Pengertian Perilaku Politik adalah dapat dirumuskan sebagai kegiatan yang berkenaan dengan proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik.Sujiono Sastroatmodjo, Drs. Perilaku Politik, Semarang : IKIP Semarang Press, 1995, hal. 2 Interaksi anatara masyarakat dengan pemerintah, antara lembaga pemerintah dan antar kelompok masyarakat, dalam rangka proses pembuatan keputusan, kebijakan dalam bidang politik, pada dasarnya disebut dengan perilaku politik. Yang selalau melakukan kegiatan politik adalah pemerintah dan partai politik, karena fungsi mereka dalam bidang politik.
Keluaraga, sebagai suatu kelompok melakukan kegiatan, termasuk di dalamnya adalah kegiatan politik.
Dalam hal anggota keluarga secara bersamaan memeberikan dukungan pada organisasi politik tertentu, memberikan iuran, ikut berkampanye menghadapi pemilu, maka dapat dikatakan keluarga tersebut telah melakukan kegiatan politik. Ibid. Hal.21
Perilaku politik bukanlah merupakan sesuatu hal yang berdiri sendiri. Namun perilaku politik seseorang itu dipengaruhi faktor-faktor internal dan eksternal yang berasal dari lingkungan sekitarnya. Faktor-faktor tersebut dapat berupa keadaan alam, kebudayaan masyarakat setempat, tingkat pendidikan dan lain-lain.
Berkaitan dengan perilaku politik, sesuatu yang perlu dibahas adalah sikap politik. Sikap mengandung tiga komponen yaitu, kognisi berkenaan dengan ide dan konsep, afeksi menyangkut kehidupan emosional, sedangkan konasi merupakan kecendrungan bertingkah laku. Maka sikap politik dapat diartikan sebagai kesipan untuk bereaksi terhadap objek tertentuyang bersifat politik , sebagai hasil penghayatan terhadap obyek tersebut, dengan munculnya sikap tersebut, maka dapat diperkirakan perilaku politik akan muncul juga. Ibid. Hal.23
Yang berhak melakukan kegiatan politik adalah warga negara yang mempunyai jabatan di pemerintahan dan warga negara biasa. Dan yang berhak membuat dan melaksanakan keputusan politik adalah pemerintah. Namun masyarakat dapat dan berhak ikut mepengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan tersebut, dan dengan adanya sikap tersebut maka masyarakat telah malakukan perilaku politik tersebut.
Dalam pelaksanaan pemilu di suatu Negara ataupun dalam pelaksanaan pilkada langsung di suatu daerah, perilaku politik dapat berupa perilaku masyarakat dalam menentukan sikap dan pilihan dalam pelaksanaan pemilu atau pilkada tersebut hal ini jugalah yang membuat digunakannya teori perilaku politik dalam proposal penelitian ini Perilaku politik dapat dibagi dua, yaitu: Ramlan Surbakti, Memahami Ilmu Politik, Jakarta : Grasindo. 1999 hal 15-16
Dalam melakukan kajian terhadap perilaku politik, dapat dipilih tiga unit analisis yaitu :
Ada 4 ( empat ) faktor yang mempengaruhi perilaku politik aktor politik (pemimpin, aktivis, dan warga biasa) yaitu :Ramlan Surbakti, Ibid.,hal 132
Dalam pelaksanaan pemilu di suatu Negara ataupun dalam pelaksanaan pilkada langsung di suatu daerah, perilaku politik dapat berupa perilaku masyarakat dalam menentukan sikap dan pilihan dalam pelaksanaan pemilu atau pilkada tersebut hal ini jugalah yang membuat digunakannya teori perilaku politik dalam proposal penelitian ini Perilaku politik dapat dibagi dua, yaitu: Ramlan Surbakti, Memahami Ilmu Politik, Jakarta : Grasindo. 1999 hal 15-16
- Perilaku politk lembaga-lembaga dan para pejabat pemerintah.
- Perilaku politik warga Negara biasa (baik individu maupun kelompok) Yang pertama bertanggung jawab membuat, melaksanakan dan menegakkan keputusan politik, sedangkan yang kedua berhak mempengaruhi pihak yang pertama dalam melaksanakan fungsinya karena apa yang dilakukan pihak pertama menyangkut kehidupan pihak kedua. Kegiatan politik yang dilakukan oleh warga Negara biasa (individu maupun keompok) disebut partisipasi politik.
Dalam melakukan kajian terhadap perilaku politik, dapat dipilih tiga unit analisis yaitu :
- Aktor politik (meliputi aktor politik, aktivitas politik, dan individu warga negara biasa).
- Agregasi politik (yaitu individu aktor politik secara kolektif seperti partai politik, birokrasi, lembaga-lembaga pemerintahan).
- Topologi Kepribadian Politik (yaitu kepribadian pemimpin, seperti Otoriter, Machiavelist, dan Demokrat).
Ada 4 ( empat ) faktor yang mempengaruhi perilaku politik aktor politik (pemimpin, aktivis, dan warga biasa) yaitu :Ramlan Surbakti, Ibid.,hal 132
- Lingkungan sosial politik tak langsung seperti sistem politik, ekonomi, budaya dan media massa.
- Lingkungan sosial politik langsung yan membentuk kepribadian aktor seperti keluarga, agama, sekolah, dan kelompok bergaul. Dari lingkungan ini, seorang aktor politik mengalami proses sosialisasi dan internalisasi nilai dan norma masyarakat dan norma kehidupan bernegara.
- Struktur kepribadian. Hal ini tercermin dalam sikap individu (yang berbasis pada kepentingan, penyesuaian diri dan eksternalisasi).
- Lingkungan sosial politik langsung berupa situasi yaitu keadaan yang mempengaruhi aktor secara langsung ketika hendak melakukan suatu kegiatan seperti cuaca, keadaan keluarga, keadaan ruang, kehadiran orang lain, suasana kelompok, dan ancaman dengan segala bentuknya.
Daftar Pustaka Makalah Perilaku Politik

0 comments:
Post a Comment