Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Tuesday, 25 April 2017

Pengertian Energi Sistem Anaerobik Alaktit Laktit dan Aerobik Dalam Ilmu Gizi Untuk Olahragawan Senam

Pengertian Energi adalah merupakan persyaratan penting dalam kehidupan manusia, karena energi atau tenaga merupakan sumber utama manusia untuk mempertahankan hidup, menunjang pertumbuhan dan melakukan atifitas fisik.  Menurut Sunita Almatsi (2007:133) Dalam sistem biologi energi terdiri dari berbagai bentuk, yaitu solar, kimia, mekanik, elektrik, dan panas yang saling tukar menukar. Beragamnya bentuk energi sesuai dengan hukum termodinamika yang menyatakan: energi hanya dapat berubah bentuk tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Jika diaplikasikan dalam sistem energi manusia, awal mula energi berupa energi kimia yang bersumber dari zat gizi dalam makanan kemudian melalui proses metabolisme energi kimia tersebut diubah menjadi energi mekanik melalui kontraksi otot. 

Definisi Energi Menurut Para Ahli

Menurut Imam Hidayat (2000:187) tenaga atau energi pada manusia dapat dikatakan sebagai  modal tubuh yang mampu mengatasi tahanan ataubeban untuk bergerak, melakukan kerja atau melakukan kerja atau menghasilkan usaha fisik. 
Pendapat ini diperkuat oleh Djokok Pekik Iriyanto (2006:43) yang mengatakan energi merupakan kemampuan untuk melakukan kerja. Sumber utama energi dapat diperoleh dari karbohidrat, lemak, dan protein  yang kemudian akan dipecah melalui proses metabolisme. Hasil metabolisme akan disalurkan ke anggota tubuh yang memerlukan energi sehingga tubuh mampu melakukan usaha atau aktifitas. Hampir 75% energi makanan dalam aktifitas dikeluarkan dalam bentuk panas, hal ini terbukti dari dominannya uap air yang keluar pada tubuh manusia berupa keringat, sedangkan 25% keluar dalam bentuk karbondioksida, urea dan asam laktat.

Penggunaan energi sebagai kemampuan utama manusia melakukan aktifitas maka menurut Mansur dkk (2009:3) sistem pengelolahan energi dibagi menjadi dua, yaitu aerobik (menggunakan bantuan oksigen) dan anaerobik (tidak menggunakan bantuan oksigen) yang dibagi menjadi dua yaitu alaktasit dan laktasit.   


 Energi Sistem Anaerobik
Gambar 2.3 Bagan Sistem Energi 
Sumber: Mansur,dkk.2009.3

Sistem Energi Anaerobik

Sistem pemecahan energi yang menggunakan bantuan oksigen sedikit karena waktu yang digunakan untuk membetuk energi relatif singkat. Menurut  Mansur,dkk (2009:4) Sistem energi anaerobik dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Sistem energi anaerobik alaktit
Sumber energi diperoleh dari pemecahan ATP dan PC yang tersedia dalam otot tanpa menimbulkan terbentuknya laktat. Proses pembentukan energi sangat cepat, namun hanya mampu  menyediakan energi yang sedikit untuk aktifitas yang sangat singkat. Kemudian pendapat ini dilengkapi oleh Djoko Pekik (2006:44) yang mengatakan sistem energi anaerobik alaktit diperlukan untuk permulaan aktifitas fisik dengan intensitas tinggi (height intensity). Jumlah ATP dan PC dalam otot terbatas yaitu 1kg otot terdiri dari 4-6 mM ATP dan 15-17 mM PC atau setara dengan 1 Mole=1000mMole yang setara dengan 7-12 kalori. Oleh karena itu sistem energi ini hanya mampu bertahan 6-8 detik. Salah satu olahraga yang menggunakan sistem ini adalah lari cepat, renang jarak pendek, angkat besi, dll. 
2. Sistem anaerobik laktit
Menurut Djoko Pekik (2006:45) jika aktifitas fisik berjalan terus menerus sedangkan sumber energi alaktit terbatas maka sumber energi yang diurai untuk melakukan aktifitas adalah pemecahan glukosa dalam darah dan glikogen dalam otot melalui glikolisis anaerobik. Sistem anaerobik laktit mampu menghasilkan energi 2-3 ATP dan menghasilkan timbunan asam laktat yang merupakan sisa dari pembakaran. Salah satu olahraga yang menggunakan sistem ini adalah sepak bola, voli, dan basket.

Sistem Energi Aerobik

Menurut Mansur,dkk (2009:4) proses sistem energi aerobik untuk menghasilkan energi memerlukan jumlah oksigen yang banyak, bahan baku berupa glukosa dan glikogen dipecah melalui glikolisis aerobik. Selain terjadi pembentukan asam laktat sistem energi aerobik dapat digunakan untuk aktifitas yang lama, sehingga dapat dipergunakan sember energi lemak dan protein sebagai sumber energi tambahan. Menurut Doko Pekik (2006:45) lemak dan aerobik mampu mengahasilkan ATP 20 kali lebih banyak yaitu sejumlah 38-39 ATP. Sehingga aktifitas dapat dilakukan lebih lama dan kebutuhan oksigen semakin besar. Salah satu olahraga yang menggunakan sistem ini adalah lari jarak jauh, renang jarak jauh, senam aerobik, dll. 

Tabel 2.2 Klasifikasi Sistem Penyediaan Energi untuk Aktifitas
Sumber: Djoko Pekik Iriyanto (2006:46) 


Daftar Pustaka Makalah Energi Sistem Anaerobik
Sunita Almatsi. 2007. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Imam Hidayat. 2000. Biomekanika. Bandung: IKIP Bandung Press.
Djoko Pekik Irianto.2004. Pedoman Berolahraga untuk Kebugaran dan Kesehatan. Yogyakarta: Andi Yogyakarta
-----2007. Panduan Gizi Lengkap untuk Keluarga dan Olahragawan. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Mansur M.S, et al. 2009. Materi Pelatihan Fisik Level II. Jakarta. Asdep Pengembangan Tenaga dan Pembinaan Keolahragaan.

Pengertian Energi Sistem Anaerobik Alaktit Laktit dan Aerobik Dalam Ilmu Gizi Untuk Olahragawan Senam Rating: 4.5 Posted By: Daud Royyan, M.Pd

0 comments:

Post a Comment