Pengertian Nuklir adalah Kata nuklir mungkin sudah tidak asing lagi didengar. Nuklir, sebuah kata yang saat ini banyak diberitakan di media cetak maupun elektronik terkait Korea Utara yang telah melakukan ujicoba nuklirnya pada 12 Pebruari 2013 silam. Istilah nuklir mulai dikenal masyarakat dunia setelah terjadinya serangan bom nuklir di kota Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus1945(“Serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki” sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_bom_atom_di_Hiroshima_dan_Nagasaki terakhir diakses tanggal 14 Juni 2013 pukul 13:59 WIB) yang meluluhlantakkan kedua kota tersebut dalam sekejap dan menimbulkan ribuan orang tewas akibat luka dan sakit sebagai akibat dari radiasi yang dikeluarkan oleh bom serta menimbulkan kerusakan lingkungan hidup.
Akibat dari peristiwa tersebut, sebagian orang seringkali mengkaitkan pengertian nuklir ini dengan sesuatu yang sangat berbahaya. Dalam hal ini, yang semakin membuat orang semakin resah adalah dengan adanya penggunaan teknologi nuklir yang dapat membunuh manusia. Sebagian orang secara langsung mendefinisikan bahwa nuklir adalah senjata nuklir (Negara pemilik senjata nuklir yang dikonfirmasi adalah Amerika Serikat, Rusia, Britania Raya (Inggris), Perancis, Republik Rakyat Cina, India, Korea Utara dan Pakistan. Selain itu, negara Israel dipercayai mempunyai senjata nuklir, walaupun tidak diuji dan Israel enggan mengkonfirmasi apakah memiliki senjata nuklir ataupun tidak. Sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Senjata_nuklir terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 00:35 WIB) itu sendiri. Hal ini disebabkan teknologi nuklir yang kita miliki sudah cukup untuk membuat benda (bom) yang memiliki daya ledak yang sangat besar. “Apa itu Nuklir…!!” sebagaimana dimuat dalam http://www.warintek.ristek.go.id/nuklir/difinisi_nuklir.html terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 00:44 WIB
Selain itu, bayangan buruk peristiwa ledakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl pada tanggal 26 April 1986(“Bencana Chernobyl” sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Bencana_Chernobyl terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 00:51 WIB) yang juga menelan banyak korban jiwa serta timbulnya radiasi nuklir yang mengakibatkan kerugian dimana jumlah pekerja yang dilibatkan untuk menanggulangi bencana ini sekitar 500.000 orang, dan menghabiskan dana sebesar 18 miliar rubel dan mempengaruhi ekonomi Uni Soviet(“From interviews with Mikhail Gorbachev, Hans Blix and Vassili Nesterenko. The Battle of Chernobyl. Discovery Channel. Relevant video locations: 31:00, 1:10:00.” Dikutip dari sumber “Bencana Chernobyl” sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Bencana_Chernobyl terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 00:51 WIB) serta terjadinya sejumlah kematian setelah peristiwa tersebut. Kejadian tersebut menimbulkan stigma bahwa nuklir itu adalah sesuatu yang berbahaya tanpa mengetahui dengan pasti apa itu nuklir dan manfaat positif yang dimilikinya.
Dalam pengertian umum, nuklir adalah berhubungan dengan atau menggunakan inti atau energi (tenaga) atom. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Jakarta: Balai Pustaka, 1989), hlm. 618
Segala sesuatu yang berkaitan dengan nuklir adalah berhubungan dengan atom. Atom merupakan bagian terkecil dari suatu benda yang terdiri atas proton, neutron dan elektron. Nuklir merupakan inti atom yang tersusun dari proton dan neutron, namun proton dan neutron ini juga tersusun dari beberapa partikel yang jauh lebih kecil bernama kuark. Ngarayana. “Nuklir Untuk Kehidupan” sebagaimana dimuat dalam http://www.batan.go.id/psjmn/?p=137 terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 2:23 WIB
Kejadian pada kehidupan sehari-hari, fenomena alam, jarang sekali berkaitan dengan reaksi nuklir. Hampir semuanya melibatkan gravitasi dan elektromagnetik. Keduanya adalah bagian dari empat gaya dasar dari alam, dan bukanlah yang terkuat. Namun dua lainnya, gaya nuklir lemah dan gaya nuklir kuat adalah gaya yang bekerja pada range yang pendek dan tidak bekerja di luar inti atom. Inti atom terdiri dari muatan positif yang sesungguhnya akan saling menjauhi jika tidak ada suatu gaya yang menahannya. “Teknologi Nuklir” sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_nuklir terakhir diakses tanggal 14 Juni 2013 pukul 14:24 WIB
Dalam fisika nuklir, dikenal dengan dua reaksi nuklir yakni reaksi fusi dan reaksi fisi. Jika inti atom bertabrakan, dapat terjadi fusi nuklir. Proses ini akan melepas atau menyerap energi. Ketika inti atom hasil tabrakan lebih ringan dari besi, maka pada umumnya fusi nuklir melepaskan energi. Ketika inti atom hasil tabrakan lebih berat dari besi, maka pada umumnya fusi nuklir menyerap energi.“Teknologi Nuklir” sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_nuklir terakhir diakses tanggal 14 Juni 2013 pukul 14:40 WIBFusi nuklir (reaksi termonuklir) adalah sebuah proses saat dua inti atom bergabung, membentuk inti atom yang lebih besar dan melepaskan energi. Fusi nuklir merupakan sumber energi yang menyebabkan bintang bersinar dan bom hidrogen meledak. “Fusi nuklir” sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Fusi_nuklir terakhir diakses tanggal 14 Juni 2013 pukul 14:42 WIB
Fisi nuklir adalah proses pembelahan inti menjadi bagian-bagian yang hampir setara, dan melepaskan energi dan neutron dalam prosesnya. Jika neutron ini ditangkap oleh inti lainnya yang tidak stabil, inti tersebut akan membelah juga dan memicu reaksi berantai.“Teknologi Nuklir” sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_nuklir terakhi diakses tanggal 14 Juni 2013 pukul 15:08 WIB Reaksi fisi nuklir adalah reaksi pembelahan inti atom (nukleus) akibat tubrukan inti atom lainnya sehingga menghasilkan energi dan atom baru yang mempunyai massa lebih kecil dan juga radiasi elektromagnetik. Kalau reaksi fisi menghasilkan radiasi elektromagnetik(Radiasi adalah energi yang dipancarkan dalam bentuk partikel atau gelombang. Jika suatu inti tidak stabil, maka inti mempunyai kelebihan energy dan tidak dapat bertahan sehingga inti akan melepaskan kelebihan energi dan mungkin melepaskan satu atau dua atau lebih partikel atau gelombang sekaligus. Setiap inti yang tidak stabil akan mengeluarkan energi atau partikel radiasi yang berbeda. Dikutip dari sumber “Pengenalan Radiasi” sebagaimana dimuat dalam http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/1-2.htm terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 12:36 WIB), maka reaksi fusi menghasilkan radiasi sinar alfa, beta dan gamma.( “Reaksi Nuklir”, dikutip dari sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_nuklir, terakhir diakses tanggal 12 April 2013 pukul 09:56 WIB) Ketiga jenis radiasi terjadi secara alami dimana radiasi sinar gamma adalah yang paling berbahaya dan sulit ditahan.
Nuklir merupakan benda misterius yang mana manusia selalu berusaha untuk menguak rahasianya. Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meneliti teknologi nuklir tersebut. Albert Einstein (1879-1955), melalui teori Relativitas Khusus mengungkapkan bahwa massa dapat dianggap sebagai bentuk lain dari energi. Menurut Einstein, jika entah bagaimana massa diubah menjadi energi, dan akan mungkin untuk membebaskan sejumlah besar energi. Hal ini kemudian diteliti dan dikembangkan oleh ilmuwan-ilmuwan lain dan akhirnya menemukan energi nuklir dengan berbagai pengaplikasian teknologi nuklir tersebut. Akan ada banyak manfaat yang diperoleh manusia jika teknologi nuklir ini dimanfaatkan secara benar.
Awal penemuan nuklir oleh manusia adalah ketika Wilhem K. Roentgen (1845-1923), fisikawan berkebangsaan Jerman, pada tahun 1895 menemukan jenis sinar yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Karena belum dikenal, maka sinar ini diberi nama sinar X. Untuk menghargai jasa beliau dalam penemuan sinar X tersebut maka sinar tersebut dinamai juga sebagai sinar Roentgen. Mukhlis Akhadi. “Memahami Asas Optimalisasi dalam Proteksi Radiasi”. Buletin ALARA Vol. 1 No. 1, Agustus 1997. Hlm. 1
Setelah penemuan sinar X, berselang satu tahun ditemukanlah gejala radioaktivitas oleh ahli fisika Perancis, Antonie Henri Becquerel ketika ia melakukan percobaan plat-plat fotonya diburamkan oleh sinar dari uranium(Unsur Uranium (U) pertama kali juga ditemukan oleh Antonie Henri Becquerel.) dimana selanjutnya bahan yang memiliki sifat yang sama lebih dikenal dengan istilah bahan radioaktif. Pada tahun 1898, pasangan suami-istri berkebangsaan Perancis, Pierre Curie (1859-1905) dan Marie Curie (1867-1905) memulai proyek yang berujung pada penemuan unsur baru yaitu Polonium (Po) dan Radium (Ra)( “Sejarah Perkembangan Nuklir di Dunia” sebagaimana dimuat dalam http://www.infonuklir.com/read/detail/198/sejarah-perkembangan-nuklir-di-dunia terakhir diakses tanggal 12 April 2013 pukul 10:32 WIB) yang dapat memiliki sifat yang sama dengan unsur Uranium (U)(Polonium (Po), Radium (Ra) dan Uranium (U) mampu memancarkan radiasi secara spontan).
Pada tahun 1902, seorang ahli fisika berkebangsaan Inggris, Ernest Rutherford (1871-1937) dan ahli kimia Frederick Soddy (1877-1956) menerangkan peluruhan radioaktif yang mengubah unsur seperti radium menjadi unsur lain sambil menghasilkan energi. Hingga akhirnya berselang tiga tahun, Albert Einstein (1879-1955) berkebangsaan Jerman, menunjukkan kesetaraan massa dan energi dalam persamaan , sebagai bagian dari Teori Kenisbian (Relativity) Khusus. Persamaan ini bahkan meramalkan bahwa energi yang amat besar terkunci di dalam materi dan dapat dilepaskan.
Pada tahun 1910, Soddy mengusulkan adanya isotop - bentuk unsur yang memiliki sifat-sifat kimia sama tetapi berat atomnya berbeda. Pada tahun 1911, Rutherford, dengan menggunakan partikel alfa, menyelidiki bagian dalam atom dan menemukan intinya yang berat. Pada tahun 1913, Francis William Aston (1877-1945), ahli kimia berkebangsaan Inggris, secara meyakinkan menunjukkan adanya isotop. Ahli fisika Denmark, Niels Henrik David Bohr (1885-1962) mengajukan teorinya berdasarkan apa yang telah ditemukan oleh Rutherford dan teori kuantum ahli fisika Jerman, Max Planck (1858-1947). Pada tahun 1919, Rutherford menunjukkan perubahan nitrogen menjadi oksigen dan hidrogen setelah dibentur oleh partikel alfa. Ini adalah reaksi nuklir pertama yang diamati oleh manusia.
Pada tahun 1928, dalam langkah-langkah pertama ke arah pemahaman dasar mengenai nuklir, Edward Condon (1902-1974), Ronald Wilfred Gurney (1898-1953) dan George Gamow (1904-1968), orang Amerika yang lahir di Rusia, dalam penyelidikan tersendiri, menerangkan bagaimana partikel alfa dipancarkan dari inti. Deuterium, isotop berat hidrogen yang kemudian dipakai dalam bom hidrogen (bom-H) yang pertama, ditemukan ahli kimia Amerika, Harold Urey (1893-1981) pada tahun 1931.
Berselang satu tahun, ahli fisika Inggris John Cockroft (1897-1967) dan ahli fisika Irlandia Ernest Walton (1903-1995) bekerja sama dalam mengubah litium menjadi inti helium, memakai proton yang dipercepat dengan alat pemecah atom sederhana. Ini merupakan pembuktian ekperimental yang pertama terhadap rumus Einstein, . Neutron, partikel penyusun atom yang ternyata merupakan kunci ke arah pembelahan inti, ditemukan oleh ahli fisika Inggris James Chadwick (1891-1974).
Pada tahun 1933, Irene Joliot-Curie (1897-1956) yang merupakan anak dari Marie dan Pierre Curie bersama suaminya Frederic Joliot-Curie (1900-1958), ahli fisika Perancis, menunjukkan bahwa beberapa atom yang stabil, mengalami reaksi nuklir bila dibentur oleh partikel alfa dan berubah menjadi isotop tak stabil berumur pendek. Inilah keradioaktifan berumur buatan pertama.
Pada tahun 1938, Hans Bethe (1906-2005) di Amerika Serikat berteori bahwa energi matahari berasal dari reaksi fusi, suatu proses yang memadukan dua inti ringan dan melepaskan energi yang jumlahnya besar. Istilah reaksi ini yang kini menghasilkan ledakan bom-H. Pada tahun 1939, Otto Hahn (1879-1968) dan Fritz Strassmann (1902-1980) di Berlin menembaki uranium dengan neutron dan menemukan unsur Barium (Ba) yang lebih ringan sebagai hasil dari reaksi itu, tetapi tidak dapat menjelaskan percobaan munculnya Barium (Ba) tersebut. Pelarian Jerman, Otto Frisch (1904-1979) dan Lise Meitner (1878-1968) menjelaskan percobaan Hahn dan Strassmann tentang fisi adalah pembelahan suatu inti berat menjadi inti-inti yang lebih ringan, misalnya inti barium, dengan melepaskan banyak energi. Frederic Joliot-Curie menunjukkan bahwa fisi satu atom uranium oleh satu neutron menghasilkan dua atau tiga neutron bebas. Ini menyarankan kemungkinan reaksi berantai. Dalam reaksi ini neutron baru melanjutkan dan memperluas reaksi yang dimulai oleh pembenturan neutron awal. Bohr meramalkan bahwa uranium-235 akan membelah bila ditembak neutron, tetapi U-235 sangat langka(Uranium-235 adalah isotop uranium yang ketersediaannya hanya sekitar 0,72% dari uranium alam . Uranium-235 adalah fisil berbeda dengan Uranium-238 dimana ia dapat mempertahankan fisi reaksi berantai . Ini adalah satu-satunya isotop fisil yang ditemukan dalam jumlah yang signifikan di alam.). Albert Einstein di Amerika Serikat pada Lembaga Penelaahan Lanjut memperingatkan Presiden Roosevelt akan bahaya militer dari energi atom.
Pada tahun 1940, para ahli kimia di Universitas California yang dipimpin oleh Glenn Seaborg (1912-1999) dan Edwin McMillan (1907-1991) menemukan plutonium, hasil penembakan U-238 yang radioaktif, dan pengganti yang baik dari U-235 yang langka. Metode difusi gas untuk memisahkan isotop-isotop uranium dikembangkan di Universitas Kolombia. Berselang dua tahun, dibawah pengarahan Enrico Fermi (1901-1954) reaktor nuklir(Reaktor nuklir adalah tempat dimana reaksi nuklir dapat berlangsung secara terkendali.) pertama dibangun, dan pada tanggal 2 Desember 1942, berlangsung reaksi berantai pertama dalam proyek yang diprakarsai dan dikoordinasi oleh Arthur Holly Compton (1892- 1962).
Suatu program atom militer Amerika Serikat dengan nama “Manhattan Project”, dibentuk dibawah pimpinan Mayor Jenderal Leslie R. Groves. Di Oak Ridge, Tennessee, spektrometer massa dipergunakan untuk memproduksi U-235 murni di bawah pengarahan Ernest Orlando Lawrence (1901-1958). Pembangunan laboratorium bom atom dimulai di Los Alamos, New Mexico, di bawah pengarahan Julius Robert Oppenheimer (1904-1967).(“Sejarah Perkembangan Nuklir di Dunia” sebagaimana dimuat dalam http://www.infonuklir.com/read/detail/198/sejarah-perkembangan-nuklir-di-dunia terakhir diakses tanggal 12 April 2013 pukul 10:32 WIB)
Pada tahun 1943, reaktor-reaktor dibangun di Hanford, Washington, untuk memproduksi plutonium. Akhirnya bom atom pertama diletuskan di Alamogordo, New Mexico, pada 16 Juli 1945. Bom atom pertama yang dibuat dan digunakan untuk kepentingan militer menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus yang menandakan berakhirnya Perang Dunia II dengan mengalahnya pemerintahan Jepang kepada sekutu.
Implikasi Penemuan Nuklir
Penemuan nuklir merupakan salah satu penemuan besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Sejak dikembangkannya reaktor nuklir oleh Enrico Fermi, semakin banyak teknologi baru yang tercipta dari teknologi nuklir serta pemanfaatan radiasi dari teknologi nuklir yang tidak hanya membahayakan tetapi juga dapat memberi manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh manusia.
1. Dampak Positif
Pemanfaatan nuklir merupakan salah satu alternatif dalam penyediaan pasokan energi. Penggunaan energi nuklir akan berdampak pada penghematan bahan bakar fossil berupa gas, minyak bumi, dan batubara, dimana dulu sebagian besarnya digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Dengan menggunakan energi nuklir untuk menghasilkan listrik akan mengurangi perlunya membakar bahan bakar ini, sehingga cadangannya dapat bertahan lama. Hal ini juga berdampak langsung pada perlindungan lingkungan.
Energi nuklir adalah tipe teknologi nuklir yang melibatkan penggunaan reaksi fisi nuklir secara terkendali untuk melepaskan energi, termasuk propulsi, panas, dan pembangkit energi listrik. Energi nuklir diproduksi oleh reaksi nuklir terkendali yang menciptakan panas yang lalu digunakan untuk memanaskan air, memproduksi uap, dan mengendalikan turbin uap. Turbin ini digunakan untuk menghasilkan energi listrik dan/ atau melakukan pekerjaan mekanis. “Teknologi Nuklir” sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_nuklir terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 01:13 WIB
Energi nuklir telah memainkan peran signifikan dalam suplai listrik dunia dan sumber utama listrik di sejumlah negara. Produksi listrik dunia dari nuklir tumbuh cepat dan kini menyumbang hampir seperlima listrik yang dibangkitkan di negara-negara industri atau 17% pada produksi listrik dunia, dan berkisar 5% konsumsi energi primer dunia.( Biro Kerjasama, Hukum dan Hubungan Masyarakat Badan Tenaga Nuklir Nasional, “Nuklir, Energi Masa Depan”, http://www.batan.go.id/bkhh/index.php/artikel/13-nuklir-masa- depan.html, terakhir diakses tanggal 12April 2013) Dalam penggunaannya sebagai sumber energi juga terbilang aman karena selain dapat menghasilkan jumlah energi yang sangat besar dibandingkan pembangkit lainnya, energi nuklir juga tidak mencemari udara dan menghasilkan sedikit limbah padat serta tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca selama operasi normal dengan dan biaya operasional yang lebih rendah. Jelly Leviza, “Pengenalan Konvensi/ Peraturan Internasional Ketenaganukliran”, makalah disampaikan dalam seminar tentang ketenaganukliran pada tanggal 27 November 2007 di Fakultas Hukum USU, Medan, hlm. 12
Dalam aplikasinya, nuklir bisa dimanfaatkan untuk kedokteran, pertanian dan peternakan, hidrologi, industri, serta pangan. Dalam dunia medis, pengaplikasian teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk diagnosa. Radioisotop merupakan bagian yang sangat penting pada proses diagnosis suatu penyakit. Dengan bantuan peralatan pembentuk citra (imaging devices) dengan memanfaatkan instrumen yang disebut dengan SPECT (Single Photon Emission
Computed Tomography)SPECT (Single Photon Emission Computed Tomography) atau Pesawat Gamma Kamera adalah teknik pencitraan menggunakan sinar gamma . Hal ini sangat mirip dengan konvensional kedokteran nuklir planar pencitraan menggunakan kamera gamma . Namun, ia mampu memberikan informasi 3D yang sesungguhnya. Informasi ini biasanya disajikan sebagai irisan cross-sectional melalui pasien, tetapi dapat bebas diformat ulang atau dimanipulasi sesuai kebutuhan. Dikutip dari sumber “Single photon pmission computed tomography” sebagaimana dimuat dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Single-photon_emission_computed_tomography terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 9:42 WIB dapat dilakukan penelitian proses biologis yang terjadi dalam tubuh manusia. Salah satu radioisotop yang sering digunakan adalah technisium-99m(Technetium-99m adalah metastabil isomer nuklir dari teknesium-99 dilambangkan dengan 99m Tc. Digunakan dalam puluhan juta prosedur diagnostik medis setiap tahunnya. Dikutip dari “Technetium-99m” sebagaimana dimuat dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Technetium-99m terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 11:33 WIB), yang dapat digunakan untuk mempelajari metabolisme jantung, hati, paru-paru, ginjal, sirkulasi darah dan struktur tulang. Tujuan lain dari penggunaan di bidang diagnosis adalah untuk analisis biokimia yang disebut radio-immunoassay. Teknik ini dapat digunakan untuk mengukur konsentrasi hormon, enzim, obat-obatan dan substansi lain dalam darah. Pusat Pendidikan dan Latihan Badan Tenaga Atom Nasional. “Pengenalan Radiasi” sebagaimana dimuat dalam http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/3-2.htm terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 12:46 WIB
Manfaat lain dari teknologi nuklir dalam dunia kesehatan adalah terapi radiasi. Penggunaan radioisotop di bidang pengobatan yang paling banyak adalah untuk pengobatan kanker, karena sel kanker sangat sensitif terhadap radiasi.
Masyarakat kedokteran menggunakan radioisotop Radium untuk pengobatan kanker dan lebih dikenal dengan brakiterapi. Sedangkan para pakar seringkali menyebut aplikasi untuk terapi sumber radioisotop terbuka ini disebut sebagai endoradioterapi. “Dampak Positif dan Negatif dari Nuklir”, dikutip dari sumber http://www.artikelkedokteran.com/109/%E2%80%9Cdampak-positif-dan-negatif-dari nuklir%E2%80%9D.html diakses tanggal 12 April 2013 pukul 21:47 WIB Manfaat lainnya adalah dimana dewasa ini banyak peralatan kedokteran yang disterilkan menggunakan radiasi gamma dari Co-60. Metode sterilisasi ini lebih ekonomis dan lebih efektif dibandingkan sterilisasi menggunakan uap panas, karena proses yang digunakan merupakan proses dingin, sehingga dapat digunakan untuk benda-benda yang sensitif terhadap panas seperti bubuk, obat salep, dan larutan kimia. Keuntungan lain dari sterilisasi dengan menggunakan radiasi adalah proses sterilisasi dapat dilakukan setelah benda tersebut dikemas dan masa penyimpanan benda tersebut tidak terbatas sepanjang kemasannya tidak rusak. Pusat Pendidikan dan Latihan Badan Tenaga Atom Nasional. “Pengenalan Radiasi” sebagaimana dimuat dalam http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/3-2.htm terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 12:52 WIB
Pada aplikasi industri dalam eksplorasi minyak dan gas, penggunaan teknologi nuklir berguna untuk menentukan sifat dari bebatuan sekitar seperti porositas dan litografi. Teknologi ini melibatkan penggunaan neutron atau sumber energi sinar gamma dan detektor radiasi yang ditanam dalam bebatuan yang akan diperiksa. Pada konstruksi jalan, pengukur kelembaban dan kepadatan yang menggunakan nuklir digunakan untuk mengukur kepadatan tanah, aspal, dan beton. Biasanya digunakan cesium-137 sebagai sumber energi nuklirnya. “Teknologi Nuklir” dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_nuklir terakhir diakses tanggal 12 April 2013 pukul 21:50 WIB
Radioisotop yang memancarkan radiasi gamma dan pesawat sinar-X dapat digunakan untuk “melihat” bagian dalam dari hasil fabrikasi, seperti hasil pengelasan atau hasil pengecoran, untuk melihat apakah produk tersebut mempunyai cacat atau tidak, dan memeriksa isi dari suatu kemasan/bungkusan tertutup, misalnya pemeriksaan bagasi di pelabuhan dan bandara. (Pusat Pendidikan dan Latihan Badan Tenaga Atom Nasional. “Pengenalan Radiasi” sebagaimana dimuat dalam http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/3-2.htm terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 12:54 WIB)
Teknologi nuklir dapat juga digunakan dalam dunia pertanian untuk mengefisiensi pemupukan dan pengendalian hama tanaman tanpa mengganggu ekosistem. Radiasi pengion mempunyai kemampuan untuk merubah sel keturunan suatu mahluk hidup, termasuk tanaman. Dengan berdasar pada prinsip tersebut, maka para peneliti dapat menemukan varietas unggul tanaman serta menghasilkan jenis tanaman yang berbeda dari tanaman yang telah ada sebelumnya dan sampai saat ini telah dihasilkan 1800 jenis tanaman baru. Radiasi nuklir juga bermanfaat untuk pengawetan makanan agar bahan makanan yang disimpan tidak mudah rusak. Pada teknik pengawetan dengan menggunakan radiasi, makanan dipapari dengan radiasi gamma berintensitas tinggi yang dapat membunuh organisme berbahaya, tetapi tanpa mempengaruhi nilai nutrisi makanan tersebut dan tidak meninggalkan residu serta tidak membuat makanan menjadi radioaktif. Teknik iradiasi juga dapat digunakan untuk sterilisasi kemasan. Di banyak negara kemasan karton untuk susu disterilkan dengan iradiasi. Pusat Pendidikan dan Latihan Badan Tenaga Atom Nasional. “Pengenalan Radiasi” sebagaimana dimuat dalam http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/3-2.htm terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 12:46 WIB
Dengan membandingkan konsentrasi unsur karbon yang tidak stabil pada suatu benda dengan benda lainnya, para ahli geologi, antropologi dan arkeologi dapat menentukan umur benda yang mereka temukan. Manfaat teknologi nuklir yang paling sederhana yang paling sering dijumpai oleh manusia adalah seperti yang digunakan dalam detektor asap dengan memanfaatkan radiasi sinar alfa, serta perpendaran lampu pada tanda-tanda penunjuk jalan serta akurator penembakan pada malam hari dengan menggunakan tritium bersama posfor pada
rifle. “Teknologi Nuklir” dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_nuklir terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 01:26 WIB
2. Dampak Negatif
Seiring perkembangan teknologi masa kini, teknologi nuklir membawa banyak perkembangan di dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan berkembangnya teknologi nuklir, membawa perubahan yang sangat signifikan pada kehidupan umat manusia akan tetapi selain memberikan pengaruh yang positif juga menimbulkan efek negatif pula.
Dalam fisika nuklir, energi nuklir tercipta dari sebuah proses yang mana dua partikel nuklir bertubrukan akibat dari reaksi nuklir. Pada prinsipnya bukan hanya dua partikel yang bisa bertubrukan sehingga menghasilkan energi, melainkan lebih dari dua partikel namun kejadian itu sangat jarang. Fuad Rofiqi. “Radiasi Nuklir” sebagaimana dimuat dalam http://fuadrofiqi.blogspot.com/2012/05/radiasi-nuklir.html terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 13:02 WIB
Proses bertubrukannya dua partikel atom atau lebih inilah yang kemudian menghasilkan ledakan yang maha dahsyat.
Pada awal penemuannya, nuklir dibuat bukan dengan tujuan untuk menciptakan senjata pemusnah massal seperti senjata nuklir, akan tetapi terjadi penyimpangan dalam pemanfaatan penemuan tersebut oleh manusia. Senjata nuklir adalah senjata yang mendapatkan tenaga dari reaksi nuklir dan mempunyai daya pemusnah yang dahsyat, sedangkan bom atom merupakan salah satu tipe senjata nuklir dimana penghasil energi ledakannya hanya berasal dari proses reaksi fisi. Lain halnya dengan bom hidrogen yang memperoleh energi ledakan dari proses reaksi fusi tak terkendali.(“Senjata Nuklir” sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Senjata_nuklir terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 2:10 WIB) Sekalipun diperoleh melalui proses reaksi yang berbeda, baik bom atom maupun bom hidrogen tetap merupakan jenis senjata pemusnah massal. Senjata nuklir kini dapat digunakan dengan menggunakan berbagai cara, seperti melalui pesawat pengebom, peluru kendali, peluru kendali balistik, dan peluru kendali balistik jarak benua.
Pemanfaatan nuklir melalui pengoperasian reaktor nuklir juga sangat membahayakan dan mengancam keselamatan jiwa manusia jika terjadi kebocoran nuklir dan menyebabkan radiasi. Hal tersebut dapat terjadi karena kesalahan manusia (human error). Jangkauan radiasi nuklir akibat kebocoran tersebut dapat menyebar luas dan berakibat fatal bagi lingkungan dan makhluk hidup yang terkena radiasinya. Radiasi yang diakibatkan oleh reaktor nuklir ini ada dua macam. Yang pertama adalah radiasi langsung yaitu radiasi yang terjadi bila radioaktif yang dipancarkan mengenai langsung kulit atau tubuh manusia. Kedua, radiasi tak langsung. Radiasi tak langsung adalah radiasi yang terjadi lewat makanan dan minuman yang tercemar zat radioaktif, baik melalui udara, air, maupun media lainnya.
Secara alami, tubuh manusia memiliki mekanisme untuk melindungi diri dari kerusakan sel akibat radiasi maupun zat kimia berbahaya lainnya. Tetapi radiasi yang terlalu tinggi dapat mengalahkan mekanisme perlindungan ini dan akan menimbulkan penularan yang dapat terjadi melalui udara, air, tanah, makanan, serta minuman. Dampak yang ditimbulkan oleh penularan tersebut adalah berupa penyakit yang tanda-tandanya sangat susah dilihat secara langsung sehingga berefek panjang dan ujung-ujungnya mematikan.
Secara umum, ada tiga gejala yang paling menentukan dan sangat mempengaruhi saat terjadinya radiasi nuklir. Ketiganya meliputi total radiasi yang dipejankan, seberapa dekat dengan sumber radiasi, dan yang terakhir adalah seberapa lama korban terpejan oleh radiasi. Faktor tersebut akan menentukan dampak apa yang akan dirasakan para korban. Radiasi yang tinggi bisa langsung memicu dampak sesaat yang langsung bisa diketahui, sementara radiasi yang tidak disadari bisa memicu dampak jangka panjang yang biasanya malah lebih berbahaya. DAMPAK RADIASI NUKLIR TERHADAP KESEHATAN MANUSIA (Kasus Kebocoran Reaktor Nuklir Fukushima, Jepang) dikutip dari sumber http://hendrikagussaputra1.blogspot.com/2012/12/dampak-radiasi-nuklir-terhadap.html terakhir diakses tangga 1 Mei 2013 pukul 00:46 WIB
Dampak sesaat akibat radiasi tinggi di sekitar reaktor nuklir adalah mual muntah, diare, sakit kepala, dan demam. Sedangkan dampak yang muncul setelah beberapa hari terkena radiasi nuklir adalah pusing, mata berkunang-kunang, disorientasi atau bingung menentukan arah, lemah, letih, tampak lesu, kerontokan rambut, muntah darah, tekanan darah rendah, dan luka susah sembuh. Dampak kronis alias dampak jangka panjang dari radiasi nuklir umumnya justru dipicu oleh tingkat radiasi yang rendah sehingga tidak disadari dan tidak bisa diantisipasi hingga bertahun-tahun. Energi nuklir dapat menyebarkan material radioaktif diantaranya melalui hujan yang kontaminasinya menyebabkan penyakit kerusakan beragam organ tubuh. Selain itu ada efek tertunda yang tidak langsung nampak, seperti neoplasma (perubahan sel akibat radiasi), katarak, kemandulan, berkurangnya usia harapan hidup & hambatan pada pertumbuhan. Jelly Leviza, “Pengenalan Konvensi/ Peraturan Internasional Ketenaganukliran”, makalah disampaikan dalam seminar tentang ketenaganukliran pada tanggal 27 November 2007 di Fakultas Hukum USU, Medan, hlm. 15
Beberapa dampak akibat paparan radiasi nuklir jangka panjang lainnya antara lain adalah kanker, penuaan dini, gangguan sistem saraf dan reproduksi, serta terjadinya mutasi genetik. Tak hanya dampak tersebut, bahkan dampak terbesar ketika terkena radiasi nuklir tingkatan tinggi yang biasa disebut Acute Radiation Syndrome (ARS) maka efeknya makin cepat muncul atau dirasakan oleh korban dan makin besar pula peluang untuk menyebabkan kematian.
Kebocoran nuklir merupakan sebutan bagi kecelakaan reaktor nuklir. Ini dapat terjadi ketika sistem pembangkit tenaga nuklir atau kegagalan komponen menyebabkan inti reaktor tidak dapat dikontrol dan didinginkan sehingga bahan bakar nuklir yang dilindungi - yang berisi uranium atau plutonium dan produk fisi radioaktif - mulai memanas dan bocor. Sebuah kebocoran dianggap sangat serius karena kemungkinan bahwa kontainmen reaktor mulai gagal, melepaskan elemen radioaktif dan beracun ke atmosfer dan lingkungan. Dari sudut pandang pembangunan, sebuah kebocoran dapat menyebabkan kerusakan parah terhadap reaktor, dan kemungkinan kehancuran total. “Kebocoran nuklir” sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Kebocoran_nuklir terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 14:29 WIB
Terdapat beberapa kasus kebocoran nuklir yang pernah terjadi. Salah satunya adalah kasus kecelakaan PLTN Chernobyl yang terjadi pada tanggal 26 April 1985, pukul 1.24 dini hari dimana unit 4 reaktornya meledak. Terjadi dua kali ledakan sangat besar dalam waktu 3 detik, yang telah meruntuhkan atap gedung. Gas radioaktif, reruntuhan bangunan, dan material berasal dari dalam gedung reaktor, terlempar ke udara setinggi dua per tiga mil (1 km). Potongan serpihan bahan bakar reaktor yang sangat panas beterbangan di udara dan jatuh dalam jarak nyaris mencapai 1 mil (1,6 km) jauhnya, menyulut kebakaran radioaktif yang menerangi wilayah itu.“Kasus Kecelakaan Nuklir Chernobyl” sebagaimana dimuat dalam http://forum.viva.co.id/internasional/33640-kasus-kecelakaan-nuklir-chernobyl.html terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 14:52 WIB Dua pekerja terbunuh seketika, dan dua puluh sembilan orang berkubang dalam radiasi yang begitu tinggi sehingga mereka bisa dikatakan tewas mulai itu. Ratusan ribu orang dievakuasi dari kota- kota di sekitarnya dan tak terhitung banyaknya hewan yang dimusnahkan untuk menghindari konsumsi daging yang telah terkena radiasi. Kecelakaan tersebut terjadi dikarenakan akibat kecerobohan oleh pekerja yang melakukan eksperimen secara tidak resmi dan berkekuatan rendah. yang mencakup tindakan mematikan sistem pendingin darurat yang memicu terjadinya kebocoran.
Pada tahun 2011, bencana Nuklir Fukushima Daiichi sebagai sebuah rentetan kegagalan perangkat, kebocoran nuklir, dan pelepasan material radioaktif sejauh 20 km di Pembangkit Listrik Nuklir Fukushima I yang disebabkan karena gempa bumi dan tsunami Tōhoku tanggal 11 Maret 2011. “Japan unfolding disaster ‘bigger than Chernobyl” dikutip dari sumber “Bencana nuklir Fushima Daiichi”., sebagaimana dimuat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Bencana_nuklir_Fukushima_Daiichi terakhir diakses tanggal 12 April 2013 pukul 09:50 WIB
Sesuai dengan standar keselamatan yang diberlakukan secara internasional, setiap PLTN harus dilengkapi dengan generator listrik cadangan yang difungsikan untuk menjalankan pompa pendingin untuk mendinginkan teras reaktor. Kebocoran PLTN Fukushima diakibatkan generator cadangan listrik tersebut tidak berfungsi karena datangnya tsunami. Akibatnya teras reaktor masih belum dapat didinginkan dengan baik sehingga uap air dan hidrogen yang dihasilkan dilepaskan dengan resiko hydrogen explosive, yang mengakibatkan pengungkung reaktor tidak tahan dan terjadi ledakan. Badan Pengawas Tenaga Nuklir. “KECELAKAAN REAKTOR NUKLIR FUKUSHIMA DAI'ICHI DI JEPANG, RADIASINYA TIDAK SAMPAI KE INDONESIA“ sebagaimana dimuat dalam http://www.bapeten.go.id/?modul=news&unit_id=&info_group_id=&st=0&ha=&menu=detail&in fo_id=722 terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 15:32 WIB
Bahaya Dampak Nuklir
Diberitakan bahwa bencana nuklir ini merupakan bencana nuklir terburuk sejak bencana Chernobyl.
International Atomic Energy Agency (IAEA) telah memperkenalkan 8 level skala kejadian kecelakaan nuklir“International Nuclear Event Scale” sebagaimana dimuat dalam http://en.wikipedia.org/wiki/International_Nuclear_Event_Scale terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 15:50 WIB yang dikategorikan berdasarkan tingkatan pengaruh/ efek baik dalam PLTN itu sendiri maupun keluar PLTN. Delapan level tersebut adalah :
1. Level 7
Level ini mengkategorikan kecelakaan nuklir yang mengakibatkan efek yang sangat besar terhadap kesehatan dan lingkungan di dan sekitar PLTN. Yang termasuk dalam level ini adalah kecelakaan Chernobyl dan kecelakaan PLTN Fukushima Daiichi tahun 2011. Level ini bisa disamakan dengan kasus kecelakaan non-nuklir di India yang dikenal dengan Bhopal Disaster59 pada tahun 1984 ketika tangki penyimpanan meledak dan melepaskan 50-100 ton limbah radioaktif tingkat tinggi yang mengakibatkan puluhan ribu orang dikabarkan meninggal dunia.
2. Level 6
Pada level ini, kecelakaan nuklir diindikasikan dengan keluarnya radioaktif yang cukup signifikan, baik PLTN maupun kegiatan industri yang berbasis raioaktif. Contohnya adalah kecelakaan di Mayak yang lebih dikenal dengan istilah Kyshtym Disaster ”Mayak” sebagaimana dimuat dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Mayak terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 16:10 WIB, bekas Negara Uni Soviet pada tahun 1957.
3. Level 5
Level ini mengindikasikan kecelakaan yang mengeluarkan zat radioaktif yang terbatas, sehingga memerlukan pengukuran lebih lanjut. Contoh dari level ini yaitu The Windscale Fire di Inggris pada tanggal 10 Oktober 1957 Richard Black (18 March 2011). "Fukushima - disaster or distraction?" sebagaimana dimuat dalam http://www.bbc.co.uk/news/science-environment-12789749 terakhir diakses tangal 15 Juni 2013 pukul 17:10 WIB, Three Mile Island Accident dekat kota Harrisburg, Pennsylvania,
Amerika Serikat pada tanggal 28 March 1979, Spiegelberg-Planer, Rejane. "A Matter of Degree" IAEA. Bulletin 51-1 | September 2009. Hlm. 46
First Chalk River
Accident di Ontario, Canada pada tanggal 12 December 1952, (Peter Jedicke. “The NRX Incident”. Canadian Nuclear Society (1989) sebagaimana dimuat dalam http://media.cns-snc.ca/history/nrx.html terakhir diakses tanggal 15 Juni 2013 pukul 21:29 WIB) Lucens partial core meltdown yang terjadi di Swiss pada tanggal 21 Januari 1969, dan Goiânia Accident di Brazil pada tanggal 13 September 1987.
4. Level 4
Level ini mengelompokkan kecelakaan nuklir yang mengakibatkan efek yang kecil terhadap lingkungan sekitar, inti reaktor dan pekerja (sesuai dengan batas limit yang diizinkan). Beberapa contoh kejadian kecelakaan dalam level ini yaitu kecelakaan pada:
- Sellafield (Inggris), terjadi sebanyak 5 insiden (1955-1979)
- SL-1 Experimental Power Station (Amerika Serikat), tahun 1961, reaktor mencapai kekritisan cepat, menewaskan tiga operator.
- PLTN Saint-Laurent (Perancis), tahun 1969, krisis inti parsial tahun 1980.
- Buenos Aires (Argentina), tahun 1983 kecelakaan kekritisan selama batang penataan ulang bahan bakar menewaskan satu operator dan melukai 2 lainnya.
- Jaslovské Bohunice (Cekoslowakia) tahun 1977, kontaminasi gedung reactor.
- PLTN Tokaimura (Jepang ) tahun 1999, tiga operator berpengalaman di fasilitas pemrosesan kembali menyebabkan kecelakaan kekritisan, dua diantaranya meninggal dunia.
5. Level 3
Kecelakaan yang dikelompokkan dalam level ini yaitu kecelakaan yang mengakibatkan efek yang sangat kecil terhadap masyarakat dan lingkungan dimana paparan lebih dari sepuluh kali batas tahunan wajib bagi pekerja yang dampak kesehatan bersifat deterministik (misalnya, luka bakar) dan tidak bersifat mematikan akibat radiasi dengan probabilitas rendah paparan publik yang signifikan, namun tidak ada perangkat keselamatan yang memadai. Contoh dari kecelakaan level ini yaitu :
- THORP Plant Sellafield (United Kingdom) - 2005.
- PLTN Paks (Hungaria), 2003; kerusakan batang bahan bakar dalam membersihkan tangki.
- PLTN Vandellos (Spanyol), 1989; kebakaran menghancurkan sistem kontrol banyak, reaktor ditutup.
- Stasiun Pembangkit Nuklir San Onofre (Amerika Serikat), 2011; kebocoran amonia. Tidak ada perintah evakuasi.
6. Level 2
Kecelakaan pada level ini tidak mengakibatkan efek apapun keluar area, namun tetap ada kontaminasi radiasi di dalam area. Level ini juga mengindikasikan kecelakaan yang disebabkan oleh kegagalan untuk memenuhi syarat syarat keselamatan yang seharusnya ada. Contoh kecelakaan dalam level ini adalah kecelakaan pada :
- PLTN Blayais (Prancis) Desember 1999;
- Asco Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (Spanyol) April 2008; kontaminasi radioaktif;
- PLTN Forsmark (Swedia) Juli 2006, kegagalan generator cadangan, dua dari empat generator sedang beroperasi tapi karena kesalahan menyebabkan keempatnya gagal;
- PLTN Gundremmingen (Jerman) 1977; disebabkan hubungan arus pendek dari kabel listrik tegangan tinggi dan cepatnya reaktor mati;
- PLTN Shika (Jepang) 1999; kejadian kekritisan disebabkan oleh batang kendali turun, menutupi sampai 2007. “Enhancing Operational Experience Feedback: Regulatory control during outages and refueling” at Senior Regulators’ Meeting 20 September 2007. Hlm. 4
7. Level 1
Pada level ini, dikategorikan kecelakaan yang merupakan anomali dari pengoperasian sistem namun pengaturan untuk melaporkan peristiwa kecil kepada masyarakat berbeda dari satu negara ke Negara dan sulitnya memastikan konsistensi yang tepat dalam kegiatan penilaian antara INES Level 1 dan Level 0. Contoh kecelakaan dalam level ini adalah kecelakaan pada Penly (Seine-Maritime, Prancis) pada tanggal 5 April 2012, Gravelines (Nord, Prancis) tanggal 8 Agustus 2009, TNPC (Drôme, Perancis) pada bulan Juli 2008.
8. Level 0
Pada level ini tidak memerlukan tingkat keselamatan yang signifikan dan relevan. Disebut juga sebagai “out of scale”. Contoh kecelakaan dalam level ini adalah kebocoran dari sirkuit pendingin primer di Krško, Slovenia pada tanggal 4 Juni 2008, di Atucha, Argentina tanggal 17 Desember 2006, mematikan reaktor akibat kenaikan tritium dalam kompartemen reactor, dan tanggal 13 Februari 2006 dimana terjadi kebakaran di Fasilitas Reduksi Volume Limbah Nuklir Badan Energi Atom Jepang (JAEA) di Tokaimura.
Masalah lain yang ditimbulkan pemanfaatan nuklir adalah limbah nuklir yang mengandung bahan radioaktif yang berbahaya dan terus bertahan selama 240.000 tahun. Solusi buang limbah nuklir ke laut yang dalam tidak dapat dibenarkan karena suatu sistem tidak ada yang statis dalam skala waktu tertentu. Jelly Leviza, “Pengenalan Konvensi/ Peraturan Internasional Ketenaganukliran”, makalah disampaikan dalam seminar tentang ketenaganukliran pada tanggal 27 November 2007 di Fakultas Hukum USU, Medan, hlm. 16
Daftar Pustaka Makalah Nuklir
bermanfaat infonya gan,, terimakasih..
ReplyDeleteLengkap sekali ! sangat bermanfaat, terima kasih banyak !
ReplyDelete