Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Sunday, 23 April 2017

Teknik Dasar Passing Bawah dalam Bola Voli Jenis Latihan Kesalahan Umum dalam Melakukan

Teknik Dasar Passing Bawah - Teknik passing bawah lebih wajar, gampang dan terutama aman pada saat menerima bola yang keras, dibandingan dengan passing atas yang membutuhkan sikap tangan yang khusus. Dengan passing bawah semua bola yang datang bisa diterima dengan mudah dan dapat dilambungkan kembali, juga apabila posisi bola sangat rendah atau menyamping dari tubuh. Passing bawah dilakukan di depan setinggi perut kebawah, A.Sarumpet(1992 : 91).


Adapun cara-cara pelaksanaan passing bawah adalah: 
1) Sikap permulaan badan sedemikian rupa sehingga keadaan setimbang labil, 
2) Lengan dijulurkan kedepan bawah siku tidak ditekuk (sudut antara lengan dan badan kira-kira 45º). Badan dibungkukkan, kaki seperti hendak melangkah dengan posisi kaki selebar bahu, lutut ditekuk, kedua lengan bawah dirapatkan sampai siku, sementara jarijari tangan lainnya. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini. 

Teknik Dasar Passing Bawah dalam Bola Voli
Gambar 2.1 a) lari menyongsong bola
(A.Sarumpaet, dkk.permainan besar. 1992 : 92)

3) Tangan dirapatkan dan tangan terlentang,
4) Tubuh direntangkan menyongsong bola,
5) Bola di pantulkan dengan lengan bawah,
6) Ikuti gerakan bola, (A.sarumpaet Zulfar, dkk 1992 : 92).

Gambar 2.2
(A Sarumpaet, dkk. permainan besar. 1992 : 92)

Passing menurut M. Yunus adalah pengoperan bola kepada teman sendiri dalam satu regu teknik tertentu sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan (M. Yunus, 1992 : 79)

Jenis-jenis Passing Bawah

Pada prinsipnya passing bawah dalam permainan bola voli dapat dibedakan menjadi beberapa macam seperti yang dikatakan oleh M. Yunnus (1992 : 79) sebagai berikut : 
1) passing bawah normal (dua tangan), 
2) passing bawah satu tangan, 
3) Passing bawah satu tangan meluncur, sebagai berikut :

Passing bawah ini dua tangan adalah pengambilan bola dengan dua tangan berpegangan satu sama lain, dengan ayunan dari bawah atas depan. Penyatuan kedua tangan ini dilakukan dengan maksud untuk menjamin hanya terjadi satu kali pantulan, untuk menjaga pantulan ganda. Keterampilan dasar ini, seperti dengan menggunakan satu tangan diupayakan dalam posisi yaitu tangan ini mengenai bagian bawah bola agar terjadi teknik memvoli. Dengan demikian bola melayang mengikuti arah parabola dengan kecepatan yang sesuai dengan kebutuhan.

Sikap permulaan pelaksanaan passing bawah dua tanagan dilakukan dengan mengambil posisi sikap siap normal. Pada saat tangan akan dikenakan pada bola, segera tangan dan lengan dalam keadaan terlunjur kebawah depan lurus. Siku tidak boleh ditekuk, dua tangan merupakan papan memukul yang selalu lurus keadaannya.

Pelaksanaan kemampuan dasar itu membutuhkan pembiasaan melalui latihan berulang-ulang, sampai dapat melakukan secara otomatis. Penguasaanya memerlukan rangkaian orientasi pelaksanaan tugas gerak yang mencakup beberapa hal : 1) Siswa memukul bola dalam posisi kedua kakinya bertumpu pada lantai dalam sikap dasar yang labil, 2) kedua lutut agak ditekuk dan kedua kaki sedikit dibuka, salah satu kaki maju kedepan. 
Gambar 2.3 Passing normal (passing dengan dua tangan)
(Suharno HP, 1981: 48)

Saat perkenaan passing bawah dua tangan saat akan mengenakan bola pada bagian sebelah atas (bagian proksimal) dari pergelangan tangan, ambilah terlebih dahulu posisi sedemikian rupa sehingga badan berada dalamposisi menghadap bola. Begitu bola berada pada jarak yang tepat maka segeralah ayunan lengan yang lurus dan difikirkan lagi arah bawah keatas depan, perkenaan bola harus diusahakan tepat dibagian proksimal dari pergelangan tangan dan dengan bidang yang selebar mungkin agar bola dapat melambung secara stabil. Maksudnya agar bola selama menempuh lintasannyatidak banyak membuat putaran. Pantulkan bagian setelah mengenai bagian proksimal dari bagian pergelangan tangan, akan memantul keatas depan dengan lambungan yang cukup tinggi dengan sudut 90º sebagai catatan perlu ditambahkan disini bahwa sudut pantulan tidak 90º, maka secara teoritis bola akan diterima tuntas. Tangan pada saat itu telah berpegangan satu tangan dengan tangan lainnya. Setelah bola berhasil di passing bawah maka segera diikuti pengambilan sikap normal kembali ketujuan agar dapat bergerak lebih cepat untuk menyesuaikan diri dengan keadaan M. Yunnus (1992 : 79). Sedangkan passing bawah dengan dua tangan ada beberapa bentuk sikap tangan sebelum melakukan passing bawah dua tangan antara lain :

a. The Dig (cleanched first method), yaitu jari sejajar dan jari tangan yang satu membungkus jari tangan lainnya, ini berasal dari Amerika. Bentuk ini sering digunakan bagi pemain yang sudah tinggi kemampuan passing bawahnya, karena fleksibel apabila menerima bola dari arah lawan.

Gambar 2.4
(M Yunnus, 1992 Olahraga Pilihan Bola Voli, 83)

b. Mengemis (thumb over palm method), yaitu kedua telapak tangan menghadap keatas dengan punggung satu tangan menempel pada telapak tangan lainnya dan dijepit ibu jari

 
Gambar 2.5 Mengemis (Thumb Over Palm Method)
(M Yunnus, 1992 Olahraga Pilihan Bola Voli, 83

c. Curled Fingers Method yaitu telapak tangan menadah keatas dengan punggung satu tangan menempel pada telapak tangan satunya dan jepit oleh ibu jari. 

Gambar 2.6 Curled Fingers Method
(Suharno HP. Dasar-dasar permainan bola voli Yogyakarta. 1982 : 25)

2. Passing Bawah Satu Tangan
Bola juga dapat dimainkan dengan satu tangan, ambil posisi siap normal dengan tumit diangkat sedikit, agar keadaan tubuh labil untuk menjamin reaksi gerakan kesegala arah dengan cepat, kedua tangan siap di depan dada, perhatian dan konsentrasi selalu kearah bola. Perkenaan bola pada bagian lengan bawah antara pergelangan tangan dan sendi siku, sedangkan pusat gerakan lengan pada sendi bahu. Gerakan tersebut memang tidak sepenuhnya dilakukan memukul, bergantung pada arah dan kecepatan bola yang datang. Yang jelas bola adalah bola itu memang dimainkan, bukan ditahan, sehingga nampak bola itu memantul. Yang digunakan adalah salah satu tangan, kiri atau kanan sesuai dengan kebutuhan. Sehubungan dengan hal ini idealnya siswa sudah diajarkan untuk mampu menggunakan kedua belah tangannya, jadi tidak hanya memakai tangan yang dominan.

Gambar 2.7 Memukul bola dengan satu tangan
(Suharno HP, 1981 : 49)

Berdiri sikap normal perhatian dan pandangan selau kearah bola. Setelah bola datang didepan atau di samping badan pemain dan jarak cukup jauh, maka segera start dengan cepat. Pada saat memukul konsentrasi pada usaha memantulkan bola ke atas, dengan luncuran ini kedua tangan yang menumpu di lantai segera berusaha membangunkan badan dengan cepat. Segera bangun dengan keadaan siap memainkan bola (Suharno HP, 1981 : 50)

Kesalahan Umum dalam Melakukan Passing Bawah

Didalam buku Agung wahyudi (2005 : 49) menyatakan “Kesalahankesalahan umum dalam passing bawah adalah: a) Lengan pemukul saat memukul siku ditekuk sehingga papan pemukul menjadi sempit bidangnya, hal ini berakibat bola berputar menyeleweng arahnya, b) Terlalu banyak gerakan lengan pukulan kedepan (terlalu aktif) dibanding gerakan ke atas sehingga sudut datang bola terhadap lengan bawah pemukul tidak 90º, c) Perkenaan bola pada kepalan tapak tangan, d) Kurangnya menekuk lutut pada sikap permulaan dan sikapperkenaan bola , dimana sendi lutut tidak bertindak sebagai pengukit, e) Lengan pemukul diayunkan atau digerakan dua kali yang semestinya satu gerakan pukulan, f) Lengan pemukul diayun lebih tinggi dari bahu (kecuali passing bawah kebelakang), g) Perkenaan bola tidak tepat antara sudut datang dan sudut pantulnya, biasanya kesalahan perkenaan bola setelah lengan hampir lurus dengan dada, jadi perkenaannya terlalu tinggi letaknya didepan dada, h) Bidang lengan pemukul kurang lebar dan tidak rata, i) Kedua tangan pemukul tidak sejajar dan rapat serta goyah saat perkenaan, j) Kurang cepat menghadap bidang pemukul terhadap bola, usaha melangkah agar bola dikuasai di depan badan kurang cepat reaksinya, k) Kurang berkonsentrasi dalam melakukan passing bawah, l) Kurangnya berani jatuh atau guling dilapangan, m) Terlalu eksplosif gerakannya secara keseluruhan, gerakan statis kaku, n) Sebelum perkenaan bola sendi siku ditekuk terlebih dahulu, o) Pada saat mengambil bola dengan passing bawah pandangan tidak kebola.

Latihan Passing Bawah  pada Bola Voli

1. Pengertian Latihan
Latihan adalah suatu proses untuk mempersiapkan fisik mental anak latih secara sistematis untuk mencapai mutu prestasi optimal dengan memberikan beban latihan yang teratur, terarah, meningkat berulang-ulang (Suharno HP, 1981 : 3) melalui latihan seseorang dipersiapkan untuk mencapai tujuan yang jelas. Tujuan  utama latihan adalah untuk mengembangkan dan perfoma atlet.

2. Prinsip Dasar Latihan
Prinsip-prinsip latihan adalah suatu proses berlatih yang sistematis dilakukan secara berulang-ulang dan kian hari jumlah beban latihannya kian bertambah (Suharno HP, 1986 : 18).

Latihan adalah suatu proses penyempurnaan atlet secara sadar untuk mencapai mutu prestasi maksimal dengan diberi beban-beban fisik, teknik, taktik, dan mental yang teratur, terarah, meningkat, bertahap, dan berulang-ulang waktunya. Masalah prinsip-prinsip latihan sangat penting demi mempercepat tercapainyatujuan latihan suatu cabang olahraga. Prinsip-prinsip latihan itu adalah sebagai berikut :

a) Prinsip kontinyuitas
Latihan harus dilakukan sepanjang tahun tanpa terseling, mengingat sifat adaptasi anak lebih stabil dan sementara. Agar supaya adaptasi menjadi mantap dan kokoh sehingga menjadi kebiasaan yang otomatis, maka perlu latihan kontinyu, teratur, terarah, dan berulang-ulang.

b) Prinsip kenaikan latihan dari sedikit demi sedikit dan teratur
Latihan makin lama makin meningkat beratnya, tetapi kenaikan bebannya harus sedikit demi sedikit. Peningkatan beban latihan tidak perlu dilakukan setiap kali latihan, dua atau tiga kali latihan baru dinaikan.

c) Prinsip Interval
Prinsip interval penting dalam program latihan dari yang sifatnya harian, mingguan, bulanan, kuartlan, tahunan yang berguna untuk pemulihan fisik dan mental anak latih dalam menjalankan latihan, maupun istirahat aktif, interval memberikan kesempatan anak latih untuk memulihkan tenaga dalam rangka untuk menyelesaikan elmen latihan berikutnya. Selain itu interval sangat penting dalam hal pencegahan terjadinaya overtraining anak latih. Memberikan waktu untuk mengadaptasi beban latihan interval sangat perlu.

d) Prinsip Perorangan
Setiap anak latih sebagai manusia yang terdiri dari jiwa dan raga pasti berbedabeda dalam segi fisik, mental, watak dan tingkatan kemampuannya. Perbedaanperbedaan itu perlu diperhatikan oleh pelatih agar dalam pemberian dosis latihan, metode latihan dapat serasi di masing-masing orang. Faktor-faktor perorangan yang perlu diperhatikan ialah : Jenis kelamin, kesehatan, umur, kronologis, proporsi tubuh, kemampuan fisik, teknik, mental, kematangan perbanding, sikap atau watak istimewa.

e) Prinsip penekanan (stress)
Latihan harus merupakan tekanan terhadap fisik dan mental anak latih. Penekanan fisik dengan pertanda kelelahan fisik, asam laknat timbul banyak dalam otot. Penekanan mental dan sikap perlu diberikan kepada anak latih sehingga timbul gejala mengeluh, kurang semangat dan sebagainya.

f) Prinsip Spesialisasi (spesifik)
Latihan harus memiliki ciri dan bentuk yang khas sesuai dengan cabang olahraganya. Pemain bola voli dispesialisasikan latihannya sebagai smasher, pengumpan atau sebagai pemain yang serba bisa. Sifat hakiki masing-masing cabang olahraga berbeda-beda, sehingga anak latih sebaiknya diarahkan kesalah satu cabang olahraga yang mantap dan sesuai dengan bakatnya.

Berbagai macam latihan passing bawah yang dapat dilakukan oleh pemain bola voli adalah : 1) Latihan passing bawah berpasangan dengan bola dilempar dengan jarak 3-4 meter oleh pelatih atau teman,2) Latihan passing bawah atau berpatner,3) Latihan passing bawah ketembok/dinding,4) Latihan passing bawah sendiri, latihan passing bawah dalam bentuk bermain terutama menerima servis dan smash dari lawan. Latihan berarti jalan atau cara yang harus dilewati untuk mencapai tujuan tertentu. Cara-cara itu antara lain dengan metode ceramah, metode pemberian tugas, metode demontrasi, dalam mengatasi bahan latihan yang berupa gerakan-gerakan.

metode drill (metode latihan siap) merupakan metode yang lazim dipergunakan untuk menguasai gerakan-gerakan secara otomatis untuk mencapai kecakapan keterampilan suatu cabang olahraga. Latihan adalah suatu proses mempersiapkan fisik dan mental anak latih secara sistematis untuk mencapai mutu prestasi optimal dengan diberi beban latihan yang teratur, terarah, meningkat berulang-ulang waktunya (Suharno HP,1981 : 3).

Otomatisme gerakan sempurna dalam penguasaan teknik merupakan tujuan latihan. Otomatisme dapat tercapai, apabila gerakan itu diulang-ulang dengan frekuensi yang berbeda (Suharno HP,1981:72).

3. Latihan Passing Bawah Berpasangan Tetap
Posisi permulaan ambil posisi satu lawan satu dengan sikap siap bermain. Bola dilempar salah satu kemudian di passing bawah diarahkan kepada lawannya, bola harus melewati net setinggi 224 cm. Setelah melakukan passing bawah posisi tetap menunggu datang bola dari lawan kemudian diarahkan lagi begitu seterusnya tempat yang dipergunakan adalah dua buah petak yan berhubungan, masing-masing petak berukuran panjang 3,5 meter. 

Gambar 2.8 Latihan passing bawah berpasangan tetap
(Theo Kleinman dan Dieter Krubar. Belajar sambil berlatih bola voli. 1984 : 162)

Keterangan gambar :
AB = AC = 1.5 meter
BD = CE = 2 meter

Kelebihan latihan passing bawah berpasangan tetap :
  • Konsentrasi akan terfokus
  • Peningkatan efisiensi dan efektivitas gerakan
  • Pola gerak yang sederhana sehingga lebih mudah untuk dipelajari.
  • Koordinasi yang harmonis antara gerakan lengan, badan, dan kaki

Kelemahan latihan passing bawah berpasangan tetap
  • Kurang menekuk lutut pada langkah persiapan pelaksanaan
  • Lengan pemukul ditekuk sehingga papan pemukul sempit.

4. Latihan Passing Bawah Berpasangan dengan Rotasi Kebelakang
Sikap awal ambil posisi 2 lawan 2 berderet kebelakang dengan sikap siap bermain. Bola dilempar salah satu kemudian segera di passing bawah diarahkan pada lawan dan bola harus melewati diatas net setinggi 224cm, setelah melakukan passing bawah lari ke belakang seterusnya. Theo Kleinmann(1984 : 162)

Gambar 2.9 Latihan Passing Bawah Berpasangan Rotasi
(Theo Kleinmann dan Dieter Kruber. Belajar sambil berlatih bola voli 1984 :163)

Kelebihan latihan passing bawah berpasangan rotasi kebelakang :
  1. Melatih kelincahan dalam melakukan passing bawah dilihat dari pergerakan memutarnya.
  2. Melatih kecepatan reaksi dan kecepatan gerak.
  3. Tidak terfokus dalam satu titik.

Kelemahan passing bawah berpasangan rotasi kebelakang :
  1. Konsentrasinya kurang fokus sehingga dalam penguasaan materi kurang optimal
  2. Banyak melakukan kesalahan dalam melakukan passing bawah.
  3. Terlambat melangkah kesamping atau kedepan agar bola selalu terkurung didepan badan sebelum persentuhan bola oleh lengan pemukul.
  4. Koordinasi kurang harmonis antara gerakan lengan, badan dan kaki 

Daftar Pustaka Makalah Teknik Dasar Passing Bawah dalam Bola Voli
A. Sarompaet,dkk.1992.Permainan Besar.Jakarta:Dirjen Dikti Proyek Pembinaan   Tenaga Kependidikan.
M. Yunus.1992.Olahraga Pilihan Bola Voli. Jakarta: Depdikbud
Suharno H.P. 1986. Ilmu Kepelatihan Olahraga. Yogyakarta : IKIP Yogyakarta
Kleinmann,T. and Kruber,D.1984. Bola Volley.Jakarta: PT Gramedia

Teknik Dasar Passing Bawah dalam Bola Voli Jenis Latihan Kesalahan Umum dalam Melakukan Rating: 4.5 Posted By: Daud Royyan, M.Pd

0 comments:

Post a Comment