Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Monday, 1 May 2017

Makalah Latihan Overhead Lob Drill Silang Satu Lapangan Pola Pukulan Penuh dan Silang Setengah, Rangkaian Pelaksanaan dalam Bulu Tangkis

Model latihan overhead lob dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu secara diberi umpan dengan shuttlecock yang dilakukan dengan cara drilling atau diberi umpan terus menerus dan dengan pola pukulan atau diberi umpan dengan mengembalikan overhead lob yang dilakukan oleh pemain yang melakukan overhead lob (Tohar, 1992:48).

Model latihan overhead lob dengan metode drill

Model latihan overhead lob dengan metode drill adalah jenis latihan overhead lob yang biasa digunakan dalam latihan biasa, akan tetapi salah satu pemaian saja yang melakukan overhead lob dalam jumlah tertentu, setelah itu bergantian pemain satunya yang melakukan pukulan overhead lob agar ada istirahat per setnya. Kelebihan latihan ini adalah latihan pola mengumpan bisa menambah peningkatan teknik pukulan dan kondisi fisik karena waktu latihan relatif lama, bilamana terjadi kesalahan bisa langsung diperbaiki karena langsung mendapat suplai umpan lagi dan penguasaan teknik overhead lob lebih terjaga. Sedangkan kekurangannya adalah didalam latihan tidak bisa langsung melakukan overhead lob karena harus melakukannya setengah terlebih dahulu dan waktu latihan relatif lama karena harus saling bergantian terlebih dahulu, hanya bisa melakukan overhead lob dari jenis pukulan lob bertahan karena shuttlecock pengumpan berasal dari underhand lob.
1. Latihan overhead lob drill lurus setengah lapangan
Latihan ini dilakukan dengan cara pemain diberi umpan terus menerus dengan shuttlecock yang jumlahnya banyak dengan rincian latihan: repetisi 30 kali, set 3 dan rest atau istirahat antar set 2 menit. Pemberian umpan ini diusahakan seenak mungkin bagi pemain yang melakukan overhead lob, tujuannya agar pemain tersebut dapat melakukan pukulan overhead lob dengan betul dan tinggi.

Latihan ini dilakukan dengan menggunakan setengah lapangan, bergantian pemain A memberikan umpan ke pemain B, kemudian B melakukan overhead lob lurus ke A dan sebaliknya. Pemain C memberikan umpan ke D, Kemudian D melakukan overhead lob ke C dan sebaliknya

Makalah Latihan Overhead Lob 
Gambar 2.10 Latihan Overhead Lob Drill Lurus Setengah Lapangan

Keterangan  :
----------> : Arah servis dari pengumpan
<---------->: Arah overhead lob pemain
A,B,C,D     : Pemain
2. Latihan overhead lob drill silang setengah lapangan
Latihan ini dilakukan dengan cara pemain diberi umpan terus menerus dengan shuttlecock yang jumlahnya banyak dengan rincian latihan: repetisi 40 kali, set 3 dan rest atau istirahat antar set 2 menit. Pemberian umpan ini diusahakan seenak mungkin bagi pemain yang melakukan overhead lob. Pukulan overhead lob ini dilakukan dengan arah menyilang.

Latihan ini dilakukan dengan menggunakan setengah lapangan, bergantian pemain A memberikan umpan ke pemain B, kemudian B melakukan overhead lob silang ke arah A dan sebaliknya. Pemain C memberikan umpan ke D, Kemudian D melakukan overhead lob silang ke arah C dan sebaliknya.

 
Gambar 2.11 Latihan Overhead Lob Drill Silang Setengah Lapangan 

Keterangan :
---------->: Arah servis dari pengumpan
<---------->: Arah overhead lob pemain
A,B,C,D       : Pemain
3. Latihan overhead lob drill lurus satu lapangan penuh
Latihan ini dilakukan dengan cara pemain diberi umpan terus menerus dengan shuttlecock yang jumlahnya banyak dengan rincian latihan: repetisi 40 kali, set 4 dan rest atau istirahat antar set 2 menit. Pemberian umpan ini diusahakan seenak mungkin bagi pemain yang melakukanovrhead lob. Pukulan overhead lob ini dilakukan dengan arah lurus.

Latihan ini dilakukan dengan menggunakan satu lapangan penuh, bergantian pemain A memberikan umpan kesisi kanan lapangan pemain B, kemudian B bergerak ke posisi B1 untuk melakukan pukulan overhead lob lurus ke belakang daerah back boundary lapangan permainan tunggal, setelah memukul shuttlecock kemudian B kembali ke posisi awal. A memberikan umpan lagi ke sisi kiri lapangan B kemudian B bergerak ke posisi B2 untuk melakukan pukulan overhead lob lurus ke belakang daerah back boundary permainan tunggal, setelah memukul shuttlecock kemudian B kembali ke posisi awal dan sebaliknya.
 
Gambar 2.12 Latihan Overhead Lob Drill Lurus Satu Lapangan Penuh 

Keterangan :                  
---------->: Arah servis dari pengumpan
<---------->: Arah overhead lob dari pemain
A, B       : Pemain
B1, B2     : Pergerakan B melakukan pukulan overhead lob
4. Latihan overhead lob drill silang satu lapangan penuh
Latihan overhead lob dilakukan dengan cara pemain diberi umpan terus menerus dengan shuttlecock yang jumlahnya banyak dengan rincian latihan: repetisi 50 kali, set 4 dan rest atau istirahat antar set 2 menit. Pemberian umpan ini diusahakan seenak mungkin bagi  pemain   yang  melakukan overhead lob agar pemain yang melakukan pukulan dapat memukul shuttlecock dengan benar dan terarah. Overhead lob ini dilakukan dengan arah silang

Latihan overhead lob dilakukan dengan menggunakan satu lapangan penuh sesuai dengan kelompoknya masing-masing, dengan cara bergantian pemain A memberikan umpan kesisi kanan lapangan pemain B, kemudian B bergerak ke posisi B1 untuk melakukan pukulan overhead lob silang, setelah memukul shuttlecock kemudian B kembali ke posisi awal. A memberikan umpan lagi ke sisi kiri lapangan B kemudian B bergerak ke posisi B2 untuk melakukan pukulan overhead lob silang, setelah memukul shuttlecock kemudian B kembali ke posisi awal dan sebaliknya.

 
Gambar 2.13 Latihan Overhead Lob Drill Silang Satu Lapangan Penuh 


Keterangan :                    
---------->: Arah servis dari pengumpan
<---------->: Arah overhead lob dari pemain
A, B       : Pemain
B1, B2     : Pergerakan B melakukan pukulan overhead lob
5. Latihan overhead lob drill lurus dan silang satu lapangan penuh
Latihan ini dilakukan dengan cara pemain diberi umpan terus menerus dengan shuttlecock yang jumlahnya banyak dengan rincian latihan: repetisi 50 kali, set 5 dan rest atau istirahat antar set 2 menit. Pemberian umpan ini diusahakan seenak mungkin bagi pemain yang melakukan ovrhead lob. Overhead lob ini dilakukan dengan arah lurus.

Latihan ini dilakukan dengan menggunakan satu lapangan penuh, bergantian pemain A memberikan umpan kesisi kanan lapangan pemain B, kemudian B bergerak ke posisi B1 untuk melakukan overhead lob lurus dan overhead lob silang ke belakang daerah back boundary lapangan permainan tunggal, setelah memukul shuttlecock kemudian B kembali ke posisi awal. A memberikan umpan lagi ke sisi kiri lapangan B kemudian B bergerak ke posisi B2 untuk melakukan overhead lob lurus dan silang ke belakang daerah back boundary permainan tunggal, setelah memukul shuttlecock kemudian B kembali ke posisi awal, kemudian diberi dan sebaliknya.

 
Gambar 2.14 Latihan Overhead Lob Drill Lurus dan Silang Satu Lapangan Penuh 


Keterangan :
---------->: Arah servis dari pengumpan
<---------->: Arah overhead lob dari pemain
A, B         : Pemain
B1, B2     : Pergerakan B melakukan pukulan overhead lob


Rangkaian Pelaksanaan Overhead Lob

1. Teknik  pegangan raket 
Seperti halnya permainan bulutangkis pada umumnya, cara memegang raket pada pukulan overhead lob adalah pegangan gabungan atau pegangan berjabat tangan. Pegangan cara ini lazim dinamakan shakehand grip atau pegangan berjabat tangan, caranya adalah memegang raket seperti orang yang berjabat tangan. Caranya hampir sama dengan pegangan Inggris, tetapi setelah raket dimiringkan tangkai dipegang dengan cara ibu jari melekat pada bagian dalam yang kecil, sedangkan jari-jari lain melekat pada bagian dalam yang lebar (Tohar, 1992: 36).

 
Gambar 2.1: Pegangan Berjabat Tangan
Sumber : Tohar (1992:37)

2. Gerakan ayunan lengan
Ayunan lengan pada overhead lob, dimulai dengan bergerak ke atas sesuai dengan tinggi atau rendahnya shuttlecock. Apabila shuttlecock datang, ayunkan lengan ke depan dan pukul shuttlecock dengan kecepatan yang sesuai dengan kemana shuttlecock mau diarahkan. Karena shuttlecock harus bergerak tinggi dan panjang, lakukan foreward swing dengan mengayunkan raket ke depan dan ke atas didahului oleh tangan, kemudian akhiri gerakan searah dengan gerakan shuttlecock bergerak ke atas sesuai dengan tinggi atau rendahnya datangnya shuttlecock (Tonny Grice, 1999: 57)

 
Gambar 2.2: Gerakan badan dan ayunan lengan forehand overhead lob. 
Sumber : Tony Grice, 2002 : 86


3. Gerakan pergelangan tangan
Urutan pukulan dalam permainan bulutangkis diawali dengan gerakan kaki, gerakan badan, garakan lengan dan yang terakhir dilanjutkan dengan gerakan tangan. Hasil pukulan yang hanya menggunakan gerakan-gerakan kaki, badan dan lengan berarti pukulan itu tidak akan keras, tetapi pukulan hanya menggunakan pergelangan tangan saja juga tidak keras. Jadi seorang pemain itu dapat malakukan pukulan dangan baik dan keras, bila ia menggerakkan seluruh kegiatan yang berkesinambungan dari gerakan kaki, badan, lengan dan pergelangan tangan. Perlu diingat dalam melakukan pukulan, janganlah sikap pergelangan tangan menjadi kaku, tetapi hendaknya pergelangan tangan itu harus lentuk dan kuat. Pergelangan tangan yang lentuk dan kuat akan menghasilkan pukulan yang keras dapat mengarahkan kesegala arah dengan baik. Mempunyai pergelangan tangan yang bebas, lentuk dan kuat merupakan suatu syarat yang harus dimiliki oleh seorang pemain (Tohar, 1992:38).
 
Gambar 2.3: Pergerakan Pergelangan Tangan 
Sumber : Tohar (1992:39)

4. Posisi kaki
Posisi kaki sebelum melakukan pukulan adalah posisi menunggu, dengan berat badan seimbang pada kedua kaki (PBSI, 2001 : 28). Posisi kaki saat menanti datangnya bola untuk pukuan overhead lob, dengan cara berat badan bertumpu pada kaki bagian depan dengan lutut dibengkokkan ke depan dan badan ditundukkan, posisi kedua kaki agak lebih lebar dari pada bahu, tetapi tidak boleh terlalu lebar, pada saat shuttlecock sudah dipukul lawan pemain harus sudah mulai gerak ditempat, sebagai rangsangan pada kaki untuk bergerak mengejar shuttlecock

5. Gerakan melangkahkan kaki
Gerakan melangkahkan kaki atau footwork merupakan dasar untuk bisa menghasilkan pukulan berkualitas, yaitu apabila dilakukan dalam posisi baik. Untuk bisa memukul dengan posisi baik, seorang atlet harus memiliki kecepatan gerak. Kecepatan gerak kaki tidak bisa dicapai kalau footwork-nya tidak teratur. (PB. PBSI, 2001:14).

Cara latihan yang dapat dilakukan dalam upaya meningkatkan kemampuan footwork adalah sebagai berikut: 1) Dari tengah ke depan; sebagai langkah dasar hanya dua langkah dimulai dengan kaki kiri kemudian kanan, 2) Dari tengah ke belakang, 3) Dari depan ke belakang dan sebaliknya.

James Poole (1982) yang dikutip Icuk Sugiarto (2002:74) mengatakan bahwa ada enam daerah dasar kerja kaki yaitu: 1) Gerakan kanan belakang untuk pukulan forehand kanan, dan 2) Gerakan kiri belakang untuk pukulan forehandkiri.
 
Gambar 2.5: Gerakan Melangkahkan Kaki 
(A) Pergerakan ke kiri belakang (B) Pergerakan ke kanan belakang 
Sumber: James Poole (2006 : 52-53)

6. Saat impact
Saat impact atau perkenaan raket denganshuttlecock, arahkan pukulan overhead lob, shuttlecock harus dipukul dengan keras dan tepat. Lalu dengan cepat mendorong atau menyentuh shuttlecock, agar shuttlecock jatuh didaerah back boundery line permainan lawan. Untuk menghasilkan pukulan overhead lob yang tepat dan akurat, hal ini disebabkan adanya momentum dari gerak ayunan raket (impuls), massa raket, massa shuttlecock, dan kecepatan gerak pergelangan tangan. Hidayat (1999:55) menjelaskan bahwa: “momentum, ialah besarnya gaya dorong dari suatu benda. Dikatakan juga momentum adalah kekuatan gerak”. Pada dasarnya gerakan pada saat memukulshuttlecock termasuk gerakan rotasi.

Mengenai gerak rotasi, Hidayat (1999:166) menjelaskan bahwa pada suatu gerak rotasi, kecepatan sudut dari titik metri yang mengikuti gerak tersebut sebanding terbalik dengan jari-jarinya. Arti keterangan di atas maka jari-jari (r) makin besar, kecepatan rotasi atau kecepatan sudut (v) makin kecil, dan kalau jari-jari (r) makin kecil, maka rotasi atau kecepatan sudut (v) makin besar juga
 
Gambar 2.6: Saat Impact 
Sumber: Tony Grice, 1999 : 43

7. Penerbangan shuttlecock
Penerbangan shuttlecock tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi, asal dapat melewati jangkauan raket lawan. Pukulan overhead lob, merupakan salah satu pukulan dalam permainan yang dapat  mendesak posisi lawan, agar posisi lawan yang stabil menjadi out-position atau posisi yang kacau, sehingga untuk melakukan serangan dapat menerobos pertahanan lawan. Pukulan overhead lob selain dapat digunakan sebagai pukulan serangan juga dapat dipergunakan sebagai pukulan untuk bertahan atau lazim disebut deffensive lob, yang berarti pukulan overhead lob itu dilakukan dengan cara menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin dan jauh di bagian belakang lapangan lawan (Tohar, 1992:48).
 
Gambar 2.7 : Penerbangan Shuttlecock 
(A) Lob tinggi yang bersifat mempertahankan diri (B) Lob rendah yang bersifat menyerang 
(Sumber : James Poole, 2006 : 68)

8. Daerah sasaranoverhead lob
Pusatkan perhatian lebih untuk menguasai pukulan overhead lob ini, karena pukulan ini banyak kesamaannya dengan teknik pukulan smash dan dropshot. Overhead lob adalah pukulan yang pelaksanaannya dipukul dari atas kepala, posisinya dari belakang lapangan dan diarahkan keatas pada bagian belakang lapangan(Tohar, 1992:47)
 
Gambar 2.8 Daerah Sasaran Overhead lob 
(Sumber: Tohar, 1992:1460

9. Gerak lanjutan
Seorang pemain untuk dapat melakukan overhead lob yang tepat pada sasaran harus melakukan gerakan lanjutan. Caranya adalah dengan melanjutkan gerakan mengayun kebawah searah dengan gerakan shuttlecock dan lakukan ayunan mengarah lurus kedepan. Pada tahap gerak lanjut (follow through) merupakan salah satu fase yang perlu diperhatikan, karena semua gerak lanjut adalah akibat dari adanya momentum. Gerak lanjut penting untuk melanjutkan momentum gerak. Hidayat (1990:59) menyatakan bahwa: Dalam bidang olahraga follow through penting untuk mengkombinasikan pola gerakan yang berurutan. Pada semua gerakan melempar, memukul, menendang, dan menolak, akurasi atau ketepatan akan lebih terkontrol bila dilakukan dengan memanfaatkan follow through

Kedudukan follow through sangat penting terhadap ketepatan pukulan. Kekuatan dan momentum yang lebih besar tidak menjamin ketepatan pukulan, sehingga untuk mendapatkan ketepatan pukulan overhead lob yang baik diperlukan koordinasi gerak yang baik terutama pada saat melakukan follow through.
 
Gambar 2.9 Gerakan Lanjutan (Sumber: James Poole, 2008:30)


Latihan overhead lob dengan pola pukulan

Overhead Lob dengan pola pukulan adalah pukulan rangkaian yang dilakukan secara berurutan dan berkesinambungan yang menggunakan teknik overhead lob dan dilakukan secara berulang-ulang sehingga menjadikan suatu bentuk rangkaian teknik overhead lob yang dapat dimainkan secara harmonis dan terpadu. Latihan pola pukulan ini dilakukan secara sederhana terlebih dahulu, yaitu dengan cara saling memberi umpan yang sederhana dan mudah. Setelah terkuasai pola pukulan tersebut dengan baik maka baru ditingkatkan mengenai sasaran dan ketepatan arah pukulan secara permainan yang sesungguhnya yaitu penempatan shuttlecock yang setipis-tipisnya atau sedalamdalamnya melakukan teknik pukulan yang dilakukan. Selain itu pola pukulan yang dilakukan atau dilatihkan dengan berpedoman dari yang mudah menuju ke arah yang lebih sukar (Tohar,1992:70). Adapun latihan overhead lob dengan pola pukulan yang diberikan sebagai berikut:
1. Service, overhead lob silang ke kanan dan overhead lob lurus
Latihan ini dilakukan dengan cara pemain diberi umpan terus menerus dengan shuttlecock yang jumlahnya banyak dengan rincian latihan: repetisi 30 kali pukulan, set 3 dan rest atau istirahat antar set 2 menit. Pemberian umpan ini diusahakan seehana dan semudah mungkin sesuai pola pukulan yang sudah diprogramkan, setelah terkuasai pola pukulan tersebut dengan baik maka baru ditingkatkan mengenai sasaran dan ketepatan arah pukulan secara permainan, agar pola overhead lob tidak terputus karena pukulan yang salah maupun tidak tepat dengan pemain yang diumpan. Overhead lob ini dilakukan dengan arah menyilang ke kanan dan lurus.

Latihan ini dilakukan dengan menggunakan satu lapangan penuh, saling bergantian memberikan umpan antara pemain A memberikan umpan ke pemain B dan sebaliknya dilakukan berulang-ulang sesuai dengan pola pukulan yang diprogramkan, pemain A melakukan service lob, pemain B melakukan overhead lob silang kesebelah kanan, pemain A mengembalikan dengan overhead lob lurus, pemain B mengembalikan dengan overhead lob lurus, pemain A mengembalikan dengan overhead lob silang kekanan kemudian kembali ke no.1 dan seterusnya.

Latihan Overhead Lob Drill Silang Satu Lapangan 
Gambar 2.15 Latihan Overhead Lob dengan Pola Pukulan 
(Service, Overhead Lob Silang Ke kanan dan Overhead Lob Lurus) 
(Sumber, Tohar, 1992:74)

2. Service, overhead lob silang ke kiri dan overhead lob lurus
Latihan ini dilakukan dengan cara pemain diberi umpan terus menerus dengan shuttlecock yang jumlahnya banyak dengan rincian latihan: repetisi 40 kali pukulan, set 3 dan rest atau istirahat antar set 2 menit. Pemberian umpan ini diusahakan seehana dan semudah mungkin sesuai pola pukulan yang sudah diprogramkan, setelah terkuasai pola pukulan tersebut dengan baik maka baru ditingkatkan mengenai sasaran dan ketepatan arah pukulan secara permainan, agar pola overhead lob tidak terputus karena pukulan yang salah maupun tidak tepat dengan pemain yang diumpan. Overhead lob ini dilakukan dengan arah menyilang ke kiri dan lurus.

Latihan ini dilakukan dengan menggunakan satu lapangan penuh, saling bergantian memberikan umpan antara pemain A memberikan umpan ke pemain B dan sebaliknya dilakukan berulang-ulang sesuai dengan pola pukulan yang diprogramkan, pemain A melakukan pukulan service lob dari sebelah kiri lapangan, pemain B mengembalikan dengan overhead lob silang kekiri, pemain A mengembalikan dengan overhead lob lurus, pemain B mengembalikan pukulan dengan overhead lob lurus, pemain A melakukan overhead lob silang ke kiri kemudian kembali ke no.1 dan seterusnya.
 
Gambar 2.16 Latihan Overhead Lob dengan Pola Pukulan 
(Service, Overhead Lob Silang Ke kiri dan Overhead Lob Lurus) (Sumber, Tohar, 1992:75) 

3. Service, overhead lob silang dan overhead lob lurus
Latihan ini dilakukan dengan cara pemain diberi umpan terus menerus dengan shuttlecock yang jumlahnya banyak dengan rincian latihan: repetisi 40 kali pukulan, set 4 dan rest atau istirahat antar set 2 menit. Pemberian umpan ini diusahakan seehana dan semudah mungkin sesuai pola pukulan yang sudah diprogramkan, setelah terkuasai pola pukulan tersebut dengan baik maka baru ditingkatkan mengenai sasaran dan ketepatan arah pukulan secara permainan, agar pola overhead lob tidak terputus karena pukulan yang salah maupun tidak tepat dengan pemain yang diumpan. Overhead lob ini dilakukan dengan arah menyilang ke kanan, ke kiri dan lurus.

Latihan ini dilakukan dengan menggunakan satu lapangan penuh, saling bergantian memberikan umpan antara pemain A memberikan umpan ke pemain B dan sebaliknya dilakukan berulang-ulang sesuai dengan pola pukulan yang diprogramkan, pemain A melakukan service lob dari sebelah kanan, pemain B mengembalikan dengan overhead lob silang ke kanan, pemain A mengembalikan dengan overhead lob lurus, pemain B mengembalikan dengan overhead lob silang ke kiri, pemain A mengembalikan dengan overhead lob lurus dankemudian pemain B kembali ke no.1 dan seterusnya.

 
Gambar 2.17 Latihan Overhead Lob Strooke 
(Service, Overhead Lob Silang dan Overhead Lob Lurus) 
(Sumber, Tohar, 1992:76)

4. Service Lob, Overhead lob lurus, overhead lob silang
Latihan ini dilakukan dengan cara pemain diberi umpan terus menerus dengan shuttlecock yang jumlahnya banyak dengan rincian latihan: repetisi 50 kali pukulan, set 4 dan rest atau istirahat antar set 2 menit. Pemberian umpan ini diusahakan seehana dan semudah mungkin sesuai pola pukulan yang sudah diprogramkan, setelah terkuasai pola pukulan tersebut dengan baik maka baru ditingkatkan mengenai sasaran dan ketepatan arah pukulan secara permainan, agar pola overhead lob tidak terputus karena pukulan yang salah maupun tidak tepat dengan pemain yang diumpan. Overhead lob ini dilakukan dengan arah lurus, menyilang ke kiri dan ke kanan.

Latihan ini dilakukan dengan menggunakan satu lapangan penuh, saling bergantian memberikan umpan antara pemain A memberikan umpan ke pemain B dan sebaliknya dilakukan berulang-ulang sesuai dengan pola pukulan yang diprogramkan, pemain A melakukan service lob dari sebelah kanan, pemain B mengembalikan dengan overhead lob lurus, pemain A mengembalikan dengan overhead lob silang ke kanan, pemain B mengembalikan dengan overhead lob lurus, pemain A mengembalikan dengan overhead lob silang ke kiri dan kemudian pemain B kembali ke no.1 dan seterusnya.

 
Gambar 2.18 Latihan Overhead Lob pola pukulan 
(Service, Overhead Lob Lurus, dan Overhead Lob Silang) 
(Sumber, Tohar, 1992:96)

5. Overhead lob lurus, overhead lob silang
Latihan ini dilakukan dengan cara pemain diberi umpan terus menerus dengan shuttlecock yang jumlahnya banyak dengan rincian latihan: repetisi 50 kali pukulan, set 5 dan rest atau istirahat antar set 2 menit. Pemberian umpan ini diusahakan seehana dan semudah mungkin sesuai pola pukulan yang sudah diprogramkan, setelah terkuasai pola pukulan tersebut dengan baik maka baru ditingkatkan mengenai sasaran dan ketepatan arah pukulan secara permainan, agar pola overhead lob tidak terputus karena pukulan yang salah maupun tidak tepat dengan pemain yang diumpan. Overhead lob ini dilakukan dengan arah lurus, menyilang ke kiri dan ke kanan.

Latihan ini dilakukan dengan menggunakan satu lapangan penuh, saling bergantian memberikan umpan antara pemain A memberikan umpan ke pemain B dan sebaliknya dilakukan berulang-ulang sesuai dengan pola pukulan yang diprogramkan, pemain A melakukan service lob dari sebelah kanan, pemain B mengembalikan dengan overhead lob lurus, pemain A mengembalikan dengan overhead lob lurus, pemain B melakukan overhead lob silang ke kanan, pemain A mengembalikan dengan overhead lob lurus, pemain B mengembalikan dengan overhead lob lurus, pemain A mengembalikan dengan overhead lob silang ke kanandankemudian pemain B kembali ke no.1 dan seterusnya.

 
Gambar 2.19 Latihan Overhead Lob pola pukulan 
(Service Lob, Overhead Lob Lurus dan Overhead Lob Silang) 
(Sumber, Tohar, 1992:105)

Faktor Pendukung Keberhasilan Overhead Lob

Permainan bulutangkis merupakan permainan yang syarat dengan penampilan gerak pukulan yang memiliki tingkat kesulitan berbeda-beda. Konsentrasi dan kemampuan keterampilan teknik dapat menunjang seseorang untuk melakukan gerakan pukulan yang cepat, lentur, dan tetap menjaga keseimbangan tubuh. Untuk menunjang ketepatan (accuracy) maka dibutuhkan pola latihan kondisi fisik yang terprogram demi tercipta permainan yang baik. Komponen fisik merupakan aktifitas gerak jasmani yang dilakukan secara sistematis dan ditingkatkan  secara  progresif untuk mempertahankan dan meningkatkan derajat kesegaran jasmani agar seorang pemain memiliki kondisi fisik yang menunjang dalam permainan bulutangkis.

M. Sajoto, (1990:16) menjelaskan bahwa : “Kondisi fisik adalah salah satu bahkan dapat dikatakan sebagai keperluan yang tidak dapat ditunda-tunda atau ditawar-tawar lagi”. Dalam permainan bulutangkis terdapat faktor fisik yang mempengaruhi, antara lain : kekuatan, ketepatan (accuracy), daya tahan otot, kelentukan dan koordinasi. Mengenai kondisi fisik yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah ketepatan (accuracy) dan panjang lengan, khususnya teknik pukulan overhead lob dalam permainan bulutangkis sangat diperlukan komponen kondisi fisik dari ketepatan (accuracy) dan panjang lengan untuk menunjang pukulan tersebut.

Kondisi fisik merupakan unsur yang sangat penting hampir diseluruh cabang olahraga. Oleh karena itu, latihan kondisi fisik perlu mendapat perhatian yang serius direncanakan dengan matang dan sistematis sehingga tingkat kesegaran jasmani dan kemampuan fungsional alat-alat tubuh lebih baik. Apabila kondisi fisik baik, maka : 1) Akan ada peningkatan dalam kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung, 2) Terjadi peningkatan dalam kekuatan, kelentukan, stamina, kecepatan, dan komponen kondisi fisik lainnya, 3) Akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi gerak kearah yang lebih baik, 4) Waktu pemulihan akan lebih cepat dan 5) Respon bergerak lebih cepat apabila dibutuhkan.

Menurut M. Sajoto (1995:8) kondisi fisik adalah suatu kesatuan yang utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. Baik peningkatan maupun pemeliharaan. Adapun komponen-komponen kondisi fisik yaitu: 1) Kekuatan (Strenght), 2) Daya tahan (Endurance), 3) Daya ledak (power), 4) Kecepatan (Speed), 5) Kelentukan (Fleksibility), 6) Kelincahan (Agility), 7) Koordinasi (Coordination), 8) Keseimbangan (Balance), 9) Ketepatan (Accuracy) dan 10) Reaksi (Reaction).

Dari 10 komponen aspek kondisi fisik tersebut yang banyak dominan dipergunakan dalam melakukan overhead lob adalah ketepatan (accuracy) atau arah sasaran. Karena saat melakukan overhead lob dalam permainan bulutangkis, seorang pemain dituntut untuk melakukan pukulan dengan tepat dan arah pukulan sesuai dengan arah sasaran yang dituju. Sehingga dibutuhkan latihan ketepatan (accuracy) dengan cara memberikan latihan overhead lob drill dan overhead lob dengan pola pukulan. Dalam kegiatan penelitian ini yang akan diteliti adalah latihan overhead lob dan panjang lengan. Latihan overhead lob dan panjang lengan merupakan salah satu yang diperlukan dalam meningkatkan pukulan dalam permainan bulutangkis, khususnya overhead lob.

Daftar Pustaka Makalah  Latihan Overhead Lob 
Tohar, 1992. Olahraga Pilihan Bulutangkis.Semarang: UPT MKK UNNES.
Grice, Tony. 2002. Bulutangkis : Petunjuk Praktis untuk Pemula dan Lanjut.Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
PB. PBSI. 2001. Pedoman Praktis Bermain Bulutangkis.Jakarta: PB. P.B.S.I Jakarta.
Poole, J. 2006. Belajar Bulutangkis.Bandung : Pionir Jaya.
Sugiarto, Icuk. 2002. Total Badminton.Solo: Setyaki Eka Anugrah

Makalah Latihan Overhead Lob Drill Silang Satu Lapangan Pola Pukulan Penuh dan Silang Setengah, Rangkaian Pelaksanaan dalam Bulu Tangkis Rating: 4.5 Posted By: Daud Royyan, M.Pd

2 comments:

  1. I read some articles on this site and I think your blog is really interesting and has great information. Thank you for your sharing.
    usps tracking

    ReplyDelete
  2. I believe there are many other people who are interested in them just like me! Thanks your shared!... I hope you will continue to have similar posts to share with everyone! I believe a lot of people will be surprised to read this article!
    vex 3

    ReplyDelete