Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Monday, 1 May 2017

Makalah Olahraga Sepak Takraw Teknik Dasar Servis Kondisi Fisik Serta Kekuatan Otot Tungkai Kelentukan

Pengertian Sepak Takraw adalah merupakan suatu permainan yang menggunakan bola yang terbuat dari rotan, dimainkan di atas lapangan yang datar berukuran panjang 13,40 m dan lebar 6,10 m. Ditengah-tengah dibatasi oleh jaring net seperti permainan Bulutangkis (Sulaiman, 2004:1) Dalam permainan ini yang dipergunakan terutama kaki dan semua anggota badan kecuali tangan. Tujuan dari setiap pihak adalah mengembalikan bola sedemikian rupa sehingga dapat jatuh di lapangan lawan atau menyebabkan lawan membuat pelanggaran atau bermain salah.


Permainan Sepak takraw berlangsung tanpa menggunakan tangan untuk memukul bola bahkan bola tidak boleh menyentuh  lengan. Bola hanya boleh menyentuh atau dimainkan oleh kaki, dada, bahu, dan kepala.Permainan sepak takraw diawali dengan sepak mula sebagai servis yang dilakukan oleh tekong. Sepak mula dilakukan tekong atas lambungan  bola oleh pelambung yang diarahkan ke tekong. Pelambung adalah salah satu pemain depan, pada waktu dia melambungkan bola ke arah tekong, tekong harus berada di dalam lingkaran yang telah disediakan. Begitu juga tekong, pada waktu melakukan sepak mula salah satu kakinya harus tetap berada di dalam lingkaran tempat tekong melakukan sepak mula. Tekong mengarahkan bola ke daerah lawan melalui atas net, dilain pihak lawan harus menerima bola itu dan mengembalikan ke daerah lawan.

Berdasarkan pernyataan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa olahraga sepak takraw merupakan sebuah permainan yang dimainkan di atas lapangan empat persegi panjang dengan permukaan yang rata baik di tempat terbuka (outdoor) maupun di ruangan tertutup (indoor) yang bebas rintangan dan dimainkan oleh dua regu yang dibatasi dengan jaring (net). Tujuan dari setiap regu (pihak) adalah mengembalikan bola sedemikian rupa sehingga dapat jatuh di lapangan lawan atau menyebabkan lawan membuat pelanggaran atau bermain salah. Dengan demikian seorang pemain sepak takraw itu harus banyak berlatih menggunakan kaki atau sepakan. Namun tidak berarti bahwaunsur lain diabaikan, seperti faktor menyundul. Mendada, dan membahu yang menunjang peningkatan prestasi sepak takraw.

Teknik Dalam Sepak Takraw

1. Teknik Dasar
Untuk bermain sepak takraw yang baik, seseorang dituntut mempunyai kemampuan atau keterampilan yang baik. Kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan dasar bermain sepak takraw. Tanpa kemampuan itu seseorang tidak akan bisa bermain. Teknik dasar dalam permainan sepak takraw adalah menyepak dengan menggunakan bagian-bagian kaki, memainkan bola dengan kepala, dengan dada, dengan paha, dengan bahu, dan dengan telapak kaki.

Kemampuan dasar di atas tersebut antara yang satu dengan yang lainnya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.Tanpa penguasaan kemampuan dasar yang baik, sepak takraw juga tidak dapat dimainkan dengan baik pula. Teknik dasar dimiliki dengan baik bila berlatih dengan baik dan kontinyu. Namun bukan berarti bahwa prestasi sepak takraw itu hanya ditentukan oleh pemilik teknik dasar yang baik saja, melainkan faktor-faktor lain pun banyak lagi yang menunjang peningkatan prestasi. Teknik-teknik dasar permainan sepak takraw menurut Sulaiman (2008:15) diantaranya: 1) Teknik Sepakan (Sepak Sila,Sepak Kura/kuda,Sepak Cungkil, Sepak Simpuh/badek, Sepak Mula/servis, Sepak Tapak), 2) Teknik Memaha/kontrol paha, 3) Teknik Mendada/kontrol dada, 4) Teknik Membahu/kontrol bahu, 5) Teknik Kepala, 6) Teknik Smash, 7) Teknik Tahanan/blok.
2. Teknik Khusus Sepak Takraw
Supaya permainan dapat berjalan dan berlangsung dengan baik serta lancar para pemain dituntut untuk menguasai unsur dasar pemain yaitu teknik dasar sepak takraw. Selain teknik dasar yang dimaksud seorang pemain itu harus juga memiliki kemampuan khusus atau teknik khusus.

Teknik khusus permainan sepak takraw tidak lain adalah cara bermain sepak takraw. Bagaimana permainan itu dimulai, setelah permainan itu dimulai apa yang harus dilakukan. Setelah bola dikuasai tindakan apa yang harus dilakukan untuk membuat serangan hingga serangan itu berhasil mendapatkan hasil yakni nilai atau point buat regunya. Antara teknik dasar dan teknik khusus permainan sepak takraw sangat erat sekali hubungannya sehingga sukar mengatakan mana yang paling penting. Kedua teknik tersebut saling menunjang, jadi tidak mungkin pemain sepak takraw hanya mampu dan menguasai teknik dasar saja, sedangkan  teknik khusus tidak dikuasai. Teknik khusus dalam permainan sepak takraw diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Teknik sepak mula/service, 2) Teknik menerima bola, 3)Teknik mengumpan, 4) Teknik smash, 5) Teknik memblok atau menahan (Fouzee H.A,1989:62).

Unsur-unsur teknik tersebut merupakan satu kesatuan yang sangat berhubungan dan perlu dilatih secara teratur dan terarah, dengan demikian akan terciptanya pemain sepak takraw yang berkualitas untuk mencapai prestasi yang optimal. Dengan berkembanganya olahraga sepak takraw diharapkan para pemain mempunyai keterampilan lebih diantara keterampilan khusus yang mereka miliki, misalnya seorang tekong harus dapat melakukan smash dan umpan, dan lebih lengkap lagi harus dapat melakukan bloking, demikian juga oleh pemain pada posisi dan fungsi yang lainnya. Kelima teknik khusus dalam permainan sepak takraw tersebut, hanya teknik service yang menjadi bahan penelitian ini. Dengan demikian perlu adanya pembahasan yang lebih jelas dan lebih terperinci supaya dapat membantu memecahkan masalah yang ada.
Servis Dalam Sepak Takraw
Servis sesuai dengan namanya adalah teknik sepakan yang dimaksudkan untuk memulai suatu permainan atau pertandingan. Sepak mula biasa dilakukan oleh pemain yang disebut tekong, yaitu pemain yang melakukan servis berada di tengah belakang. Sepak mula dilakukan di daerah lingkaran, dengan kaki tumpu harus berada di dalam lingkaran tidak boleh menginjak garis lingkaran, sedang kaki pukul berada di luar lingkaran. Tekong berusaha memukul bola yang dilambungkan oleh pemain yang disebut apit kanan atau apit kiri, dan bola harus melewati atas net, menyentuh net ataupun tidak dan masuk ke daerah permainan lawan (Sulaiman, 2008:22), dan menurut Achmad Sofyan Hanif (2011:32) Servis yaitu permainan dimulai dengan lambungan bola yang terbuat dari rotan atau fiber oleh apit kiri atau kanan yang diarahkan kepada tekong. Tekong harus siap melakukan sepak mula yang diarahkan ke daerah lawan melalui atas jaring menyentuh bibir net ataupun lalngsung menuju lapangan lawan. Servis itu hendaklah diarahkan kepada daerah lawan agar merusak permainan atau pertahanan pihak lawan sehingga dapat mengatur serangan serangan yang baik dan menyebabkan pihak lawan kacau balau. Untuk itu servis harus dibuat dengan berbagai cara agar dapat mengecoh lawan terutama sasaran servis yang akan dilakukan. Tekong hendaklah dapat membuat servis yang baik yakni tempat-tempat dimana permainannya lemah dan sulit menerima bola yang diberikan.

Servis dalam permainan Sepak Takraw menurut (Sulaiman, 2008:22) ditinjau dari posisi kaki pukul terhadap bola dibagi menjadi 2 (dua) cara,yaitu : 1) Servis bawah, 2) Servis atas. 

Teknik melakukan servis bawah yaitu dilakukan dengan cara, 1) Pemain berdiri dengan salah satu kaki berada didalam lingkaran sebagai kaki tumpu, kaki lainya berada dibagian belakang badan sebagai awalan, kaki tumpu di usahakan menghadap kea rah pelambung (apit). 2) Salah satu lengan menunjukan permintaan bolayang akan dilambungkan oleh apit sebagai pelambung. 3) Saat bola datang, kaki pukul diayuankan dari bawah keatas menyongsong bola.  Perkenaan dengan bola adalah pada kaki bagian dalam dikencangkan. 4) bola disepak saat bola dengan ketinggian setinggi lutut. 5) Berusaha bola disepak melewati atas net. 6) Setelah melakukan sepakan, gerakan badan mengikuti lanjutan gerakan sepak dan mendarat dengan mengoper.  

 
Gambar 1. Gerakan servis bawah sepak takraw. 
Sumber: http//ms.wikipedia.org

Kondisi Fisik

Kondisi fisik menurut Sajoto (1988: 57) adalah suatu kesatuan utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja, baik peningkatan maupun pemeliharaannya. Artinya bahwa di dalam usaha peningkatan kondisi fisik maka seluruh komponen tersebut harus dikembangkan, walaupun disana sini dilakukan dengan sistem prioritas sesui keadaan atau status tiap komponen itu dan untuk keperluan apa keadaan atau status yang dibutuhkan tersebut.

1. Kekuatan Otot Tungkai
Kekuatan atau strength adalah komponen kondisi fisik yang menyangkut masalah kemampuan seorang atlet pada saat mempergunakan otot-ototnya menerima beban tertentu (Sajoto, 1988: 58).Kekuatan otot tungkai yang dimaksud di sini adalah kemampuan otot untuk menerima beban dalam waktu bekerja (gerakan servis bawah) dimana kemampuan tersebut dihasilkan oleh adanya kontraksi otot yang terdapat pada tungkai.

Harsono (1988: 77) dalam Asep Satria (2007: 27) mengatakan bahwa kekuatan otot adalah komponen yang sangat penting untuk meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. Karena kekuatan merupakan daya penggerak aktifitas fisik secara keseluruhan dan kekuatan memegang peranan penting dalam melindungi atlet atau non atlet dari cidera, selain itu dengan kekuatan atlet atau non atlet akan dapat lari dengan cepat, melempar dan menendang lebih jauh dan efisien, memukul lebih keras, demikian juga dapat membantu memperkuat sendi-sendi. 

Menurut Sajoto (1988:99), bahwa kekuatan adalah komponen kondisi fisik yang dapat ditingkatkan sampai batas sub maksimal, sesuai dengan kebutuhan setiap cabang olahraga yang memerlukan. kekuatan tungkai merupakan kebutuhan pada setiap cabang olahraga, demikian juga pada cabang olahraga sepak takraw khususnya pada saat melakukan sepakmula. Olehnya itu bagi mereka yang memiliki kekuatan tungkai yang baik, maka kemampuan untuk melakukan sepakmula akan lebih mudah diarahkan pada tempat yang diinginkan.

Kekuatan otot adalah kemampuan otot untuk melakuakan satu kali kontraksi secara maksimal melawan tahanan/beban (Eri Pratiknyo Dwikusworo, 2010:23). Kekuatan otot tungkai dalam penelitian ini adalah kemampuan otot tungkai dalam mengatasi tekanan beban dalam menjalankan aktivitas untuk menendang bola. Kontraksi otot dapat diterjemahkan sebagai tegangan atau pengerahan kekuatan yang dihasilkan oleh serabut-serabut otot yang sebenarnya adalah suatu proses dari energi kimia menjadi mekanis dan panas. Arah dari gerakan tergantung dari arah yang dikerahkan oleh kekuatan yang bersangkutan untuk menendang bola. Bola akan lari menjauh dari arah tendangan.

Cepat atau lambatnya lintasan bola ditentukan oleh kuat atau tidaknya tendangan yang mengenainya. Semakin keras tendangan yang dikerahkan terhadap bola, semakin cepat bola itu bergerak. Kekuatan otot tungkai dihasilkan dari kontraksi otot-otot yang ada pada tungkai untuk menggerakkan tungkai melakukan ayunan ke depan dengan tujuan menendang bola. 

Tendangan apabila dilakukan dengan otot tungkai yang semakin kuat dalam melakukan ayunan tendangan maka semakin kuat bola bergerak yang berarti pula semakin jauh pula bola bergerak. Jika dorongan atau ayunan tersebut besar, maka hasil ayunan kaki juga besar. Artinya hasil dorongan bola yang dilakukan akan berjalan cepat dan keras. 

Dari beberapa pengertian tersebut kekuatan dapat diartikan sebagai kualitas tenaga otot atau sekelompok otot dalam membangun kontraksi secara maksimal untuk mengatasi beban yang datang  baik dari dalam maupun dari luar tubuh. Jadi gerakan yang dilakukan oleh otot-otot tungkai akan menghasilkan aktifitas gerakan seperti menendang, berjalan, melompat, dan lain sebagainya. Dimana gerakan tersebut dibutuhkan dalam melakukan gerakan olahraga terutama cabang olahraga yang dominan menggunakan kaki diantaranya cabang olahraga sepak takraw.

2. Kelentukan
Selain kekutan sebagai komponen fisik yang sangat berperan dalam menciptakan prestasi optimal, kelentukan (flexibility) juga merupakan faktor penting. Seseorang yang memiliki tingkat kelentukan yang tinggi, memungkinkan untuk dapt bergerak secara lebih leluasa dan halus dengan penggunakan energi yang sedikit.

Kelentukan adalah efektivitas seseorang dalam menyesuaikan diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas (Sajoto, 1995 : 9) Kelentukan dipengaruhi oleh elastisitas otot-otot serta  dinyatakan dalam satuan derajat (°). 

Harsono (1988:163) menyatakan bahwa lentuk tidaknya seseorang ditentukan luas atau sempitnya ruang gerak sendi-sendinya. Jadi kelentukan adalah kemampuan melakukan gerakan dalam ruang gerak sendi. Kecuali oleh ruang gerak sendi, kelentukan juga ditentukan elastisitas tidaknya otot-otot, tendon, dan ligamen.

Kelentukan menurut Setiawan (1991: 114) adalah kemampuan seseorang untuk dapat melakukan gerak dengan ruang gerak seluas-luasnya dalam persendiannya. Faktor utama yang menentukan kelentukan seseorang ialah bentuk sendi, elastisitas otot, dan ligamen. Selanjutnya, menurut Subarjah, “Kelentukan adalah kemampuan melakukan gerakan persendian seluas-luasnya dan keelastisan otot-otot disekitar persendian”. Kelentukan selalu dikaitkandengan ruang gerak sendi dan elastisitas otot, tendon, dan ligamen. Dengan demikian, orang yang lentur adalah yang memiliki ruang gerak luas dalam sendisendinya dan yang mempunyai otot yang elastis.

(Adil, 2012) mengemukakan bahwa kelentukan badan ditentukan oleh jaringan pengikat di dalam dan di sekitar persendian serta otot-otot, dan juga tergantung pada bentuk kerangka persendian tersebut. Hal ini bahwa kelentukan dipergunakan agar supaya pada saat setelah melakukan sepakmula badan tetap lentur sehingga dapat kembali pada posisi siap untuk menerima bola dari lawan setelah melakukan sepak mula. Untuk mengembangkan kelentukan dapat dilakukan melalui latihan peregangan otot, seperti; peregangan dinamis dan peregangan statis, memperbaiki kelentukan daerah gerak suatu persendian, harus dilakukan beberapa bentuk peregangan yang dinamis dan statis agar badan dapat menjadi normal kembali atau bahkan kondisi lebih baik.

(Juliantine, 2000) Kelentukan memegang peranan yang penting dalam hampir setiap cabang olahraga. Selain untuk olahraga, kelentukanpun memegang peranan penting dalam menunjang kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat terlihat dalam dunia anak-anak maupun dunia orang tua. Dalam dunia anak-anak, kelentukan sangat penting karena dunia anak-anak adalah dunia bermain. Kegiatan bermain membutuhkan kelincahan, dan kelincahan membutuhkan kelentukan. Orang tua juga sangat memerlukan kelentukan karena fleksibilitas yang baik akan mendukung kemampuan gerak dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Harsono (1988:163) Kelentukan adalah kemampuan untuk melakukan gerak dalam ruang gerak sendi. Kelentukan merupakan prasyarat yang diperlukan untuk menampilkan suatu keterampilan yang memerlukan ruang gerak sendi yang luas dan memudahkan dalam melakukan gerakan-gerakan yang cepat dan lincah. Kelentukan yang dimiliki seseorang biasanya menggambarkan kelincahan seseorang dalam geraknya. Bahkan bagi para olahragawan dalam cabang olahraga yang dominan unsur kelentukannya, apabila kelentukannya tinggi akan menampakkan prestasi yang lebih baik  dibandingkan dengan olahragawan yang tingkat kelentukannya rendah. Juga menambahkan bahwa Hasil-hasil penelitian menunjukkan perbaikan dalam kelentukan memiliki implikasi positif pada beberapa hal diantaranya adalah.
a. mengurangi kemungkinan terjadinya cedera-cedera pada otot dan sendi.
b. membantu dalam mengembangkan kecepatan, koordinasi, dan kelincahan (agility).
c. membantu memperkembang prestasi.
d. menghemat pengeluaran tenaga (efisien) pada waktu melakukan gerakangerakan.
e. membantu memperbaiki sikap tubuh.

Daftar Pustaka Makalah Sepak Takraw
Sulaiman, 2008. Sepak Takraw. Semarang : UNNES Press.
Fouzee H.A,1989. Sepak Takraw.  Malaysia : Siri Maju SDN. BHD.
Shofian, Achmad , 2011. Kepelatihan Dasar Sepak Takraw. Jakarta: PT. Bumi Timur Jaya.
Harsono. 1988. Coaching dan Aspek-aspek Psikologis dalam Coaching. CVTambak Kesuma. Bandung
Sajoto. M. 1987. Kekuatan Dan Kondisi Fisik. Semarang : Effhara Daharsa Prize
Eri Pratiknyo Dwikusworo, 2010. Tes Pengukuran dan Evaluasi Olahraga. Semarang: Widya Karya.
Adil, A. 2012. Kontribusi Kekuatan Otot Tungkai Dan Kelentukan Terhadap Kemampuan Sepakmula Pada Permainan Sepaktakraw Pada Siswa SMP Negeri 30 Makassar. Jurnal ILARA. Vol 3. No 2. hlm. 40 – 46
Juliantine, T. 2000. Perbandingan berbagai macam   metode latihan peregangan dalam meningkatkan kelentukan. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung

Makalah Olahraga Sepak Takraw Teknik Dasar Servis Kondisi Fisik Serta Kekuatan Otot Tungkai Kelentukan Rating: 4.5 Posted By: Daud Royyan, M.Pd

2 comments:

  1. silahkan hubungi aku ya
    PINBBM-7-B-3-1-3-0-B-F, whatsapp : +6281326993756 "id303"
    untuk anda yang sedang mencari rezeki untuk kebutuhan hidup. ayo di coba kesempatan anda

    ReplyDelete
  2. Thanks for the information your article brings. I see the novelty of your writing, I will share it for everyone to read together. I look forward to reading many articles from you.
    wings io

    ReplyDelete