Pengertian Senam Aerobik adalah Menurut Marta Dinata (2007:12), senam
aerobik adalah serangkain gerak yang dipilih secara sengaja dengan cara
mengikuti irama musik yang juga dipilih sehingga melahirkan ketentuan
ritmis, kontinuitas dan durasi tertentu.
Definisi Senam Aerobik Menurut Para Ahli
Senam aerobik merupakan
salah satu jenis olahraga aerobik yang membutuhkan oksigen yang banyak
sehingga latihan senam aerobik sering disebut juga dengan general
endurance. Karena latihan aerobik membutuhkan oksigen yang banyak maka
latihan dapat berlangsung secara lama dan dapat meningkatkan kapasitas
cardiovaskuler tubuh untuk memasukkan oksigen dan menyalurkan ke seluruh
jaringan sel otot sehingga oksigen dapat berpadu dengan zat makanan
untuk memproduksi energi sebagai sumber tenaga untuk melakukan aktifitas
atau kegiatan.
Sedangkan senam aerobik menurut Lynne Brick
(2001:9), adalah sebuah cara yang terbaik untuk berlatih. Sebab aerobik
dapat dilakukan secara spontan, atau dengan persiapan agar latihan dapat
dilakukan dengan aman, efektif, menyenangkan, dan menawarkan berbagai
macam bentuk tanpa menghiraukan tingkat pengalaman anda. Senam aerobik
adalah aktifitas fisik dengan gerakan yang sistematik yang menggunakan
iringan musik. Senam aerobik bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung
dan kesegaran jasmani.
Menurut Sumanto dan Sukiyo dalam buku
Adi Trisnawan (2010:5) mengatakan senam aerobik adalah suatu latihan
tubuh yang melibatkan sejumlah unsur oksigen dalam melaksanakan
aktifitas tubuh, gerakannya dipilih dan diciptakan sesuai dengan
kebutuhan, disusun secara sistematis dengan tujuan membentuk dan
mengembangkan pribadi secara harmonis serta diharapkan mempunyai efek
yang baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh.
Menurut
Katch dalam buku Hetti Ristianti (2010:34) mengatakan tarian aerobik
merupakan suatu bentuk latihan yang bagus karena selain menyenangkan,
susunan intensitas latihannya dilakukan dengan zona latihan, durasi
30-45 menit, dan frekuensi latihan kira-kira 2-3 hari seminggu cukup
untuk menaikkan fungsi kardiovaskuler dan kesehatan serta daya tahan
otot ke keadaan yang lebih baik lagi.
Berdasarkan pendapat dari
beberapa pakar di atas maka dapat diambil simpulan bahwa senam aerobik
adalah suatu bentuk latihan fisik yang dilakukan dengan menggunakan
sistem energi aerobik atau membutuhkan oksigen yang banyak, geraknya
disusun secara sistematis, yang dipilih secara sengaja dan dilakukan
secara sadar mengikuti irama musik dengan durasi tertentu sehingga
tercipta gerakan yang harmonis untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan
dari senam aerobik beragam, diantaranya: meningkatan kemampuan kapasitas
jantung dan paru, pembentukan tubuh, pengaturan berat badan, menjaga
kebugaran, dan memperbaiki sistem metabolisme serta peredaran darah.
Program Pelaksanaan Senam Aerobik
Prinsip
latihan berkaitan dengan jenis dan macam latihan yang harus diseleksi
dan diteliti (setelah analisis yang cermat tentang pengaruhnya terhadap
tubuh), latihan yang tidak berguna harus dihilangkan, pelaksanaan gerak
harus tepat (harus ada koreksi dan remidasi), dilakukan dengan sikap
permulaan dan akhir yang benar, semua latihan mempunyai dosis yang
sesuai dengan tujuan. Tahap pelaksanaan latihan harus disesuaikan dengan
tingkat kesukaran menguasai gerak, yang diurutkan mulai dari yang mudah
ke yang sukar, latihan dimulai dari yang sederhana ke yang kompleks,
latihan dimulai dari yang ringan ke yang berat, setelah menguasai
latihan yang lama kemudian meningkat ke latihan yang baru (tahap
berikutnya).
Pelaksanaan program latihan senam aerobik juga harus memperhatikan berabagai macam hal-hal pendukung pelaksanaan senam aerobik, agar pada saat melakukan latihan senam aerobik dapat dilaksanakan dengan aman, nyaman, menyenangkan, tidak membosankan, sehingga peserta mendapatkan manfaat dari gerakan yang dilakukan. Berikut aspek yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan program senam aerobik menurut pendapat para pakar:
1. Properti penunjang latihan
Latihan senam aerobik tidak lepas dari properti atau alat pendukung latihan, menurut Brick (2000:9-12) properti latihan terdiri dari beberapa alat pendukung latihan agar latihan dapat berjalan dengan nyaman aman dan myenenangkan, hal penunjang tersebut terdiri dari: pakaian yang digunakan harus nyaman mengikuti gerak tubuh agar dalam melakukan gerakan para peserta latihan dapat dengan makasimal sehingga tujuan dari setiap gerakan dapat didapatkan peserta latihan. Selain itu sepatu yang digunakan harus diperhatikan karena alas kaki merupakan penopang dasar selama latihan, jika alas kaki yang digunakan tidak sesuai dengan kaki maka akan dapat menimbulkan cidera dan rasa sakit pada kaki.
Pendapat ini dilengkapi oleh Adi Trisnawan (2010:15-16) yang mengatakan kondisi lingkungan tempat latihan merupakan sarana penting dalam pelaksanaan senam aerobik, agar para peserta dapat merasa nyaman dalam latihan dan tidak membahayakan diri peserta sendiri. Salah satu yang harus diperhatikan dalam lingkungan adalah tata ruang yang baik, lingkungan yang bersih, sirkulasi udara yang baik, lantai senam aerobik yang nyaman tidak terlalu keras, sound sistem yang baik untuk telinga, perlengkapan P3K, persediaan air minum, toilet yang bersih, dan sarana penunjang lainnya seperti handuk dll yang dapat membantu peserta menjadi semakin nyaman dalam setiap kali latihan.
Pelaksanaan program latihan senam aerobik juga harus memperhatikan berabagai macam hal-hal pendukung pelaksanaan senam aerobik, agar pada saat melakukan latihan senam aerobik dapat dilaksanakan dengan aman, nyaman, menyenangkan, tidak membosankan, sehingga peserta mendapatkan manfaat dari gerakan yang dilakukan. Berikut aspek yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan program senam aerobik menurut pendapat para pakar:
1. Properti penunjang latihan
Latihan senam aerobik tidak lepas dari properti atau alat pendukung latihan, menurut Brick (2000:9-12) properti latihan terdiri dari beberapa alat pendukung latihan agar latihan dapat berjalan dengan nyaman aman dan myenenangkan, hal penunjang tersebut terdiri dari: pakaian yang digunakan harus nyaman mengikuti gerak tubuh agar dalam melakukan gerakan para peserta latihan dapat dengan makasimal sehingga tujuan dari setiap gerakan dapat didapatkan peserta latihan. Selain itu sepatu yang digunakan harus diperhatikan karena alas kaki merupakan penopang dasar selama latihan, jika alas kaki yang digunakan tidak sesuai dengan kaki maka akan dapat menimbulkan cidera dan rasa sakit pada kaki.
Pendapat ini dilengkapi oleh Adi Trisnawan (2010:15-16) yang mengatakan kondisi lingkungan tempat latihan merupakan sarana penting dalam pelaksanaan senam aerobik, agar para peserta dapat merasa nyaman dalam latihan dan tidak membahayakan diri peserta sendiri. Salah satu yang harus diperhatikan dalam lingkungan adalah tata ruang yang baik, lingkungan yang bersih, sirkulasi udara yang baik, lantai senam aerobik yang nyaman tidak terlalu keras, sound sistem yang baik untuk telinga, perlengkapan P3K, persediaan air minum, toilet yang bersih, dan sarana penunjang lainnya seperti handuk dll yang dapat membantu peserta menjadi semakin nyaman dalam setiap kali latihan.
2. Musik
Senam
aerobik merupakan senam general yang bersifat free style, jadi setiap
instruktur mampu berkreasi mengombinasikan musik sesuai dengan
kreativitas setiap instruktur. Menurut Adi Trisnawan (2010:11-13) musik
merupakan hal yang vital dalam senam aerobik karena musik berfungsi
sebagai pengiring dalam kelas aerobik dimana terdapat bar atau ketukan
untuk membantu menghitung irama sehingga gerakan dapat selalu
terkontrol, selain itu musik juga berfungsi untuk membangkitkan
semangat motivasi peserta. Maka dari itu musik yang dipilih haruslah
musik terbaru agar member yang mengikuti kelas tetap bersemangat dan
tidak mengalami kebosanan. Musik juga berfungsi untuk menentukan
intensitas. Jika semakin cepat bar atau ketukan dalam musik maka semakin
cepat pula gerakan yang dilakukan dan intensitas akan semakin naik
begitu pula sebaliknya jika ketukan musik sudah pelan maka gerakan
belangsung pelan sehinggan intensitas menjadi semakin turun.
3. Koreografi
Pelaksanaan program senam aerobik membutuhkan koordinasi gerak dan pikiran yang selaras, karena gerakan yang dilakukan sangat bervariasi. Oleh karena itu dibuat beberapa teknik dasar untuk mempermudah masyarakat melakukan senam aerobik agar tercipta gerakan yang indah, menarik, mudah, manfaat, serta aman terhindar dari cidera. Menurut seorang pakar senam dari Unniversitas Negeri Semarang, Arif Setiawa menyebutkan dalam membuat koreografi harus memperhatikan tiga teknik dasar, yaitu:
- basic step (langkah dasar) merupakan gerak dasar langkah kaki, contoh gerakan kaki: marching in place, step, lunges, V-step, knee up, for walk, back walk, dll,
- arm movment (gerak lengan) merupakan rangkaian gerakan dasar lengan yang akan dikoordinasikan dengan kaki, dengan tujuan agar seluruh komponen tubuh dapat bergerak dengan aktif secara maksimal, contoh gerakan: chest press, overhead, biceps, triceps, butterfly, up pro, pumping, lateral, lateral diagonal, dll,
- body aligment (posisi tubuh yang benar) merupakan suatu kemampuan menggerakkan seluruh anggota tubuh secara anatomis sesuai tujuan latihan/otot yang dilatih. Sehingga tubuh yang dilatih tetap aman dan tidak mengalami cidera setelah melakukan latihan.
4. Struktur latihan
Menurut Marta Dinata (2007:15-17) latihan senam aerobik hendaknya mengikuti ketentuan sistematika dalam berolahraga, agar target latihan senam dapat tercapai. Adapun sistematika pelaksanaan senam aerobik:
- Warming Up
Menurut Lyne Brick (2000:45-56) pemanasan merupakan persiapan emosional, psikologis, fisik, dan mental. Biasanya gerak dalam pemanasan dilaksanakan dengan peregangan baik statis maupun dinamis, adapun fungsi dari pemanasan adalah: 1) berangsur-angsur untuk meningkatkan suhu tubuh, 2) mempersiapkan otot dan sendi, 3) meningkatkan sirkulasi cairan dalam tubuh, 4) mempersiapkan psikologis dan emosional sebelum menerima latihan.
- Kegiatan inti
Menurut Adi Trisnawan (2010:23) kegiatan inti merupakan inti dari latihan senam aerobik. Tahap ini bertujuan untuk mencapai training zone atau mencapai zona latihan. Zona latihan merupakan daerah ideal denyut nadi dalam latihan. Untuk mengetahui seseorang sudah masuk dalam training zone adalah dengan memonitor denyut jantung (Rating of Perceived Evertion/RPE) yang sering disebut dengan istilah DNM (Denyut Nadi Maksimal).
Denyut nadi maksimal dapat diperkirakan dengan mengurangi 220 dengan usia kemudian dikalikan intensitas latihan. Menurut Djoko Pekik (2004:17) bahwa Secara umum intensitas latihan kebugaran adalah 60%-90% Detak Jantung Maksimal (DJM) dan secara khusus besarnya intensitas latihantergantung pada tujuan latihan. Latihan untuk pemula <65% DNM dan pembakaran lemak 65% - 75% DNM. Latihan daya tahan dan paru-jantung 75% - 85% DNM dan latihan anaerobik untuk atlet >85% DNM.
Adapun zona latihan yang dikategorikan menurut menurut Brick (2000:58) yang dibagi menjadi enam dengan kode warna yang berbeda, yaitu:
Tabel 2.1 Kategori Training Zone Latihan
Sumber: Lyne Brick,2000.Bugar dengan Senam Aerobik
Menghitung denyut nadi dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan elektronik, misalnya puls monitor, telemetri, dan heart rate monitor. Selain itu pengamatan detak jantung dapat dilakukan secara manual, yakni dengan meraba pembuluh nadi pergelangan tangan (radialis) atau pada pangkal leher (coratid). Raba denyut nadi tersebut dan hitung selama 15 detik, hasilnya dikalikan 4, hasil perkalian tersebut menunjukkan detak jantung/menit.
- Cooling down
Menurut Marta Dinata (2007:17) setelah melakukan kegiatan inti dalam selesai latihan senam aerobik harus melakukan pendinginan. Sifat dari gerakan pendinginan adalah gerakan dari intensitas tinggi turun hingga ke intensitas rendah sehingga lambat laun akan menormalkan kembali kerja jantung dan menstabilkan kembali suhu tubuh. Adapun fungsi dari pendinginan menurut Adi Trisnawan (2010:29) adalah untuk: 1) menurunkan kerja jantung, 2) mencegah aliran darah berhenti secara mendadak, 3) mencegah terjadinya timbunan asam laktat atau sisa hasil pembakaran yang akan menyebabkan rasa pegal pada otot.
- Dosis latihan
Pelaksanaan program senam aerobik harus memperhatikan dosis latihan, hal ini dilakukan agar peserta yang mengikuti program tidak mengalami kejenuhan, stress yang berlebihan, dan over training. Secara fisiologi, latihan yang dianjurkan adalah hanya sepanjang tubuh mampu untuk beradaptasi. Bila dosis latihan terlalu ringan untuk tubuh maka adaptasi tidak akan terjadi (tidak memberikan efek). Demikian pula latihan terlalu berat maka akan mengakibatkan cidera atau overtraining.
Menurut Marta Dinata (2007:22-23) agar latihan senam aerobik sesuai dengan tujuan dan sasaran maka harus dilakukan secara teratur dan disesuaikan dengan dosis atau takaran latihan, adapun takaran latihan meliputi: FIT (Frekuensi, Intensitas, dan Time) . Frekuensi merupakan jadwal latihan atau berapa kali seseorang melakukan latihan dalam satu minggu, untuk meningkatkan kebugaran diperlukan latihan tiga kali dalam seminggu sedangkan jika lebih dari itu tidak akan membuat badan menjadi sehat, justru akan membuat badan menjadi stress. Sedangkan intensitas merupakan suatu dosis latihan yang harus dilakukan seseorang sesuai dengan program latihan yang dilakukan dengan selalu monitoring denyut nadi. Sedangkan time waktu merupakan lamanya seseorang melakukan latihan, lamanya latihan berbanding terbalik dengan intensitas. Semakin tinggi intensitas maka semakin sedikit waktu yang dilakukan untuk latihan jika intensitas rendah maka semakin lama waktu yang digunakan untuk latihan agar latihan mencapai training zone.
Macam-macam senam aerobik
Sejalan dengan perkembangan waktu, musik dan tarian dipenjuru dunia juga semakin beragam. Fenomena ini mengispirasi instruktur senam aerobik untuk semakin mengembangkan berbagai jenis kreasi senam aerobik dengan cara mengombinasikan musik terbaru dengan koreografi yang menarik, agar dalam pelaksanaan latihan aerobik tidak menjenuhkan dan peserta tetap dapat merasakan manfaat dari senam aerobik.Menurut Marta Dinata (2000: 13), ada bermacam-macam senam aerobik berdasarkan jenis musik, jenis gerakannya,dan kreasi didalam pemberian materi, diantaranya yaitu: hip hop aerobik, step aerobik, aqua aerobik, chacha aerobik, funky aerobik, disko aerobik, marathon aerobik, fit aerobik, body language, body conditioning, salsa aerobik, dan dangdut aerobik. Walaupun macam senam aerobik beragam, pada dasarnya jenis bentuk gerak senam aerobik sama, yang dibagi menjadi tiga, yaitu: 1) low impact aerobik (sedikit benturan atau tidak ada lompatan), 2) mix impact aerobik (gabungan antara gerakan low impact rendah benturan dan high impact tinggi benturan), 3) high impact aerobik (gerakan yang banyak terjadi benturan).
Senam Aerobik Mix Impact
Menurut Brick
(2000:33) senam aerobik mix impact atau yang disebut dengan Aerobic
Moderate Impact (AMI) menunjukan pada gerakan di mana tumit mengangkat
tetapi jari kaki tetap berada di lantai. Sehingga dapat ditarik simpulan
bahwa gerakannya senam aerobik mix impact mengabungkan ke dua basic
gerakan senam high dan low sehingga gerakan yang dilakukan aman dan
sangat cocok untuk usia aktif serta tidak beresiko cidera dimasa yang
akan datang.
Pendapat ini kemudian diperkuat dengan pendapat dari Panduan Senam Dikna yang dikutip dalam buku Hetti Restianti (2010:37) yang menyatakan bahwa senam aerobik mix impact merupakan jenis latihan yang memadukan antara gerakan low dan high yang dilakukan secara sistematis dan harmonis serta ritmis untuk meningkatkan endurance atau daya tahan secara keseluruhan sekaligus meningkatkan power bagi pelakunya. Jika dilakukan dalam waktu dan dosis tegas, teratur, dan terukur latihan ini sangat cocok bagi pemula.
Menelaah pendapat di atas maka dapat disimpulkan senam aerobik mix impact merupakan senam aerobik yang memadukan gerakan senam aerobik benturan rendah dan benturan tinggi sehingga cocok dilakukan untuk peserta pemula maupun yang sudah tingkat lanjut. Jika dilakukan secara terus menerus maka akan memberi efek yang positif. Gerakan low impact yang sangat bagus khususnya untuk menjaga kebugaran jasmani serta gerakan high yang bagus untuk menaikkan kapasitas kardiovaskuler dan sangat cepat untuk program burn fat atau pembakaran lemak. Sehingga senam aerobik mix impact sangat baik dijadikan sebagai aktifitas tambahan, karena manfaatnya sangat baik untuk tubuh dan efektif bagi para peserta yang sedang melaksanakan program penurunkan berat badan karena sangat efektif untuk membakar kalori.
Daftar Pustaka Makalah Senam Aerobik Mix Impact
Marta Dinata. 2007. Langsing dengan Aerobik Cara Cerdas untuk Langsing. Jakarta: Cerdas Jaya.
Brick, Lyne. 2001. Bugar dengan Senam Aerobik. Terjemahan Anna Agutina. 2002. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Adi Trisnawan. 2010. Senam Aerobik. Semarang: Aneka Ilmu.
Hetti Restanti. 2010. Mengenal Jenis Senam. Bogor: Quadra.
Djoko Pekik Irianto.2004. Pedoman Berolahraga untuk Kebugaran dan Kesehatan. Yogyakarta: Andi Yogyakarta
Pendapat ini kemudian diperkuat dengan pendapat dari Panduan Senam Dikna yang dikutip dalam buku Hetti Restianti (2010:37) yang menyatakan bahwa senam aerobik mix impact merupakan jenis latihan yang memadukan antara gerakan low dan high yang dilakukan secara sistematis dan harmonis serta ritmis untuk meningkatkan endurance atau daya tahan secara keseluruhan sekaligus meningkatkan power bagi pelakunya. Jika dilakukan dalam waktu dan dosis tegas, teratur, dan terukur latihan ini sangat cocok bagi pemula.
Menelaah pendapat di atas maka dapat disimpulkan senam aerobik mix impact merupakan senam aerobik yang memadukan gerakan senam aerobik benturan rendah dan benturan tinggi sehingga cocok dilakukan untuk peserta pemula maupun yang sudah tingkat lanjut. Jika dilakukan secara terus menerus maka akan memberi efek yang positif. Gerakan low impact yang sangat bagus khususnya untuk menjaga kebugaran jasmani serta gerakan high yang bagus untuk menaikkan kapasitas kardiovaskuler dan sangat cepat untuk program burn fat atau pembakaran lemak. Sehingga senam aerobik mix impact sangat baik dijadikan sebagai aktifitas tambahan, karena manfaatnya sangat baik untuk tubuh dan efektif bagi para peserta yang sedang melaksanakan program penurunkan berat badan karena sangat efektif untuk membakar kalori.
Daftar Pustaka Makalah Senam Aerobik Mix Impact
Marta Dinata. 2007. Langsing dengan Aerobik Cara Cerdas untuk Langsing. Jakarta: Cerdas Jaya.
Brick, Lyne. 2001. Bugar dengan Senam Aerobik. Terjemahan Anna Agutina. 2002. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Adi Trisnawan. 2010. Senam Aerobik. Semarang: Aneka Ilmu.
Hetti Restanti. 2010. Mengenal Jenis Senam. Bogor: Quadra.
Djoko Pekik Irianto.2004. Pedoman Berolahraga untuk Kebugaran dan Kesehatan. Yogyakarta: Andi Yogyakarta
I read some articles on this site and I think your blog is really interesting and has great information. Thank you for your sharing. a10
ReplyDeletethis post so usefull for my kids lesson, hope you can visit us at : iweblogsite
ReplyDeleteYou wrote it very well
ReplyDeleteCarrie
Thanks for your article! I have read through some similar topics! However, your post has given me a very special impression, unlike other posts. I hope you continue to have valuable articles like this or more to share with everyone!
ReplyDeletehappy wheels
thanks for sahring information
ReplyDeleteslither io