatakan dengan jarak, waktu, berat dan jumalah latihan. Untuk volume latihan yang mempergunakan dalam program latihan ini adalah banyaknya set dalam melakukan latihan dribble bola yang semakin meningkat dari waktu ke waktu

3. Durasi
Durasi adalah Lamanya latihan yang diperlukan. Waktu latihan sebaiknya adalah berisi dan padat dengan kegaiatan-kegiatan yang bermanfaat. Selain itu setiap latihan juga harus dilakukan dengan usaha yang sebaik-baiknya dan dengan kualitas mutu tinggi.

4. Frekwensi Latihan
Frekwensi latihan adalah berapa kali latihan setiap minggunya, cepat atau lambatnya suatu latihan dilakukan setiap set nya. Untuk program latihan dribble20 Yard Square dan Z Pattern menggunakan frekwensi 4 kali dalam setiap minggunya.

5. Ritme
Ritme adalah irama suatu latihan. Ritme juga merupakan sifat irama latihan yang berhubungan denagn tinggi rendahnya tempo dan berat tingginya atau latihan dalam suatu set latihan.

Daftar Pustaka Makalah  Latihan 
Giri Wiarto. 2013. Fisiologi dan Olahraga. Yogyakarta. Graha Ilmu
Herman Subarjah. Pengaruh Model Latihan Terhadap Hasil Belajar Ketrampilan Bermain Bulutangkis. Jurnal IPTEK Olahraga. Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. VOL 12, No 2, Mei-Agustus 2010.ISSN:1411-0016
Hari Amirullah Rachman. Peningkatan Kualitas Pelatihan Cabang Olahraga Unggulan di Nusa Tenggrara Timur. Jurnal IPTEK Olahraga. Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. VOL 12, No 2, Mei-Agustus 2010. ISSN:1411-0016

Suharno HP. 1986. Ilmu Coaching Umum. Yogyakarta: FKIK IKIP Yogyakarta.
Bompa, Tudor O. 1983. Theory and Methodology Of Training. Dubud: kendall/Hunt  Compani.
Harsono. 1988. Coaching dan Aspek-Aspek Psikologi Dalam Choaching. Jakarta: Depdikbud,Dirjen Dikti P2LPTK.
M. Sajoto, 1998. Peningkatan dan Pembinaan Kekuatan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti P2LPTK. 

Pengertian Latihan Prinsip Tujuan, Ciri, Faktor, Komponen dalam Berolahraga Menurut Para Ahli Rating: 4.5 Posted By: Daud Royyan, M.Pd

0 comments:

Post a Comment