Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Wednesday, 3 May 2017

Makalah Tenis Teknik Dasar Pengertian Olahraga Macam Pukulan Pegangan Backhand Drive

Pengertian Olahraga Tenis - Menurut Scharff (1981:6) Tenis adalah olahraga (net) dan raket yang dimainkan oleh dua pemain (single = tunggal) satu dengan yang lain berhadapan, atau empat orang pemain (double = ganda) yang bermain dua lawan dua. Lapangannya juga disebut baan (bahasa belanda) atau court (bahasa inggris). Aslinya permainan ini dimainkan di atas rumput (lawn), karena itu nama tradisionalnya lawn tennis, mamun sekarang lapangan itu permukaannya ada yang terbuat dari kayu, semen, beton, aspal, pasir, atau tanah yang dikeraskan. Namun terkecuali dari bahan yang dipergunakan sebagai landasan, ukuran lapangan tenis diseluruh dunia tetap sama besar dan dinyatakan dengan cara yang sama. Untuk permainan single atau tunggal, lapangan berukuran panjang 78 kaki, lebar 27 kaki, dan di tengah dipisahkan oleh sebuah jaring (net) yang bagian tengahnya setinggi tiga kaki dan pada bagian dekat tiangnya setinggi 3 kaki dan 6 inci.

Garis batas sebelah menyebelah pinggir disebut garis pinggir sedangkan garis batas lain disebut baseline. pada kedua belah jaring, pada jarak 21 kaki dan sejajar dengan garis itu terdapat garis yang dinamai service line dan membagi lapangan menjadi dua  bagian sama besar, masing-masing disebut service court. Jadi seluruh untuk permainan single terbagi atas enam bidang : empat service court, dua back court. Garis pendek yang menandai pertengahan dari baseline disebut center mark.

Lapangan untuk permainan double diperluas dengan 4 kaki 6 inci kiri kanan, sehingga seluruhnya menjadi 36 kaki. Namun hal tersebut tidak mempengaruhi baik ruang main atau pada bidang service. Menurut jenis lapangan, ada lapangan dimana bola melambung keras dan cepat serta pula yang lunak. Urutan menurut jenis bahan adalah seperti : 1) rumput, 2) beton, 3) aspal, 4) tanah keras dan 5) pasir.

Olahraga tenis memiliki latar belakang dan tradisi yang mengajarkan sikap perilaku yang positif dan juga nilai sopan santun serta menjujung tinggi aturan-aturan yang berlaku dalam permainan. Oahraga tenis juga membutuhkan latihan dan kesabaran serta sebagian juga membutuhkan petunjuk-petunjuk profesional untuk mencapai suatu kesuksesan.

Keberhasilan seorang pemain tenis sebagian ditentukan oleh diri sendiri, karena kemampuannya dalam mengikuti proses latihan dengan didasari oleh niat yang kuat akan membawa perubahan pada peningkatan kemampuan. Setiap pemain tenis pasti ingin memiliki prestasi yang optimal, namun untuk mendapatkan prestasi tersebut seorang pemain tenis harus menguasai teknik dasar, kesiapan fisik yang prima, taktik, serta didukung oleh mental bertanding yang kuat yang dapat diperoleh dari pengalaman bertanding.

Teknik Dasar Tenis

Teknik dasar dalam permainan tennis merupakan salah satu penentu keberhasilan dalam menguasai permainan. Ada 4 (empat) teknik dasar dalam permainan tenis, seperti dikatakan Scharff (1981:24) bahwa “empat teknik dasar yang harus dikuasai dalam tenis lapangan yaitu : service, forehand drive, backhand drive dan volley. Sedangkan menurut Handono (2002:20) mengatakan bahwa dalam permainan tenis lapangan dikenal ada 8 teknik dasar yaitu : forehand, backhand, approachshot, volley, serve, return serve, dropshot, lob.
1.  Service
Serve, seperti telah lebih dulu dikatakan, menurut Handono (2002:39) serve adalah awal dari permainan, tetapi bagi pemain top dunia, serve bisa menjadi senjata yang mematikan. Saat ini pemain-pemain berusaha untuk melakukan serve sekeras-kerasnya, seperti yang dilakukan mark philippoussis, pete sampras. Karena bagi mereka serve bisa langsung mendapatkan poin, melalui ace serve. Sekarang ini service keras merupakan usaha yang sangatmenguntungkan. Menurut Borwn (2001:53) service merupakan bagian yang sangat penting khususnya dalam bermain tenis, karena angka tidak akan diperoleh tanpa melakukan service terlebih dahulu. Bahkan sebuah serve yang efektif menjadi kunci kemenangan, dikarenakan apabila service lemah maka lawan akan mempunyai kesempatan untuk menyerang dan mendapatkan angka dari setiap serangan, sedangkan pendapat lain mengatakan service adalah pukulan yang mengawali setiap permainan.

Menurut Handono Murti (2002:39), tidak mudah memang untuk memiliki serve yang keras, selain harus berlatih keras dan teratur, pemain-pemain yang memiliki servis keras juga harus memiliki tinggi badan yang cukup. Minimal 1,8 meter (180 cm). Untuk dapat melakukan serve yang keras pemain harus tahu bagaimana cara menimbulkan tenaga dan cara menggunakan gerak pecut (snapping), seperti yang mereka lakukan. Menurut Handono Murti (2002:41) ada beberapa macam teknik melakunan serve, yaitu kick serve, slice serve, twist serve.

2.  Forehand drive 
Menurut Magethi B (1990:13), forehand drive merupakan suatu jenis pukulan dimana raket digerakan ke belakang melalui samping badan, kemudian diayunkan ke depan untuk memukul. Drive adalah suatu pukulan yang biasanya dilakukan dari belakang lapangan dan setelah bola memantul.

Drive termasuk golongan groundstroke. Menurut Brown (2001:31) groundstroke adalah pukulan setelah bola memantul ke lapangan. Konsep dasar dari gerakan groundstroke adalah mengayun (swing). Ada beberapa drive dalam permainan tenis, yaitu forehand drive dan backhand drive. Forehand drive biasanya paling sering digunakan pada saat permainan. Sebagian besar dari permainan dan pertandingan tenis, pukulan forehand rata-rata lebih banyak digunakan dari pada pukulan lain.

Menurut Handono Murti (2002:21) mengatakan bahwa “pukulan ini biasanya selalu digunakan sebagai senjata utama pemain karena pukulan forehand biasanya lebih keras dari pada pukulan backhand. Pendapat ini sebenarnya kurang tepat, karena kalau kita lihat pemain-pemain top dunia, maka akan terlihat bahwa kedua pukulan, baik forehand maupun backhand, dapat dilakukan sama kerasnya dan sama cepatnya.

3.  Backhand drive
Menurut Handono Murti (2002:25), mengatakan bahwa backhand sama halnya dengan forehand, setiap pemain harus memiliki backhand yang baik dan solid. Perbedaan utama terletak pada posisi pukulanya saja, tetapi caranya sama. Kalau forehand anda memukul dengan bagian depan tangan (face of the hand). sedangkan backhand anda memukul dengan bagian belakang tangan (back of the hand). Menurut Handono Murti (2002:27) perhatikan perbedaan backswing antara drive dan topspin. Drive dilakukan sebatas pinggang atau lebihtinggi sedikit, tetapi topspin dilakukan dari posisi lebih ke bawah. Pada drive ini paling baik kalau anda menjemput bola. Artinya, pukul bolanya waktu memantul ke atas (on the rise) atau pukul bolanya saat mencapai puncak pantulan (on the top).

4.  Volley
Menurut Magethi B (1990:17), bahwa volley merupakan pemukulan bola sebelum menyentuh net, ada beberapa pukulan voley diantaranya half voley, lob volley, stop volley, volley drive. Voley dilakukan di dekat net, sehingga jarak pemukul dan lawan berada pada posisi yang dekat. Keadaan ini memaksa pemukul beraksi dengan cepat.

Kecepatan bola yang keras maka tak ada kesempatan untuk backswing. Bola sebaliknya dipukul di depan badan dan lebih dekat dengan net dibanding pukulan drive, volley dilakukan sebelum bola menyentuh tanah.

Magethi B (1990:17) volley adalah pemukulan bola sebelum bola menyentuh ke tanah. Sedangkan volley drive adalah pukulan yang dilakukan dengan mengayunkan raket jauh ke belakang, kemudian diayunkan ke muka memukul bola dengan daun raket tertutup, untuk memberi topspin pada bola yang dipukul agar tidak out. Pegangan raket dengan grip yang biasa digunakan untuk pukulan groundstroke drive.

Konsep dasar dari gerakan volley adalah mengeblok. Sama dengan grounstroke, teknik volley juga terdiri dari forehand dan backhand. Grip yang digunakan umumnya continental. Jenis-jenis teknik volley antara lain: volley attack (hit volley), volley counter attack, volley block, touch volley, volley folow through.
5. Approachshot
Handono Murti (2002:30) mengatakan bahwa pukulan approachshot juga bisa disebut pukulan serangan. Karena approachshot biasanya menekankan pada penempatan bola dengan tujuan untuk mempersulit lawan dan diakhiri dengan volley.

Pemain-pemain yang bertipe serve and volley akan banyak melakukan approachshot ini. Terutama sesudah melakukan return serve. Demikian juga dengan pemain pemain speed and power game. Meskipun demikian pada pemain jenis ke dua tidak selalu diikuti dengan maju ke depan untuk melakukan volley, tetapi melakukan pukulan menyerang kemudian kembali ke belakang. Pukulan approachshot selalu diikuti dengan gerakan maju ke depat net, sedangkan pukulan menyerang belum tentu diikuti dengan maju ke depan net. Pukulan menyerang adalah pukulan grounstroke biasa, hanya saja mereka melakukannya dengan tenaga penuh dan kecepatan pukulan on the top. Tujuan utamanya adalah untuk mempersiapkan mengambil bola selanjutnya.
6. Return serve
Return serve menurut Handono Murti (2002:43) adalah pukulan yang sama dengan pukulan groundstroke biasa. Hanya bedanya tekanan yang terjadi pada return service lebih besar. Karena apabila return service gagal, artinya permainan tidak mungkin berlangsung. Kegagalan para pemain, mereka tidak bisa membedakan antara groundstroke dan return service. Mereka pikir, kalau  sudah memiliki groundstroke yang baik dapat juga melakukan return serve dengan baik pula. Mereka lupa bahwa, meskipun tindakannya sama antara return serve dan groundstroke, tetapi pada retrun serve mereka menghadapi kecepatan bola yang lebih cepat. Karena pada permainan yang melakukan serve tenaga pukul yang dilontarkan jauh lebih besar dari ada pemain yang melakukan pukulan groundstroke biasa. Pemain tenis sebenarnya diawali oleh dua macam pukulan. Yang pertama return, bagi pemain yang memulai permainan dan return serve bagi yang mengembalikan pukulan.
7. Dropshot
Salah satu senjata yang saling berguna setelah melakukan rally-rally panjang dalam permainan tenis adalah dropshot. Meskipun jenis pukulan ini baik, tetapi jangan terlalu sering dilakukan. Karena jika pelaksanaanya tidak sempurna akan berakibat fatal. Handono Murti (2002:45) dropshot yang baik adalah jika pantulan bolanya tidak tinggi dan jatuhnya didaerah servis tidak terlalu jauh dari net. 

Pukulan backhand drive merupakan pukulan yang paling lemah. Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor, seperti dikemukakan oleh B Yudiprasetio (1981:80-84) bahwa sebab-sebab hasil backhand tidak memuaskan diantaranya yaitu : (1) bahu kanan tidak terarah ke jaring, (2) badan tidak diputar kekiri sebelum backswing dimulai, dan tidak diputar lagi ke kanan pada saat melakukan forward swing, (3) bola tidak di samping pelajar, sehingga forward swing tidak dapat dipaksakan sebagai mana mestinya, (4) kaki kanan tidak dimuka, (5) backswing dimulai terlambat, sehingga pukulan dilakukan dengan tergesa-gesa, (6) pelaksanaan forward swing tidak dimulai dengan memutar bahu kanan, namun dengan mengayunkan lengan saja, (7) follow through tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya, namun merupakan lanjutan dari forward swing.

Berdasarkan uraian di atas mengenai masih lemahnya pukulan backhand drive dibandingkan pukulan yang lain, maka penulis tertarik untuk meneliti mengenai metode latihan yang dapat meningkatkan penguasaan teknik backhand drive yaitu dengan metode bertahap ke belakang dan metode bertahap ke samping terhadap kemampuan melakukan backhan drive.

Macam-macam Pukulan Tenis

Menurut  B Yudoprasetio (1981:43) menyatakan bahwa : “pukulanpukulan dalam permainan tenis digolongkan dalam tiga golongan, yakni : groundstroke, volley’s dan overhead stroke. Yang tergolong dalam grounstroke adalah drive, lob, drop, shot, dan half volley. Half volley berarti setengah volley. Demkikian bola tidak didrive dan tidak divolley. Bola jatuh dilapangan dan padasaat bola memantul, bola diayunkan kembali. Karena bola sudah menyentuh tanah (lapangan), maka half volley tergolong dalam groundstroke juga. Tergolong dalam volley adalah volley biasa, drop volley, volley drive, dan lob volley. Groundstroke dan volley dapat dilakukan baik dengan forehand maupun backhand. Tergolong dalam overhead stroke adalah serve dan smash.

Overhead stroke adalah pukulan dalam permainan tenis yang dilakukan dengan cara perkenaan bola terhadap raket berada di atas kepala. Pukulan overhead stroke terdiri dari dua bentuk pukulan yaitu serve dan smash. Smash adalah pukulan yang dilakukan terhadap bola yang posisinya agak tinggi di atas kepala (B Yudoprasetio, 1981:113). Smash menurut Magethi B (1990:35) pukulan smash sering dianggap sebagi tembakan serangan yang paling banyak dilakukan dalam tenis. Konsep dasar dari gerakan smash adalah melempar atau (throwing) sama dengan teknik service. Perbedaan terletak pada datangnya bola, kalau service diumpan sendiri, tetapi kalau smash bola berasal dari lawan. Pada umumnya menggunakan flat service tetapi ada juga yang melakukan smash menggunakan cara seperti slice service.

Magethi B (1990:79), lob merupakan pukulan lamban. Konsep dasar dari gerakan lob adalah mengangkat (pull-up). Lob merupakan salah satu teknik untuk menyerang dan menyelamatkan posisi tenis. Dalam lintasan bola padateknik lob juga dapat dengan cara topspin, jadi tidak sekedar mengangkat bola saja. Drive yang dilakukan terhadap bola di samping kiri pemain disebut backhand drive. Menurut Handono Murti (2002:27) pukulan backhand drive dilakukan hanya sebatas pinggang atau lebih tinggi sedikit, pada drive ini paling baik kalau anda menjemput bola. Artinya, pukul bolanya waktu memantul ke atas atau (on the rise) atau pukul bolanya pada saat mencapai puncak pantulan (on the top).

Gambar 2.1 Pukulan Backhand drive
sumber: Handono Murti 2002,26

Pukulan backhand drive dilakukan dari sisi kiri pemain yang menggunakan tangan kanan pemain atau dari sisi kanan pemain yang menggunakan tangan kiri (kidal) untuk memuklul bola. Berdasarkan pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa backhand drive adalah suatu pukulan dalam permainan tenis lapangan yang dilakukan dalam suatu swing atau ayunan ke samping kiri secara penuh, kemudian dengan raket diayunkan ke samping badan lalu diayunkan ke depan untuk memukul bola secara datar di atas net setelah memantul sekali dilapangan. Ayunan raket saat pukulan backhand drive yang baik diperlukan teknik-teknik pukulan yang benar dari cara berdiri, ayunan ke belakang, ayunan depan, saat pukulan, dan gerakan lanjutan. Setiap tahap sama pentingnya untuk memperoleh pukulan keras dan berirama. Pukulan dari awal sampai akhir harus lancar dan merupakan kordinasi dari gerak kaki, gerak badan, dan gerak tangan. Disebut kordinasi karna sulit untuk memukul tanpa gerak kaki yang baik, sedangkan pukulan yang dilakukan dengan tangan saja akan kekurangan tenaga dan kekuatan sebenarnya.

Jenis Pukulan Backhand 

Sama halnya dengan forehand, setiap pemain harus memiliki backhand yang solid dan baik. Perbedaan utamanya terletak pada posisi pukulnya saja, tetapi caranya sama. Kalau forehand anda memukulnya dengan bagian depan tangan (fore of the hand), sedangkan backhand anda memukul dengan bagian belakang tangan (back of the hand). 

Menurut Handono Murti (2002:25) pukulan backhand pada permainan tenis lapangan dibedakan menjadi 4 pukulan yaitu : 1) backhand topspin, 2) backhand drive, 3) backhand slice, 4) two handed backhand (atau backhand 2 tangan).

Backhand Drive

Backhand adalah pukulan yang dilakukan dengan mengayunkan raket lewat depan badan, ke belakang, selanjutnya diayunkan ke depan untuk bertubukan dengan bola (Magethi B, 1999:12).

Gambar 2.2 Pelaksanaan backhand drive
Sumber: Jim Brown 2001:35

Sedangkan drive adalah jenis pukulan, biasanya pukulan dari belakang lapangan, setelah bola memantul (Magethi B, 1999:13).

Kesimpulannya, bahwa backhand drive adalah pukulan yang dipukul dengan cara melewati depan badan yang dilakukan atau dipukul dari belakang lapangan setelah bola memantul.

Teknik Dasar Pegangan Backhand 

Pegangan backhand dengan satu tangan (single handed), menurut Magethi B (1990:42), secara umum ada tiga macam pegangan standar yang biasa digunakan pemain tenis lapangan. Ketiga jenis pegangan itu yaitu: 1) pegangan eastern, 2) pegangan western, 3) pegangan continental

Gambar 2.3 pegangan eastern backhand
Sumber: Jim Brown 2001:33

Menurut Brown J (2001:33) anda dapat memegang raket untuk pukulan backhand setidaknya dengan 3 cara yang sesuai. Cara yang paling umum adalah backhand eastern. Dengan cara ini, pada orang yg tidak kidal pergelangan harus  berada agak kekiri dari bagian atas pegangan raket (menangkup raket, dengan tepinya tegak lurus terhadap lapangan) pada orang kidal pergelangan harus berada agak ke kanan dari bagian atas. 


Gambar  2.4 pegangan continenlat backhand
Sumber: Jim brown 2001:34

Pemain-pemain dengan lengan bawah yang kuat mungkin ingin menggunakan cara memegang continental. Disini pergelangan di bagian atas pegangan raket. Ibu jari anda harus lebih membantu dari belakang sebab pergelangan tidak berada dibelakang raket. Kerugiannya adalah dari beberapa pemain tidak akan merasa nyaman dalam memukul dengan cara ini karena continental berada diantara cara forehand dan backhand. 


Gambar 2.5 pegangan backhand dua tangan
Sumber: Jim Brown 2001:34

Sedangkang untuk pegangan backhand dua tangan (two handed) menurut Magethi B (1990:49), pada dasarnya backhand dua tangan dapat membantu pemain untuk meletakan berat badan tubuhnya pada tembakan, tapi untuk mendapatkan posisi ideal untuk memukul diperlukan gerakan yang cepat dan baik. Pemain dengan dua tangan sering membutuhkan kecepatan kaki yang lebih tinggi untuk membuat pukulannya menjadi senjata mematikan.

Teknik Pukulan Backhand Drive

Latihan penguasaan teknik dasar sangat penting untuk mengembangkan permainan tenis, karena dengan penguasaan teknik yang baik dan benar dapat meningkatkan kemampuan bermain tenis seara optimal. 
1. Posisi siap (ready posisi)
Posisi siap adalah siap menanti pada waktu menerima serve maupun mengembalikan bola dari lawan untuk bermain. Posisi berdiri untuk melakukan pukulan backhand drive biasanya dilakukan disekitar garis belakang atau baseline.

Demi berhasilnya kelangsungan pukulan backhand drive posisi siap ini perlu diperhatikan oleh setiap pemain. Dengan mulai dari posisi siap selagi menanti bola dan kembali lagi ke posisi siap akan memberikan kesempatan kepada setiap pemukulan yang dilancarkan dengan baik. Sikap siap harus selalu dilakukan oleh petenis waktu menyongsong bola yang akan datang dan juga harus dilakukan setelah pemain selesai memukul bola. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Gambar 2.6 Sikap siap (ready position)
Sumber: elearning.unesa.ac.id
2. Backswing
Pemain bukan kidal, tangan kiri menarik raket ke belakang, lengan kanan diluruskan, badan diputar ke kiri sehingga pemain menghadap pagar samping kiri, sehingga badan memutar kekiri dan badan akan memperoleh posisi tegak lurus terhadap jaring, berat badan bertumpu pada kaki kiri. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 2.7 Backswing melakukan backhand drive
Sumber: Jim Brown 2001:35
3.  Forward swing
Kaki kanan dilangkahkan ke muka, sehingga ujung sepatu menunjuk garis samping sebelah kiri, dan bahu kanan terarah tegak lurus terhadap jaring. Langkahkan kaki kanan ke muka harus segera disusul dengan ayunan raket ke muka. Ayunan lengan ke muka dimulai dengan memutar bahu kanan, untuk meringankan ayunan lengan, lengan yang diayunkan harus tetap lurus, yang menyapu bola harus lengan seluruhnya (bagian atas dan bagian bawah) beserta raketnya, bukan lengan bagian bawah saja. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar berikut :
Makalah Tenis

Gambar 2.8 Forwardswing melakukan backhand drive
Sumber: Jim Brown 2001:35
4.  Gerak lanjutan
Gerak lanjutan merupakan gerakan setelah melakukan pukulan backhand. Gerakan ini harus dilakukan dengan lengan lurus, daun raket tetap tegak lurus terhadap lapangan, berakhir dengan tangan kanan kira-kira setinggi bahu kanan, dan badan menghadap jaring pada akhir follow through. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 2.9  Follow through melakukan backhand drive
Sumber: Jim Brown 2001:35
5. Gerakan kaki (foot work)
Pemain harus bergerak ke kiri. Setelah diperoleh jarak yang tepat, selanjutnya kaki kiri ditarik ke belakang atau kaki kanan ditarik ke depan, tergantung posisi yang dianggap sesuai, setelah itu bola disapu pada posisi yang tepat yaitu pada saat bola berada diantara lutut dan pinggang (B. Yudoprasetio, 1981:78) lihat gambar berikut : 

Gambar 2.10 Rangkaian pelaksanaan pukulan backhand drive
Sumber: Lardner 1996:49

Saat ini terdapat dua jenis pukulan backhand yang populer digunakan, yaitu: backhand menggunakan satu tangan dan backhand menggunakan dua tangan. Masing-masing pukulan memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, saat ini pukulan backhand dua tangan lebih banyak dipakai oleh pemain pro karena efektivitasnya. Saya akan coba membahas kedua teknik pukulan ini satu per satu.
6. Backhand satu tangan
Terdapat beberapa keuntungan dalam memakai backhand satu tangan. Pertama, anda memperoleh keuntungan dari jangkauannya yang panjang sehingga bola-bola yang melebar dapat ditangani dengan lebih mudah. Kedua lebih mudah untuk melakukan voli dari grip satu tangan dan umumnya pemain yang memiliki backhand satu tangan lebih jago dalam memukul voli dari pada pemain yang memiliki backhand dua tangan. Terdapat 2 jenis grip yang dapat anda pakai dalam melakukan backhand dua tangan, yaitu eastern dan fulleastern (western) grip. anda dapat melihat detailnya disini:                     

Tahap-tahap gerakan backhand satu tangan adalah sbb:

Dari posisi bersiap, anda bergerak ke arah bola datang dan telah menentukan zona pukulan serta grip yang akan anda pakai. Zona pukulan untuk pukulan backhand satu tangan yang baik adalah agak di depan badan anda.

Gambar 2.11 Posisi Siap Backhand Satu tangan
Sumber: http://prasso.wordpress.com

Raket diayunkan ke belakang beserta bahu dan punggung anda. Stance yang dipakai dalam backhand satu tangan umumnya adalah closed stance dimana posisi badan tegak lurus terhadap net  atau garis baseline.

Gambar 2.12 Backswing Backhand Satu Tangan 
Sumber: http://prasso.wordpress.com

Raket diayunkan ke depan menuju titik kontak dengan bola dan usahakan kontak berada pada sweet spot dari raket. Ingat, titik kontak sebaiknya berada agak di depan badan dan bukan di samping.

Gambar 2.13 Perkenaan Raket Pada Bola Backhand Satu tangan
Sumber: http://prasso.wordpress.com

Kemudian ayunan diteruskan untuk melakukan tahap follow through kirakira ke arah jam 2 badan anda

Gambar 2.14 Posisi Awal Backhand Satu Tangan 
Sumber: http://prasso.wordpress.com
7.  Backhand dua tangan
Backhand ini merupakan yang paling populer digunakan oleh pemain tenis saat ini. Keuntungan dari grip ini adalah ayunannya yang efisien dan tenaga ekstra yang dihasilkannya karena menggunakan dua tangan. Namun, kekurangannya terutama dalam menghadapi bola-bola yang melebar dikarenakan tumpuan ayunan yang menggunakan 2 bahu. Grip yang dipakai dalam melakukan pukulan ini adalah tangan kanan berada pada ujung gagang raket dengan grip continental dan tangan kiri berada di atasnya dengan grip semi-western. Untuk selengkapnya dapat anda baca disini. Tahapan untuk melakukan backhand dua tangan adalah sbb:

Dari posisi bersiap, anda bergerak ke arah bola datang dan telah menentukan zona pukulan serta grip yang akan anda pakai. Zona pukulan untuk pukulan backhand dua tangan yang baik adalah di samping badan anda disekitar daerah pinggang.

Gambar 2.15 Posisi Persiapan Backswing Backhand dua tangan
Sumber: http://prasso.wordpress.com

Raket diayunkan ke belakang pada posisi kira-kira sejajar pinggang anda. Stance yang dipakai dalam backhand dua tangan umumnya closed stance, namun dapat pula dilakukan dengan open stance.
Macam Pukulan Pegangan Backhand Drive

Gambar 2.16 Backswing Penuh Backhand Dua Tangan
Sumber: http://prasso.wordpress.com

Raket diayunkan ke depan menuju titik kontak dengan bola dan usahakan kontak berada pada sweetspot dari raket. Dalam ayunan ke depan ini, tangan kiri memegang peran yang dominan sedangkan tangan kanan sebagai penyeimbang dan pengarah bola.


Gambar 2.17 Perkenaan Bola Dengan Raket Backhand Dua Tangan
Sumber : http://prasso.wordpress.com

Kemudian ayunan diteruskan ke samping badan anda hingga raket ke arah punggung untuk melakukan tahap follow through.

Gambar 2.18 Posisi Awal Persiapan Backswing Backhand Dua tangan
Sumber: http://prasso.wordpress.com

Bagi pemula yang mungkin pernah bermain bulutangkis atau tenis meja, cenderung agak janggal ketika berlatih tenis terutama untuk pukulan backhanddua tangan karena pukulan ini menggunakan tangan yang non dominan sebagai utamanya sedangkan tangan dominan sebagai penyeimbang dan pengarah bola. Untuk melatihnya anda bisa mencoba berlatih memukul forehand memakai tangan non-dominan anda. Apabila anda telah dapat memukul dengan baik dan konsisten, barulah mencoba untuk memukul dengan 2 tangan.

Daftar Pustaka Makalah Olahraga Tenis
Scharff, R. 1981, Bimbingan Main Tenis Cepat dan Mudah. Jakarta:  Mutiara.
Handono Murti. 2002. Tenis sebagai prestasi dan profesi. Jakarta : Tyas Biratno Pallal.
Brown, J. 2007. Tenis Tingkat Pemula. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Magethi, Bey. 1999, Tenis Bintang. Bandung : CV. Pioner Jaya.
Yudoprasetio. 1981. Belajar Tenis Jilid 1. Jakarta : Bathara Karya Aksara
Lardner, R. 1992. Teknik Dasar Tenis Strategi dan Teknik Yang Akurat.  Semarang : Dahara Prize.
http://prasso.wordpress.com

Makalah Tenis Teknik Dasar Pengertian Olahraga Macam Pukulan Pegangan Backhand Drive Rating: 4.5 Posted By: Daud Royyan, M.Pd

3 comments:

  1. Terpercaya www(titik)id303(titik)com
    PINBBM-7-B-3-1-3-0-B-F, whatsapp : +6281326993756

    ReplyDelete
  2. Thanks for sharing. I hope it will be helpful for too many people that are searching for this topic.
    -earn to die
    -age of war
    -plants vs zombies

    ReplyDelete
  3. Thanks for the information your article brings. I see the novelty of your writing, I will share it for everyone to read together. I look forward to reading many articles from you.
    wingsio

    ReplyDelete