Teknik Dasar Passing Bawah - Teknik passing bawah lebih wajar,
gampang dan terutama aman pada saat menerima bola yang keras,
dibandingan dengan passing atas yang membutuhkan sikap tangan yang
khusus. Dengan passing bawah semua bola yang datang bisa diterima dengan
mudah dan dapat dilambungkan kembali, juga apabila posisi bola sangat
rendah atau menyamping dari tubuh. Passing bawah dilakukan di depan
setinggi perut kebawah, A.Sarumpet(1992 : 91).
Adapun
cara-cara pelaksanaan passing bawah adalah:
1) Sikap permulaan badan
sedemikian rupa sehingga keadaan setimbang labil,
2) Lengan dijulurkan
kedepan bawah siku tidak ditekuk (sudut antara lengan dan badan
kira-kira 45º). Badan dibungkukkan, kaki seperti hendak melangkah dengan
posisi kaki selebar bahu, lutut ditekuk, kedua lengan bawah dirapatkan
sampai siku, sementara jarijari tangan lainnya. Untuk lebih jelasnya
lihat gambar di bawah ini.
Gambar 2.1 a) lari menyongsong bola
(A.Sarumpaet, dkk.permainan besar. 1992 : 92)
3) Tangan dirapatkan dan tangan terlentang,
4) Tubuh direntangkan menyongsong bola,
5) Bola di pantulkan dengan lengan bawah,
6) Ikuti gerakan bola, (A.sarumpaet Zulfar, dkk 1992 : 92).
Gambar 2.2
(A Sarumpaet, dkk. permainan besar. 1992 : 92)
Passing menurut M. Yunus adalah pengoperan bola kepada teman sendiri dalam satu regu teknik tertentu sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan (M. Yunus, 1992 : 79)
Jenis-jenis Passing Bawah
Pada
prinsipnya passing bawah dalam permainan bola voli dapat dibedakan
menjadi beberapa macam seperti yang dikatakan oleh M. Yunnus (1992 : 79)
sebagai berikut :
1) passing bawah normal (dua tangan),
2) passing
bawah satu tangan,
3) Passing bawah satu tangan meluncur, sebagai
berikut :
Passing bawah
ini dua tangan adalah pengambilan bola dengan dua tangan berpegangan
satu sama lain, dengan ayunan dari bawah atas depan. Penyatuan kedua
tangan ini dilakukan dengan maksud untuk menjamin hanya terjadi satu
kali pantulan, untuk menjaga pantulan ganda. Keterampilan dasar ini,
seperti dengan menggunakan satu tangan diupayakan dalam posisi yaitu
tangan ini mengenai bagian bawah bola agar terjadi teknik memvoli.
Dengan demikian bola melayang mengikuti arah parabola dengan kecepatan
yang sesuai dengan kebutuhan.
Sikap permulaan
pelaksanaan passing bawah dua tanagan dilakukan dengan mengambil posisi
sikap siap normal. Pada saat tangan akan dikenakan pada bola, segera
tangan dan lengan dalam keadaan terlunjur kebawah depan lurus. Siku
tidak boleh ditekuk, dua tangan merupakan papan memukul yang selalu
lurus keadaannya.
Pelaksanaan kemampuan dasar itu
membutuhkan pembiasaan melalui latihan berulang-ulang, sampai dapat
melakukan secara otomatis. Penguasaanya memerlukan rangkaian orientasi
pelaksanaan tugas gerak yang mencakup beberapa hal : 1) Siswa memukul
bola dalam posisi kedua kakinya bertumpu pada lantai dalam sikap dasar
yang labil, 2) kedua lutut agak ditekuk dan kedua kaki sedikit dibuka,
salah satu kaki maju kedepan.
Gambar 2.3 Passing normal (passing dengan dua tangan)
(Suharno HP, 1981: 48)
Saat
perkenaan passing bawah dua tangan saat akan mengenakan bola pada
bagian sebelah atas (bagian proksimal) dari pergelangan tangan, ambilah
terlebih dahulu posisi sedemikian rupa sehingga badan berada dalamposisi
menghadap bola. Begitu bola berada pada jarak yang tepat maka segeralah
ayunan lengan yang lurus dan difikirkan lagi arah bawah keatas depan,
perkenaan bola harus diusahakan tepat dibagian proksimal dari
pergelangan tangan dan dengan bidang yang selebar mungkin agar bola
dapat melambung secara stabil. Maksudnya agar bola selama menempuh
lintasannyatidak banyak membuat putaran. Pantulkan bagian setelah
mengenai bagian proksimal dari bagian pergelangan tangan, akan memantul
keatas depan dengan lambungan yang cukup tinggi dengan sudut 90º sebagai
catatan perlu ditambahkan disini bahwa sudut pantulan tidak 90º, maka
secara teoritis bola akan diterima tuntas. Tangan pada saat itu telah
berpegangan satu tangan dengan tangan lainnya. Setelah bola berhasil di
passing bawah maka segera diikuti pengambilan sikap normal kembali
ketujuan agar dapat bergerak lebih cepat untuk menyesuaikan diri dengan
keadaan M. Yunnus (1992 : 79). Sedangkan passing bawah dengan dua tangan
ada beberapa bentuk sikap tangan sebelum melakukan passing bawah dua
tangan antara lain :
a. The Dig (cleanched first
method), yaitu jari sejajar dan jari tangan yang satu membungkus jari
tangan lainnya, ini berasal dari Amerika. Bentuk ini sering digunakan
bagi pemain yang sudah tinggi kemampuan passing bawahnya, karena
fleksibel apabila menerima bola dari arah lawan.
Gambar 2.4
(M Yunnus, 1992 Olahraga Pilihan Bola Voli, 83)
b. Mengemis (thumb over palm method), yaitu kedua telapak tangan menghadap keatas dengan punggung satu tangan menempel pada telapak tangan lainnya dan dijepit ibu jari
Gambar 2.5 Mengemis (Thumb Over Palm Method)
(M Yunnus, 1992 Olahraga Pilihan Bola Voli, 83
c. Curled Fingers Method yaitu telapak tangan menadah keatas dengan punggung satu tangan menempel pada telapak tangan satunya dan jepit oleh ibu jari.
Gambar 2.6 Curled Fingers Method
(Suharno HP. Dasar-dasar permainan bola voli Yogyakarta. 1982 : 25)
2. Passing Bawah Satu Tangan
Bola
juga dapat dimainkan dengan satu tangan, ambil posisi siap normal
dengan tumit diangkat sedikit, agar keadaan tubuh labil untuk menjamin
reaksi gerakan kesegala arah dengan cepat, kedua tangan siap di depan
dada, perhatian dan konsentrasi selalu kearah bola. Perkenaan bola pada
bagian lengan bawah antara pergelangan tangan dan sendi siku, sedangkan
pusat gerakan lengan pada sendi bahu. Gerakan tersebut memang tidak
sepenuhnya dilakukan memukul, bergantung pada arah dan kecepatan bola
yang datang. Yang jelas bola adalah bola itu memang dimainkan, bukan
ditahan, sehingga nampak bola itu memantul. Yang digunakan adalah salah
satu tangan, kiri atau kanan sesuai dengan kebutuhan. Sehubungan dengan
hal ini idealnya siswa sudah diajarkan untuk mampu menggunakan kedua
belah tangannya, jadi tidak hanya memakai tangan yang dominan.
Gambar 2.7 Memukul bola dengan satu tangan
(Suharno HP, 1981 : 49)
Berdiri
sikap normal perhatian dan pandangan selau kearah bola. Setelah bola
datang didepan atau di samping badan pemain dan jarak cukup jauh, maka
segera start dengan cepat. Pada saat memukul konsentrasi pada usaha
memantulkan bola ke atas, dengan luncuran ini kedua tangan yang menumpu
di lantai segera berusaha membangunkan badan dengan cepat. Segera bangun
dengan keadaan siap memainkan bola (Suharno HP, 1981 : 50)
Kesalahan Umum dalam Melakukan Passing Bawah
Didalam
buku Agung wahyudi (2005 : 49) menyatakan “Kesalahankesalahan umum
dalam passing bawah adalah: a) Lengan pemukul saat memukul siku ditekuk
sehingga papan pemukul menjadi sempit bidangnya, hal ini berakibat bola
berputar menyeleweng arahnya, b) Terlalu banyak gerakan lengan pukulan
kedepan (terlalu aktif) dibanding gerakan ke atas sehingga sudut datang
bola terhadap lengan bawah pemukul tidak 90º, c) Perkenaan bola pada
kepalan tapak tangan, d) Kurangnya menekuk lutut pada sikap permulaan
dan sikapperkenaan bola , dimana sendi lutut tidak bertindak sebagai
pengukit, e) Lengan pemukul diayunkan atau digerakan dua kali yang
semestinya satu gerakan pukulan, f) Lengan pemukul diayun lebih tinggi
dari bahu (kecuali passing bawah kebelakang), g) Perkenaan bola tidak
tepat antara sudut datang dan sudut pantulnya, biasanya kesalahan
perkenaan bola setelah lengan hampir lurus dengan dada, jadi
perkenaannya terlalu tinggi letaknya didepan dada, h) Bidang lengan
pemukul kurang lebar dan tidak rata, i) Kedua tangan pemukul tidak
sejajar dan rapat serta goyah saat perkenaan, j) Kurang cepat menghadap
bidang pemukul terhadap bola, usaha melangkah agar bola dikuasai di
depan badan kurang cepat reaksinya, k) Kurang berkonsentrasi dalam
melakukan passing bawah, l) Kurangnya berani jatuh atau guling
dilapangan, m) Terlalu eksplosif gerakannya secara keseluruhan, gerakan
statis kaku, n) Sebelum perkenaan bola sendi siku ditekuk terlebih
dahulu, o) Pada saat mengambil bola dengan passing bawah pandangan tidak
kebola.
Latihan Passing Bawah pada Bola Voli
1. Pengertian Latihan
Latihan
adalah suatu proses untuk mempersiapkan fisik mental anak latih secara
sistematis untuk mencapai mutu prestasi optimal dengan memberikan beban
latihan yang teratur, terarah, meningkat berulang-ulang (Suharno HP,
1981 : 3) melalui latihan seseorang dipersiapkan untuk mencapai tujuan
yang jelas. Tujuan utama latihan adalah untuk mengembangkan dan perfoma
atlet.
2. Prinsip Dasar Latihan
Prinsip-prinsip
latihan adalah suatu proses berlatih yang sistematis dilakukan secara
berulang-ulang dan kian hari jumlah beban latihannya kian bertambah
(Suharno HP, 1986 : 18).
Latihan adalah suatu proses
penyempurnaan atlet secara sadar untuk mencapai mutu prestasi maksimal
dengan diberi beban-beban fisik, teknik, taktik, dan mental yang
teratur, terarah, meningkat, bertahap, dan berulang-ulang waktunya.
Masalah prinsip-prinsip latihan sangat penting demi mempercepat
tercapainyatujuan latihan suatu cabang olahraga. Prinsip-prinsip latihan
itu adalah sebagai berikut :
a) Prinsip kontinyuitas
Latihan
harus dilakukan sepanjang tahun tanpa terseling, mengingat sifat
adaptasi anak lebih stabil dan sementara. Agar supaya adaptasi menjadi
mantap dan kokoh sehingga menjadi kebiasaan yang otomatis, maka perlu
latihan kontinyu, teratur, terarah, dan berulang-ulang.
b) Prinsip kenaikan latihan dari sedikit demi sedikit dan teratur
Latihan
makin lama makin meningkat beratnya, tetapi kenaikan bebannya harus
sedikit demi sedikit. Peningkatan beban latihan tidak perlu dilakukan
setiap kali latihan, dua atau tiga kali latihan baru dinaikan.
c) Prinsip Interval
Prinsip
interval penting dalam program latihan dari yang sifatnya harian,
mingguan, bulanan, kuartlan, tahunan yang berguna untuk pemulihan fisik
dan mental anak latih dalam menjalankan latihan, maupun istirahat aktif,
interval memberikan kesempatan anak latih untuk memulihkan tenaga dalam
rangka untuk menyelesaikan elmen latihan berikutnya. Selain itu
interval sangat penting dalam hal pencegahan terjadinaya overtraining
anak latih. Memberikan waktu untuk mengadaptasi beban latihan interval
sangat perlu.
d) Prinsip Perorangan
Setiap anak
latih sebagai manusia yang terdiri dari jiwa dan raga pasti berbedabeda
dalam segi fisik, mental, watak dan tingkatan kemampuannya.
Perbedaanperbedaan itu perlu diperhatikan oleh pelatih agar dalam
pemberian dosis latihan, metode latihan dapat serasi di masing-masing
orang. Faktor-faktor perorangan yang perlu diperhatikan ialah : Jenis
kelamin, kesehatan, umur, kronologis, proporsi tubuh, kemampuan fisik,
teknik, mental, kematangan perbanding, sikap atau watak istimewa.
e) Prinsip penekanan (stress)
Latihan
harus merupakan tekanan terhadap fisik dan mental anak latih. Penekanan
fisik dengan pertanda kelelahan fisik, asam laknat timbul banyak dalam
otot. Penekanan mental dan sikap perlu diberikan kepada anak latih
sehingga timbul gejala mengeluh, kurang semangat dan sebagainya.
f) Prinsip Spesialisasi (spesifik)
Latihan
harus memiliki ciri dan bentuk yang khas sesuai dengan cabang
olahraganya. Pemain bola voli dispesialisasikan latihannya sebagai
smasher, pengumpan atau sebagai pemain yang serba bisa. Sifat hakiki
masing-masing cabang olahraga berbeda-beda, sehingga anak latih
sebaiknya diarahkan kesalah satu cabang olahraga yang mantap dan sesuai
dengan bakatnya.
Berbagai macam latihan passing bawah
yang dapat dilakukan oleh pemain bola voli adalah : 1) Latihan passing
bawah berpasangan dengan bola dilempar dengan jarak 3-4 meter oleh
pelatih atau teman,2) Latihan passing bawah atau berpatner,3) Latihan
passing bawah ketembok/dinding,4) Latihan passing bawah sendiri, latihan
passing bawah dalam bentuk bermain terutama menerima servis dan smash
dari lawan. Latihan berarti jalan atau cara yang harus dilewati untuk
mencapai tujuan tertentu. Cara-cara itu antara lain dengan metode
ceramah, metode pemberian tugas, metode demontrasi, dalam mengatasi
bahan latihan yang berupa gerakan-gerakan.
metode
drill (metode latihan siap) merupakan metode yang lazim dipergunakan
untuk menguasai gerakan-gerakan secara otomatis untuk mencapai kecakapan
keterampilan suatu cabang olahraga. Latihan adalah suatu proses
mempersiapkan fisik dan mental anak latih secara sistematis untuk
mencapai mutu prestasi optimal dengan diberi beban latihan yang teratur,
terarah, meningkat berulang-ulang waktunya (Suharno HP,1981 : 3).
Otomatisme
gerakan sempurna dalam penguasaan teknik merupakan tujuan latihan.
Otomatisme dapat tercapai, apabila gerakan itu diulang-ulang dengan
frekuensi yang berbeda (Suharno HP,1981:72).
3. Latihan Passing Bawah Berpasangan Tetap
Posisi
permulaan ambil posisi satu lawan satu dengan sikap siap bermain. Bola
dilempar salah satu kemudian di passing bawah diarahkan kepada lawannya,
bola harus melewati net setinggi 224 cm. Setelah melakukan passing
bawah posisi tetap menunggu datang bola dari lawan kemudian diarahkan
lagi begitu seterusnya tempat yang dipergunakan adalah dua buah petak
yan berhubungan, masing-masing petak berukuran panjang 3,5 meter.
Gambar 2.8 Latihan passing bawah berpasangan tetap
(Theo Kleinman dan Dieter Krubar. Belajar sambil berlatih bola voli. 1984 : 162)
Keterangan gambar :
AB = AC = 1.5 meter
BD = CE = 2 meter
Kelebihan latihan passing bawah berpasangan tetap :
- Konsentrasi akan terfokus
- Peningkatan efisiensi dan efektivitas gerakan
- Pola gerak yang sederhana sehingga lebih mudah untuk dipelajari.
- Koordinasi yang harmonis antara gerakan lengan, badan, dan kaki
Kelemahan latihan passing bawah berpasangan tetap
- Kurang menekuk lutut pada langkah persiapan pelaksanaan
- Lengan pemukul ditekuk sehingga papan pemukul sempit.
4. Latihan Passing Bawah Berpasangan dengan Rotasi Kebelakang
Sikap
awal ambil posisi 2 lawan 2 berderet kebelakang dengan sikap siap
bermain. Bola dilempar salah satu kemudian segera di passing bawah
diarahkan pada lawan dan bola harus melewati diatas net setinggi 224cm,
setelah melakukan passing bawah lari ke belakang seterusnya. Theo
Kleinmann(1984 : 162)
Gambar 2.9 Latihan Passing Bawah Berpasangan Rotasi
(Theo Kleinmann dan Dieter Kruber. Belajar sambil berlatih bola voli 1984 :163)
Kelebihan latihan passing bawah berpasangan rotasi kebelakang :
- Melatih kelincahan dalam melakukan passing bawah dilihat dari pergerakan memutarnya.
- Melatih kecepatan reaksi dan kecepatan gerak.
- Tidak terfokus dalam satu titik.
Kelemahan passing bawah berpasangan rotasi kebelakang :
- Konsentrasinya kurang fokus sehingga dalam penguasaan materi kurang optimal
- Banyak melakukan kesalahan dalam melakukan passing bawah.
- Terlambat melangkah kesamping atau kedepan agar bola selalu terkurung didepan badan sebelum persentuhan bola oleh lengan pemukul.
- Koordinasi kurang harmonis antara gerakan lengan, badan dan kaki
Daftar Pustaka Makalah Teknik Dasar Passing Bawah dalam Bola Voli
A. Sarompaet,dkk.1992.Permainan Besar.Jakarta:Dirjen Dikti Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.
M. Yunus.1992.Olahraga Pilihan Bola Voli. Jakarta: Depdikbud
Suharno H.P. 1986. Ilmu Kepelatihan Olahraga. Yogyakarta : IKIP Yogyakarta
Kleinmann,T. and Kruber,D.1984. Bola Volley.Jakarta: PT Gramedia
It is easy to understand, detailed and meticulous! I have had a lot of harvest after watching this article from you! I feel it interesting, your post gave me a new perspective! I have read many other articles about the same topic, but your article convinced me! I hope you continue to have high quality articles like this to share with veryone!
ReplyDeletehappy wheels