Pengertian Energi adalah merupakan persyaratan penting dalam
kehidupan manusia, karena energi atau tenaga merupakan sumber utama
manusia untuk mempertahankan hidup, menunjang pertumbuhan dan melakukan
atifitas fisik. Menurut Sunita Almatsi (2007:133) Dalam sistem biologi
energi terdiri dari berbagai bentuk, yaitu solar, kimia, mekanik,
elektrik, dan panas yang saling tukar menukar. Beragamnya bentuk energi
sesuai dengan hukum termodinamika yang menyatakan: energi hanya dapat
berubah bentuk tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Jika
diaplikasikan dalam sistem energi manusia, awal mula energi berupa
energi kimia yang bersumber dari zat gizi dalam makanan kemudian melalui
proses metabolisme energi kimia tersebut diubah menjadi energi mekanik
melalui kontraksi otot.
Definisi Energi Menurut Para Ahli
Menurut Imam Hidayat (2000:187) tenaga
atau energi pada manusia dapat dikatakan sebagai modal tubuh yang mampu
mengatasi tahanan ataubeban untuk bergerak, melakukan kerja atau
melakukan kerja atau menghasilkan usaha fisik.
Pendapat ini diperkuat
oleh Djokok Pekik Iriyanto (2006:43) yang mengatakan energi merupakan
kemampuan untuk melakukan kerja. Sumber utama energi dapat diperoleh
dari karbohidrat, lemak, dan protein yang kemudian akan dipecah melalui
proses metabolisme. Hasil metabolisme akan disalurkan ke anggota tubuh
yang memerlukan energi sehingga tubuh mampu melakukan usaha atau
aktifitas. Hampir 75% energi makanan dalam aktifitas dikeluarkan dalam
bentuk panas, hal ini terbukti dari dominannya uap air yang keluar pada
tubuh manusia berupa keringat, sedangkan 25% keluar dalam bentuk
karbondioksida, urea dan asam laktat.
Penggunaan energi sebagai kemampuan utama manusia melakukan aktifitas maka menurut Mansur dkk (2009:3) sistem pengelolahan energi dibagi menjadi dua, yaitu aerobik (menggunakan bantuan oksigen) dan anaerobik (tidak menggunakan bantuan oksigen) yang dibagi menjadi dua yaitu alaktasit dan laktasit.
Penggunaan energi sebagai kemampuan utama manusia melakukan aktifitas maka menurut Mansur dkk (2009:3) sistem pengelolahan energi dibagi menjadi dua, yaitu aerobik (menggunakan bantuan oksigen) dan anaerobik (tidak menggunakan bantuan oksigen) yang dibagi menjadi dua yaitu alaktasit dan laktasit.
Gambar 2.3 Bagan Sistem Energi
Sumber: Mansur,dkk.2009.3
Sistem Energi Anaerobik
Sistem
pemecahan energi yang menggunakan bantuan oksigen sedikit karena waktu
yang digunakan untuk membetuk energi relatif singkat. Menurut
Mansur,dkk (2009:4) Sistem energi anaerobik dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Sistem energi anaerobik alaktit
Sumber energi diperoleh dari pemecahan ATP dan PC yang tersedia dalam otot tanpa menimbulkan terbentuknya laktat. Proses pembentukan energi sangat cepat, namun hanya mampu menyediakan energi yang sedikit untuk aktifitas yang sangat singkat. Kemudian pendapat ini dilengkapi oleh Djoko Pekik (2006:44) yang mengatakan sistem energi anaerobik alaktit diperlukan untuk permulaan aktifitas fisik dengan intensitas tinggi (height intensity). Jumlah ATP dan PC dalam otot terbatas yaitu 1kg otot terdiri dari 4-6 mM ATP dan 15-17 mM PC atau setara dengan 1 Mole=1000mMole yang setara dengan 7-12 kalori. Oleh karena itu sistem energi ini hanya mampu bertahan 6-8 detik. Salah satu olahraga yang menggunakan sistem ini adalah lari cepat, renang jarak pendek, angkat besi, dll.
1. Sistem energi anaerobik alaktit
Sumber energi diperoleh dari pemecahan ATP dan PC yang tersedia dalam otot tanpa menimbulkan terbentuknya laktat. Proses pembentukan energi sangat cepat, namun hanya mampu menyediakan energi yang sedikit untuk aktifitas yang sangat singkat. Kemudian pendapat ini dilengkapi oleh Djoko Pekik (2006:44) yang mengatakan sistem energi anaerobik alaktit diperlukan untuk permulaan aktifitas fisik dengan intensitas tinggi (height intensity). Jumlah ATP dan PC dalam otot terbatas yaitu 1kg otot terdiri dari 4-6 mM ATP dan 15-17 mM PC atau setara dengan 1 Mole=1000mMole yang setara dengan 7-12 kalori. Oleh karena itu sistem energi ini hanya mampu bertahan 6-8 detik. Salah satu olahraga yang menggunakan sistem ini adalah lari cepat, renang jarak pendek, angkat besi, dll.
2. Sistem anaerobik laktit
Menurut Djoko Pekik (2006:45) jika aktifitas fisik berjalan terus menerus sedangkan sumber energi alaktit terbatas maka sumber energi yang diurai untuk melakukan aktifitas adalah pemecahan glukosa dalam darah dan glikogen dalam otot melalui glikolisis anaerobik. Sistem anaerobik laktit mampu menghasilkan energi 2-3 ATP dan menghasilkan timbunan asam laktat yang merupakan sisa dari pembakaran. Salah satu olahraga yang menggunakan sistem ini adalah sepak bola, voli, dan basket.
Menurut Djoko Pekik (2006:45) jika aktifitas fisik berjalan terus menerus sedangkan sumber energi alaktit terbatas maka sumber energi yang diurai untuk melakukan aktifitas adalah pemecahan glukosa dalam darah dan glikogen dalam otot melalui glikolisis anaerobik. Sistem anaerobik laktit mampu menghasilkan energi 2-3 ATP dan menghasilkan timbunan asam laktat yang merupakan sisa dari pembakaran. Salah satu olahraga yang menggunakan sistem ini adalah sepak bola, voli, dan basket.
Sistem Energi Aerobik
Menurut
Mansur,dkk (2009:4) proses sistem energi aerobik untuk menghasilkan
energi memerlukan jumlah oksigen yang banyak, bahan baku berupa glukosa
dan glikogen dipecah melalui glikolisis aerobik. Selain terjadi
pembentukan asam laktat sistem energi aerobik dapat digunakan untuk
aktifitas yang lama, sehingga dapat dipergunakan sember energi lemak dan
protein sebagai sumber energi tambahan. Menurut Doko Pekik (2006:45)
lemak dan aerobik mampu mengahasilkan ATP 20 kali lebih banyak yaitu
sejumlah 38-39 ATP. Sehingga aktifitas dapat dilakukan lebih lama dan
kebutuhan oksigen semakin besar. Salah satu olahraga yang menggunakan
sistem ini adalah lari jarak jauh, renang jarak jauh, senam aerobik,
dll.
Tabel 2.2 Klasifikasi Sistem Penyediaan Energi untuk Aktifitas
Sumber: Djoko Pekik Iriyanto (2006:46)
Daftar Pustaka Makalah Energi Sistem Anaerobik
Sunita Almatsi. 2007. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Imam Hidayat. 2000. Biomekanika. Bandung: IKIP Bandung Press.
Djoko Pekik Irianto.2004. Pedoman Berolahraga untuk Kebugaran dan Kesehatan. Yogyakarta: Andi Yogyakarta
-----2007. Panduan Gizi Lengkap untuk Keluarga dan Olahragawan. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Mansur M.S, et al. 2009. Materi Pelatihan Fisik Level II. Jakarta. Asdep Pengembangan Tenaga dan Pembinaan Keolahragaan.
Imam Hidayat. 2000. Biomekanika. Bandung: IKIP Bandung Press.
Djoko Pekik Irianto.2004. Pedoman Berolahraga untuk Kebugaran dan Kesehatan. Yogyakarta: Andi Yogyakarta
-----2007. Panduan Gizi Lengkap untuk Keluarga dan Olahragawan. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Mansur M.S, et al. 2009. Materi Pelatihan Fisik Level II. Jakarta. Asdep Pengembangan Tenaga dan Pembinaan Keolahragaan.
0 comments:
Post a Comment