Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Wednesday, 19 April 2017

Pengertian Waktu Reaksi dalam Olahraga Menurut Para Ahli Bentuk Tujuan Tes Kecepatan Reaction Time

Pengertian Waktu Reaksi Ismaryati (2008:72) mengatakan waktu reaksi adalah periode diantara diterimanya rangsang (stimuli) dengan permulaan munculnya jawaban (respon). Semua informasi yang diterima indera baik dari dalam maupun dari luar disebut rangsang. Indera akan mengubah informasi tersebut menjadi impulsimpuls saraf dengan bahasa yang dipahami oleh otak. Dalam banyak cabang olahraga, khususnya permainan dan lari cepat, kemampuan seorang atlet untuk mereaksi munculnya rangsang, seperti misalnya datangnya bola dari lawan padapermainan tenis, suara pistol dari starter pada lari 100 meter akan mempengaruhi penampilan. 

Definisi Waktu Reaksi Menurut Para Ahli

Toho Cholik M, dkk (2011:22) mengatakan bahwa definisi reaction time adalah waktu yang diperlukan dari saat diterimanya rangsangan sampai awal munculnya reaksi, terlambat dalam memberikan reaksi maka objek yang dituju akan lebih cepat diambil lawan. Dalam kegiatan olahraga bereaksi secepat-cepatnya ketika mendapatkan rangsangan atau stimulus dari luar, reaksi cepat ini bisa dalam bentuk bergerak cepat berusaha mengejar bola dalam olahraga futsal. Ada jugaberusaha dengan reaksi yang cepat untuk memasukan bola ke dalam ring basket. Menurut Tri Rustiadi (2013:36) kecepatan reaksi adalah kualitas yang memungkinkan memulai sesuatu jawaban kinetis secepat mungkin segera setelah menerima rangsangan.

Eri Praktiknyo D.K (2010:3) kecepatan reaksi adalah waktu yang dipergunakan antara munculnya stimulus atau rangsangan dengan awal reaksi.Kecepatan reaksi adalah waktu tersingkat yang dibutuhkan untuk memberikan jawaban kinetic setelah menerima rangsangan.Kecepatan reaksi sangat berhubungan dengan waktu reflek, waktu gerakan dan waktu respon.

Giri Wiarto (2013:171) waktu reaksi adalah lamanya waktu antara perangsangan dan respon dalam melakukan kegiatan atau aktivitas. Bompa yang dikutip oleh Ismaryati (2009:72) kepekaan indera dan kecepatan proses persarafan, waktu reaksi dibedakan atas waktu reaksi sederhana dan waktu reaksi kompleks.

1. Waktu Reaksi Sederhana
Waktu reaksi sederhana terjadi ketika subjek memberikan jawaban yang spesifik terhadap rangsang yang telah ditentukan atau telah diketahui sebelumnya, misalnya, reaksi terhadap bunyi pistol dalam start, menekan tombol penjawab ketika lampu rangsang menyala (Ismaryati, 2009:72).

2. Waktu Reaksi Kompleks
Waktu reaksi kompleks berhubungan dengan kasus dimana subjek dihadapkan pada beberapa rangsang harus memilih atau menentukan satu respon.Subjek harus mempelajari respon yang harus dibuat ketika menjawab rangsang yang spesifik.Reaksi kompleks dilakukan dalam permainan-permainan, misalnya tenis, voli dan olahraga-olahraga pertandingan, misalnya tinju, anggar.Dalam kegiatan olahraga ini, atlet secara terus menerus menerima sejumlah rangsang yang berbeda dan harus menentukan respon yang tepat dari berbagai kemungkinan yang ada (Ismaryati, 2009:72).

Kecepatan pada waktu reaksi sederhana tergantung dari ketajaman indera dan pada kecepatan perambatan impulse saraf dari dan ke otak.Kecepatan pada waktu reaksi kompleks bergantung pada kecepatan berorientasi dalam situasi permainan, kepekaan indera yang terkait, kecepatan perambatan rangsang ke otak, waktu pusat yang berkenaan dengan persepsi dan pengambilan keputusan, waktu penyebaran sinyal ke otot. Waktu reaksi sangat besar peranannya pada cabang olahraga yang membutuhkan kecepatan, misalnya dalam olahraga tinju, karate, ski air, lari cepat dan lebih penting lagi pada cabang olahraga ynag membutuhkan keterampilan terbuka, misalnya dalam gerakan-gerakan bola basket, sepak bola, soft ball, tenis meja, tenis dan badminton (Ismaryati, 2008:73)

Bentuk tes dalam waktu reaksi menurut Ismaryati (2008:73), antara lain sebagai berikut :

1) Nelson Hand Reaction Test
Tujuan dari tes ini adalah mengukur waktu reaksi tangan dengan rangsang visual.Perlengkapan yang dibutuhkan yaitu the nelson reaction timer, berupa tongkat yang berskala, meja dan bangku atau kursi.Dalam pelaksanaannya testi duduk di kursi atau bangku, lengannya rileks di atas meja dengan ujung jari berda kira-kira 7-10 cm di luar sisi meja dalam posisi siap “menangkap”.Posisi jari-jari adalah horizontal.Selanutnya, tester memegang ujung tongkat berskala dan menggantungnya di antara ibu jari dan jari telunjuk testi, tester melepaskan tongkat berskala dan testi menangkapnya dengan ibu jari dan jari telunjuk. Testi tidak boleh melihat gerakan tangan tester ketika akan melepaskan tongkat, tes dilakukan 20 kali. Lingkungan tes harus betul-betul tenang agar testi dapat berkonsentrasi, jeda waktu dari satu ulangan berikutnya antara 0,5-2 detik. Sebelum memulai tes, testi boleh mencobanya lebih dahulu. Penilaian dalam tes ini, angka dibaca pada di atas ujung ibu jari, lima waktu tercepat dan terlambat dibuang. Sepuluh catatan waktu yang lain di rata-rata (Ismaryati, 2008:73). 

Pengetian Waktu Reaksi

2) Reaction Time Meter
Ismaryati (2008:75) menyatakan tujuan tes ini mengukur waktu reaksi tangan dan kaki dengan rangsang penglihatan atau dengaran.Perlengkapan dari tes ini menggunakan alat reaction time meter, dengan ketelitian sampai dengan per 10.000 detik.Alat ini terdiri dari unit operator, unit penjawab, dan 4 lampu perangsang dengan warna berbeda, serta bel. Pelaksanaan tes ini diawali dengan lampu perangsang diletakkan di depan testi, terpisah sejauh 3 meter. Tinggi lampu sedikitnya 30˚ dari pandangan testi. Untuk penjawab diletakan di lantai atau di atas meja di depan testi, testi duduk dengan rileks, jarijaridiletakkan di atas tombol penjawab. Unit operator diletakkan di tempat yang tidak menghalangi pandangan testi terhadap lampu rangsangan, display angka pada unit operator harus menunjukan angka 00,0000. Operator menekan tombol untuk menyalakan lampu perangsang (display angka berjalan), testi menekan tombol penjawab sesuai dengan warna lampu yang nyala (display angka berhenti).Apabila  yang akan diukur waktu reaksi kaki, kaki diletakkan di atas tombol penjawab. Menggunakan rangsangan audio, operator menekan bel dan testi menjawabnya dengan menekan tombol penjawab bel.Untuk penilaian, angka yang tertera pada display angka ketika orang coba menjawab rangsang menunjukan waktu reaksinya.Waktu reaksi yang tercepat yang digunakan untuk menilai waktu reaksi testee.

Tes yang dilakukan untuk mengetahui waktu reaksi dalam penelitian ini adalah menggunakan Nelson Hand Reaction Test, berupa penggaris yang berskala dengan satuan (cm). 

Daftar Pustaka Makalah Waktu Reksi
Ismaryati. 2008. Tes dan Pengukuran Olahraga. Surakarta. LPP UNS dan UNS Press
Toho Cholik Mutohir, dkk. 2011. Berkarakter Dengan Bangsa Berolahraga Dengan Berkarakter. Surabaya. SPORT Media
Eri Pratiknyo D.K. 2009. Tes Pengukuran dan Evaluasi Olahraga. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.
Giri Wiarto. 2013. Fisiologi dan Olahraga. Yogyakarta. Graha Ilmu

Pengertian Waktu Reaksi dalam Olahraga Menurut Para Ahli Bentuk Tujuan Tes Kecepatan Reaction Time Rating: 4.5 Posted By: Daud Royyan, M.Pd

0 comments:

Post a Comment